NovelToon NovelToon
Sistem Saldo Eksekutor

Sistem Saldo Eksekutor

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Thriller / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

[Eksekusi penjahat berhasil! 1 Milyar telah dikirim.]

Luis, pengacara miskin yang selalu dihina karena tak pernah memenangkan kasus, mati tertabrak saat pulang.

Namun ia kembali ke masa lalu bersama Sistem Saldo Eksekutor, sistem misterius yang memberinya hadiah uang setiap kali berhasil mengeksekusi kasus dan menjatuhkan para penjahat.

Dari pengacara gagal, Luis mulai bangkit menjadi sosok mengerikan di balik hukum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Pagi yang indah

​Cahaya fajar yang kemerahan menyelinap masuk melalui celah gorden kamar Luis, membawa kehangatan yang jarang ia rasakan di kehidupan sebelumnya.

Luis membuka matanya perlahan. Tidak ada lagi mimpi buruk tentang truk besar atau tawa sinis para pengacara korup.

Pagi ini, ia merasa seolah beban berat yang selama ini menghimpit bahunya telah sedikit terangkat.

​Ia menggeliat kuat-kuat sambil menguap lebar. "Hoaam! Pagi yang indah," gumamnya dengan nada yang hampir ceria.

​Namun, keceriaan itu segera terinterupsi saat ia mencoba menggerakkan lengan kirinya. Rasa nyut-nyutan yang tajam menusuk dari rusuknya menjalar hingga ke punggung.

Luis meringis, namun senyumnya tidak hilang. Rasa sakit ini adalah bukti nyata bahwa semalam bukan sekadar mimpi. Ia telah berhasil menghukum penjahat tanpa perlu proses hukum yang tidak adil.

​Luis meraih ponselnya yang tergeletak di meja samping tempat tidur. Benar saja, grup WhatsApp sekolah sudah meledak. Ratusan pesan baru menumpuk, semuanya membahas topik yang sama.

​"Kalian sudah dengar tentang Kenzo belum? Dia ditemukan sekarat di jalan sepi dekat gudang!"

​"Sudah! Ih, ngeri banget ya. Katanya wajahnya sampai tidak dikenali. Polisi datang tapi pelakunya tidak ditemukan sama sekali. Rekaman CCTV di sekitar sana katanya rusak semua!"

​"Wah, keluarganya pasti marah besar sih. Ayahnya kan orang kuat. Siapa pun pelakunya, kalau tertangkap pasti tamat. Jangan sampai kalian ikut campur deh, mending diam saja."

​Melihat rentetan pesan penuh ketakutan itu, Luis tertawa kecil hingga bahunya bergetar. "Aku cinta uang... hahaha," bisiknya pelan. "Akan kukasih pelajaran sisa anggota gengnya, dan terakhir... keluarga Kenzo yang merasa di atas hukum itu akan merasakan bagaimana rasanya jatuh ke jurang terdalam."

​Ia bangkit dari tempat tidur dengan gerakan yang sangat pelat. Lebam di tubuhnya terasa jauh lebih kaku dibandingkan semalam.

Ia berjalan menuju kamar mandi dengan langkah yang aneh, agak menyeret kakinya karena rasa nyeri di pinggang.

​Di dalam kamar mandi, saat air dingin menyentuh kulitnya yang memar, Luis hampir saja berteriak.

​"Akhh! Sialan... sakit banget!" ia menggertakkan gigi, membiarkan punggungnya bersandar pada dinding keramik yang dingin.

Warna kebiruan di rusuknya kini berubah menjadi ungu gelap, terlihat sangat kontras di kulitnya yang cukup cerah. "Jangan sampai ada yang tahu tentang luka ini di sekolah. Kalau ada yang melihat, rencanaku bisa berantakan."

​Setelah berpakaian rapi dengan kemeja sekolah yang sengaja ia kancingkan hingga paling atas untuk menutupi kemungkinan luka yang terlihat, Luis keluar ke ruang makan.

Hendri dan Lidya, orang tuanya, sudah duduk di sana bersama Luna yang sedang sibuk mengoles selai ke roti.

​Luis sengaja mengatur napasnya agar tidak terlihat sedang menahan sakit. Ia mengeluarkan ponselnya, lalu berpura-pura menempelkannya ke telinga saat layar ponselnya sebenarnya masih terkunci.

​"Halo? Oh, Rio? Ada apa sepagi ini? Hah? Oke, oke... aku segera ke sana sekarang. Tunggu aku ya," ujar Luis dengan akting yang sangat meyakinkan.

​Luna, yang sedang mengunyah rotinya, mengernyitkan dahi. "Teman Kakak? Rio? Baru tahu Kakak punya teman namanya Rio. Bukan Rio yang sering Kakak ceritakan dulu... yang pendiam itu, kan?"

​Luis tetap tenang. "Bukan. Ini teman baru yang Kakak temui di jalan baru-baru ini. Biasalah... laki-laki memang mudah akrab. Dia butuh bantuan sedikit untuk tugas sekolahnya."

1
Maul
duit duit duit 🤑💸💵💴💶💰💳
Aisha Miftah khaira
suhu🥶
Maul: /Frown//Grievance/
total 1 replies
Maul
Bunuh/Speechless/
Maul
pantau dulu
Maul
( ̄へ  ̄ 凸
Äï
loh kok 70? bkn nya hadiahnya 50?
Maul: kan di Bab 7 ada tambahan bonus 50 juta lagi kak. di pakai 30, Sisanya 70🙏🙏 terima kasih koreksinya🙏🙏🙏
total 1 replies
BaekTae Byun
bukannya udh di cash in trs 20 jt kasih rio ya
Maul: Hehe, Udah di revisi. terima kasih sudah membantu👍🙏/Smile/
total 1 replies
Maul
Karya pertama ☝
Maul
duidddddd 🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!