NovelToon NovelToon
YUKI & KINTA

YUKI & KINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teman lama bertemu kembali / Cintamanis / Idola sekolah
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Kolim

"Di tengah kesibukan kehidupan SMA di Jakarta, Yuki dan kelompok teman terbaiknya menjalani petualangan yang mengubah hidup mereka dari merawat kakaknya yang sakit, menemukan cinta pertama, hingga membentuk tim untuk lomba bahasa asing nasional.

Dengan persahabatan sebagai dasar kuatnya, mereka menghadapi segala rintangan: perbedaan cara pandang, tantangan kompetisi, dan bahkan menemukan makna baru dalam persahabatan antar budaya. Awalnya hanya sekelompok teman biasa, kini mereka membuktikan bahwa kerja sama dan cinta bisa membawa mereka meraih kemenangan yang tak terduga termasuk kesempatan untuk menjelajahi dunia luar!"



"Siapakah mereka? Dan apa yang akan terjadi saat mereka melangkah keluar dari zona nyaman Jakarta untuk menjelajahi dunia yang lebih luas?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Kolim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34 (S2)

Setelah tahu kabar bahwa Yuki akan kuliah di Jepang, teman-teman langsung membuat program khusus untuk membantu Yuki belajar bahasa Jepang dan mempersiapkan segala sesuatu sebelum dia pergi. Mulai dari belajar bersama setiap hari hingga mengadakan kegiatan khusus di klub bahasa dan budaya internasional!

Hari Selasa pagi, mereka berkumpul di ruang klub lebih awal dari biasanya. Kinta datang dengan membawa buku-buku belajar bahasa Jepang yang dia beli sendiri, sementara Mei membawa laptop dengan materi pembelajaran yang sudah dia siapkan.

"Siapa yang sudah siap untuk belajar bahasa Jepang bareng?" teriak Hana dengan suara penuh semangat, meskipun dia sendiri masih bingung dengan huruf Jepang yang kompleks. Kinta langsung menjawab, "KITA SIAP!" sambil mengangkat buku nya ke udara.

Mei jadi guru utama untuk sesi belajar bahasa Jepang hari ini. Dia mulai dengan mengajarkan huruf Hiragana yang menjadi dasar bahasa Jepang. Tapi bukan berarti proses belajar nya serius saja mereka tetap bikin suasana jadi riang dengan berbagai candaan!

Saat Mei menjelaskan huruf "あ" (a), "い" (i), "う" (u), "え" (e), "お" (o), Hana langsung mencoba menulisnya tapi malah jadi bentuk gambar yang lucu. "Ini huruf 'あ' kan? Tapi kalau aku gambar kayak gini jadi kayak wajah orang tersenyum ya!" ucap Hana sambil menunjukkan tulisannya yang memang seperti wajah dengan mulut terbuka riang.

Semua orang langsung ketawa. Kinta juga mencoba menulis tapi malah salah bentuk huruf "う" jadi kayak angka "3". "Maaf ya Mei, aku selalu bingung antara huruf ini sama angka tiga!" ucap Kinta dengan malu tapi tetap tersenyum. Mei langsung tertawa dan membantu memperbaiki tulisannya.

"Tidak apa-apa Kinta, semua orang pasti salah di awal. Yang penting kita terus berlatih ya!" ucap Mei dengan sabar. Rio yang biasanya fokus dengan teknologi malah membuat aplikasi kecil untuk belajar huruf Jepang dengan fitur permainan yang menyenangkan. "Kalau kita belajar sambil bermain, pasti lebih cepat paham!" ucap Rio sambil menunjukkan aplikasi nya yang sudah jadi.

Setelah belajar huruf dasar, mereka mulai belajar kosakata sehari-hari seperti sapaan dan nama makanan. Rina membuat kartu belajar dengan gambar yang dia lukis sendiri kartu untuk "おはよう" (ohayou \= selamat pagi) ada gambar matahari yang bersinar, kartu untuk "りんご" (ringo \= apel) ada gambar apel yang dibuat dengan sangat cantik.

"Kartu belajar ini sangat membantu ya Rina! Gambar nya lucu dan mudah diingat!" ucap Yuki dengan senyum lebar. Rina tersenyum bangga dan berkata, "Kalau kamu suka ya! Aku bisa bikin lebih banyak lagi untuk kamu belajar di rumah!"

Setelah belajar bahasa, klub bahasa dan budaya internasional mengadakan kegiatan khusus tentang budaya Jepang. Mereka mengundang Pak Hiroshi sebagai narasumber untuk menjelaskan tentang adat istiadat, makanan, dan tradisi di Jepang.

Pak Hiroshi datang dengan membawa berbagai macam makanan khas Jepang seperti sushi, onigiri, dan matcha. Hana langsung tidak sabar dan ingin mencobanya langsung. "Pak, bolehkah kita nyicip makanan nya dulu sebelum mulai?" tanya Hana dengan mata yang bersinar melihat makanan.

Pak Hiroshi langsung tertawa dan menjawab, "Boleh saja Hana! Tapi setelah itu kita harus fokus belajar ya!" Hana langsung mengambil onigiri dan memakannya dengan penuh kegembiraan. "ENAK BANGET! RASANYA BEDA BANGET DARI MAKANAN KITA!" ucapnya dengan mulut masih penuh makanan.

Pak Hiroshi mulai menjelaskan tentang budaya Jepang dengan sangat menarik. Dia bercerita tentang cara merayakan tahun baru di Jepang, bagaimana cara bersalaman dengan benar, dan juga tentang pendidikan di Jepang yang akan sangat membantu Yuki nantinya.

Kinta sangat fokus mendengarkan penjelasan Pak Hiroshi. Dia bahkan mencatat poin-poin penting di buku nya agar bisa membantunya membantu Yuki nanti. "Pak, kalau ada masalah kuliah atau tinggal di Jepang, apa yang harus dilakukan ya?" tanya Kinta dengan serius.

Pak Hiroshi menjawab dengan ramah, "Yang paling penting adalah tetap sopan dan menghargai budaya setempat. Kalau ada masalah, kamu bisa mencari bantuan dari universitas atau juga dari komunitas Indonesia yang ada di Jepang. Hayaki kakak Yuki juga pasti akan membantu nya dengan baik."

Saat sesi tanya jawab berakhir, mereka semua berfoto bersama dengan Pak Hiroshi dan makanan khas Jepang yang ada di meja. Rina juga menggambar Pak Hiroshi yang sedang menjelaskan dengan penuh semangat. "Ini gambar nya akan aku berikan buat kamu Pak! Jadi kenang-kenangan dari klub kita!" ucap Rina dengan senyum ramah.

Setelah kegiatan klub selesai, mereka memutuskan untuk mencoba membuat makanan khas Jepang sendiri dengan bimbingan Mei yang sudah pernah belajar memasak Jepang dari ibunya.

Mereka mulai dengan membuat onigiri atau nasi kepal. Hana malah membuat onigiri dengan bentuk yang sangat unik ada yang bentuk bola besar, bentuk hati, bahkan bentuk wajah lucu. "Ini namanya ONIGIRI KHAS HANA! Pasti lebih enak karena dibuat dengan cinta!" ucap Hana dengan penuh semangat.

Kinta dan Yuki bekerja sama membuat onigiri dengan bentuk standar. Meskipun awalnya sedikit sulit membentuk nasi nya, akhirnya mereka berhasil membuat onigiri yang cantik dan rapi. "Kita berhasil juga ya Yuki! Kalau kamu sudah di Jepang, kamu bisa bikin sendiri ya!" ucap Kinta dengan bangga.

Rio dan Dina membuat salad Jepang sederhana dengan sayuran segar dan saus yang sudah disiapkan. Mei membuat sushi sederhana dengan nasi dan lauk yang mudah ditemukan. Meskipun tidak sempurna seperti yang ada di restoran Jepang, makanan yang mereka buat sendiri rasanya jauh lebih nikmat.

Mereka semua duduk berkeliling dan menikmati makanan khas Jepang buatan mereka sendiri. Udara di ruang klub penuh dengan tawa dan candaan. "Kalau kita buka warung makanan Jepang pasti laris manis ya!" ucap Dina dengan tertawa. Hana langsung menyetujui, "BETUL! KITA BISA NAMAINYA 'WARUNG TEMAN-TEMAN JEPANG'!"

Pada sore hari, Pak Hiroshi mengajak mereka untuk belajar tari tradisional Jepang yang disebut Bon Odori. Ini adalah tari yang biasanya dilakukan saat merayakan festival Bon di Jepang.

Pak Hiroshi memutar musik tradisional Jepang dan mulai menunjukkan gerakan tari nya. Meskipun gerakan nya terlihat sederhana, tapi ternyata cukup sulit untuk dilakukan dengan benar. Hana langsung mencoba mengikuti tapi malah salah langkah terus-menerus.

"WAHAHAHA! AKU KAYAK ORANG YANG SEDANG TERSAKITIN KAKINYA YA!" ucap Hana dengan tertawa dan tetap mencoba mengikuti gerakan nya. Kinta juga tidak jauh berbeda dia malah berputar terlalu cepat sehingga hampir terjatuh.

"Tenang aja kalian semua! Jangan terburu-buru. Gerakan nya harus lambat dan mengalir seperti air," ucap Pak Hiroshi dengan sabar sambil membantu memperbaiki gerakan masing-masing. Yuki yang lebih fleksibel cepat sekali menguasai gerakan tari nya. Dia bahkan membantu teman-teman lain yang masih kesusahan.

Setelah beberapa kali berlatih, akhirnya mereka bisa menari bersama dengan cukup baik. Musik tradisional Jepang yang merdu dan gerakan tari yang menyatu membuat suasana jadi sangat meriah. Mereka bahkan mengundang siswa lain yang lewat untuk ikut menari bersama.

"Sangat menyenangkan ya bisa belajar tari tradisional Jepang!" ucap Yuki dengan senyum lebar. Kinta mengangguk dan berkata, "Ya dong! Kalau kamu sudah di Jepang dan ikut festival Bon, kamu pasti bisa menari dengan sangat baik!"

Setelah seharian penuh dengan kegiatan seru, mereka semua merasa sedikit capek tapi sangat bahagia. Mereka berjalan-jalan santai keluar sekolah menuju tempat makan malam yang sudah mereka sepakati.

Mereka makan malam di restoran Jepang sederhana yang terletak tidak jauh dari sekolah. Pemilik restoran yang berasal dari Osaka langsung senang melihat mereka karena mereka sudah bisa berbicara beberapa kata dalam bahasa Jepang.

"おはよう... いや、こんばんは!" ucap Hana dengan sedikit salah waktu, bikin semua orang termasuk pemilik restoran tertawa. Pemilik restoran langsung menjawab dengan ramah, "こんばんは! お元気ですか?" (Selamat malam! Apa kabarmu?).

Mereka semua mencoba menjawab dalam bahasa Jepang sebanyak mungkin. Meskipun masih banyak kesalahan, tapi pemilik restoran sangat senang melihat usaha mereka. Dia bahkan memberikan diskon khusus dan memberikan makanan penutup gratis berupa es krim matcha.

Saat makan malam hampir selesai, Yuki berdiri dan mengambil gelas nya. "Teman-teman semua, aku mau bilang terima kasih banyak ya! Kalian sudah membantu aku belajar bahasa Jepang dan budaya Jepang dengan sangat baik. Aku merasa sangat beruntung punya teman-teman seperti kalian semua!" ucap Yuki dengan suara sedikit emosi tapi penuh kebahagiaan.

Semua orang berdiri dan mengangkat gelas nya. Kinta kemudian berkata, "Kita adalah teman-teman terbaik kan? Jadi kita harus saling membantu satu sama lain. Kamu jangan pernah merasa sendirian ya Yuki, karena kita selalu ada untukmu!"

Mereka semua bersulang dan minum bersama. Suara tawa dan candaan mereka bergema di restoran kecil tersebut. Mereka tahu bahwa waktu bersama semakin sedikit sebelum Yuki pergi ke Jepang, tapi mereka juga tahu bahwa persahabatan yang mereka miliki akan tetap kuat dan tidak akan pernah pudar.

1
Blueberry Solenne
apa hilang ingatan ya si kintanya?
Blueberry Solenne
Yuki lagi mandangin kamu, Kinta, bentar dulu
Blueberry Solenne
Weh serba baru ni
Renjana Senja
kenapa malah sesak? ada masalah kah sebelumnya?
Renjana Senja
nah, baik-baik sama murid baru ya. kasihan dia kalau di jahatin
Renjana Senja
sama seperti disini. udah hujan mulu tiap berangkat sekolah😔
farel
perbaiki alur nya lagi, dan kayaknya banyak detail yang tidak ada
Alya: iyaa aku usahakan yaa
total 1 replies
farel
lahhhhh di sekolah bawah seblak 🗿
Alya: kripik seblak🗿(lupa tambahin kata kripik)
total 1 replies
farel
beda bangat gaya nya dari chapter 1-4
farel
Semangattt
farel
pertama
farel
pertama 💪
skino
perbaikin alur nya yaa, aku bingung sebenarnya Yuki dan lain lain ada di kota mana/negara, padahal kan sering buat makanan jepang🙏
Alya: maaf kalau ada kesalahan
total 2 replies
farel
absen kakk
Alya: 😁hehe
total 2 replies
skino
cepet banget s 2 nya
N Kin
70/100
Alya: hahaha terimakasih banyak kakkk
total 1 replies
LOSCE
cemangat, aku tunggu sampe ceritanya di kuliah💪
Alya: hehehehe iyaa terimakasih banyak atas dukungan nyaa
total 1 replies
LOSCE
semangat terus kak, jangan lupa mampir
Alya: iyaa terimakasih
total 1 replies
Nimpo Luin
kurang panjang
Alya: terimakasih ulasan nyaaa
total 1 replies
skino
semangatttt
Alya: iyahh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!