NovelToon NovelToon
Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Horror Thriller-Horror
Popularitas:47.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Setelah mengalami kecelakaan, mata batin Nino terbuka. Pemuda berusia 20 tahun itu jadi bisa melihat makhluk astral di sekitarnya.

Sejak tersadar dari komanya, pemuda itu selalu diikuti oleh arwah seorang wanita muda yang dilihatnya ketika kecelakaan terjadi.

Karena tak kuat terus menerus harus melihat makhluk astral, Nino meminta bantuan Pamannya untuk menutup mata batinnya. Sang Paman pun memberikan doa agar bisa menutupi mata batin.

Alih-alih menutup mata batin, kemampuan Nino yang awalnya hanya bisa melihat, justru berkembang jadi bisa berkomunikasi dengan para arwah.

Tak mau menderita sendirian, Nino pun meminta sahabatnya yang penakut, Asep untuk ikut membaca doa dengan dalih supaya menjadi berani. Dan ketika Asep mengamalkannya, sama seperti Nino, pemuda itu juga bisa melihat makhluk halus.

Kejadian demi kejadian aneh terus menimpa kedua sahabat tersebut. Lewat petunjuk dari makhluk astral, mereka bisa mengungkap kejahatan kasus kriminal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bantuan Pengacara

Perasaan Lilik langsung tak enak. Entah mengapa ada sesuatu yang terjadi, sampai polisi melacak rekening milik Maya. Wajahnya langsung memucat, ketakutan langsung menjalari hatinya. Saking takutnya, tubuh wanita itu sampai gemetaran.

“Sa.. saya memang tidak mengenal Maya. Saya juga belum pernah bertemu dengannya. Saya hanya diminta mengirim uang pada Maya setiap bulannya. Sumpah, Pak, saya tidak tahu apa-apa.”

“Kapan terakhir kali Ibu mentransfer uang untuk Maya?”

“Eung.. kira-kira sekitar lima bulan yang lalu. Iya benar lima bulan yang lalu,” jawab Lilik mantap setelah berhasil mengingat.

“Lima bulan yang lalu Maya menghilang tanpa kabar, dan beberapa hari yang lalu dia ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Diperkirakan Maya sudah meninggal selama lima bulan.”

“Astaghfirullah. Sumpah Pak, saya tidak tahu apa-apa.”

Lilik semakin panik dan takut saat tahu Maya sudah meninggal dunia. Pantas saja Anton tidak pernah memintanya mengirim uang lagi. Pria itu juga tidak pernah menghubunginya lagi.

“Siapa yang sudah menyuruh Ibu mentransfer uang untuk Maya?”

“Pak Anton.”

“Anton siapa?”

“Aduh, saya ngga tahu nama panjangnya. Saya juga baru bertemu sekali dengannya.”

Miko mengambil ponselnya. Dia mencari dahulu foto Anton, kemudian memperlihatkannya pada Lilik. Wanita itu langsung mengenali foto Anton. Dia membenarkan kalau foto pria yang ditunjukkan oleh Miko adalah Anton yang memerintahnya mengirim uang pada Maya.

“Baiklah Bu Lilik, terima kasih atas informasinya. Jika Ibu dipanggil untuk memberikan kesaksian, apa Ibu bersedia?”

“I.. iya, Pak.”

Selesai mendapatkan keterangan dari Lilik, Miko dan Iqbal pun berpamitan. Mereka akan langsung kembali ke kantor. Miko akan menyiapkan surat panggilan untuk Anton. Penyidikan tentang Anton akan segera dimulai.

***

Keesokan harinya, surat panggilan untuk Anton langsung diberikan. Namun masih belum ada respon dari pria itu, hingga akhirnya Miko mengirimkan surat panggilan kedua. Di panggilan kedua ini, barulah pria itu datang ke kantor polis.

Anton duduk tenang di ruang interogasi. Walau hatinya merasa was-was, namun pria itu mencoba bersikap tenang. Cukup lama dia menunggu sampai akhirnya Miko masuk ke dalam ruang interogasi. Sementara iqbal mengawasi dari ruang sebelah.

“Pak Anton, apa hubungan anda dengan Maya?” Miko memulai interogasinya.

“Maya? Bukankah sudah saya katakan kalau hubungan saya dan dia hanya hubungan antara dosen dan mahasiswanya, tidak lebih.”

“Kalau tidak ada hubungan apa-apa dengan Maya, kenapa anda sampai harus mentransfer uang setiap bulannya. Nominalnya juga cukup besar, delapan juta rupiah.”

Miko memperlihatkan lembaran rekening koran milik Maya. Rona keterkejutan nampak di wajah Anton, namun pria itu buru-buru kembali bersikap biasa.

“Apa uang itu berasal dari rekening saya? Atau saya yang mentransfernya?”

“Anda memang bukan yang mentransfer uang itu langsung. Tapi anda mengirimkannya melalui perantara, Lilik Priyani. Wanita yang tinggal di Desa Cisaat dan teman dari asisten rumah tangga anda.”

Anton menelan ludahnya kelat. Tak menyangka penyelidikan polisi sampai juga ke sana.

“Anda juga yang mengirimkan uang untuk biaya cuti kuliah Maya dan Cipto yang menjadi perantara anda mengirimkan uang. Kenapa anda melakukannya? Apa hubungan kalian?”

Tidak ada jawaban dari Anton. Pria itu masih mengatupkan mulutnya rapat-rapat. Interogasi ini mulai membahayakan dirinya. Bukan tidak mungkin perbuatannya akan diketahui oleh polisi.

“Tebakan saya, anda dan Maya memiliki hubungan spesial. Tapi entah bagaimana, hubungan kalian bermasalah. Kalian bertengkar dan berujung dengan menghabisi nyawa Maya.”

“Tolong hubungi pengacara saya. Saya tidak akan menjawab pertanyaan apapun sampai pengacara datang.”

Tidak ada yang bisa Anton lakukan kecuali meminta Miko menghubungi pengacaranya. Pria itu butuh bantuan pengacara agar bisa lolos dari tuduhan yang Miko lontarkan.

Tiga jam kemudian, orang yang ditunjuk sebagai pengacara Anton tiba. Dia adalah Richard Simangunsong, seorang pengacara ternama di kota Bandung dan juga teman dari Anton. Richard meminta pihak kepolisian mengijinkannya berbicara berdua saja dengan Anton. Pria itu meminta berbicara di ruangan lain.

Kini Anton dan Richard sudah berada di ruangan lain. Ruangan ini tidak begitu luas, tapi yang jelas tidak ada alat perekam di sana, hingga pembicaraan keduanya berlangsung aman.

“Jadi memang kamu dan Maya ada hubungan?”

“Ya, benar.”

“Apa kamu juga membunuhnya?”

“Tidak,” jawab Anton dengan suara gamang.

“Dengar Anton, kamu harus jujur pada ku. Aku tidak bisa menolong mu kalau kamu tidak jujur. Katakan semuanya tanpa ada yang ditutupi, jadi aku bisa mencari celah untuk membebaskan mu.”

Sejenak Anton terdiam. Dipandanginya pria yang duduk di sebelahnya. Setelah berpikir sejenak, akhirnya mengalirlah cerita dari mulut Anton. Dengan jujur pria itu mengakui hubungannya dengan Maya dan apa penyebabnya sampai dirinya khilaf dan membunuh Maya.

“Aku khilaf, aku benar-benar takut karena Maya mengancam ku. Dia mengancam akan membeberkan perselingkuhan kami pada istri ku.”

“Bagaimana kamu membunuhnya?”

“Aku membenturkan kepalanya ke lantai dan menendang perutnya.”

“Jadi tidak ada senjata yang kamu gunakan?”

“Tidak ada.”

“Tidak ada juga yang menyaksikan pembunuhan itu?”

“Tidak ada.”

“Di mana kamu membunuhnya?”

“Di apartemen ku. Tapi aku sudah memindahkan sewa pada orang lain.”

“Baiklah, polisi tidak memiliki bukti apapun untuk membuktikan kalau kamu adalah pembunuh Maya. Kamu akui saja hubungan mu dengan Maya dan jangan menjawab pertanyaan apapun tanpa seijin ku.”

“Baiklah.”

Setelah sepakat, mereka mengakhiri pembicaraan. Keduanya kembali ke ruang interogasi. Miko juga kembali ke sana untuk melanjutkan jalannya interogasi.

“Pak Anton, apa hubungan mu dengan Maya?” kembali Miko mengajukan pertanyaan yang sama.

“Aku dan Maya memang memilki hubungan spesial dengan Maya. Aku berselingkuh dengannya di belakang istri ku.”

“Kapan anda terakhir bertemu dengan Maya?”

“Sekitar lima bulan yang lalu. Rekaman cctv yang anda tunjukkan adalah terakhir kali saya bertemu dengannya. Saya juga membayarkan uang cuti kuliahnya atas permintaannya.”

“Ketika jasad Maya ditemukan, dari hasil autopsi diketahui kalau Maya sedang hamil. Apa itu anak anda?”

“Saya tidak tahu. Maya tidak mengatakan apa-apa soal kehamilannya.”

“Benarkah? Bukankah anda membunuh Maya karena wanita itu hamil anak anda? Anda tidak mau hubungan ini terbongkar, maka anda memutuskan untuk membunuh Maya. Benarkan?”

“Anda tidak punya bukti atas tuduhan anda. Klien saya mengakui memiliki hubungan dengan Maya, tapi bukan berarti dia yang sudah membunuh Maya. Dan saya rasa interogasi hari ini cukup. Lebih baik anda mencari siapa pembunuh Maya sebenarnya dari pada terus menekan klien saya.”

Richard segera berdiri dari duduknya. Dia mengajak Anton untuk keluar. Sepeninggal keduanya, Miko menendang kursi di depannya. Pria itu nampak kesal. Tanpa bukti yang jelas, dia memang tidak bisa menjerat Anton dengan pasal pembunuhan.

“Lihat saja Anton, aku akan menemukan buktinya dan mengirim mu ke penjara,” gumam Miko pelan.

***

Lolos lagi🫣

Yang nungguin Upin Ipin, sabar ya, mereka lagi diajak tamasya Tok Dalang🤣

1
tehNci
Iya ih..lama gak nongol tuh duo kancing cetet Upin ipin😂
Ani
satu satunya tempat pembunuhan Maya kan apartemen. coba minta jaksa mengeluarkan surat izin untuk menggeledah..
dewi rofiqoh
Pandai juga mereka berkelit!
choowie
ayoolah cari buktinya di apartemen
choowie
tidak ada cctv kah
choowie
nah ketauan kan
Ria alia
Tenang tunggu waktu’y kamu dijerat anton
Upin ipin lgi sibuk liburan 🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Belum ada acara teriak-teriak berarti ya🤣🤣🤣
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
yang sabar Bun 🤗...
eeehh🤔

belum waktunya kamu ke tangkep Anton...tunggu aja gk bakal lama juga kamu akan mendekam jd penghuni hotel prodeo...karena apartemen mu udah di pindah sewakan ke orang lain...untuk meniggalkan jejak ke jahatanmu....ementara kamu tinggal gretongan di bui 😂
pintar sekali kamu ya Anton /Curse/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
tahun baruan dulu ya upin ipin nya🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
ngapain lagi mesti nyari orang nya udah ada
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
kau ini bikin malu pengacara aja ,gk jujur
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
klo gk mau ketahuan ya jgn selingkuh dong
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi lebih pintar daripada kamu anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi gk ada tiba tiba manggil klo gk ada bukti
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
jgn harap kamu bisa lolos dari hukuman anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
Alhamdulillah dpt satu bukti lagi
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
makanya jgn asal nerima kerjaan aja ,hrs hati hati nyari kerjaan itu jgn mudah tergiur dengan upah yg gede
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
jujur aja buk sama polisi,jgn ada yg ditutup tutupi
Cindy
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!