Bagaimana jika orang yang kamu anggap biasa dan tidak penting dalam hidup mu ternyata adalah belahan jiwamu yang selama ini kamu cari.
Murat terpaksa menikahi Hanna, sahabat dari mendiang istriny zahra. Bagi Hanna ini adalah pernikahan impian karena Murat adalah cinta pertamanya, sedangkan bagi Murat pernikahan ini merupakan amanah yang harus dijalankan demi putranya.
Bagaimana kelanjutan kisahnya... stay tune yah aku harap kalian suka dengan karyaku ini 🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fei yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. LIBURAN KELUARGA
Beberapa hari ini sikap Murat tampak berbeda kepada Hanna. Pria itu lebih perhatian meskipun masih tetap terkesan dingin.
Seperti malam ini dirinya tengah membantu Hanna mencuci piring. Wanita itu jadi salah tingkah karenanya.
"Ekhmm...kak tidak usah, aku saja yang mengerjakannya". Pria itu tetap tenang tanpa menghiraukan istrinya.
" Tante....eehh aku mau pup" Keanu menggoyang goyang kakinya karna sudah tidak tahan.
" Tunggu sebentar sayang". Hanna segera meletakan piring piring yang baru saja dia lap.
" Biar papah bantu sayang" Tanpa disangka Murat menghentikan pekerjaannya, pria itu mengantar anaknya ke toilet yang berada didekat dapur.
Untuk beberapa saat Hanna merasa lega, belakangan ini suaminya tidak pernah berucap tajam padanya. Meskipun hatinya tidak mau terlalu terbuai.
Setelah merapikan sisa makan malam mereka. Kini Hanna sedang merapikan mainan dan buku buku Keanu yang berserakan di ruang tv.
" Biar aku bereskan, kamu temani saja Keanu tidur!"
" Tidak usah kak, biar aku saja yang membereskan setelahnya aku akan menemani Keanu". Meskipun lebih perhatian, Murat tetaplah pria yang tidak bisa dibantah. Hanya dengan tatapannya saja Hanna tidak bisa menolak perintahnya.
" Baiklah, aku akan menemani Keanu".
Senyum Murat terkembang, setelah melihat Hanna beranjak. Salah satu hal yang pria itu suka dari istrinya adalah wanita itu sangat penurut tidak pernah membantah seperti Zahra.
Dikamar Murat sedang menimang nimang bayinya karena tadi putrinya itu menangis. " Cup...cup..bobo yah sayang, kasihan mamahnya capek kalau ade masih bangun".
Suara deritan pintu kamar dibuka, Hanna masuk setelah menidurkan putranya. " apa dia terbangun" Suara Hanna berbisik.
" Tidak apa, biar aku saja, kalau kau mengantuk tidurlah dulu!"
" Tidak apa kak, biar aku saja mungkin dia haus". Akhirnya Murat mengalah dan memberikan si baby pada ibunya.
Pria itu lalu merebahkan dirinya dikasur. Matanya menatap langit langit kamar, dia memejamkan matanya.
" Besok kita pergi liburan" Suara Murat memecah keheningan.
Hanna yang sedang menyusui bayinya menolehkan kepalanya. Dia melihat suaminya masih memejamkan mata.
" Keanu yang mau, dia bilang ingin liburan bersama keluarga seperti teman temannya" Pria itu tahu Hanna memperhatikannya. Wanita itu pasti bertanya alasannya.
Hati Hanna berbunga, bagaimana tidak selama pernikahan mereka baru kali ini pria itu mengajaknya berlibur.
Hanna mengangguk mengerti, wajahnya tersenyum. Tetapi dia bingung apa yang harus dia persiapkan besok. Suaminya tidak mengatakan liburan kemana atau apa yang harus dia persiapkan.
...****************...
Pagi pagi sekali Hanna sudah sibuk mempersiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya. Sedangkan Murat sedang memandikan putranya.
Sarapan sudah siap, pakaian untuk suami dan putranya pun sudah dia siapkan. Sekarang wanita itu sedang mendadani bayi cantiknya.
" Anak mamah wangi sekali" Hanna mencium ciumi gemas bayinya.
Wanita itu pun turun ke bawah, banyak hal yang harus dia lakukan termasuk menyuapi putri kecilnya.
" Kamu belum siap siap" Murat heran, dia dan putranya sudah selesai bersiap, tetapi istrinya masih memakai daster rumahan.
" Iya kak, aku menyuapi baby dulu setelahnya aku akan bersiap" Hanna pikir mereka tidak akan pergi sepagi ini, jadi masih bersantai mengurus semuanya.
" Ck..jarak kita pergi lumayan jauh Hanna, apalagi ini weekend pasti sangat macet" Memang salah dirinya tidak memberitahukan Hanna akan pergi kemana.
" Tante abang mau disuapin" Tumben sekali bocah itu, biasanya dia tidak mau disuapi karena merasa sudah besar. Apa mungkin Keanu merasa iri dengan adiknya.
" Huh... Sama papah saja yah, sekalian papah suapin ade, biar tantenya siap siap".
Bocah itu menggeleng, matanya berkaca kaca. Wanita berhati lembut itu tidak tega " Baiklah tante suapi, tapi abang makannya cepat yah" Keanu menggangguk semangat.
Akhirnya pasangan suami istri itu menyuapi kedua anak mereka dengan sabar.
...****************...
Sudah 30 menit lamanya Murat dan kedua anaknya menunggu Hanna. Sejak tadi dia mondar mandir didepan tangga.
" Kenapa lama sekali" dia melihat jam tangannya terus menerus.
Tak..tak..tak.. Suara langkah kaki berlari terdengar dari arah tangga. Terlihat Hanna yang turun dengan hanya memakai dress hitam midi yang kontras dengan kulit putihnya. rambut coklat bergelombangnya pun dia jepit setengah.
Jantung Murat berdebar sangat kencang. Istrinya sangat cantik walau hanya memakai pakaian sederhana seperti itu. Mata pria itu terus menatap Hanna tanpa berkedip.
" Papah ayo, katanya mau liat singa" Keanu menarik narik lengan ayahnya karena tidak sabar.
" Ah iya...ayo sayang". Pria itu menggandeng tangan putranya.
Murat sesekali menengokkan kepalanya kebelakang. Hatinya belum puas melihat wajah cantik istrinya.
Setibanya dimobil dia mendudukan Keanu pada car seat di jok belakang. Maksud hati ingin menyuruh Hanna duduk didepan tetapi wanita itu duduk di jok belakang diantar car seat kedua anaknya.
Murat hanya diam, hati kecilnya ingin menyuruh Hanna pindah duduk didepan apalagi posisi duduknya yang pastinya tidak nyaman, tetapi egonya masih terlalu tinggi. Pada akhirnya dia membiarkan Hanna duduk kesempitan di jok belakang.
Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, ditambah macet dibeberapa titik akhirnya keluarga kecil itu sampai di kebun binatang yang cukup terkenal dikota itu.
" Hole...lihat singa" Keanu bertepuk tangan kegirangan, karena ini pengalaman pertamanya pergi liburan bersama Ayah dan Ibu sambungnya.
Didalam cukup ramai, tetapi tidak terlalu padat. Keanu kegirangan, dia berlari lincah melihat hewan dari satu kandang kekandang lainnya.
Bibirnya tidak berhenti mengoceh bertanya pada Ayahnya.
" Papah kok, buayanya diam aja?"
" Papah itu singanya kok beda sama yang itu?"
Bocah itu terus saja bertanya membuat kepala Murat pusing untuk menjawabnya.
Hari ini keluarga kecil itu tampak bahagia begitupun Hanna yang tidak pernah berhenti tersenyum, membuat Murat ikut tersenyum melihatnya bahkan pipinya sudah merona.
Sayangnya liburan kali ini harus selesai karena hari sudah semakin sore, tetapi Keanu terus saja menangis, bocah itu tidak mau pulang karena merasa belum puas.
Untuk membujuk Keanu, Murat menjanjikan putranya bermain di Mall yang tidak terlalu jauh dari rumahnya, sekalian untuk makan malam karena tidak memungkinkan baginya menyuruh Hanna untuk memasak sekarang.
" KAK MURAT" seorang wanita cantik berpakaian modis memanggilnya. Pria itu sedang menggandeng putranya tidak menyangka bertemu Irene disini.
" Irene..."