NovelToon NovelToon
Rekah Rasa Di Ambang Senja

Rekah Rasa Di Ambang Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:280.9k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Berulang kali patah hati oleh pemuda yang sama, membuat Lova berusaha melepas mimpinya menjadi kekasih Afnan, dan pasrah menerima perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.

Namun siapa sangka, nyatanya lelaki pilihan mama dan papa adalah Afif sang guru mengaji yang juga putra dari teman papa. Bukan karena jarak usia mereka yang terpaut cukup jauh, namun sosok Afif yang terkenal anti perempuan apalagi jika perempuan itu termasuk ke dalam golongan manusia minus akhlak dan ilmu agama sepertinya yang membuat Lova berpikir lebih baik ia diciptakan menjadi sebuah debu saja.

***

Disaat ia sudah bisa menerima semua yang terjadi, justru sosok pemuda impiannya itu hadir kembali di kehidupan Lova.

Akankah Afnan mampu menggoyahkan hati Lova, bagaimana pula Afif membimbing Lova demi membawa bahtera rumah tangga keduanya hingga mampu menepi di jannahnya Allah?

~~~
"Kenapa mesti surat Ar-Rahman dan surat An-Nisa yang jadi mahar?"

"Terus kamu maunya apa? Yassin? Al Jinn?"
.
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Diam diam menghanyutkan

Lova menyodorkan plastik cemilan ke depan Afif menawarinya, tapi Afif menggeleng, "kamu aja."

Bus sudah kembali melaju memakan sisa perjalanan.

"Mas, menurut mas...ini nantinya yang cowok mati apa engga?" tunjuknya merujuk pada film yang sedang mereka tonton sekarang. Yap! Bosan hampir membunuh Lova, hingga akhirnya ia memilih untuk menonton drama korea yang belum sempat ditontonnya kemarin-kemarin.

"Filmnya tentang apa?" tanya Afif, ia tak begitu hafal dengan drama negri ginseng, bahkan tak pernah menonton. Ia cukup tau, jika drama-drama korea dan cina sedang menjamur di Indonesia sekarang, tapi ia tak pernah ada ketertarikan untuk menontonnya.

Berkat Lova, ini adalah kali pertamanya menonton, dan ia cukup menikmati demi memahami jalannya cerita saat Lova yang acap kali bertanya tentang adegan atau ber-spoiler macam sekarang.

"Jadi ini tuh di trailernya tentang adegan pembu nuhan beruntun gitu, nah si ceweknya ini detektif, tapi jatuh cinta sama salah satu pelaku." Jawab Lova menjelaskan, ia menaruh sejenak plastik cemilan dan minum, "aku sih belum nonton."

Afif mengangguk, "kayanya yang cowok memalsukan kematian. Kayanya." Tebaknya.

Alis Lova naik, "ah yang bener?! Kenapa bisa gitu?"

"Kalo dari karakteristik drama Korea kan sering banyak plot twist tidak terduga, terus bermainnya di intrik yang bikin penontonnya roller coaster, eh kirain udah tapi ternyata ada lagi yang lebih boom dan bikin teka teki..nah itu, scene-scene sebelumnya menjurus kesitu."

Lova menatap dengan senyuman kagum dan masih begitu sampai Afif selesai bicara, "kenapa?" Afif justru membalas tatapan Lova dengan intens dan lekat-lekat membuat istri kecilnya ini tertawa renyah dan menangkup sebelah wajah Afif. Dari belakang telinga sampai rahang merambat ke dagu, memandang penuh sorot kagum penuh sayang.

Kian hari, rasa cinta yang dipupuk itu, Allah tunjukan kesuburannya. Sosok yang dulu ia tak sukai, ia anggap anti wanita justru sebegini mengagumkannya, ya habibi ..

Lova mengusap pipinya lembut dengan jempol, tanpa berkata-kata, Afif justru menarik tangan Lova untuk ia bawa ke depan bibir mengecupnya bahkan ia sudah menggigit kecil jempol Lova semakin membuat gadis itu tertawa geli.

"Mau taruhan ngga?" tawar Lova.

"Apa?"

"Ngga dosa kan ya kalo taruhan begini?" tanya Lova digidiki Afif, "tergantung."

"Buat lucu-lucuan aja sih. Kalau mas bener, aku penuhin mau mas deh..." senyumnya masih jenaka dan usil, "tapi kalau tebakan mas salah, mas yang harus penuhin 2 permintaanku, gimana?"

"Apapun?" tanya Afif diangguki Lova, "apapun."

"Deal." Jawab Afif.

Namun sepertinya tak perlu menunggu sampai episodenya berakhir tragis, sebab-----

"Yah--yah kok gitu, kok bisa...hey itu cowoknya masih hidup loh, cuma lagi malsuin data kematian aja!" Lova menatap tak percaya sementara Afif sudah tertawa kecil di satu jam kemudian, bahkan Afif sudah meraih tangan Lova untuk menjabatnya, "deal kan tadi? Deal dong..." Senyumnya penuh kemenangan.

Wajahnya kecut setengah tak percaya menoleh, "kok bisa bener sih? Pasti ini curang nih....pasti mas udah pernah nonton, iya kan? Ngaku!" tuduh Lova menunjuk hidung Afif yang langsung digelengi oleh suaminya itu, "diem-diem penggila Drakor."

"Suudzon. bilang aja mau ingkar..." Kini wajah Afif mendelik malas dan memilih merebahkan kepalanya di sandaran, "Dealova tukang ingkar." Lirihnya membuat Lova melirik dengan mata tajamnya, "engga ih. Oke...ya udah, mas mau minta apa?"

Afif melirik penuh atensi, "bener?"

Lova mengangguk cepat, "dua ya, sesuai perjanjian."

Ada mesem-mesem penuh arti, tapi---"ah nanti kamu ngga mau lagi..."

"Ih! Ya udah kalo ngga mau...cepetan mas mau minta apa dari aku?" tanya nya menantang.

Afif tersenyum, "nanti, dipikirin dulu."

Yang benar saja! Lova menarik alisnya ke atas, "yahhh lama, harus sekarang ih...kalo nanti-nanti, perjanjiannya hangus."

Kini Afif yang melirik dengan alis terangkat, "ngga ada. Tadi ngga begitu perjanjiannya."

Seat yang semula anteng dan adem ayem ini sedikit riuh dan ramai karena perdebatan mereka yang diselingi dengan tawa kecil Lova, "ada mas. Tadi mas aja yang ngga denger."

Afif menggeleng, "ngga, ngga begitu."

"Ya udah cepetan, timbang minta sesuatu aja pake mikir lama...bikin aku deg-degan tau ngga...takut mas minta yang aneh-aneh..." ia justru tertawa gemas sendiri, benar...Lova sudah gugup dan tak enak diam menunggu permintaan Afif itu tapi alih-alih segera menjawab Afif justru---"santai aja kenapa sih, kan kalo permintaan tuh apalagi cuma 2 mesti dipikirin baik-baik, biar ngga menyesal di akhir, ahh iya! Kenapa tadi ngga minta begini--begitu, gitu."

Lova tertawa melihat reaksi dan ekspresi Afif, "so iya banget, bapak nih."

Sudah, sebenarnya sudah...kebetulan sekali. Afif memandang Lova dengan hati yang ikut berdegup kencang juga. Afif hanya sedang menunggu waktu yang pas saja. Dan arah matanya melirik kaca jendela di belakang Lova, dimana tak terasa perjalanan mereka telah sampai di Jogja, "udah sampai tuh, Va...liat keluar..."

Praktis saja Lova ikut menoleh dan memperhatikan jalanan di luar. Bersamaan dengan suara empuk dan nyaman dari arah depan yang mengatakan jika perjalanan mereka hampir sampai di pemberhentian terakhir mereka, garasi bus.

/

Koper diturunkan, "ngga ada yang ketinggalan kan, Va?" tanya nya pada istri kecilnya yang sudah sibuk meneliti sekitar, "ngga ada. Tas. Tas bekal...koper, udah segitu aja bawaan kita."

Oke.

"Mas, mobil yang mau bawa kita ke hotel yang mana?" tanya Lova dengan arah pandangan yang sudah menyisir area, dimana ada beberapa mini bus dengan beberapa tulisan hotel tujuan dan mobil travel itu sendiri.

Namun belum mereka menemukan, pihak travel bus justru telah menegurnya lebih dulu, "mas Afif...hotel Joglo.."

"Betul mas."

"Mari mas, mobil yang itu." Tunjuknya pada salah satu mini bus dengan tulisan travel.

"Oh iya, terimakasih." Ia menggenggam tangan Lova untuk berjalan bersama dengan satu tangan menggusur koper.

20 menit berkendara sungguh tak terasa ketika disuguhi pemandangan kota pelajar ini, hingga mobil sampai di pelataran sebuah hotel dan villa dengan boutique berkonsep rumah rumah tradisional khas Jogja.

"Sugeng rawuh," suasana asri, adem dengan aroma kayu yang wangi menjadi perpaduan ketenangan yang syahdu. Memang benar, siapapun yang memberikan rekomendasi dan paket liburan ini, Lova sangat berterimakasih.

Suara kucuran air di kolam membuatnya semakin asri.

Ornamen ukiran wayang menghiasi bersama lukisan besar pewayangan bak galeri seni terpampang di lobby hotel.

Seorang resepsionis memberikan kunci unik yang sedikit berbau tradisional meski tak usang.

Ada belboy berseragam batik yang juga langsung menghampiri demi mengantarkan keduanya menuju kamar yang dipesan.

Sepanjang ayunan langkah, Lova benar-benar disuguhi oleh suasana hommy, "mas, ini klasik banget..."

"Suka?" tanya Afif.

"Banget. Lucu..."

Senyuman itu terus saja mengembang, apalagi saat Afif berkata, "kalo punya rumah sendiri, lucu kayanya nuansa tradisional begini..."

Lova melirik Afif yang bertanya, "Kenapa?"

"Engga apa-apa. Rumah itu, isinya aku sama mas doang?"

"Iya. Mas, kamu sama anak-anak kita nanti."

Lova sedikit tersentak namun keadaan tak membiarkannya terkejut setengah tremor terlalu lama karena belboy itu sudah membuka kunci pintu dengan ukuran tokoh wayang Arjuna lalu mendorongnya, melebarkan gawang pintu, "kamar suite dengan fasilitas, satu ranjang king size, kamar mandi di dalam, toilet duduk, tempat berendam, ruang tamu kecil, AC, mini freezer, dan televisi."

"Sugeng pepreian, Mugi tansah pinaringan kabagyaan." Ucapnya mengatupkan tangan di dada, membungkuk dan pergi setelah sempat menggusur koper masuk, mengabsen satu persatu fasilitas dan mengecek fungsinya.

"Apa katanya mas?" tanya Lova membeo sepeninggal belboy itu.

Afif melengos masuk sambil tersenyum, "selamat berlibur, semoga habis dari sini dikasih kabar garis dua."

Lova benar-benar dibuat pucat pasi, "hah?!! Ngga mungkin ahhh, itu tadi ngga ada loro-loronya..." sebal Lova. Apa pula bapak-bapak itu. Mana ada! Duhhh kenapa ia yang jadi grogi untuk ikut masuk ke kamar.

Wajahnya bahkan kini sebadan-badan sudah merasakan hawa panas, sementara Afif sudah masuk ke dalam kamar mandi.

.

.

.

.

1
Tuty Ismail
astaghfirullah..... semoga mas Afif selamat dan lekas sadar.....
Tuty Ismail
innalilahi...... semoga Afif selamat....
Tuty Ismail
semangat yang lagi LDM.......
PuputMega Shelviana SuJanii
rayu kak othor nya va😩
lestari saja💕
gantung lagi ini ma teteh mah...
duh ikutan nyessek kayak lova aku..
ayo mase bangun.....
Rita
kan kan dari judul aja agak2 nyata kan
Rita
tahan mas tahan waduh gaswat nih yg ada tambah2 mas 😁😁😁😅😅😅😂😂😂😂😂😂
isni afif
ikut deg deg an teh....🤭🤭😂
isni afif
semoga afif selamat.....⚘️🫶🫰
Rita
awas ntar puyeng loh
Rita
heleh akhirnya goyah juga 😂
Elizabeth Zulfa
nanti pas afif sadar jngn ada drama amnesia ya Thor...
nurul @zna
in syaa Allah, masa kritis sgr terlewati...syafakAllah mas Afif... 🤲🏻
Shee_👚
teteh atuh ya jangan begini😭😭😭
aku gak mau ya afif sampai gak da, astaghfirullah teh sin ko ya tega habis di kasih masih taunya langsung jeder bengini😭😭😭😭
Shee_👚
😭😭😭😭😭
semoga gak parah ya
Teti Hayati
😭😭😭😭😭😭😭
Betri Betmawati
sedih Thor mas Afif nya kritis nanti sembuh kan Thor
Sisca Yulida
sblm ni muncul aku udh bayangin ceritanya gini,,,Afif kecelakaan meninggoy trs lova hamil sampe lulus kuliah Afnan baru ngelamar lova,,sedih aku thorr KLO gini😭😭
Betri Betmawati
jgan bilang Afif meninggal Thor Jagan donk
Tuty Ismail
semangat yang mau LDR......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!