NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 Arash Menghancurkannya

"Assalamualaikum....." sapa Letisha ketika berdiri di depan pintu.

Tidak terdengar jawaban salam, mata indah itu melotot, kaget melihat ada dua orang di ruang tamu, bukan hanya kedua orang tuanya melainkan Arash dan Kanaya.

Shafiya tidak tahu ada apa lagi ini, jantungnya berdebar semakin kencang dan melihat bagaimana kedua orang tuanya terlihat begitu panik.

"Shafiya masuklah....." sahut Umi.

Langkahnya pelan tapi pasti mulai menghampiri ruang tamu, mengambil tempat duduk tempat di samping Uminya dan berhadapan dengan Arash.

"Ada apa ini Umi?" tanyanya terdengar waspada.

"Umi tidak tahu apa yang terjadi dengan rumah tangga kalian, ini benar-benar sungguh mengejutkan, secara tiba-tiba Arash datang ke rumah ini bersama dengan Kanaya dan meminta restu untuk mereka berdua menikah," jawab Umi.

Shafiya melihat ke arah Arash, sungguh tantangan yang dia berikan dilakukan Arash.

"Tidak ada yang bisa mencegah pertemuan dengan secara baik, Kanaya juga sudah berpisah dengan suaminya dan artinya bukan menjadi bagian dari keluarga ini lagi, tetapi karena Shafiya adalah istri saya dan secara gentlemen saya resmi minta izin kepada kedua orang tuanya untuk saya menikah lagi," jelas Arash tanpa merasa malu mengungkapkan semua itu kepada kedua orang tua Shafiya.

Mulut Shafiya bergetar, tidak sanggup mengucapkan satu kata pun terhadap Arash. Dia hanya menatap suaminya itu benar-benar mempermainkannya.

"Arash, kalian baru saja menikah dan saya tidak tahu apa alasan kamu yang tiba-tiba saja menikah kembali, mari kita abaikan bahwa Kanaya adalah keluarga di rumah ini dan anggaplah Kanaya orang lain, tetapi siapapun wanita itu tunggu kami sebagai orang tua terkejut ketika kamu berencana untuk menikah lagi," sahut Abi mencoba untuk tenang dan masih sopan berbicara dengan Arash.

"Bukankah seorang pria tidak dilarang untuk memiliki lebih dari satu istri?" tanya Arash.

"Sesungguhnya berpoligami bukanlah larangan. Nabi melakukan semua itu karena dia mampu," jawab Abi dengan bijak.

"Benar, saya juga berpoligami bukan hanya karena hasrat atau merasa bisa memiliki, tetapi sudah pasti ada sesuatu yang tidak saya dapatkan dari istri saya dan membuat saya harus menikah lagi," jawab Arash.

"Maksud kamu bagaimana? Apa kekurangan putri saya sampai kamu harus mengambil langkah untuk menikah lagi?" tanya Umi sebagai seorang ibu pasti ikut sedih dan mengetahui bagaimana perasaan putrinya saat suaminya akan menikah lagi.

"Kami menikah sudah cukup lama dan bahkan lebih dari 2 bulan, tetapi sampai saat ini wanita yang saya nikahi tidak mampu melayani saya secara batin," jawab Arash.

Tidak pernah terpikirkan oleh Shafiya jika jawaban Arash sungguh merendahkan dirinya, berbicara jujur kepada orang tuanya tentang dirinya yang memang tidak Sudi memberikan dirinya kepada Arash.

"Astagfirullah....." lirih Abi.

"Sebagai laki-laki normal. Saya memiliki syahwat, di atas ranjang dan istri saya tidak bisa memberikan itu kepada saya, jadi bukan kesalahan saya jika saya menikah lagi daripada harus berzina di luar sana karena seorang istri tidak bisa melayani suaminya!" lanjut Arash.

Air mata Shafiya jatuh mendengar semua pernyataan yang diberikan Arash, mempermalukan dari depan kedua orang tuanya, merendahkan harga dirinya, membalikkan fakta seolah-olah dialah penjahatnya.

Tetapi Shafiya tidak menyangkal semua perkataan itu, dia memilih diam dan bukan berarti apa yang Arash adalah benar dan pantas dia terima, seketika tubuhnya tidak memiliki daya untuk melawan laki-laki yang penuh dendam yang benar-benar menghancurkan diri tanpa ampunan.

Shafiya sekarang hanya peduli bagaimana perasaan kedua orang tuanya yang pasti hancur karena perbuatan Arash.

"Saya tidak akan mempertanyakan secara lanjut bagaimana hubungan rumah tangga kalian, tetapi jika putri saya tidak bisa memberikan semua yang kamu mau dalam pernikahan kalian, maka kembalikan putri saya secara baik-baik kepada kami," sahut Abi dengan suara bergetar.

Dia seakan-akan bisa merasakan sakit hati Shafiya dan meminta secara baik agar putrinya diceraikan, karena masih ada keluarga yang bisa memberikan kehidupan yang baik kepada Shafiya.

"Saya tidak bisa bercerai begitu saja, bagi saya pernikahan bukanlah permainan," sahut Arash.

"Shafiya belum tentu setuju jika kamu menikah lagi dan apalagi wanita yang kamu nikahi tak lain adalah saudara iparnya sendiri!" tegas Umi mulai meninggikan suaranya.

"Jika dia keberatan mata saat ini dia akan berbicara," sahut Arash.

Mata Abi dan Umi melihat ke arah Shafiya, mereka menyaksikan sendiri bagaimana tersiksanya putri mereka dengan tatapan kosong, Shafiya sudah tidak bisa menutupi permasalahan rumah tangganya, tidak bisa menutupi bahwa dia selama ini tidak bahagia.

"Nak...." Umi sampai meneteskan air mata melihat bagaimana Shafiya hanya diam dan sepertinya mentalnya benar-benar sudah dirusak oleh Arash.

"Bagaimana rasanya melihat orang yang kalian cintai, seperti orang gila dan tidak berdaya saat ini, seperti itu yang aku rasakan 5 tahun lalu, benar-benar hancur akibat perbuatan kalian," batin Arash tersenyum pondok kemenangan melihat bagaimana Thariq dan Laina terlihat tidak bisa melakukan apapun.

****

Pertemuan di kediaman kedua orang tuanya selesai, tidak ada yang dikatakan Shafiya, dia tetap diam membisu, air matanya terus mengalir sampai kembali pulang ke rumah suaminya, memasuki kamar itu, tatapannya kosong dengan kepala berkeliling melihat kamar tersebut.

Shafiya melangkah menuju cermin, melihat bayangan dirinya di cermin benar-benar hancur, wajah cantik itu terlihat sembab, entah sudah berapa banyak air mata yang dia keluarkan untuk Arash, dayanya tidak sanggup melawan Arash, semakin melawan Arash semakin memberi pelajaran yang tidak ada ampunannya.

Tantangan yang diberikannya kepada Arash, dilakukan tanpa merasa malu, merendahkan harga dirinya, menghancurkannya dan menyakiti kedua orang tuanya melalui dirinya.

Shafiya tiba-tiba saja memegang kepalanya, ketika mengingat semua perkataan Arash di hadapan kedua orang tuanya bagaimana dirinya tidak bisa menjadi seorang istri.

Suara nafasnya seketika tidak dapat dikendalikan, kepalanya terasa begitu sakit dengan kedua tangannya memegang kepalanya itu dan bahkan tangan itu dengan kasar menarik hijabnya sehingga rambutnya terurai panjang.

Shafiya membenci dirinya yang terlihat tersenyum di cerminkan padahal dia sedang menangis, Shafiya benar-benar hancur dengan mentalnya diacak-acak oleh Arash, tatapan matanya kosong dan arah pikirannya tidak menentu.

Tiba-tiba saja matanya melihat tabung obat, tangan yang tidak terkendali itu dengan cepat membuka obat tersebut menuangkan cukup banyak di telapak tangannya, tidak terhitung dan dalam hitungan detik memasukkan obat-obatan masukkan obat-obatan itu ke dalam mulutnya.

Ceklek.

Arash memasuki kamar dengan mata melotot ketika menyaksikan sendiri Shafiya memiliki rencana untuk mengakhiri hidupnya.

"Shafiya...." teriak Arash berlari dengan cepat dan menghentikan Shafiya.

Shafiya dipenuhi dengan setan yang tidak bisa mengendalikan dirinya dan berusaha untuk menelan obat tersebut.

"Apa yang kau lakukan apa kau gila!" teriak Arash berusaha untuk mengeluarkan obat tersebut dengan memasukkan tangannya.

Arash saat ini harus berlawanan dengan wanita yang dipenuhi dengan iblis.

Ehegg, eheg,

Shafiya muntah-muntah dan terlihat beberapa butir obat akhirnya terjatuh ke lantai.

"Kau benar-benar gila!" teriak Arash dengan suara keras tidak menyangka jika seorang Shafiya yang dibalut dengan agama bisa melakukan tindakan bodoh itu.

Arash menarik tangannya memasuki kamar mandi, Arash dengan cepat menenggelamkan kepala itu ke dalam bathtub.

"Uhuk, Uhuk-uhuk-uhuk," Shafiya batuk-batuk ketika kepalanya kembali terangkat dan terduduk lemas di lantai.

Ternyata dari batuknya masih ada beberapa butir pil yang akhirnya keluar bersamaan dengan cairan.

Ha-hah-hah-hah-hah

Suara nafas Arash terdengar berat berdiri di hadapannya, tidak tahu apa yang terjadi jika dia terlambat beberapa detik saja.

Bersambung.....

1
Dew666
💝💝
vitrienoor99
gitu donk Arash kamu jangan langsung emosi denger dulu penjelasan shafiya
Dew666
☀️☀️☀️
vitrienoor99
Arash sebaiknya masalah kecelakaan cantika kamu omongin baik baik dengan abi thoriq biar jelas semuanya
Dew666
🪭🪭🪭
vitrienoor99
semoga Arash benar-benar sudah berubah, jadian shafiya
vitrienoor99
Arash yang benar nie... ga mau belah duren😄 nanti kalau udah berhasil belah duren pasti kamu ketagihan
vitrienoor99
usir aja Amelia dari rumah Arash, nek
vitrienoor99
ternyata Arash pintar juga menghadapi Amelia, lama lama tumbuh benih cinta dech si Arash ke shafiya
vitrienoor99
oh ternyata Arash sudah menyelidiki tentang Amelia dan masa lalunya, semoga Arash cepat menyadari kalau dirinya hanya dijadiin alat balas dendam Amelia, semangat updatenya thor
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
kira kira siapa yang berkunjung mau bertemu dengan willi ya, berarti willi masuk penjara gara gara Kanaya ya, masalahnya apa ya sampai willi masuk penjara
Anonim
Maaf ….. aku paling benci baca novel wabita yg selalu terrindas …..
mama: 🤣sama kak,pling benci baca novel wanita ny lemah yg bisanya cm nangis🤭.. gk seruuuu.
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
vitrienoor99
esmosi banget aku bacanya, Arash lucu ketika zidan ngasih harapan ke syafiyah, Arash ga Terima. Arash jangan terlalu benci ke syafiyah takutnya nanti kamu bencimu jadi bucin kan malu nanti
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!