seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
2 bulan kemudian
setelah weekend di rumah Oma nya ,
Aluna menjalani hari2 seperti biasa
Dia juga sudah mulai nyaman bekerja di perusahaan Alfian
Sejak kejadian di kebun teh waktu itu
tidak ada lagi yang mengganggunya
Aluna juga heran tapi dia bersyukur
Dengan begitu dia akan hidup dengan tenang.
Tanpa Aluna tau, bahwa Susan sudah pergi dari negara ini, atas campur tangan tuan Hanggono tentunya
waktu dia tau Aluna hampir celaka
Tuan Hanggono langsung menghubungi Andi
Orangtua Susan, dia menceritakan semua prilaku Susan terhadap kelurganya terutama cucunya
Hanggono juga mengancam ,jika sampai itu terjadi lagi dia tidak akan segan untuk menghabisi Susan
Andi yang terkejut dan sangat malu dengan prilaku putrinya itu
Langsung mengirim Susan ke rumah nenek nya di luar negri
Dia juga takut dengan ancaman tuan Suryo hanggono,
Dia takut putrinya melakukan hal2 yang lebih berbahaya dan akan menyebabkan dia celaka.
......................
Aluna sedang memeriksa dokumen penting
Sebelum nanti siang dia akan ikut bertemu klien,
Akhir2 ini Aluna sangat sibuk
1 Minggu lagi acara pernikahan nya akan dilaksanakan
dia juga sudah mulai melakukan perawatan2
agar tubuhnya segar dan lebih cerah ,
Nanti setelah pulang kerja dia dan Alfian akan melakukan fitting baju pengantin,
Lalu mengambil undangan yang sudah di cetak
Untuk souvenir dia dan Alfian sepakat membeli mesin pembuat kopi dan dan set bodycare .
Untuk tempat acara dan dekorasi pelaminan
Para orangtua yang mengatur,
Tapi untuk warnanya Aluna dan Alfian yang memilih .
Setelah selesai memeriksa dokumen
Aluna membereskan semua berkas2 yang akan dia bawa , ponsel dan buku catatan dia masukan ke dalam tas,
Lalu melangkah keluar menuju ruangan Alfian
dia membuka pintu perlahan
melangkah masuk dan mendekat
Alfian mendongak, melihat siapa yang masuk dia langsung tersenyum hangat
"sayang" sapanya
"iya mas" jawabnya
"berangkat sekarang ?" tanya Luna
"iya, sebentar mas ambil jas dulu" jawabnya
Mereka melangkah keluar ruangan ,
setelah sampai parkiran Alfian membuka pintu mobil untuk Aluna
kemudian dia juga masuk dan mengemudikan mobil menuju restoran tempat meeting dengan klien .
......................
Setelah meeting selesai
mereka berencana langsung ke butik untuk fitting
Karna sudah tidak ada lagi jadwal pertemuan.
di perjalanan menuju butik
Ponsel Aluna berdering
Dia mengangkat Panggilan masuk dari ibunya
"hallo mom" sapanya
"iya, ini aku sudah di jalan" lanjutnya
"iya mom, waalaikumsalam" jawabnya
Panggilan terputus
Alfian menoleh singkat "mommy sudah di butik?" tanyanya
"iya mas, " jawabnya
Tidak ada lagi percakapan
Mobil melaju pelan membelah jalanan ibu kota yang mulai macet
Setengah jam berlalu mereka sampai di depan butik mewah milik Sera
Baju2 terpajang rapih terlihat dari dinding kaca
Mereka masuk di sambut karyawan dan di antarkan keruangan Sera
sepanjang jalan menuju ruangan ibunya
Aluna merasa bangga dengan pencapaian ibunya yang semakin melesat
Desain2 yang semakin cantik elegan dan mewah,
Terakhir kali dia ke sini saat pertengahan semester kuliah dulu..
"silahkan nona" ucap karyawan
Yang membuat Aluna tersadar dari lamunan nya
"terimakasih mbak" jawabnya ramah
Lalu membuka pintu ruangan ibunya pelan
Sera menyambut kedatangan anak dan menantunya dengan antusias
"sayang" sapanya lembut , memeluk dan mencium kepala putrinya
"mommy sudah makan siang" tanyanya
Sera tersenyum tipis "sudah sayang"
Dia lalu melirik Alfian
"nak"sapanya
Lalu Alfian menyalami tangan ibu dari calon istrinya.
"ayo duduk dulu" ajak Sera
mengajak Aluna dan Alfian duduk di sopa
Sera menelpon asisten nya untuk mengantarkan minuman dan makanan keruangan
"kapan kamu ajukan cuti nak"tanyanya
Aluna menoleh ke arah Alfian
"mungkin lusa Aluna sudah bisa cuti mom" jawab Fian
Sera menganggukan kepala
karyawan datang mengantar minuman dan menaruhnya di atas meja
"di minum dulu" ucap Sera
"sebentar mommy panggil dulu Rani, " lanjutnya lalu berdiri dan melangkah keluar ruangan
Memanggil asisten pribadi nya untuk membawakan baju pengantin yang sudah dia siapkan.
Rani masuk dengan beberapa orang karyawan membawa manekin2 kebaya pengantin ,jas dan baju2 untuk resepsi.
"simpan di sebelah sini" perintah Sera
setelah selesai karyawan lain keluar
Hanya Rani yang masih di dalam .
"sayang, kamu coba dulu kebaya nya, " ucap Sera kepada Aluna
" baik mom" jawabnya
Sambil melangkah menuju ruang ganti di bantu Rani
"nah ini baju akad kamu nak, ayo di coba dulu di sebelah sana" ucapnya kepada Alfian.
Aluna keluar dari ruang ganti bersamaan dengan Alfian
kebaya putih yang di pakai Aluna terasa sangat pas ditubuhnya
Alfian terdiam menatap calon istrinya
iya terpesona, matanya tidak berkedip
Sera dan Rani yang melihat itu tersenyum bahagia
"bagaimna Fian, Aluna cocok pakai kebaya itu" tanya Sera
Alfian tersadar mendengar ucapan calon ibu mertuanya
"ah, iya mom, sangat cantik" pujinya
Membuat pipi Aluna merona .
Lalu mereka mencoba beberapa gaun untuk resepsi
3 gaun dengan wana yang berbeda coksu ,maroon dan gold,
Semua gaun itu rancangan Sera khusus untuk putrinya, bahkan dia sendiri yang memilih bahan dan payet2 nya.
tentunya bukan bahan murah ,
Setelah cocok dan pas
Sera merasa lega
Dia takut tidak cocok atau tidak pas
Karna waktu tinggal beberapa hari lagi.
......................
kini Alfian,Aluna dan Sera sedang di tempat percetakan ternama untuk mengambil undangan
kemarin Daniel memesan undangan hampir 2000 lebih, berbeda dari kemarin saat bertunangan .
Kali ini karyawan Xander grup dan Hanggono grup di undang semua ,
Acara pun di adakan di hotel bintang 5 milik kelurga Xander .
Setelah selesai mengambil undangan
Alfian mengantarkan Aluna dan ibunya pulang.
Untuk souvenir akan diantar langsung ke hotel 3 hari sebelum acara.
Mobil memasuki gerbang mansion
Alfian turun lebih dulu membukakan pintu untuk Aluna dan Sera
"terimakasih, mampir dulu nak, kita makan malam bersama" tawar sera
"sama-sama mommy, sepertinya aku langsung pulang saja, " tolaknya sopan
Sera mengangguk mengerti
"ya sudah mommy kedalam dulu"
"iya mom" jawab Luna
"mas langsung pulang ya sayang, jaga diri baik2, dan istrahat yang cukup, hari ini kamu capek sekali" ucapnya perhatian
Aluna tersenyum menikmati usapan halus tangan Alfian di kepalanya
"iya mas, hati2 di jalan kalau sudah sampai jangan lupa kabari Luna" jawabnya lembut
Alfian mengangguk lalu mengecup singkat kening Aluna..
dia masuk kedalam mobil, dan pergi .
setelah mobil tidak terlihat
Aluna melangkah masuk kedalam rumah
menuju kamar untuk segera bersih2 dan istirahat.
Selesai mandi dan ganti baju dia berbaring di ranjang
"rasanya lelah sekali hari ini," lirihnya
Tangan nya meraba samping nakas
mengambil ponsel dan melihat
Ternyata ada pesan masuk dari alfian
...mas Alfian❤️...
"sayang ,mas sudah sampai"
... "syukurlah mas, segera istirahat"...
Pesan itu ceklis 2 tapi belum di baca
'mungkin mas Fian sedang mandi' pikirnya
Lalu meletakan kembali ponsel di atas nakas
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤