NovelToon NovelToon
My Dangerous Kenzo

My Dangerous Kenzo

Status: tamat
Genre:Obsesi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Playboy / Tamat
Popularitas:42.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Dinan

Deskripsi — MY DANGEROUS KENZO
📚✨ Naya Putri Ramadhani selalu hidup di bawah aturan Mommy yang super strict. Serba rapi, serba disiplin… sampai napasnya terasa terkekang.
Tapi ketika study tour sekolah datang, Naya menemukan sedikit kebebasan… dan Kenzo Alexander Hartanto.
Kenzo, teman kakaknya, santai, dewasa, tapi juga hyper affectionate. Suka peluk, suka ngegodain, dan… bikin jantung Naya deg-degan tiap kali dekat.
Bagaimana Naya bisa bertahan antara Mommy yang strict, Pappi yang hangat, dan Kenzo yang selalu bikin dia salah tingkah? 💖
💌 Happy Reading! Jangan lupa LIKE ❤️ & SAVE 💾

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Dinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 - My Dangerous Kenzo

...----------------...

...✨📚💌 HAPPY READING! 💌📚✨...

...Selamat datang di cerita ini, semoga kamu betah, nyaman, dan ketagihan baca 😆💫...

...Siapin hati ya… siapa tahu baper tanpa sadar 💖🥰...

...⚠️🚨 DISCLAIMER 🚨⚠️...

...Cerita ini fiksi yaa ✨...

...Kalau ada yang mirip, itu cuma kebetulan 😌...

...No plagiarism allowed ❌📝...

...----------------...

Pagi ini Naya berdiri lebih lama di depan cermin.

Makeup tipis menutupi sembab di bawah matanya. Blush lembut menyamarkan pucat. Lip tint warna peach membuatnya terlihat hidup — setidaknya dari luar.

Ia menarik napas panjang.

“I’m fine. And everything’s gonna be okay,” gumamnya pelan.

Tangannya mengepal kecil di depan dada.

'Naya ceria. Naya cantik. Naya pintar. Aku sempurna dengan diriku.'

Ia meraih tas ransel di atas meja. Langkahnya tertatih karena gips di kaki, tapi ia menolak terlihat lemah.

‘Aku kuat. Aku semangat.’

Ia mulai menuruni tangga sambil bernyanyi kecil. Lagu random yang bahkan nadanya tidak jelas. Yang penting terdengar riang. Supaya Mommy dan Pappi tidak tahu kalau dadanya rasanya seperti diremas-remas semalaman.

Baru sampai anak tangga keempat, pintu kamar Reno terbuka.

“Kenapa nggak manggil sih, hem?” Reno langsung bergerak cepat. Tangannya meraih bahu Naya, menopangnya sebelum gadis itu kehilangan keseimbangan.

“Gak apa-apa dihh, orang aku bisa kok,” Naya menjulurkan lidahnya, pura-pura kesal.

Reno mendecak. “Punya adek satu bandel banget dibilangin.”

Tapi tangannya tidak dilepas.

Naya pura-pura kesal, tapi dalam hati ia bersyukur. Hangatnya perhatian Reno seperti plester kecil di luka yang tak terlihat.

Mereka sampai di ruang makan.

Mommy dan Pappi sudah duduk manis. Meja penuh sarapan: roti panggang, telur, buah potong, susu hangat.

“Morning, princess,” sapa Pappi.

“Pagi, Sayang. Kakinya nggak sakit?” Mommy langsung berdiri, membantu Naya duduk.

“Nggak dong. Strong girl,” Naya mengangkat kedua tangannya kecil, tersenyum lebar.

Senyumnya sempurna.

Terlalu sempurna.

Reno yang duduk di seberangnya memperhatikan lebih lama dari biasanya.

“Nay.”

“Hm?”

“Kamu kenapa?”

“Kenapa apaan?” Naya mengambil roti, mengoles selai dengan gerakan santai.

“Kamu ceria banget pagi ini.”

“Ya masa diem aja? Kan seram,” jawabnya ringan.

Reno menyipitkan mata.

Dia kenal adiknya.

Kalau Naya terlalu ceria — itu tanda bahaya.

Ponsel Naya bergetar di atas meja.

Jantungnya berdegup satu detik lebih cepat.

Kenzo?

Ia cepat-cepat meraihnya.

Layar menyala.

Bukan Kenzo.

DM masuk.

Dari Valerie.

Senyum Naya membeku sepersekian detik. Untung semua sedang sibuk dengan makanan.

Ia membuka pesan itu di bawah meja.

Sebuah video.

Thumbnail-nya saja sudah cukup membuat dadanya mencelos.

Kenzo.

Tanpa baju.

Berbaring di ranjang.

Valerie di sebelahnya. Kamera seperti direkam diam-diam.

Tangan Naya mulai dingin.

Pesan masuk lagi.

Valerie:

Semalam dia nolak aku.

Tapi dulu… dia nggak nolak.

Naya menahan napas.

Video itu belum ia putar. Ia takut.

Pesan berikutnya muncul.

Valerie:

Kamu yakin kamu satu-satunya?

Sendok di tangan Naya bergetar kecil.

“Nay?” suara Mommy terdengar jauh.

Naya langsung mengunci layar.

“Hm? Kenapa, Mom?”

“Kok pucat?”

Naya tersenyum lagi.

“Laper banget sih kayaknya, hehe.”

Reno masih menatapnya.

Tajam.

Curiga.

Tapi Naya menunduk, pura-pura fokus pada sarapannya.

Di dalam dadanya, pertahanan yang ia bangun sejak pagi perlahan retak.

Dan hari bahkan belum benar-benar dimulai.

“Mau tambah nggak, Nay?”

“Nggak, Mom. Naya kenyang banget.”

Lengannya terjulur mengambil air putih di sisi piringnya. Ia meneguknya perlahan, berharap air itu bisa menelan juga rasa pahit yang sejak tadi mengganjal di tenggorokan.

“Adek makan banyak, tumben,” Pappi melirik heran.

“Besok adek mau buka gips. Harus sehat,” Naya tersenyum manis.

Senyum yang lagi-lagi terlalu rapi.

Ia bangkit dari duduknya, lalu tiba-tiba memeluk Mommy dari samping.

“Naya sayang Mommy… tapi Mommy suka nyebelin.”

Mommy membeku sesaat. “Loh?”

Tatapan heran langsung mengarah ke wajah Naya.

'Gak biasanya ini anak begini,' pikir Mommy.

Naya melepas pelukannya sebelum pertanyaan datang lebih jauh, lalu beralih ke Pappi. Ia memeluk pria itu lebih erat dari biasanya.

“Adek sayang Pappi.”

Pappi terkekeh kecil, mengusap punggung putrinya. “Pappi sayang adek juga.”

Ada jeda sepersekian detik lebih lama sebelum Naya melepaskan pelukan itu. Seolah ia sedang menyimpan tenaga. Seolah ia sedang mengisi ulang keberanian.

“Ayo berangkat.” Naya menoleh ke Reno.

Reno mengangkat alis. “Lo nggak peluk gue?”

“Nggak. Ngapain?”

“Ahh elahh, ini nih yang bikin gue gedek banget,” gerutu Reno pura-pura kesal.

Mommy dan Pappi tertawa.

Naya ikut tertawa.

Suara tawanya terdengar normal. Ringan. Ceria.

Tapi hanya Naya yang tahu, tawanya barusan seperti plester tipis di dada yang retak.

Setidaknya… sesak itu sedikit lebih ringan.

Walau hanya sementara.

Reno berdiri dan meraih tas Naya tanpa diminta.

“Pelan-pelan turunnya. Jangan sok kuat.”

Naya mendengus. “Iya, Kak.”

Mereka berjalan ke arah pintu.

Sebelum keluar, Naya sempat mencuri pandang ke layar ponselnya di dalam tas.

Notifikasi itu masih ada.

Belum dibuka sepenuhnya.

Seolah selama video itu belum diputar, semuanya masih bisa pura-pura baik-baik saja.

Ia menarik napas dalam.

Hari ini…

ia harus tetap jadi Naya yang semua orang kenal.

Bukan Naya yang hatinya sedang bergetar karena satu nama.

Ada perasaan goyah yang masih terkendali, ingin berusaha percaya tapi bukti sudah jelas. Di hati yang paling dalam masih ada kepercayaan, mungkin kalau Kenzo tidak diam seperti ini kepercayaan itu mungkin saja bisa utuh kembali.

Pikiran Naya terus berputar di Kenzo. Reno yang ada di sampingnya pun seperti tidak ada.

'Beginikah jatuh cinta?' batin Naya.

...----------------...

...💥 Jangan lupa LIKE ❤️ & SAVE 💾 biar nggak ketinggalan update selanjutnya!...

...🙏💛 TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA! 💛🙏...

...Dukung karya lokal, gratis tapi berasa 🫶📖...

...Biar penulisnya senyum terus 😆✨...

...----------------...

1
EvhaLynn
Dukungan Dari Saya Untuk Author, Semangat Untuk Mu. Karya Mu Sangat Diminati Semua Orang😍
Thursday_Frostoria: terimakasih kakak🙏
total 1 replies
listia_putu
semoga gk sampai postif ya, kasihan naya....
listia_putu
ada cmpur tangan arsen juga gk sih dlm hal ini🤔
Thursday_Frostoria: coba kita baca bareng2 arsen ikut campur nggak😄🙏😍
total 1 replies
listia_putu
takut, tp penasaran....
lanjut tp pelan2 aja, smbil tark nafas🤣
Thursday_Frostoria: lanjutin kak jangan lupa siapin tisu yaa🙏 😍
total 1 replies
listia_putu
omg, aku deg degan bacanya.......
Thursday_Frostoria: Alhamdulilah, berarti sampai ke pembaca🙏💪😍
total 1 replies
listia_putu
keren❤️
Thursday_Frostoria: makasih banyak kak 🙏😍
total 1 replies
irma hidayat
cerita yg bagus
Thursday_Frostoria: terimakasih banyak kak🙏
total 1 replies
Daisyla.
Bagus Kak! aku suka kakaknya nggak ngejelasin adegan dewasanya secara eksplisit 🥰
sopan dan enak dibaca.
Thursday_Frostoria: makasih banyak kak🙏🤭
total 1 replies
Thursday_Frostoria
bingung banget kalo jujur, jujur atau nggak kayak nya si doi tetep kecewa 😄🤭
falea sezi
lnjut
falea sezi
jujur lah oon
falea sezi
nemu komen mu di novel lain langsung ke sini awal bagus ada visual jg good
Thursday_Frostoria: Makasih banyak kk🙏
total 1 replies
Thursday_Frostoria
seneng banget kalau kakak sukaa🤭😍
Nana Colen
senyum terus kak sampei bibirku pegel 😁😁😁😁
Nana Colen
terjawab sudah....
Thursday_Frostoria: alhamdulillah sudah terjawab🙏🤭💪
semangat kakak🙏
total 1 replies
Nana Colen
aku kurang nangkep thor... masih tahap menyentuh atau sudah melakukan penyatuan
Thursday_Frostoria: Sudah kakak🙏
total 1 replies
Nana Colen
maksudnya rusak,gimna thor.? jangan sampai meraka sudah melakukannya
Thursday_Frostoria: semangat yaa kaka baca kelanjutannya biar jelas🤭
total 1 replies
Nana Colen
nyesek banget... sumpah 😭😭😭😭
Thursday_Frostoria: Autbornya baca berulang ulang tetep nangis kak🤭🙏
total 1 replies
Nana Colen
eh dasar ulat bulu.... gatal!!!! garuk tuh pake garfuh biar terasa 😡😡😡gemes buanget deh
Thursday_Frostoria: pdhal umurnya di atas kenzo lohhh.. tp ngejar kenzo teruss yaa, ulat bulu ini sukanya berondong kak🤭🙏
total 1 replies
Nana Colen
kenapa jd aku yg nyesek ya bacanya 🥺🥺🥺
Thursday_Frostoria: Berarti ceritanya ngena yaa🙏🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!