menceritakan tentang kekaisaran yang berjaya serta sangat gila kuasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Rio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pemberontakan kaum republikan
Rakyat kekaisaran numeria mulai geram dengan kaisar mereka beberapa masyarakat mulai gabung dengan para republikan hingga akhirnya mereka berkumpul di tengah hutan dengan para republikan untuk mulai berlatih ilmu perang, beberapa dari mereka juga belajar merakit persenjataan, para pasukan republikan menerima banyak rekrutan baru yang berasal dari numeria akan tetapi masalah muncul karena jumlah yang banyak namun kurang persenjataan, hingga akhirnya pemimpin republikan cabang numeria yang bernama Markovic memerintahkan para rekrutan untuk merampok senjata api dari para prajurit kekaisaran numeria, keesokan harinya para prajurit kekaisaran numeria yang sedang melakukan patroli mereka tiba tiba di serang dengan anak panah dan lempari debu, yang menyerang mereka adalah para rekrutan baru pasukan republikan setelah pandangan para prajurit numeria terhalang oleh debu, para rekrutan baru tersebut segera menyerang dengan pedang lalu merebut senjata api para prajurit, setelah berhasil merebut mereka pun langsung melarikan diri.
Aksi tersebut pun menarik banyak pasukan numeria untuk datang karena penyerangan tersebut, setelah itu para rekrutan republikan segera melarikan diri mereka pun segera pergi, di tempat lain hal serupa juga terjadi banyak pasukan numeria yang di rampok senjatanya, para pasukan di beri peringatan untuk menjaga senapan mereka dan menembak mati para pencuri senjata tersebut, sedangkan di hutan para rekrutan baru memberikan persediaan senjata api mereka memberikan banyak senjata lainnya, setelah menerimanya beberapa pasukan republikan yang sudah berpengalaman dalam perang, di perintahkan oleh para komandan Markovic untuk segera menyerang gudang persenjataan, mereka menyusun rencana untuk melakukan penyerangan pada malam hari.
malam hari pun tiba para pasukan republikan menggunakan pakaian serba hitam dengan penutup wajah dan mengendarai kereta kuda dan pasukan berkuda lainnya dengan jumlah 500 orang, para pasukan republikan menyusup pada malam hari mereka juga menyamar sebagai pedagang karavan, para penjaga pun menghentikan para pedagang dengan kereta kuda, pada saat di berhentikan para pasukan republikan langsung menembakan senjata api mereka secara bersamaan, para prajurit numeria pun jatuh berguguran, senjata mereka yang mati langsung diangkut, beberapa pasukan kavaleri berkuda langsung melemparkan obor menyala lalu menembakan senjata mereka kearah pos pos penjaga numeria, mereka tewas para pasukan numeria yang tersisa segera di tembaki, senjata mereka di jarah, di tempat lain para pasukan numeria sedang bersiap mencari asal suara tembakan akan tetapi dari belakang mereka di tembaki hingga mereka semua meregang nyawa, beberapa pasukan numeria yang terluka nekat melawan hingga pasukan republikan menghunuskan pedangnya hingga membuat pasukan tersebut tewas, di tempat lain para pasukan berkuda kaum republikan mengendarai kereta kuda mereka dengan cepat ke arah gudang persenjataan milik numeria, mereka maju sambil menembaki para pasukan penjaga gudang, di susul dengan para pasukan kavaleri berkuda numeria mereka juga menembaki para pasukan numeria, setelah menembaki beberapa dari mereka juga melemparkan dinamit hingga terdengar ledakan besar, para pasukan republikan segera beradu pedang dengan pasukan numeria, pertempuran berjalan sengit, tebasan demi tebasan telah membunuh para pasukan dari masing masing pihak, akhirnya pertempuran di menangi oleh pasukan republikan dengan banyak korban yang tewas di pihak mereka, para pasukan republikan segera mengambil banyak bahan peledak dan mengambil banyak senjata api, tak lupa juga mereka memasang banyak dinamit di sekitaran bangunan, sebelum kabur mereka membakar tali tali dinamit hingga terdengar ledakan besar hingga mereka bisa melarikan diri, para pasukan numeria yang lain menyusul ke arah ledakan mereka datang saat semuanya sudah hancur,
sesampainya di tempat banyak mayat rekan mereka yang sudah gugur dan para masyarakat yang terkena ledakan, para pasukan numeria pun mencari para pelakunya.
Di tempat lain para pasukan republikan berhasil melarikan diri kedalam hutan akan tetapi mereka segera ingin pindah markas karena takut jejak mereka akan ketahuan, mereka memutuskan untuk membuat markas di dekat pegunungan, sesampainya di pegunungan para pasukan republikan pun beristirahat karena kelelahan dan beberapa di rawat karena luka luka akibat pertempuran, mereka mengecek senjata senjata hasil jarahan yang ternyata masih bagus dan layak di pakai para pasukan republikan bersantai mereka menari dan memakan daging hasil buruan, sedangkan di tempat lain para pasukan numeria di marahi oleh para komandan pasukan mereka karena gagal menangkap para republikan dan gagal melindungi masyarakat, para pasukan menghadapi protes dari para masyarakat yang menjadi korban ledakan mereka menuntut ganti rugi dari pihak kekaisaran, beberapa orang yang protes segera di redam,
para menteri yang mendengar soal insiden tersebut merasa kesal dan marah karena mengalami banyak kerugian, kekaisaran numeria pun menyatakan perang kepada kaum republikan dan akan memberikan hadiah kepada siapapun yang bisa memberikan informasi soal keberadaan mereka.
Di tempat lain para pasukan barvatia sedang menjaga keamanan di wilayah nordonia, para pasukan barvatia beberapa sedang bersantai dan merindukan kampung halaman mereka, beberapa pasukan barvatia sedang mengintrogasi kaum republikan yang berhasil di tangkap sebelumnya, mereka di siksa dan di tanyakan apakah tujuannya, mereka menjelaskan kalau tujuan mereka adalah meruntuhkan kekaisaran milik yaboath, mendengar hal tersebut pasukan barvatia tersebut segera memasukan kaum republikan ke kandang besar yang diisi oleh para raksasa berukuran 15 meter, saat di dalam kandang mereka pun terkejut lalu merasa ketakutan, pada saat itulah raksasa tersebut langsung memakan mereka semua hingga darah muncrat keluar dari tubuh tubuh mereka, para pasukan republikan tersebut tewas semua hingga tak bersisa.
Sedangkan di kekaisaran barvatia para masyarakat sedang beraktifitas seperti biasa beberapa dari mereka juga mendapatkan hadiah dari kaisar yaboath karena kontribusi mereka, masyarakat mulai bertanya tanya kapan yaboath akan kembali menuju barvatia,
beberapa bangsawan sedang bersenang senang di barvatia mereka bersantai, sedang di istana kekaisaran nordonia yaboath sedang bekerja mengurus dokumen dokumen kekaisaran, pada saat dirinya sedang pusing datanglah sang permaisuri Asiah, sang permaisuri memijatnya dengan lembut akan tetapi yaboath memerintahkannya untuk berhenti karena dirinya sedang bekerja, mendengar hal tersebut Asiah langsung memegang dagu yaboath dan memperingatkannya untuk jangan bekerja terlalu keras, mendengar hal tersebut yaboath pun tersenyum dan memeluknya, dengan posisi di memangku Asiah yaboath kembali melanjutkan pekerjaannya sambil berbincang dengan Asiah, mereka juga sedikit bercanda.
Tiba tiba datanglah para staf kekaisaran dengan membawakan surat surat dari barvatia yaboath pun menerimanya dan membacanya, surat surat itu berisikan suara rakyat barvatia yang merindukan kepulangannya, yaboath membaca surat surat lainnya dan merasa tersentuh dengan isinya sebab bangsanya sendiri tak pernah memperlakukannya seperti ini, setelah membacanya yaboath berinisiatif untuk melakukan kunjungan menuju barvatia, dengan para bangsawan menteri dan para prajuritnya.