NovelToon NovelToon
Janji Suci Yang Ternoda

Janji Suci Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:621
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Aku Nadia istri dari Mas Afif dan ibu dari Bintang. aku istri yang setia, yang selalu berusaha melayani suamiku dengan baik, menemaninya dari nol. aku juga ibu yang baik untuk anakku Bintang. singkatnya aku berusaha menjadi yang terbaik untuk suami dan anakku.

Namun di saat pernikahanku yang ke tujuh, Mas Afif memberikanku kejutan besar, dia membawa seorang wanita lain ke dalam rumah tangga kami, namanya Laras dan anak tirinya bernama Salsa, yang Bintang selalu bilang kalau anak itu adalah anak tercantik di kelasnya.

cerita perhianatan dan kebangkitan Nadia dari penghianatan suaminya.

happy reading All❤️ bantu support cerita pertama saya ya, trims🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Langkah kakiku terhenti dan niatanku yang akan membuka toktok serta melihat bagaimana akunku yang beberapa hari ku abaikan, setelah insiden aku masuk rumah sakit. Memang aku mengistirahatkan tubuhku benar-benar total dan benar-benar tak membuka media sosial juga melakukan apapun, seperti yang di sarankan oleh bibi dan juga Arka, tetapi setelah beberapa hsri. Rasanya jenuh sekali san rasanya tak biasa saja, makanya aku pun memutuskan untjk mencoba membuka toktok kembali dan mulai kembali aktif dengan konten-konten masakku.

Untuk bibi dan Arka, mereka pun mengizinkan, tapi harus dalam pengawasan mereka katanya. Huhh mereka pikir aku anak kecil apa? Lebay sekali harus dalam pengawasan mereka, meski begitu. Aku pun memilih mengiyakan saja.

“Memangnya kamu akan membuat apa, sih?.“Tanya bibi saat melihatku yang sudah bersiap dengan ponsel dan beberapa alat lainnya, aku menoleh lalu tersenyum tipis kepadanya.

“Kayaknya mau buat bakwan jagung deh bi, kebetulan lagi pengen juga.“Jawabku sambil tersenyum cerah, di kepalaku adalah bakwan jagung yang terlihat agak sedikit kecoklatan dengan beberapa potong cabek, ahh pasti rasanya sangat kres kres nantinya, jangan lupakan juga drngan nasi putih yang masih hangat. Pasti deh nikmat sekali.

“Menunya sederhana banget, Nad?.“Ujar bibi yang ku jawab dengan anggukan di kepala.

“Memang, tapi gak papa bi. Justru rata-rata penggemarku itu suka sekali dengan menu sederhana kayak gitu, kok.“Sahutku yang mulai mengambil beberapa potong jagung yang sudah ku beli dari tukang sayur.

Sayup-sayup ku dengar suara langkah kaki yang kian mendekat, tatkala aku mengangkat wajah dan memfokuskan mataku, ku lihat Bintang dan Arthur yang berjalan setengah sempoyongan dengan kedua tangan mereka yang terlihat sibuk menggosok mata. Sepertinya mereka baru saja bangun. Ckck.. bukannya duduk dulu, minum dulu, ini maha jalan dengan setengah sadar, dasar.

“Mau minum?.“Tawarku pada keduanya yang lantas di jawab dengan anggukan oleh keduanya. Benar-benar sudah mirip saudara kandung saja mereka, bukan cuman angguk-angguk yang sama, tetapi sampai pakaian yang mereka pakai pun sama. Hahh.. jangan di tsnya bagaimana, sebab siapa lagi kalau bukan ulah Arthur yang memohon dan kekeuh pada papanya supaya membelikannya pakaian couple untuknya dan juga Bintang.

Tentunya sebagai ibu aku bahagia, sebab Bintang memiliki teman baru yang baik, pintar dan sangat sopan, mana dia begitu royal dan penyayang juga lho. Benar kata Arka, Darel dan anaknya memang sama-sama orang baik dan tidak perhitungan sama sekali__terlebih rasa iba dan sayang pun begitu saja ku rasakan ketika dengan sabarnya Arthur mau menemani bahkan mengajarkan Bintang membaca, ya. Walaupun aku juga selalu mengajarkan Bintang, tapi maksduku. Hei, Arthur itu anak kecil lho, tapi dia mau-maunga dengan sabar dan setia mengajari anakku, Bintang.

Sepertinya dengan menampung Arthur dan membiarkannya di rumah ini bukanlah sebuah kerugian untukku, malah yang ada sebaliknya. Dia membawa warna yang berbeda dan menyenangkan untukku, Bintang, Bibi dan Arka juga.

“Mama buat apa?.“

“Mau buat apa, mama?.“

Keduanya saling sahut menyahut bertanya padaku dan membuatku terkekeuh pelan ke arah mereka, mereka memang sangat lucu sekali.

“Mau buat bakwan jagung, kalian mau enggak?.“

“Mau.“

“Mau.“

“Yaudah, cuci muka dulu, udah sholat belum?.“

Keduanya menggeleng, lantas aku melirik jam yang ada di dekat kulkas.

“Sudah jam satu lho.“

Arthur lantas menarik tangan Bintang”Ayo dek, kita sholat dulu, biar abang yang jadi imamnya, ya?.“

Aku hanya bisa tersenyum kecil dengan perasaan yang membubcah di dalam sans. Memang ya, kalay orang tuanya sholeh anaknya juga sholeh, memang tidak semuanya seperti itu__tapi kan setifaknya anaknya paham agama lah, contohnya saja Arthur ini, sama sekali tidak ada maksud memuji Darel. Tapi kan Darel itu kelihatannya sholeh, baik juga sangat sopan, bahkan dia tidak mau lho bersentuhan kulit denganku dan bibi, sholatnya juga terjaga, Pun dengan Arthur anaknya. Yang ku ketahui belakangan ini sudah hafal lima juz, masyaAlloh aku benar-benar merasa terharu, bahagia dan bangga pastinya__apalagi setelah Arka mengatakan kalau ternyata Darel dan Arthur itu adalah mualaf dan alasan kenapa dia dan mantannya cerai karena Darel dan Arthur memilih masuk isalam.

Sebagai penganut agama yang di wariskan oleh orang tua, aku malu lho. Terlebih bahkan aku belum hafal satu pun juz Alqur'an yang baru ku hafal hanya beberapa surat saja, beda halnya dengan Darel dan Arthur yang MasyaAlloh pokoknya.

“Mama kami sholat dulu.“

“Iya, nanti ya. Mama sisain buat kalian, mama mau take video dulu.“Ujarku lalu keduanya menghilang dan meninggalkanku yang kembali memfokuskan dengan jagung yang sudah ku pipil dan bibi yang berdehm kencang dengan kedua matanya bergerak penuh arti.

“Udah Nad, nikah sama Darel aja, ya? Bener kata Arka, kalau yang ini bibi setuju banget. Udah mah tampan, mapan, sholeh, sopan, baik lagi.“Ujarnya yang membuatku mendongak lalu melayangkan tatapan protes padanya.

“Apaan sih, bi. Aku masih belum cerai juga kok!.“

“Ya kan, nanti setelah cerai setelah melahirkan dan setelah kamu siap.“Tukas bibi dengan senyum menggodanya dan membuatku mendengus. Ok, Darel memang sholeh, baik, penyayang, tampan dan mapan, tapi belum tentu dia juga mau sama aku dan terlebih akunya yang belum terpikirkan untuk menikah lagi, aku masih trauma, aku masih mau fokus dengan diriku, calon adik Bintang dan Bintang saja.

“Enggak ah, sama bibi aja.“

“Hushhh, kamu ini. Bibi udah tua kali, tapi kalau Darel masih mau sih, bibi gak papa-paoa, gas aja!.“Tukasnya sambil terkekeuh pelan dan membuatku berdecak, mana ada! Bisa-bisa Arka ngamuk tuh, haha.. tak bisa lu bayangkan sahabat Arka malah jadi bapak tirinya, pasti seru tuh. Maksudnya seru ngeliat Arka misuh-misuh dan ngomel-ngomel.

“Yaudah, ajakin aja Darelnya, lumayan kan. Bibi jago masak dan bisa urus rumah juga.“Tuturku sambil tergelak dan tentu saja hanya sebuah bercandaan semata.

Tangannya mengibas dan matanya melotot ke arahku”Gila kamu? Memang bibi ART.“

Aku tertawa. Lalu setelah selesai dengan masalah jagung, daun bawang dan bawang putih yang telah ku geprek, aku pun emmgambil tepung terigu dan tepung beras, setelahnya mencampurkan semua bahan ke dalam wadah yang sudah tersedia dan tentunya telah ku video juga dengan bantuan tripod.

****

“Enak enggak?.“Tanyaku pada Arthur dan Bintang, keduanya sama-sama terlihat lahap dengan bakwan jagung, nasi hangat dan juga sambal terasi yang ku buat. Bahagia sekali ketika melihat mereka makan dengan lahap begitu.

“Banget.“

“Pol enaknya.“

Aku terkekeuh saat melihat keduanya kompak mengacungkan jempol mereka ke arahku, lantas aku pun kembali ke dapur dan mengambil sisa bakwan jagung yang masih ada di mangkuk.

“Bi, ayo makan bareng.“Ajakku sambil berteriak, tak lama bibi muncul dan ia pun mengangguk lalu mengikuti langkahku ke meja makan, aku, bibi, Arthur dan Bintang makan dengan lahap, hanya dengan menu sederhana saja. Bakwan jagung, nasih hangat dan sambal terasi. Tapi rasanya benar-benar nikmat sekali, ya begitulah. Apa-apa akan terasa nikmat kalau di sertai dengan rasa syukur.hehe

***

Kedua anakku sudah pada tidur di kamar, bibi juga sudab mengungsi di dalan kamarnya dan tersisa aku yang masih betah dudum di ruang tamu sendirian dengan layar televisi yang masihlah menyala dan memperlihatkan salah satu film barat, sebetulnya aku tak begitu suks nonton film di tv akhir-akhir ini, lebih suka nonton di tab dan tentunya drakor..hehe tapi special malam ini, aku memutuskan duduk di sini dan dengan tv yang menanyangkan salah satu film bergenre thriller sambil menunggu kepulangan Arka.

Pria yang ku titipi martabak rasa ketan hitam dan kelapa, martabak dengan rasa langka dan tidak seluruh kedai martabak menyediakan itu__tentunha ini di daerahku ya, belum tentu di daerah yang lain juga.

Pernah aku membeli ke salah satu kedai nartabak ternama dan namanya sudah cukup tersohor, tapi katanya mereka tidak menyediakan toping itu__padahal toping ketan hitam dan kelapa adalah kesukaanku, lebih tepatnya kesukaan mendiang ibuku sih..hehe aku hanya ingin menikmati makanan yang mendiang ibuku suka, sejujurnya aku kangen sekali dan baisanya kalau kangen begini, selain berdo'a aku juga memakan makanan kesukaannya.

“Assalamu'alaikum.“Ucap seseorang di bslik pintu, dengan tergopoh-gopoh, aku pun melangkah ke depan dan membuka pintu lalu tampaklah Darel dengan membawa bungkusan yang ku tebak adalah martabak pesananku, lho kok bisa? Padahal kan aku pesannya sama Arka? Dan bukannya pria itu akan di luar kota selama seminggu, ini baru lima hari, tapi dia sudah kembali?

Seakan tahu apa yang ada di benakku, pria itu tersenyum tipis, terlihat gaut kelelahan, kantung mata berwarna hitam yang menandakan dia kurang tidur serta wajah kuyunya.

“Iya kak, kebetulan martabak yang kakak pesan ada di salah satu pasar malam yang tadi tak sengaja ku lewati, yaudah sku yang beliin. Kata Arka susah juga dapet martabak dengan toping ini. Terus emang kerjaan aku udah beres juga, yaudah pulang aja. Oh ya, Arthur udah tidur?.“

Aku yang melongo pun seketika memaksakan diri untuk tersenyum lebar lalh menganggukan kepalaku”Udah, dia di kamar sama Bintang. Eh makasih lho Darel, maaf ya, aku ngerepotin kamu?.“

“Gak papa kak. Kebetulan aja kelewatan dama aku, oh ya. Arka lembur mendadak, katanya ada masalah internal gitu.“

“Ih ya udah, gak papa. Berapa?.“Tanyaku sambil mengambil martabak dari tangan Darel dan segera ku buka, seketika bibirku tersengum lebar dengan kedua mata melengkung indah serta sedikit mencondongkan wajah guna untuk mencium aroma memabukan dari martabak yang di bawa Darel.

“Gak usah kak.“

“Eh gak mau, lagian biasanya juga aku bayar sama Arka kok.“Tolakku lalu berusaha memberikan uang seratus ribu yang di balas dengan gelengan oleh Darel, bahkan lihat saja pria ini, dia sampai mengangkat tangannya dan seolah tak mau menyentuh uang dari tanganku, ya Tuhan. Sebegitu baiknya dia menjaga dirinya agar tak bersentuhan dengan yang bukan mahram.

“Udah ya, kak. Mau ikut mandi boleh nggak? Sama mau numpang makan juga.“

1
Anonymous
JLEB
Anonymous
afif goblok
Anonymous
anying Juz 30 doang berasa bisa si paling adil
Dewi Sri Astuti: wkwkwkwk🤭🙏
total 1 replies
Anonymous
diem bocil
Dewi Sri Astuti: hahaha🙏
total 1 replies
Dewi Sri Astuti
Yuk kasih bintang lima dan komennya, biar author semangat🙏😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!