NovelToon NovelToon
Dreamy Magical

Dreamy Magical

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Persahabatan / Romansa / Fantasi Wanita / Barat
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: Herdianti putri

Di balik topeng emasnya, Azuna menyembunyikan luka masa lalu dan kenangan yang terhapus.
Menjadi mentor Kelas Margery seharusnya hal biasa—sampai ia menyadari bahwa keenam muridnya mencerminkan potongan dari dirinya sendiri: kehilangan, amarah, dan keinginan untuk diterima.
Satu demi satu, rahasia mereka terungkap, menyingkap benang merah yang mengikat nasib mereka dengan perang kuno antara cahaya dan kegelapan.
Dalam dunia di mana sihir dapat menyembuhkan atau menghancurkan, bisakah Azuna menuntun mereka menuju cahaya sebelum dirinya tenggelam ke dalam bayangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herdianti putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My Prankster Big Brother

Seperti hari-hari biasanya, saat ini Kelas Margery sedang belajar dikelas. Kali ini mereka sedang mempelajari cara penyaluran sihir mereka ke holy pearl.

"ctak."

Sebuah benda mendarat di kepala Sasuke membuatnya menoleh kearah Akiko yang sedari tadi mencatat penjelasan yang diberikan oleh Miss Kanade.

"Oi. Gadis grim." Panggil Sasuke sepelan mungkin.

Merasa dipanggil, Akiko kemudian menoleh kearah suara.

"Apa kau yang melakukannya?." Tanya Sasuke to the point.

"hah?." Akiko tidak tahu apa maksud pertanyaan Sasuke hanya bisa keheranan.

"Jangan pura-pura bodoh. Kau yang melakukannya barusan kan?." Sasuke masih bersikukuh menuduh Akiko yang telah melakukannya.

"Tunggu?. melakukan apa?." Tanya Akiko yang masih tidak paham dengan maksud Sasuke.

"yang melemparkan dengan kerikil itu kau kan?." Tanya Sasuke meminta kejelasan.

"Aku dari tadi sedang mencatat." Jawab Akiko jujur. memang benar kalau Akiko sedari tadi memperhatikan penjelasan Miss Kanade sambil mencatat.

"Jangan bohong." Ujar Sasuke tidak percaya

"Aku sungguh-sungguh mencatat, Bocah aneh." Elak Akiko menunjukkan bukti Kalau ia sedari tadi mencatat tidak menyadari bahwa panggilannya tadi memicu emosi Sasuke.

"HEI."

Siswa-siswi yang lain beserta Kanade kaget kemudian menoleh kearah Sasuke yang berdiri.

"Sasuke-san. Kenapa berdiri?." Tanya Kanade

"Tidak ada apa-apa. Ha ha ha." Jawab Sasuke garing. Ia kemudian terduduk malu karena lupa saat ini dia sedang dalam pelajaran.

"Baiklah. Sekarang kita lanjutkan pada proses pengaplikasiannya." Terang Kanade melanjutkan penjelasannya yang terhenti sebentar.

...****************...

Disisi lain, seorang pria berambut pirang berambut pendek terkikik geli melihat pemandangan yang baru saja ia lihat dari dahan pohon.

Pria tersebut tidak bisa melupakan bagaimana wajah sang target mendapat teguran dari gurunya tersebut.

"Lama tidak bertemu , Adikku yang bodoh." Gumamnya menyeringai.

...****************...

Setelah bel istirahat berbunyi, anak-anak kelas margery kini memutuskan untuk makan di kantin tempat biasa makan. Anak laki-laki dan anak perempuan duduk di meja yang berbeda. Tetapi tidak merubah keadaan bahwa Sasuke masih kesal pada Akiko.

"Aku tidak melakukan apa yang kau tuduhkan padaku, bodoh." Elak Akiko yang marah pada Sasuke.

"yang sederet dengan bangkuku kan hanya kau!. bagaimana mungkin orang lain." Sasuke sendiri masih tidak percaya dengan ucapan Akiko.

"Mana kutahu, lagi pula untuk apa juga aku berbuat seperti itu. nggak ada kerjaan sama sekali tahu tidak." Balas Akiko kemudian menyantap makanan miliknya.

Sasuke yang kesal hanya bisa memakan spaghetti pesanan miliknya.

"PEDAAAAASSSSSSSSS."

Teriakan Sasuke tadi berhasil membuat semua orang menoleh kearahnya. Termasuk Akiko yang sedang menikmati Nasi Salmon pesanannya.

Sasuke kemudian segera meminum jus Alpukat tetapi kemudian ia memuntahkannya karena yang baru saja ia minum bukanlah Jus Alpukat melainkan Jus Peria yang sangat pahit.

"Kau baik-baik saja?." Ujar Sakuraba yang cemas. Tetapi Sasuke tidak bisa menjawab karena rasa pedas dan pahit di lidahnya yang belum menghilang.

"Ayo makan sama-sama." Ajak Igarashi yang tidak tega melihat Sasuke tidak mampu makan dan minum. Ia memutuskan untuk berbagi makanan dan minuman dengannya.

Sementara itu, pria berambut pirang tersebut masih terkikik geli melihat Sasuke yang tidak bisa menikmati menu makan siangnya.

...****************...

"Ada apa dengannya?." Tanya Mamoru memandangi Sasuke yang terduduk lemas di bangkunya.

"Bakasuke sepertinya tidak bisa merasa senang karena dijahili seharian ini." Jawab Igarashi prihatin.

"Meskipun Sasuke-Kun suka berbuat onar, Aku pikir ini sedikit keterlaluan." Sambung Hanada yang ikut kasihan dengan Sasuke.

"Tapi siapa pelakunya?." Hamura kini bertanya-tanya siapa yang melakukan itu pada Sasuke.

"Aku tidak melakukan apapun. saat pelajaran aku sibuk mencatat penjelasan. Saat istirahat Aku sibuk berdebat dengan Sasuke. Disaat seperti itu, meminta seseorang untuk mengerjainya adalah hal mustahil." Akiko membela diri.

Sakuraba kini mengarahkan pandangannya kearah Danny. Mengingat Danny adalah orang selain Akiko yang selalu ribut dengan Sasuke.

"Bangkuku ada didepan. Kalau aku yang iseng bakal ketahuan Miss Kanade. Soal di kantin, Aku sibuk debat dengan Arashi karena dia bilang aku masih belum paham dengan pelajaran tadi." Bela Danny pada dirinya sendiri.

Igarashi berpikir sejenak hingga ia melihat kaca jendela terbuka.

"Akiko apakah kau tadi mengambil barang yang terjatuh?." Tanya Igarashi memastikan.

"Eh. kalau kau bertanya begitu, memang tadi aku sempat mengambil penghapusku yang jatuh karena tersenggol." Jawab Akiko seadanya.

Bingo.

Kini Igarashi dapat menyimpulkan bahwa pelakunya bukan di dalam kelas tetapi orang lain.

"Memangnya ada apa, Igarashi-Kun?." Tanya Eve keheranan dengan maksud pertanyaan Igarashi tadi.

"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, aku ingin tahu siapa yang membuka jendela tadi?." Bukannya menjawab pertanyaan Eve, Igarashi malah bertanya balik pada teman-temannya.

"Ah. Tadi karena aku tidak bisa meraih remote control pendingin ruangan, aku terpaksa membuka jendelanya. dan Aku lupa untuk menutupnya kembali." Tutur Ichika sedikit bersalah.

"Begitu rupanya." Igarashi terdiam mendengar jawaban Ichika tersebut. Mau bagaimana lagi, Tubuh Ichika sangat pendek bahkan ia sampai memakai bandana kelinci itu agar kelihatan tinggi.

"Menurutku, karena Ichika lupa menutup kembali Jendelanya, hal itu dimanfaatkan oleh orang tersebut untuk menyerang Sasuke. Dan dia adalah orang yang sama yang membuat Sasuke tidak bisa menikmati makan siangnya." Jelas Igarashi menjawab pertanyaan Eve.

"Lalu siapa yang melakukannya?." Tanya Annie penasaran

"Itu...."

"KRIIINGG."

Suara bel memotong ucapan Igarashi membuat seluruh siswa kemudian kembali ke bangku masing-masing. Igarashi menoleh kebelakang sebentar lalu kembali menoleh kedepan.

"Selamat siang anak-anak." Sapa Miss Kanade pada semua muridnya.

"Selamat siang." Balas semua Murid-muridnya l

"Baiklah. kali ini Ibu akan menjelaskan cara untuk memperbaiki Holy pearl yang rusak."

Setelah itu, semua siswa hanya fokus pada penjelasan Miss Kanade. Termasuk Sasuke yang berusaha melupakan masalahnya sejenak

...****************...

Bel pulang telah berbunyi, Seluruh anak bersiap-siap untuk segera kembali ke Asrama dan mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh Miss Kanade pada mereka semua.

"Sasuke-Kun, kaubaik-baik saja?." Tanya Zakuro kasihan melihatnya sial seharian.

"ng?. ada apa?."Balas Sasuke tidak begitu memperdulikan pertanyaan Zakuro.

"Kau terlalu berlebihan." Kata Akiko yang merasa Sasuke melebih-lebihkan masalahnya.

"Mungkin kau benar. Sebaiknya aku pulang dan istirahat dulu. sampai jumpa." Balas Sasuke berjalan dengan langkah gontai.

"duk."

Karena tidak memperhatikan apa yang ada di depannya, Sasuke tidak sengaja menabrak Azuna yang ada di depan pintu kelas.

"Ada apa denganmu?." Tanya Azuna keheranan.

"Tidak ada apa-apa." Jawab Sasuke pelan kemudian berjalan meninggalkan mereka semua.

"Tunggu." Panggil Azuna membuat seluruh kelas termasuk Sasuke mengalihkan pandangannya ke Azuna

"ada apa, Miss Azuna?" Tanya Hamura

"Ada yang ingin kubicarakan pada kalian semua." ucap Azuna pada seluruh Kelas Margery. ia kemudian menoleh kearah Sasuke Seolah-olah ini penting untuknya

"Ikut Aku." Ajaknya pada seluruh Kelas. Seluruh anggota Kelas yang kebingungan, hanya bisa mengikuti perintah Azuna untuk ikut dengannya.

...****************...

Para anggota Kelas Margery kini berada di lapangan tengah Senior section.

"Miss Azuna." Panggil Kurohana membuka keheningan.

Azuna tidak menjawab. Tetapi ia mengalihkan pandangannya ke pohon besar yang ada di sisi lapangan.

"Keluarlah." Panggilnya pada Seseorang.

Tak lama kemudian, muncullah sesosok pria berambut pirang dengan baju hitam. Dia sedikit mirip dengan Sasuke tetapi dengan penampilan lebih tua dan dewasa. Sasuke dan Zakuro yang melihat siapa yang ada dihadapan mereka kaget bukan main.

"(KAK) HINO." Teriak keduanya membuat semua menoleh.

"Kalian kenal dia?." Tanya Kenji

"Dia kakakku." Jawab Sasuke sambil menunjuk Hino

"Dan katakan apa yang seharian ini kau lakukan?." Tanya Azuna mengintimidasi Hino.

Hino yang merasa ketakutan dengan pandangan Azuna kini mulai menceritakan apa yang terjadi.

"Baiklah. sebelum bertemu dengan Kalian, aku Mengerjai Adikku sendiri dengan cara melemparkan kerikil kearahnya. Lalu Aku juga mengerjainya dengan mengganti tomat dengan tabasco sebagai bahan utama pengganti saus spaghetti serta mengganti Alpukat dengan Perai." Kata Hino jujur.

Semua terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Hino. Apakah ada dendam pribadi diantara keduanya?.

"Aku memergoki orang bodoh ini sedang membuat pesan ancaman pada adiknya sendiri." Kata Azuna sambil menjewer telinga Hino.

Azuna kini melepaskan Hino kemudian menatap tajam kearahnya.

"Ayolah. itu hanyalah ungkapan kasih sayang seorang Kakak pada adiknya." Ujar Hino agar Azuna mau melepaskannya.

Azuna melepaskan jewerannya kemudian menatap tajam Hino. "Pernahkah kau memikirkan perasaan adikmu?. pernahkah kau berpikir bagaimana kalau seandainya kau yang ada di posisi tersebut?. Tidakkah kau menyadari bahwa gurauanmu itu telah menyakiti adikmu sendiri?." Ucapan Azuna berhasil membuat Hino terdiam.

Ia kemudian mulai menyadari bahwa yang ia lakukan memang salah. Adiknya sudah lama ia tinggalkan di panti asuhan seharusnya ia menemui adiknya secara langsung. tetapi yang ia lakukan malah menyakiti adiknya.

Hino kemudian mendekati sang adik kemudian mencoba meminta maaf. "Maafkan aku, ya. Aku hanya ingin memberi kejutan padamu. Jangan marah, ya."Mohon Hino agar Sasuke memaafkannya. Namun Sasuke tetap diam kemudian meninggalkan tempat tersebut.

Setelah itu, semua pergi meninggalkan Azuna dan Hino. Tanpa ada rasa ingin menghibur Hino. Azuna kemudian melihat Hino sekilas kemudian berkata, "Besok coba meminta maaf pada dia." Ujar Azuna sebelum meninggalkan Hino.

"Azuna." Panggil Hino membuat Azuna menoleh. "Bisakah kita bicara sebentar?." Tanya Hino memohon.

...****************...

"Aku benar-benar menyesal akan perbuatanku. Aku hanya ingin memberi dia kejutan akan kepulanganku. Tetapi aku malah menyakitinya." Sesal Hino.

"Kau hampir membuat kedua muridku saling tuduh akibat kebodohanmu." Ujar Azuna membuat Hino semakin menyesal.

"Jadi kalau kau sekali lagi berbuat aneh, maka akan kubawa kau kepada King Regent dengan tuduhan bullying." Ancam Azuna tidak main-main.

"Baik." Balas Hino singkat.

Setelah itu, Hino mulai bertanya tentang hal yang tak terduga.

"Azuna." Panggil Hino meskipun yang dipanggil tidak menoleh.

"Apa kau pernah berpikir tentang keberadaan adikmu?." Tanpa menunggu balasan dari Azuna, Hino mulai bertanya perihal Azuna dan adiknya.

Azuna tidak menjawab apapun dikarenakan ia tidak tahu apa-apa tentang adiknya.

...****************...

Sementara itu, sesosok bayangan hitam muncul mendekati Sasuke yang sedang terlelap. Ia kemudian memberi segel di dahi Sasuke. Dan tak lama kemudian, rambut Sasuke sedikit memanjang hingga mencapai bahunya. Sosok itu kemudian menyeringai dan menghilang

TBC

1
Ayano
Gils... sudah kubilang akan selalu ada plot armor
Ayano
Mau memberikan kesan superior itu
Ayano
Nama Igarashi nya kurang huruf. Boleh diganti kalau senggang ya
Ayano
Berdoa aja ada plot twist yang menolongmu
Ayano
Terbebani sebelum bertarung
Ayano
Keliatan iri hati banget
Ayano: Mesti dikasih paham sekali biar gak ngelunjak dia. Hm😤
total 2 replies
Ayano
Secara elemen tanah sebenernya bisa lebih unggul karena materialnya lebih padat.
Es bisa seimbang kalau jumlahnya banyak dan ketebalannya tinggi
Ayano
Kok agak ngeremehin ya
Herdianti Putri: Ichika sifatnya kayak gitu
total 1 replies
Ayano
Intinya Eve itu cupu sok kerad
Ayano: Waaah... kukira bisa dipanggil singkatan aja 😅
total 2 replies
Ayano
Udah jelas dia karena dia irian
Herdianti Putri: dia pengen ngajar kelompok Alpha.
total 1 replies
Ayano
Mengkonfirmasi maksudnya wak

Ini tipo 😅😅
Herdianti Putri: maaf.
total 1 replies
nowitsrain
Sasuke kok nyasar ke sini hey, dipanggil noh sama Naruto
Herdianti Putri: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ayano
Hmmm, enak sih bilang suruh Azuna jujur. Masalahnya gak mudah bikin dia yang agak batu untuk jujur
Ayano
Dia cembukor karena kamu lebih dari dia pasti
Apa lagi coba
Herdianti Putri: Azuna perlu banyak bersabar.
total 1 replies
Ayano
Evelyn mau didaftarin santet online gak 😏😏😏
Herdianti Putri: silahkan saja.
total 1 replies
Ayano
I-ga-ra-shiiiiii
Kalo ada di sana aku ambil rotinya lagi aku jejelin ke mulutnya nih
Herdianti Putri: Dia lagi banyak pikiran.
total 1 replies
Ayano
Rahasia ada untuk dibongkar😏
Herdianti Putri: memang begitu. Tapi kasihan juga.
total 1 replies
〈⎳🥑⃟HIATUS
berasa inget film India
〈⎳🥑⃟HIATUS: Wkwkwk lanjutkan Thor!
total 2 replies
anggita
visualisasi tokohnya👌👍
Sri. Rejeki
Aku kasi penyemangat deh biar lebih banyak di up babnya lagi.. 😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!