NovelToon NovelToon
The Heiress'S Scents

The Heiress'S Scents

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Cintapertama
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di balik kemegahan High School Los Angeles, Issabelle Reichenbach menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris tunggal klan mafia legendaris.

Demi bertahan hidup, ia menyamar sebagai murid beasiswa miskin yang patuh, sembari menahan penderitaan tinggal bersama ibu kandungnya yang lemah dan ayah tiri yang kasar.

Namun, penyamaran sempurna Issabelle terancam hancur saat ia berhadapan dengan Navarro Von-Riccardo, penguasa sekolah sekaligus pewaris tunggal terkuat di Pantai Barat.

Navarro menyimpan rahasia kelam klan Von-Riccardo: sebuah genetika yang membuatnya kehilangan indra penciuman sejak lahir.

Secara mengejutkan, aroma tubuh dingin menyerupai mawar es milik Issabelle menjadi satu-satunya wewangian yang bisa dicium oleh Navarro setelah 16 tahun hidupnya.

Terpikat oleh takdir yang tak terelakkan, Navarro mulai terobsesi untuk menguak topeng misterius gadis beasiswa tersebut, memicu perang insting yang mematikan di antara dua predator puncak.


Happy reading 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#32

Sinar matahari pagi Los Angeles menembus dengan kejam melalui celah-celah gorden penthouse milik George, membawa suhu hangat yang kontras dengan dinginnya sisa malam tadi.

Di dalam ruangan yang masih berbau pekat alkohol, tiga pria dewasa tergeletak tak berdaya.

Navarro masih berada di posisinya di atas sofa kulit hitam, sebotol whiskey kosong tergelincir di dekat ujung jarinya yang terkulai lemas.

Dug! Dug! Dug!

Suara gedoran pintu baja apartemen yang teramat keras dan tidak sabaran mendadak memecah keheningan pagi.

Gedoran itu begitu brutal, seolah siap meruntuhkan engsel pintu kapan saja.

Grey, yang sistem tidurnya paling sensitif karena terbiasa bangun cepat untuk memantau server, menjadi orang pertama yang membuka matanya dengan sentakan paksa.

Kepalanya berdenyut nyeri akibat kurang tidur.

Mendengar suara ketukan yang mirip dengan dentuman meriam itu, Grey langsung melempar controller PlayStation di dekatnya, bangkit berdiri dengan langkah terhuyung, dan berjalan cepat menuju sofa tempat Navarro masih mendengkur halus dalam pengaruh alkohol dosis tinggi.

"Bangun, Brengsek!!!" Grey mencengkeram bahu tegap Navarro, mengguncang tubuh sahabatnya itu dengan kasar tanpa memedulikan hierarki mereka pagi ini.

"Bangun, Nav! Di luar ada ibumu, dia akan menghancurkan seluruh apartemen George jika kau tidak segera membuka pintu!"

Navarro melenguh kasar, kelopak mata dengan bulu mata lebatnya terbuka sedikit, menyorotkan sepasang manik mata gelap yang dipenuhi guratan merah karena mabuk semalaman penuh.

"Hah? Apa, Sialan... Kau mengganggu tidurku!" umpat Navarro dengan bariton serak yang sangat berat, mencoba menepis tangan Grey dari bahunya.

"Mommy-mu, Brengsek! Di luar ada Mommy-mu!" sentak Grey lagi, wajahnya tampak sangat panik karena ia tahu betul bagaimana watak Maria—istri tertinggi dari pemimpin klan Von-riccardo—jika sudah kehilangan kesabaran.

Mendengar kata 'Mommy', sisa-sisa efek alkohol yang menyumbat saraf otak Navarro seolah menguap dalam satu detik.

Jantungnya berdegup kencang, memaksanya untuk langsung duduk tegak di atas sofa.

"Mommy? Di luar ada Mommy-ku?" Navarro mengerjap-ngerjap, memijat pelipisnya yang berdenyut ekstrem.

"Oh, shit... aku harus pulang dulu. Jangan bangunkan George atau Skylar."

"Ya, hati-hati. Semoga sisa alkoholmu bermanfaat untuk menghadapi singa betina pagi ini," sindir Grey, kembali menjatuhkan dirinya ke sofa dengan helaan napas lega setelah tugasnya membangunkan sang Tuan Muda selesai.

"Wah, Sialan kau!" rutuk Navarro, bangkit berdiri dengan tubuh yang masih sempoyongan.

Ia merapikan kemeja hitamnya yang kusut masai, menyisir rambutnya yang berantakan ke belakang menggunakan jari-jari tangannya, lalu melangkah berat ke arah pintu depan.

Begitu tuas pintu ditarik dan pintu terbuka, sosok wanita paruh baya dengan pakaian aristokrat yang teramat elegan dan anggun sudah berdiri di sana dengan melipat kedua tangannya di depan dada.

Maria Von-riccardo.

Wajah cantiknya yang awet muda tampak mengeras saat mendapati putra tunggalnya berdiri di ambang pintu dengan aroma alkohol yang menyengat dan penampilan yang berantakan.

"Minum alkohol lagi?" tanya Maria, suaranya terdengar dingin namun sarat akan kepedihan seorang ibu yang menyaksikan kehancuran perlahan anak kandungnya.

Navarro menghentikan gerakannya sejenak, lalu menggelengkan kepalanya perlahan, menolak untuk berdebat di pagi hari yang berisik ini.

"Tidak, Mom. Aku hanya menemani George," dustanya dengan suara serak.

Tanpa banyak bicara lagi, Navarro melangkah keluar dari apartemen George, menutup pintu di belakangnya, dan berjalan berdampingan bersama sang Mommy menuju ke arah lorong lift eksklusif apartemen tersebut.

Langkah kaki mereka bergema pelan di atas lantai marmer yang sunyi.

Namun, tepat sebelum jemari Maria sempat menekan tombol panel lift berlapis emas itu, wanita itu menghentikan gerakannya. Ia memutar tubuhnya, menatap lurus ke dalam sepasang mata gelap putranya yang tampak kosong tanpa riak kehidupan.

"Apa ini semua masih tentang gadis itu, Navarro?" tanya Maria lembut, namun setiap katanya terasa seperti sembilu yang mengiris luka lama.

"Apa kau belum ingin kembali ke mansion besar kita? Daddy-mu... dia selalu menanyakan kabarmu setiap malam."

DEG.

Kata 'Daddy' seketika membuat langkah kaki Navarro terkunci mati di atas lantai.

Tubuhnya menegang kaku, rahangnya terkatup begitu rapat hingga urat-urat di lehernya menonjol keluar dengan jelas.

Demi Tuhan, sejujurnya sampai detik ini, setelah sepuluh tahun berlalu, Navarro belum bisa memaafkan situasi dan garis darahnya sendiri.

Setelah penyelidikan mendalam yang ia lakukan pasca-tragedi Frankfurt, sebuah kebenaran yang teramat kejam terungkap ke permukaan: ayahnya sendiri, pemimpin tertinggi klan Riccardo, terlibat secara langsung dalam pendanaan dan penyediaan senjata taktis untuk faksi pemberontak Taylor Swift yang membantai klan Dark Dubois.

Navarro tidak pernah menduga, kenapa bisa ayahnya yang teramat ia hormati tega terlibat dalam skenario pemusnahan satu keluarga besar.

Jika saja tidak ada suntikan dana sebesar itu dari pihak Riccardo, mungkin pemberontakan di Frankfurt tidak akan pernah memiliki kekuatan untuk meruntuhkan benteng Dubois, dan pembantaian tragis itu tidak akan pernah menghilangkan nyawa Issabelle.

Setelah konfrontasi berdarah antara Navarro dan ayahnya sepuluh tahun lalu, sang ayah akhirnya jujur.

Di masa lalu, ayah Issabelle memang pernah bersinggungan sangat keras dengan klan Riccardo, bahkan mereka berdua pernah saling menodongkan senjata di atas meja negosiasi Eropa.

Namun, sang ayah bersumpah ia tidak pernah menduga bahwa efek dari persaingan bisnis bawah tanah itu akan berakhir menjadi pembantaian tragis sekorup itu—sebuah kehancuran total yang memusnahkan seluruh keluarga Dubois tanpa sisa.

Sang ayah bahkan telah meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Navarro dengan air mata penyesalan, menyadari bahwa sumber kehancuran psikologis putranya, hancurnya masa depan sang pewaris, ternyata berakar dari keputusan tangannya sendiri.

Namun bagi Navarro, maaf tidak akan pernah bisa menghidupkan kembali mawar esnya yang telah berubah menjadi abu.

Navarro mengalihkan pandangannya dari sang Mommy, menatap pintu lift yang perlahan terbuka di depan mereka.

"Aku telah melupakannya, Mom," ucap Navarro, suaranya terdengar sangat datar, sebuah kebohongan mutlak yang ia ucapkan hanya untuk mengakhiri kecemasan ibunya.

Maria menghembuskan napas panjang, ikut melangkah masuk ke dalam kabin lift bersama putranya.

"Kapan kamu akan benar-benar melupakan gadis itu, Nav? Ini sudah sepuluh tahun. Dia telah tiada, tubuhnya sudah menyatu dengan tanah Frankfurt. Hidupmu masih sangat panjang, kau memiliki klan yang harus kau pimpin, kau memiliki masa depan yang menantimu."

Mendengar kalimat demi kalimat rasional dari ibunya, pertahanan hati Navarro yang ia bangun selama sepuluh tahun ini seolah runtuh, menyisakan kepedihan paling nyesek yang meremukkan seluruh rongga dadanya.

Pria tegap itu menunduk, menatap sepasang bot kulitnya dengan tatapan yang teramat hancur.

"Bagaimana mungkin aku bisa melanjutkan hidupku, Mom, kalau seluruh hidup dan jiwaku telah mati bersama dengannya di dalam kobaran api sepuluh tahun yang lalu? Setiap helai napas yang kuambil hari ini hanyalah sebuah kutukan waktu yang terus memaksaku berjalan di atas duri kenangannya. Kau melihatku berdiri di sini sebagai seorang Riccardo yang berkuasa, tetapi kenyatannya, aku tidak lebih dari sekadar cangkang kosong yang membusuk, sebuah makam berjalan yang dikunci oleh rasa bersalah yang tidak akan pernah menemukan jalan keluar. Setiap malam saat aku meneguk alkohol ini sampai pagi, aku tidak sedang merusak diriku, Mom. Aku hanya sedang mengemis pada takdir agar rasa kantuk bisa membawaku kembali ke malam di mana aku bisa memeluknya untuk terakhir kali. Dunia boleh menawarkan ratusan wanita tercantik di Pantai Barat, masa depan boleh menjanjikan kejayaan tertinggi untuk klan kita, tetapi bagiku, ruang waktu telah berhenti di malam perpisahan itu. Jika melupakan Issabelle adalah syarat untukku melanjutkan hidup, maka aku lebih memilih mati seribu kali lagi bersama sisa abu mawar esku, karena mencintainya adalah satu-satunya hal yang membuatku merasa pernah benar-benar hidup."

Suasana di dalam lift seketika berubah menjadi sunyi yang mencekam, hanya menyisakan getaran mesin yang bergerak turun.

Maria Von-riccardo membeku di tempatnya berdiri, air matanya perlahan menetes mendengar pengakuan patah hati paling nyesek dari putra satu-satunya yang kini berdiri hancur di sampingnya, meratapi cinta mati yang tak akan pernah bisa kembali.

1
Game Semut
semoga happy ending issabele dan navvaro serta putri nya Cassandra
Game Semut
ini cerita gmna ending nya nih thor kasian bngt kisah percintaan asmara antara issabele dan Navarro...semoga bs bersatu.
Mia Camelia
aduh isabel kok keras kepala banget sih mpe membenci navaro😔😔😔
gak adil nih klo navaro dan isabel trz salah paham mulu😔
ayolah thor bikin mereka baikan lagi😂😂😂
Game Semut: ini udh tamat apa msh lanjut thor
total 1 replies
Game Semut
kaciaaan bngt navvaro
Ros 🌷🦋: huhuhu🥲
total 1 replies
Mia Camelia
semoga isabel cepet muncul lgi thor, kasian navaro jadi patung es bgtu🤣
Ros 🌷🦋: dicairin sama kak reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
yah kasiah issa ternyata di jebak doang suruh pulang ke jerman😂😂😂😂😂
Ros 🌷🦋: huhuhu😅🤭
total 1 replies
BONBON
aku tunggu kak, 22nya setara dan gk jomplang. bukan kisah Cinderella, mafia x gadis yg dijual oleh keluarganya blabla. 🤣🤣🤭
Ros 🌷🦋: hihi ma'aciww kak atas dukungannya 🫶🥰
total 1 replies
Angela Ghunu
karya kakak bagus skli, semoga semakin maju dan karya " kk makin bnyk🥰🥰
Ros 🌷🦋: Ma'aciww banyak kak🫶🥰
total 1 replies
Mita Paramita
navaro mati rasa sama perempuan 🤨 nunggu Isabella kembali.
Ros 🌷🦋: iyaaa kek nya 😅🤭
total 1 replies
Shusy Bharel
lanjut tho😍😍
Ros 🌷🦋: siap kak🥰
total 1 replies
Mita Paramita
see you again navaro 😘😘😘
Ros 🌷🦋: see you kak reader 🥰
total 1 replies
Mita Paramita
Isabella pecah perawan nya sama navaro 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: aku malah ngakak loh kak reader 🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
akhir nya 🥰🥰🥰
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭
total 1 replies
Mia Camelia
yah masa baru bucin udah perpisahan aja thor🤣😂😂😂
Ros 🌷🦋: Berpisah dulu biar tau artinya rindu 🤭🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
yaaah ketauan deh 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: kwkwk😅
total 1 replies
Mita Paramita
sekarang Isabella punya tempat bersandar walaupun sih navaro plu mines 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan reader 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Ros 🌷🦋: siap kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
navaro diem diem nyelidikin asal usul Isabella 🤣🤣🤣 saking penasarannya
Ros 🌷🦋: kwkwk🤣
total 1 replies
Debu Nakal
lagi.. lagi... lagi... lagi...
Ros 🌷🦋: padahal sudah didraf sampai bab 20 kak😅
total 1 replies
Mia Camelia
wah gak sangka kalo claire pacar nya skylar?? thor ceritaiin dong mereka juga🤔😄
Ros 🌷🦋: author selipin dikit2 nanti mereka 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!