NovelToon NovelToon
DIAMNYA MENJAHIT LUKA YANG PERNAH MEREKA ROBEK

DIAMNYA MENJAHIT LUKA YANG PERNAH MEREKA ROBEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:701
Nilai: 5
Nama Author: Rienza27

SINOPSIS

Gretta Alesia Nobara, 18 tahun, pindah ke SMA Binara 2 untuk melarikan diri dari trauma perundungan di sekolah lama. Ia mengubah penampilannya agar lebih percaya diri dan bertekad memulai hidup baru dengan fokus pada pelajaran.
.
Gian Leminzo cowok pemalas di kelas bahkan sering tidur saat guru menerangkan, di snagat tampan dan di sukai banyak cewe tapi dia selalu menghiraukan cewek-cewek yang mendekatinya.

Namun pertemuan Gretta dengan Gian menjadi sebuah hal yang tidak terduga di antara keduanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rienza27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 COUPLE

“Kita mau ke mana dulu nih?” tanya Ruby dengan santai.

Mata Nana langsung berbinar, wajahnya bersinar penuh semangat seolah ada ide cemerlang yang baru saja melintas di kepalanya. “Mending kita ke toko baju dulu, yuk! Kita cari baju seru-seruan buat dipakai pas kemping nanti. Pasti asik banget kalau kita pakai baju kembaran!” ujarnya dengan antusias, sambil melambaikan tangan seolah sedang membayangkan betapa serunya nanti.

“Bener juga kata Nana. Ayok ke sana, kebetulan di situ barang-barangnya bagus-bagus, modelnya juga kekinian banget,” sahut Gretta cepat, langsung mendukung usulan Nana. Suaranya terdengar bersemangat, sama sekali tak sabar ingin segera berkeliling melihat-lihat barang.

Ruby hanya menghela napas panjang lalu menggelengkan kepalanya pelan, tapi kakinya tetap melangkah mengikuti kedua temannya menaiki eskalator. Di sepanjang jalan, matanya terus bergerak mengamati sekeliling, melihat keramaian pusat perbelanjaan yang ramai itu. Bagi Ruby, ke mana pun tujuannya sama saja, asalkan bersama mereka.

Tak lama kemudian, mereka tiba di depan sebuah toko pakaian yang cukup besar dan terang, khusus dikhususkan untuk anak remaja. Begitu masuk, mata mereka seolah dimanjakan dengan deretan pakaian yang digantung rapi, beraneka warna, modelnya keren-keren, dan membuat siapa saja yang melihatnya pasti ingin membawanya pulang.

“Wahhh! Lihat deh, baju tidur ini lucu banget!” seru Nana nyaring, matanya sudah terpaku pada satu gantungan baju yang bermotif beruang cokelat yang imut. Memang, Nana dikenal sebagai orang yang paling suka hal-hal manis dan menggemaskan.

“Wah, bener juga! Gemes banget ya,” sahut Gretta sambil mendekat, lalu matanya beralih ke deretan baju tidur lainnya. “Gimana kalau kita beli baju tidur kembaran? Tapi aku lebih suka yang warna biru ini, lihat deh gambarnya lucu. Kalau kamu, Rub? Kamu suka yang mana?” tanya Gretta sambil menunjuk satu baju tidur berwarna biru muda.

Ruby melirik sekilas, lalu menunjuk ke arah baju tidur di ujung rak yang warnanya sangat kontras dengan yang lain. “Aku ambil yang warna hitam saja ya. Yang ada gambar mawar hitam itu,” jawabnya singkat dan tegas.

Nana dan Gretta hanya saling pandang lalu tersenyum kecil. Memang itulah Ruby, gadis yang dikenal tomboy dan berkarakter tegas, ternyata justru sangat menyukai warna hitam yang identik dengan kesan misterius dan dingin.

“Emmm… kamu ini aneh deh, kayak mau pergi ke pemakaman aja gayanya,” celetuk Nana sambil terkikik, mencoba menggoda sahabatnya itu. Padahal dia tahu betul itu memang selera Ruby. “Padahal lihat deh, yang gambar bebek kuning ini lucu banget lho, warnanya cerah. Pasti cocok banget kalau kamu pakai, bikin kelihatan lebih ceria,” tambahnya lagi berusaha membujuk.

“Gak apa-apa, kalian saja yang beli yang warna-warni. Aku tetap sama pilihan aku,” jawab Ruby santai sambil mengangkat bahu, sama sekali tidak tergoda.

“Yasudah deh kalau gitu. Gretta, kita berdua aja ya yang kembaran? Aku mau yang warna pink ini, yang ada gambar bebeknya. Bagus kan?” tanya Nana sambil mengangkat baju tidur berwarna merah muda terang ke depan wajah Gretta.

Gretta mengerutkan kening sedikit, lalu menggeleng pelan. “Hah? Tapi aku masih suka yang warna biru yang tadi kamu tunjuk, Na. Lihat deh, warnanya enak dipandang, gambarnya Kuromi juga keren banget,” jawab Gretta sambil memegang baju tidur berwarna biru itu dan memeriksa ukurannya.

“Ya ampun… tapi emang bagus sih ya warna biru ini, gambarnya juga keren. Oke deh, kita ambil yang ini aja ya!” jawab Nana akhirnya, langsung tersenyum lebar tanpa beban sedikit pun.

“Oke, siap!” jawab Gretta dengan antusias. Namun seketika wajahnya berubah serius, seolah baru teringat sesuatu yang sangat penting. “Tapi… tapi kita juga harus punya baju luar yang sama ya! Pokoknya Ruby harus ikut, gak boleh ngelawan! Kita harus kompak, kalau enggak namanya gak seru,” ujar Gretta dengan nada tegas dan bertekad bulat.

Ruby tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya itu. “Emmm… asal barangnya bagus dan aku suka, boleh saja lah. Gak usah galak-galak gitu ah,” jawab Ruby santai sambil tersenyum miring, seolah siap saja diajak berkeliling lebih lama.

“Okeee! Kalau begitu aku bakal cari yang paling keren buat kita semua!” seru Gretta girang, lalu segera bergerak ke sisi lain toko dengan mata berbinar-binar, sibuk memilih-milih pakaian yang tergantung.

“Aku juga mau lihat-lihat ke sana ya, siapa tahu ada topi keren yang cocok!” ujar Nana, lalu berjalan ke arah rak aksesoris dengan wajah penuh rasa ingin tahu.

Sementara itu, Ruby justru berjalan menjauh menuju bagian rak sepatu yang ada di sudut ruangan, matanya tertuju pada sepasang sepatu kets yang terlihat kokoh dan bergaya.

Di sisi lain toko, Gretta masih sibuk memilih-milih baju. Tangannya menyentuh satu per satu kain, mencari sesuatu yang unik dan beda. Matanya tertarik pada model baju yang agak bergaya jalanan, ada yang bergambar rantai, ada yang bermotif abstrak, tapi pandangannya seketika terhenti dan terpaku pada satu kemeja jeans yang menggantung tenang. Warnanya abu-abu kehitaman, dengan desain yang sengaja dibuat sobek-sobek di beberapa bagian, memberikan kesan garang tapi tetap keren.

“Kayaknya itu bagus deh… pas banget buat Ruby,” batin Gretta, matanya berbinar senang. Dia pun segera mengulurkan tangannya berniat mengambil kemeja yang sudah dianggapnya milik itu. Namun, tepat saat ujung jarinya hampir menyentuh kain kasar itu, tiba-tiba tangan lain yang berkulit putih dan bertangan lentik juga menyambar dan memegang ujung lengan baju yang sama.

“Ehh… maaf banget, aku duluan lihat. Apa kamu juga mau mengambil…,” kata-kata Gretta terhenti mendadak, tenggorokannya terasa kering seketika. Ucapan itu tak sampai ke ujung lidahnya saat sepasang mata tajam di hadapannya menatap balik dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Terima kasih ya,” ujar gadis itu datar, nada bicaranya dingin dan tidak bersahabat, seolah tidak peduli sama sekali.

1
Miska
semangat terus author, ceritamu keren👍
Nora
ceritanya bagus bnget aku suka
Nora
Ceritanya bagus dan menyentuh hati tapi adegan pertama sungguh kejam , semngat terus author aku menunggu kelanjutannya.💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!