NovelToon NovelToon
The God Ashura

The God Ashura

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: jazzy bold

Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.

Namun tidak ada yang tahu…

Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.

Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..

Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.

Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…

Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kami Yang Menentukan Siapa Yang Bisa Masuk

   Malam itu, desa Cansu lebih ramai dari biasanya.

    Orang-orang dari desa tetangga sudah berdatangan sejak siang. Beberapa kultivator dari kota Linbao terlihat berjalan di jalan utama dengan pakaian yang jelas bukan pakaian orang desa. Di depan Balai Perdagangan Yuan, penjaga sudah berdiri di setiap sudut.

  Lelang dimulai satu jam lagi.

   Di dalam balai, satu per satu peserta masuk dan menyerahkan laporan aset mereka ke meja pendaftaran. Bai Hongwei dari desa Qingshan datang dengan tiga orang pengawal. Mao Jinghe dari desa Heishui datang lebih dulu dari semua kepala desa lain. Utusan keluarga Zhao dan keluarga Wei dari kota Linbao duduk di ruangan masing-masing dengan wajah yang tidak menunjukkan apapun.

      Angka-angka yang dilaporkan ke meja pendaftaran membuat pelayan yang mencatat sampai mengulang hitungannya dua kali.

   Zhang Tiangxia tidak tahu semua itu.

    Dia sedang berjalan di jalan utama desa Cansu dengan satu tujuan, membeli bahan obat baru. Stok yang dia beli sebelumnya sudah habis digunakan dalam dua sesi mandi obat. Dia butuh setidaknya tiga bundel Akar Naga Darah dan dua lembar Daun Besi Abadi lagi untuk sesi berikutnya.

   Dia masuk ke Balai Perdagangan Yuan dari pintu utama.

    Pelayan di lantai satu langsung mengenalinya dan bergerak hendak memandu, tapi sebelum dia sampai, suara langkah kaki berat turun dari tangga.

          Manager Wen.

  Begitu melihat Zhang Tiangxia, ekspresi manager Wen yang tadinya formal langsung berubah menjadi senyum yang sangat ramah untuk ukuran seorang manager balai perdagangan besar.

    "Tuan Muda, kamu datang sendiri?"

  "Yah, aku ingin membeli bahan obat." Zhang Tiangxia menjawab singkat.

     "Tentu, tentu. Biar pelayan kami yang siapkan semuanya." Manager Wen melangkah turun dan berdiri di depan Zhang Tiangxia, sikapnya jauh lebih ramah dari cara dia memperlakukan tamu biasa.

   Dari sudut ruangan, seorang pemuda berusia sekitar dua belas tahun memperhatikan semua ini dengan alis yang semakin berkerut.

     Pemuda itu bernama Shen Yubai, anak dari Shen Daoru, kepala keluarga Shen di desa Wuling. Kultivasinya berada di tingkat enam alam pemurnian tubuh, ini sudah di anggap sebuah pencapaian yang membuatnya dijuluki jenius di desanya. Malam ini dia datang bersama ayahnya untuk mengikuti lelang.

    Dia sudah lama mendengar soal Zhang Tiangxia. Jenius keluarga Zhang yang jiwa beladirinya hancur dihantam gelombang monster. Sampah yang tersisa.

    Tapi sekarang, manager balai perdagangan terbesar di wilayah ini berdiri di depan bocah tujuh tahun itu dengan senyum yang bahkan tidak pernah dia tunjukkan ke arah ayahnya sendiri.

       Shen Yubai melangkah maju.

    "Manager Wen." Suaranya sengaja dibuat cukup keras. "Ayahku sudah menunggu di atas. Bukankah seharusnya kamu menemani tamu yang memang punya keperluan dengan lelang malam ini?"

     Manager Wen menoleh. Senyumnya tidak hilang, tapi matanya sedikit dingin.

     "Tuan Muda Shen, ayahmu sedang dilayani oleh asisten kepala di lantai tiga. Semuanya sudah diurus."

     "Tapi kamu di sini melayani..." Shen Yubai melirik Zhang Tiangxia dari atas ke bawah dengan ekspresi menghina yang tidak disembunyikan. "...Anak ini. Bukankah dia Zhang Tiangxia dari cabang keluarga Zhang yang sudah dianggap cacat? Apa kualifikasinya sampai harus dilayani langsung oleh manager?"

    Zhang Tiangxia tidak menoleh. Dia sedang memeriksa daftar bahan obat di tangannya.

       Manager Wen menarik napas tipis. Bibirnya terbuka sebentar, seolah ada sesuatu yang hampir keluar dari mulutnya.

     Lalu matanya bertemu dengan mata Zhang Tiangxia.

      Dingin. Datar. Satu pesan yang sangat jelas tanpa satu kata pun.

     Manager Wen menutup mulutnya. Dia berbalik menghadap Shen Yubai dengan ekspresi yang kembali profesional. "Tuan Muda Shen, setiap tamu di Balai Perdagangan Yuan mendapat pelayanan yang setara. Ini kebijakan balai kami."

      Shen Yubai mencibir. "Setara? Kamu bahkan tidak pernah turun sendiri saat ayahku datang."

       "Itu karena ayah Tuan Muda Shen selalu dilayani langsung oleh asisten saya, jadi itu tidak ada bedanya dengan saya melayani langsung atau tidak." Manager Wen menjawab tanpa berkedip. "Apakah ada hal lain yang ingin Tuan Muda tanyakan?"

     Shen Yubai terdiam. Dia tidak punya jawaban untuk itu.

         Manager Wen berbalik ke Zhang Tiangxia. "Tuan Muda, malam ini kami mengadakan lelang cairan spiritual. Acaranya dimulai satu jam lagi. Jika tidak keberatan, Tuan Muda boleh hadir untuk melihat-lihat."

      Zhang Tiangxia memikirkannya sebentar. Dia tidak punya kegiatan lain, lagi pula ini pertama kalinya dia melihat acara lelang.

      Dia juga ingin melihat tokoh besar yang hadir di lelang kali ini, siapa yang punya uang banyak di wilayah ini, tokoh mana yang berkuasa dan siapa yang akan membeli cairan spiritual yang dia jual sebelumnya.

       "Baik."

   Mereka berdua mulai berjalan ke arah tangga.

   Shen Yubai melangkah cepat menghadang.

      "Tunggu." Suaranya meninggi. "Manager Wen, kamu serius membawa dia masuk ke acara lelang? Apa kualifikasi sampah ini untuk menghadiri acara lelang? Syarat peserta minimal dua puluh juta keping perak. Anak ini bahkan tidak kelihatan punya dua ratus keping perak di sakunya."

   Manager Wen berhenti.

  Dia berbalik menghadap Shen Yubai.

   Lalu tanpa peringatan, tangannya terangkat.

    Plak!

     Suara tamparan nyaring terdengar. Tamparan itu keras dan jelas yang membuat beberapa orang pun sontak melihat ke arah mereka.

     Shen Yubai terpelanting setengah langkah, tangannya refleks menutup pipinya.

         "Kamu.."

     "Tuan Muda Shen." Suara manager Wen tetap tenang. "Di dalam Balai Perdagangan Yuan, saya yang memutuskan siapa yang boleh masuk dan siapa yang tidak. Bukan kamu yang hanya keluarga dari desa kecil memutuskan. Jika Tuan Muda ini tidak nyaman dengan kebijakan kami, pintu keluar ada di belakang sana."

       Shen Yubai berdiri dengan wajah merah padam. Tangannya gemetar. Tapi dia tidak bergerak. Matanya menatap dingin ke arah Zhang Tiangxia, ada niat membunuh di matanya yang sulit di sembunyikan.

     Melihat niat membunuh dari orang aneh di depannya, Zhang Tiangxia mengerutkan kening.

      "Ayo ikut saya tuan muda." Suara manager Wen menyadarkan Zhang Tiangxia.

     Kemudian Manager Wen berjalan naik bersama Zhang Tiangxia mengabaikan Shen Yubai yang masih dalam keadaan marah.

     Manager Wen mengajak Zhang Tiangxia ke lantai lima, lalu berjalan ke sebuah ruangan yang pintunya sangat mewah. Manager Wen membuka pintu ruangan.

      Di dalamnya ada satu kursi panjang, meja kecil, dan jendela kaca yang menghadap langsung ke podium lelang di ruangan utama di bawah.

      "Ruangan VIP nomor dua." Manager Wen berkata. "Malam ini tidak ada yang memakai ruangan ini jadi aku memberikan ruangan ini pada tuan muda Zhang. Jika Tuan Muda butuh sesuatu, panggil pelayan dan minta mereka hubungi saya."

      Zhang Tiangxia masuk. Dia berdiri di depan jendela sebentar, mengamati ruangan lelang di bawah yang sudah mulai dipadati orang.

     "Terima kasih manager Wen." Zhang Tiangxia memberi salam hormat.

     Manager Wen mengangguk, lalu keluar dan menutup pintu.

     Tidak sampai satu menit, pintu terbuka kembali. Seorang pelayan wanita masuk membawa nampan berisi buah-buahan seperti apel, anggur, dan beberapa buah lain di sediakan di depan Zhang Tiangxia.

    Pelayan itu meletakkan nampan di atas meja dengan hati-hati. Lalu berdiri di sudut ruangan dengan posisi siap melayani.

     Matanya sesekali akan menatap Zhang Tiangxia yang duduk dengan santai.

    Dia mencuri pandang ke arah Zhang Tiangxia sekali. Dua kali. Tiga kali.

       Zhang Tiangxia menoleh.

   Pelayan itu langsung memalingkan wajah, telinganya memerah.

      "Ada yang ingin kamu tanyakan?" Zhang Tiangxia berkata datar.

    Pelayan itu membeku sebentar. Lalu dengan suara sangat pelan berkata, "Maaf, Tuan Muda. Saya hanya...." Wanita itu sangat gugup hingga tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.

     Dalam hati dia sangat bingung, bagaimana bisa anak usia tujuh tahun di berikan ruangan VIP nomor dua, bahkan manager Wen yang terkenal dingin ke semua orang itu begitu ramah pada anak kecil ini.

    Dia bertanya-tanya apakah anak di depannya adalah tuan muda dari salah satu keluarga besar?

      Zhang Tiangxia tidak memperdulikan apa yang di pikirkan pelayan itu, matanya kembali menatap ke bawah.

      Di bawah, ada sebuah panggung Bundar yang cukup luas dengan dekorasi mewah, di atas panggung ada seorang wanita berusia dua puluh enam tahun berdiri anggun menatap kerumunan yang hadir.

      Wajahnya cantik, kulitnya putih, di tambah lagi bentuk tubuhnya yang sempurna, ini membawa perasaan kepada setiap pria untuk memeluknya dengan erat.

     Di ruangan lelang, orang-orang sudah mulai duduk di tempat masing-masing sebab lelang akan segera dimulai.

 . . .

1
syarif ibrahim
jauhnya dari siang sampai sore baru sampai.... 🤔🤔🤔
aldo
up lah author
Ibad Moulay
Gasss terus, jangan kasih kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥🔥
aldo
lanjut author semangat terus🙏🙏🙏🙏
selenophile
min jiwa beladiri gk ke pake ya...
Ibad Moulay
Pemburu
Ibad Moulay
Kelompok
Ibad Moulay
Uraaa🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
ammank firman
heran kenapa harus jual air roh kalo hanya untuk membeli pil kan koin emas banyak di cincin
Ibad Moulay
Gasss Terus,,,Jangan Kasih Kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Gasss Terus,,,Jangan Kasih Kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Teknik Bayangan Kematian
Ibad Moulay
Rubah Roh Ungu
Ibad Moulay
Token
Ibad Moulay
Cairan Spiritual
Ibad Moulay
Walikota
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!