NovelToon NovelToon
Moonlight Over The Mafia Empire

Moonlight Over The Mafia Empire

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Obsesi / Konflik etika
Popularitas:117.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alistia Haka

Di kota megah yang dipenuhi gemerlap lampu malam dan dosa, nama Aragon De Hartmann dikenal sebagai raja mafia paling kejam dan tak tersentuh. Di balik kekuasaan, uang, dan darah yang mengalir di tangannya, Aragon hidup dalam kegelapan.

Sementara itu, Aurora, seorang gadis panti asuhan yang sederhana dan lembut, berjuang hidup sendirian setelah panti tempat ia dibesarkan terancam ditutup oleh kelompok kriminal. Demi menyelamatkan anak-anak kecil di sana, Aurora nekat mendatangi seorang pria yang paling ditakuti di seluruh kota, dia adalah Aragon De Hartmann.

Pertemuan mereka seharusnya hanya sebuah transaksi.

Namun, tatapan mata Aurora yang hangat perlahan menghancurkan dinding dingin di hati sang mafia. Untuk pertama kalinya Aragon mulai merasakan sesuatu yang hampir ia lupakan, yaitu cinta dan harapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alistia Haka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 32

Alexander menyandarkan punggungnya ke sofa, sementara tangannya menyedekap di depan dada, dan menyilangkan kakinya.

Senyum tipis itu belum juga menghilang.

Yufei yang berdiri di hadapannya mengerutkan kening. Ia mengenal ekspresi itu dengan sangat baik. Alexander hanya akan menunjukkan wajah seperti itu ketika menemukan sesuatu yang benar-benar menarik perhatiannya.

Dan itu sangat jarang terjadi.

“Jadi?” tanya Yufei. “Apa yang Anda lihat?”

Alexander tidak langsung menjawab.

Sebaliknya, ia kembali membuka map tersebut dan memandangi foto Aurora untuk kedua kalinya. Tatapan matanya menyipit.

Cantik.

Itu fakta yang tidak bisa disangkal. Namun bukan itu yang membuatnya tertarik. Ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang terasa aneh.

Wajah itu. Terlalu familier.

Seolah ia pernah melihatnya di suatu tempat. Bukan sekali. Bahkan mungkin berkali-kali. Hanya saja, ia tidak bisa mengingat di mana.

Alexander memiringkan kepala sedikit.

“Menarik…”

“Tentang kecantikannya?” tanya Yufei.

“Tidak. Tapi ya, dia memang sangat cantik.” Kata Alexander.

“Lalu?”

“Aku merasa pernah melihat wajah ini.”

Yufei mengangkat sebelah alis. Alexander kembali menatap foto Aurora lebih lama. Mata itu. Bentuk wajahnya. Garis hidungnya. Entah kenapa ada kesan yang membuat pikirannya terusik.

Seolah sebuah potongan puzzle yang hilang sedang berusaha muncul dari balik ingatannya. Namun belum berhasil. Yang jelas, satu hal mulai terasa semakin masuk akal.

Aragon.

Pria itu pasti memiliki hubungan dengan gadis ini.

Karena tidak ada alasan lain yang cukup kuat untuk menjelaskan tindakannya. Aragon bukan pahlawan.

Bukan pula orang baik yang tiba-tiba ingin menyelamatkan dunia.

“Tuan?” Panggil Yufei melihat tuannya masih merenung seolah memikirkan hal yang rumit.

“Pria itu, Aragon, bahkan tidak peduli jika setengah kota terbakar selama api tersebut tidak mengganggu urusannya. Lalu kenapa kali ini berbeda? Kenapa sampai menghubungiku?

Kenapa sampai ingin membeli panti asuhan? Kenapa sampai memindahkan seluruh penghuni ke hotel mewah? Kenapa sampai menghabiskan uang puluhan kali lipat harga tanah hanya demi sebuah bangunan tua yang nyaris tidak memiliki nilai bisnis? Jawabannya hanya satu.”

“Ya apa itu?” Yufei menebak. “Karena Aurora?”

Alexander menyeringai. “Jadi memang ada sesuatu antara kalian berdua.”

“Tuan?” tanya Yufei.

Alexander menutup map itu sekali lagi.

“Kita harus menyelidiki dulu apa yang sedang Aragon kerjakan.”

“Baik, Tuan.”

“Selain itu. Selidiki gadis bernama Aurora. Selidiki sampai sejauh mungkin kau bisa.”

Yufei menatapnya beberapa detik.

Lalu sudut bibir wanita itu perlahan terangkat.

“Oh?”

Alexander langsung merasa tidak enak.Tatapan itu. Senyum itu. Biasanya menjadi pertanda aneh yang akan terjadi di otak Yufei.

“Saya mengerti sekarang.”

“Mengerti apa?” Tanya Alexander.

“Anda ingin ikut bermain.”

Alexander mengerutkan kening.

“Bermain apa?”

“Cinta segi empat.”

Suasana mendadak hening.

Alexander berkedip sekali.

Dua kali.

“Cinta… apa?” Alexander seperti hampir kehilangan pendengarannya.

“Segi empat.”

Yufei menghitung menggunakan jarinya.

“Aurora.”

“Satu.”

“Aragon.”

“Dua.”

“Bulldog.”

“Tiga.”

Kemudian telunjuknya menunjuk tepat ke arah Alexander.

“Dan Anda.”

“Empat.”

“…”

“…”

Alexander menatap sekretarisnya seolah sedang mempertimbangkan untuk melempar manusia keluar jendela.

“Apa kau baru saja kehilangan akal sehatmu?”

“Saya hanya mencoba memahami situasi.” Jawab Yufei.

“SITUASI APANYA?!” Teriak Alexander memijat kepalanya.

“Situasi romantis yang rumit.”

Alexander memijat pelipisnya berulang kali. Sakit kepala mendadak menyerang. Sementara Yufei tampak sangat serius.

“Tuan Aragon jatuh cinta.”

“Tidak tahu, kemungkinan iya dan tidak.” Kata Alexander.

“Bulldog terobsesi dengan wanita cantik, pria tua itu mesum.”

“Ya. Benar.” Jawab Alexander.

“Dan sekarang Anda tertarik pada Aurora.”

“Tidak.”

“Kalau begitu kenapa Anda menyuruh saya menyelidikinya?”

Alexander terdiam. Ia sudah paham betul sekretarisnya satu ini suka kumat otaknya.

Yufei langsung mengangguk-angguk sendiri.

“Nah.”

“Itu bukan alasan yang sama. Aku menyuruhmu untuk menyelidiki Aurora bukan karena aku memiliki perasaan padany. Aku hanya ingin tahu latar belakang gadis itu. Apakah ada yang menarik bagi Aragon sehingga pria itu bertindak di luar wataknya yang biasanya.”

“Semua pria selalu mengatakan itu. Itu alasan klise.” Jawab Yufei.

Alexander menatap kosong ke langit-langit.

“Kenapa aku masih memperkerjakanmu?”

Yufei langsung menjawab tanpa berpikir.

“Karena saya kompeten.”

“Hm.”

“Dan saya mengerti Anda jauh lebih baik daripada siapa pun.”

Yufei tersenyum bangga sambil menepuk dadanya.

Alexander menghela napas panjang.

“Kalau saja kau bukan adik ipar dari adik perempuanku…”

Yufei langsung menyela.

“Kalau saja saya bukan adik dari suami saudari anda? Alexandra?”

“Ya.”

“Apa yang akan Anda lakukan?”

“Aku sudah mendepakmu jauh-jauh sejak lama.”

“Baiklah.” Yufei mengeluarkan ponsel dari saku blazernya.

Alexander menyipitkan mata.

“Apa yang kau lakukan?”

“Menghubungi saudari kembar anda Alexandra.”

“Apa?!”

Yufei mulai menekan beberapa nomor.

“Saya ingin memberi tahu beliau bahwa kakak kembarnya menindas saya.”

Mata Alexander langsung membelalak.

“Woi!”

“Dan mungkin juga sedang jatuh cinta.”

“YUFEI!”

“Beliau pasti sangat senang mendengarnya.”

Alexander bergerak secepat kilat.

Dalam satu detik ponsel itu sudah berpindah tangan.

“Jangan hubungi Alexandra!”

Yufei menahan tawa.

Alexander memegang ponsel itu erat-erat seperti sedang mengamankan bom.

“Aisshh… kenapa kau serius sekali?!”

Yufei akhirnya tidak bisa menahan diri lagi. Tawanya pecah.

“Baiklah, baiklah.”

“Aku serius!”

“Saya tahu.”

“Tidak, kau tidak tahu.”

“Saya tahu.”

“Yufei.”

“Ya?”

“Diam.”

Yufei mengangkat kedua tangannya menyerah.

“Baiklah.”

Meski begitu, senyum kemenangan tetap terpampang jelas di wajah Yufei yang sukses membuat pusing Alexander.

Alexander hanya bisa menggeleng pasrah.

Namun beberapa detik kemudian, ekspresinya kembali berubah serius.

Tatapannya mengarah pada foto Aurora yang masih tergeletak di atas meja. Senyum tipisnya perlahan menghilang. Perasaan aneh itu kembali muncul. Familier. Terlalu familier. Dan entah kenapaa… Instingnya mengatakan bahwa gadis itu bukan sekadar penghuni panti asuhan biasa.

“Yufei.”

“Ya, Tuan?”

“Saat menyelidiki Aurora…” Alexander menyipitkan mata. “Cari semuanya.”

“Maksud Anda?”

“Latar belakang, riwayat kelahiran, data rumah sakit, identitas orang tua, keluarga kandung, bahkan catatan yang sudah dikubur puluhan tahun sekalipun.”

Yufei langsung menangkap keseriusan dalam nada suaranya.

“Anda mencurigai sesuatu?”

Alexander menatap foto itu sekali lagi.

“Lakukan saja.”

“Baik.”

Yufei mengangguk.

Sementara itu, jauh di lubuk hati Alexander Ridge, sebuah firasat kuat perlahan tumbuh.

Dan firasat itu mengatakan bahwa gadis bernama Aurora Eleanor Lynn mungkin menyimpan rahasia yang jauh lebih besar daripada yang dibayangkan siapa pun.

Termasuk Aragon.

“Tuan ada kabar lain.” Lanjut Yufei.

”Tentang?”

”Sepertinya Steven Gu sudah mulai menabuh perang. Malam ini terjadi serangan hebat di pulau pribadi milik Tuan Aragon. Gudang dan dermaga terbakar karena serangan bom.”

“Steven Gu tidak akan menang.” Kata Alexander.

”Tapi Tuan, jika Steven Gu menang? Maka posisi mafia terkuat akan bergeser. Anda bisa menjadi satu-satunya mafia yang memiliki kekuasaan besar.”

Alexander melihat ke arah Yufei.

“Jangan bicarakan mimpi yang tak akan pernah terjadi. Kau tahu Aragon. Kita semua tahu.”

Bersambung

1
Anggitadama
lanjut Thor sangat suka sama novel kamu Aragon dan hang adalah dua pria idaman
Anggitadama
Aragon idaman semua orang perfect kalau baca novel ini berasa ikut perang bareng Aragon dan hang a wkwkwkwk
Anggitadama
Wow keren sekali berasa lihat TV penjabaran Tulisannya sangat kena bisa bayangin langsung kayak ikut di dalamnya
wiwied
lanjut
wiwied
upp
vtrhee.mychant
Seruw
vtrhee.mychant
Up
Arumi Hanza
lanjut kak seru banget ini aragon spek idamanku
Arumi Hanza
Lanjut thor
Arumi Hanza
Aragon smeangt
Anggitadama
Aku menginginkan hati mu bang aragon
Anggitadama
kembang kempis thurr, berjuang ngasih gift 🥲
Luna.aluna
Ah ini berarti saingan dari Aragon sifatnya berbanding terbalik sekali dengan Aragon Alexander ini ternyata lucu menggemaskan dan suka tertawa berbeda dengan Aragon yang dingin kental dengan dominasi dan intimidasi jadi aku bingung milihnya hahaha kenapa aku jadi Aurora Aurora aja nggak bingung hahaha seru seru sekali lanjutkan ceritanya Kak
Luna.aluna
Wow makin seru sekali novel ini aku semakin suka berharap novelnya memiliki episode yang banyak dan banyak adegan romantisnya Aku suka dengan novel seperti ini kakaknya pintar membuat novel aku semakin larut dalam cerita ini dan selalu terbayang-bayang sampai dalam mimpi pengen jadi Aurora hahaha pengen punya pacar seperti Aragon hahaha
fajargcr
uppy
fajargcr
lanjoy
JancokRaiMu
up donk lage
JancokRaiMu
lagii donk
doremihot
kerenn
doremihot
lanjutkn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!