NovelToon NovelToon
Ibu Yang Kembali Dari Kematian

Ibu Yang Kembali Dari Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: septian123

Seraphina Halstrom pernah percaya bahwa keluarga adalah segalanya, hingga di detik terakhir hidupnya ia menyadari bahwa suami dan kedua anaknya sendiri telah merencanakan kematiannya demi harta. Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Kembali ke masa lalu sebelum semuanya terjadi, Seraphina tidak lagi menjadi ibu yang lembut dan mudah dimanfaatkan.

Dengan ingatan akan pengkhianatan yang sama, ia mulai menyusun langkah demi langkah untuk membalas mereka. Kali ini, ia tidak akan dikhianati, ia akan menghancurkan mereka terlebih dahulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septian123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Pagi itu, mansion keluarga Halstrom masih terlihat sempurna seperti biasanya. Cahaya matahari masuk lembut melalui jendela-jendela tinggi yang membentang di sepanjang lorong utama, memantulkan kilau samar pada lantai marmer yang selalu tampak bersih tanpa cela. Di luar, taman belakang terlihat tertata rapi dengan bunga musiman yang baru diganti beberapa hari lalu, sementara suara langkah para pelayan terdengar samar, bergerak sesuai ritme pekerjaan mereka yang sudah teratur sejak lama.

Di meja makan besar, sarapan tersusun rapi seperti kebiasaan keluarga itu selama bertahun-tahun. Roti hangat, buah segar, kopi hitam, hingga teh favorit masing-masing anggota keluarga tersedia tanpa kurang sedikit pun. Semuanya tampak sempurna. Elegant. Berkelas. Persis seperti gambaran keluarga elite yang sering dilihat orang-orang dari luar.

Tak ada yang akan menyangka bahwa di balik ketenangan itu, sesuatu sedang berubah pelan. Sangat pelan sampai nyaris tidak terlihat. Perubahan itu tidak datang dengan suara keras, pertengkaran besar, atau keputusan impulsif. Semuanya bergerak rapi, diam-diam, seperti seseorang yang sedang menyusun papan permainan dengan kesabaran luar biasa.

Dan pusat dari semua perubahan itu sedang duduk tenang di ujung meja makan kecil dekat ruang kerja pribadinya.

Seraphina Halstrom.

Wanita itu mengenakan blouse putih sederhana dengan rambut panjang yang tersisir rapi ke belakang. Penampilannya masih sama seperti biasanya, anggun dan tenang, sulit ditebak apa yang sedang dipikirkannya. Namun kalau diperhatikan lebih lama, ada sesuatu yang berubah pada sorot matanya. Sesuatu yang terasa lebih dingin. Lebih terukur.

Di tangannya, sebuah tablet terbuka memperlihatkan laporan keuangan keluarga yang baru saja dikirim pagi tadi. Jemarinya bergerak perlahan menggeser layar, membaca angka demi angka dengan kesabaran yang hampir terasa menyesakkan.

Pengeluaran pribadi Lysandra.

Transfer rutin untuk Kael.

Tagihan kartu premium.

Dana acara sosial.

Biaya kendaraan.

Belanja bulanan.

Investasi pribadi.

Nominal besar berjejer tanpa jeda, sebagian bahkan jauh lebih besar dari yang seharusnya dibutuhkan.

Dulu, Seraphina hampir tidak pernah mempertanyakan semua itu. Selama anak-anaknya tersenyum, selama kebutuhan mereka terpenuhi, ia selalu merasa semuanya baik-baik saja. Baginya, memberikan lebih banyak adalah cara menunjukkan kasih sayang. Ia ingin Lysandra memiliki gaun terbaik. Kael mendapat fasilitas terbaik. Apa pun yang mereka minta, selama ia mampu memberikannya, Seraphina hampir selalu mengiyakan.

Ia masih ingat bagaimana dulu Lysandra pernah mengeluh soal pesta kampus temannya yang terasa “murahan”, lalu tanpa berpikir panjang Seraphina langsung mentransfer dana tambahan agar putrinya bisa membuat acara yang jauh lebih besar. Ia juga ingat bagaimana Kael pernah tertarik pada satu investasi baru dan ia langsung memberi akses tambahan tanpa banyak pertanyaan.

Saat itu, semua terasa normal.

Karena ia percaya.

Percaya bahwa keluarga adalah tempat paling aman.

Percaya bahwa cinta yang ia beri akan kembali dengan bentuk yang sama.

Namun sekarang, setelah mengetahui bagaimana hidupnya berakhir, semua angka di layar itu terasa seperti ironi yang kejam.

Karena orang-orang yang paling banyak menerima darinya justru menjadi orang-orang yang paling mudah menghancurkannya.

Ingatan tentang malam terakhir hidupnya masih terlalu jelas untuk dilupakan. Tubuh yang melemah. Nafas yang terasa semakin berat. Tatapan dingin yang ia lihat di ruangan itu. Dan yang paling sulit diterima bukan rasa sakitnya, melainkan kenyataan bahwa orang-orang yang ia lindungi justru berdiri diam saat dirinya perlahan kehilangan segalanya.

Jemari Seraphina berhenti sejenak di atas layar.

Tatapannya tetap tenang.

Tidak ada amarah yang terlihat di wajahnya.

Tidak ada ekspresi sedih.

Semua emosi itu seperti sudah habis terkikis sedikit demi sedikit.

Yang tersisa sekarang hanyalah sesuatu yang jauh lebih dingin.

Kesadaran.

Dan logika.

Evelyn Hart yang berdiri di sisi meja sejak tadi memperhatikan dalam diam. Wanita paruh baya itu sudah bekerja terlalu lama di keluarga Halstrom untuk tidak menyadari perubahan kecil. Cara Seraphina membaca laporan sekarang berbeda. Tidak lagi sekadar melihat angka lalu mengangguk tanpa banyak berpikir. Kini setiap detail diperiksa. Setiap pengeluaran diperhatikan.

“Sudah selesai?” tanya Evelyn akhirnya dengan suara tenang.

Seraphina mengangguk kecil sebelum meletakkan tablet di atas meja. Ia menyandarkan tubuh perlahan ke kursi, lalu menghela napas tipis seolah sedang menyusun sesuatu di kepalanya.

“Mulai hari ini,” ucapnya pelan, “semua dibatasi.”

Evelyn sedikit mengangkat alis, meski ekspresinya tetap profesional.

“Keduanya?” tanyanya hati-hati.

“Ya.”

Jawabannya singkat, namun terdengar sangat pasti.

“Kartu premium Lysandra diturunkan limitnya,” lanjut Seraphina sambil kembali membuka layar laporan. “Transfer bulanannya dikurangi. Dana tambahan untuk acara sosial dihentikan dulu.”

“Kalau Kael?”

Seraphina terdiam sesaat sebelum menjawab.

“Dana investasinya ditahan sementara. Beberapa akses tambahan juga dibekukan sampai evaluasi selesai.”

Evelyn tidak langsung merespons.

Karena keputusan itu bukan hal kecil.

Selama bertahun-tahun, dua anak Seraphina nyaris tidak pernah ditolak. Apa pun yang mereka inginkan selalu tersedia. Mobil baru datang tanpa banyak pertanyaan. Kartu tambahan terus bertambah limitnya. Permintaan dana tambahan hampir selalu disetujui.

Semua begitu mudah sampai terasa seperti sesuatu yang akan selalu ada.

Namun sekarang, semuanya berubah.

Dan perubahan itu datang langsung dari orang yang dulu paling sering memanjakan mereka.

“Kalau mereka bertanya?” ujar Evelyn akhirnya.

Seraphina menutup tablet perlahan. Gerakannya tenang, bahkan terlalu tenang untuk keputusan sebesar ini.

“Bilang aku sedang merapikan keuangan keluarga,” jawabnya.

Nada suaranya datar.

Masuk akal.

Sulit diperdebatkan.

Dan yang paling penting, tidak meninggalkan celah yang bisa dicurigai terlalu jauh.

Evelyn mengangguk pelan.

“Baik, Nyonya.”

Seraphina bangkit dari kursinya lalu berjalan perlahan menuju jendela besar. Dari sana, ia bisa melihat taman belakang mansion yang tampak begitu tenang. Semuanya masih terlihat sama. Rumah besar ini masih berdiri megah seperti dulu. Keluarganya masih makan di meja yang sama. Tidak ada perubahan besar yang terlihat dari luar.

Namun kali ini berbeda.

Karena Seraphina tidak lagi bergerak dengan hati yang terlalu lunak.

Ia sudah terlalu banyak kehilangan untuk kembali melakukan kesalahan yang sama.

Dan kalau anak-anaknya harus belajar bahwa dunia tidak selalu memberi semua yang mereka mau…

Maka biarlah dimulai dari sekarang.

Karena kali ini…

Ia tidak akan terus memberi pada orang-orang yang suatu hari bisa menghancurkannya dengan begitu mudah.

1
Ma Em
Bagus Seraphina kamu bisa semua yg Darius ambil dari perusahaan mu bisa Seraphina ambil kembali secara pelan tapi pasti agar Darius dan anak2 mu tdk curiga .
Ma Em
Sudah waktunya kamu jatuh Darius makanya jgn suka ngambil yg bkn milikmu Darius , Darius serakah mau menguasai harta Seraphina untung saja Seraphina cepat bergerak dan cepat menyadari kesalahan nya kalau terlambat sedikit lagi Seraphina bakal dibuang .
Ma Em
Seraphina kamu hrs kuat dan hati2 menghadapi mereka karena itu sangat berbahaya untukmu Seraphina , meskipun itu dgn anak2 mu juga suamimu Seraphina tetap hrs hati2 jgn sampai terulang lagi anak-anak dan suamimu meracuni kamu Seraphina .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!