NovelToon NovelToon
Dinikahi Pak Dokter Tampan

Dinikahi Pak Dokter Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Sci-Fi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:52.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Elisa pikir hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya, karena laki-laki yang dia idamkan akan menikahinya. setelah mereka melakukan ta'aruf sebelumnya. Tapi bak disambar petir adiknya datang dan mengatakan jika calon suaminya mengatakan pernikahannya dibatalkan dulu. Tanpa alasan yang pasti.

Elisa merasa malu dan dikhianati, sampai seorang dokter datang dan mengatakan siap menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Arka baru selesai mandi, rambutnya masih agak basah dengan handuk yang tersampir di lehernya, menguarkan aroma sabun yang segar.

Arka berjalan menghampiri istrinya ke meja makan sambil tersenyum hangat.

"Sudah selesai masaknya, Dek?" tanya Arka sembari melirik deretan lauk yang tampak menggugah selera.

Lilis mendongak, menyambut suaminya dengan senyuman manis yang tulus. "Sudah, Mas. Mau makan langsung?"

Arka mengangguk cepat, tangannya terulur untuk mengacak pelan rambut Lilis dengan gemas sebelum menarik kursi untuk duduk.

"Boleh," sahut Arka semangat.

"Mas sudah lapar banget dari tadi mencium aroma masakan kamu."

Arka mulai menyuapkan sendok pertama ke dalam mulutnya, mengunyah perlahan sambil meresapi bumbu masakan Lilis yang meresap sempurna. Lilis yang duduk di hadapannya memperhatikan ekspresi suaminya dengan tatapan penuh harap dan sedikit cemas.

"Enak nggak, Mas?" tanya Lilis memastikan.

Arka tersenyum lebar, lalu mengangguk mantap tanpa ragu. "Enak. Apa aja yang kamu masak semuanya enak. Kenapa nanya gitu?" Arka balik bertanya.

"Nggak ada sih. Cuma aku baru pertama kali buat lauk ini. Lihat resep di medsos, enak banget lihatnya, jadi aku langsung penasaran mau coba masak buat Mas," aku Lilis jujur, matanya berbinar senang karena eksperimen memasaknya kali ini berhasil.

Setelah membereskan semua piring kotor di dapur hingga bersih, Lilis melangkah menuju ruang tamu. Di sana, Arka sudah menunggu dengan posisi duduk.

"Lilis, sini duduk di samping Mas," panggil Arka sambil menepuk sofa kosong di sebelahnya.

Lilis menghampiri dan duduk di tempat yang diminta. Ia menatap suaminya dengan pandangan penasaran. "Ada apa, Mas? Mas mau ngomong sesuatu ya?" tanya Lilis langsung pada intinya.

"Iya, sini duduknya deketan dikit," sahut Arka pelan.

Lilis pun menggeser duduknya hingga benar-benar menempel di sisi sang suami. Arka memantau Lilis sejenak, menatap lekat ke dalam mata istrinya sebelum akhirnya membuka suara.

"Mas boleh minta sesuatu?" tanya Arka.

"Minta apa, Mas? Kok aku jadi curiga gini," seloroh Lilis.

"Mas boleh minta kamu berhenti ngajar?" ucapnya pelan namun terdengar tegas.

Mendengar permintaan yang begitu mendadak itu, Lilis langsung terdiam. Senyum yang tadinya menghiasi wajahnya perlahan luntur, digantikan oleh raut wajah yang membeku kaku..

Arka tidak membuang waktu, ia segera menggenggam tangan Lilis erat, berusaha menenangkan sekaligus meyakinkan istrinya.

"Mas tahu... Mas tahu banget kalau ini adalah cita-cita kamu dari dulu," ujar Arka.

"Mas tahu... Mas tahu banget kalau ini cita-cita kamu dari dulu," ujar Arka.

"Tapi, coba kamu lihat apa yang terjadi belakangan ini. Mas nggak sanggup kalau harus terus-terusan cemburu buta. Mas benar-benar nggak tenang kalau kamu diganggu pria lain di sekolah, dan Mas tersiksa kalau akhirnya kita harus berantem hanya karena masalah pekerjaan."

Ia menghela napas, lalu menyambung dengan suara yang lebih dalam dan tulus, "Mas cuma ingin kamu jadi ibu rumah tangga saja, fokus di rumah sama Mas. Mas sanggup kok mencukupi kebutuhan kita, dan Mas ingin kita punya waktu yang tenang tanpa harus memikirkan urusan sekolah atau orang-orang yang bikin kita salah paham lagi. Tolong, pertimbangkan ini ya, Sayang?"

"Kalo aku nggak ngajar, kerja aku ngapain dong, Mas?" tanya Lilis.

"Ya ngurus suami. Nanti kalau ada dedek bayi, ngurus dedek bayinya. Fokusnya cuma buat keluarga kita saja di rumah," jawab Arka tenang.

Lilis menunduk sejenak, menghela napas panjang sebelum kembali menatap Arka. "Aku pikirkan dulu ya, Mas. Lagi pula, aku nggak bisa gitu aja berhenti ngajar. Ada tanggung jawab sama murid-murid di sekolah," ujarnya.

Arka mengangguk pelan, jemarinya mengusap punggung tangan Lilis dengan lembut, namun tatapannya tetap menuntut sebuah kepastian. "Nggak apa-apa, Sayang. Tapi secepatnya ya, dibuat surat pengunduran dirinya."

"Iya, Mas," jawab Lilis pelan, meski dalam hatinya masih ada ganjalan yang besar.

Malam harinya, Arka sudah rapi mengenakan jaket kesayangannya dan menyemprotkan parfum hingga aromanya memenuhi ruangan. Arka mulai mencari keberadaan istrinya.

"Sayang?" panggilnya ke arah ruang tengah, namun tidak ada jawaban.

"Dek?" panggilnya lagi sembari melangkah ke dapur.

"Dek Lilis?"

"Di teras, Mas," sahut Lilis dari depan.

Arka langsung melangkah cepat menuju ke sana. Matanya menyipit melihat istrinya sedang berjongkok. "Ngapain malam-malam di sini? Udah dingin, nanti kamu sakit," tegur Arka dengan nada khawatir.

Lilis menoleh, lalu tersenyum tipis. "Lupa tadi belum sempat nyiram bunga di depan, Mas. Kasihan bunganya kering kalau tidak disiram," jawabnya santai.

Pandangan Lilis kemudian beralih pada penampilan suaminya yang sangat rapi. Ia mengendus aroma maskulin yang menguar kuat dari tubuh Arka.

"Mas mau ke mana? Harum banget," tanya Lilis.

Arka berhenti melangkah, menatap Lilis dari ujung kepala sampai kaki dengan tatapan penuh kekaguman. Ia mengulas senyum yang membuat hati Lilis berdesir.

"Udah, nggak apa-apa. Tetap cantik kok di mata Mas, kamu pakai apa saja juga cantik."

1
Melki
menceritakan kehidupan sehari"
suka aja sama ceritanya.
Melki
next...
sitanggang
terlalu lebay dan bodoh ceritanya
Siti Masriati
Arka lohhhh, berkali-kali bikin salah yg sama, maaf thor jd kesel 🤭
Nice1808
trnyata arka bukan hnyq dokter tapi pemilik minimarket👍👍👍mantap lis km brhenti jadi gurupun gak akan kelaparan🤣🤣🤣
Melki
semangat 💪💪
Melki
next kak
Melki
tegas juga Lilis....👍
Sri Supriatin
tks up 2 babnya Thor 🙏🙏💪💪
Nice1808
Arka mah aneh baca pesan cemburu sampai diam kyk gitu, ditanya baik2 ke lilis atai gmna buka langsung diam😃
Melki
kok sedih rasanya.....
Aidil Kenzie Zie
berarti cinta Kirana sama mending suaminya lebih besar y dari pada k Yuda 🤔🤔🤔
Wardah Saiful
bagus ceritanya semamgat thor❤️💪
Sri Supriatin
tks upnya thor n sehat selalu 🙏🙏🙏
Melki
next
Arin
Hati-hati dokter Arka..... itu udah ada bibit wanita penggoda...... Yang mulai mendekat. Awal memberi perhatian dengan membuatkan kopi..... Lama-lama kalau tidak menolak dan membiarkan seolah memberi harapan. Kasih tau dia kalau dirimu tidak sendiri lagi.... udah beristri
Melki
next....
Arin
Iya tuh firasat suami..... harus hati-hati Lis dengan anak Pak Yasir si Elham.... Kayaknya dia ada perasaan kepadamu 😁😁😁😁
Shabrina Darsih
blm upfate lg cerita nya ya
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢʜͫᴀᷴɴͫɢᷴ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
syafa kamu kasian sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!