Zahra tak menyangka, rumahtangga yang dia jaga selama enam tahun itu, sekarang sedang diambang kehancuran, karena pengkianatan sang suaminya, yang baru dia ketahui.
Zahra yang tengah hamil itu syok melihat sang suami menduakannya, hingga ia nyaris kehilangan calon anaknya.
"Aku tidak akan melabrakmu sekarang, tapi tunggu nanti, saat aku sudah menemukan semua bukti perselingkuhanmu, akan aku buat kamu tidak bisa mengelak, mas!"
"Dirumah seperti suami idaman, tapi ketika kamu di luar, kamu melakulan hal menjijikan seperti ini, mas!"
Lalu bagaimana sikap Zahra, ketika tahu sang suami sudah menduakannya, apa dia akan bertahan karena anak, atau memilih bercerai?!
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukacoretan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
"Pengantin baru ini kenapa sih cemberut mulu," goda Rika, yang kebetulan sedang berada dimansion Watson.
"Ngak tahu ah, males!" jawab Zahra dengan penuh kekesalan..
"Senyum dong, kan sekarang sudah mempunyai suami," goda Rika lagi.
"Diam Rik!" kesal Zahra.
Mendengar itu, Rika hanya tertawa kecil melihat sahabatnya.
"Udah jangan marah-marah terus," ucap Rika.
"Gimana gua ngak marah Rik, semalam gua ngak bisa tidur nyenyak," ujar Zahra.
"Loh, kenapa?" tanya Rika,
"Apa suami kamu sangat agresif malam tadi," goda Rika.
"Rika, diamlah!" kesal Zahra.
"Yaudah ayo ceritakan denganku, supaya kamu bisa berbagi kekesalannya denganku," kata Rika.
"Aku tidak bisa tidur nyenyak karena takut Xavier akan melakukan hal itu kepadaku," ucap Zahra.
"Biarkan saja, toh sekarang Xavier sudah menjadi suami kamu," ujar Rika.
"Iya tahu, tapi pernikahan ini kan cuman terpaksa," jawab Zahra kesal.
"Yaudah, kamu jalani aja akan sampai mana, kalo kamu sudah benar-benar tidak kuat, kamu pergi dari hidup Xavier," ucap Rika.
Zahra menghela napas berat.
"Suami kamu sudah nungguin tuh," kata Rika.
"Gua pulang dulu ya, kalo ngak sibuk main ke mansion," ucap Zahra.
Rika mengancungkan jempolnya tanda iya.
"Rika, ayo masuk kedalam," ajak Gunawan.
"Iya om," jawab Rika.
"Ayo duduk, ada yang ingin om tanyakan denganmu," ucap Gunawan.
"Ada apa om?" tanya Rika, dengan perasaan tak menentu.
"Om bicara keintinya saja ya," kata Gunawan,
"Apa kamu sedang dekat dengan salah satu anak tuan Mattia?" tanya Gunawan.
"Siapa tuan Mattia om, aku ngak tahu," jawab Rika.
"Andrea," kata Gunawan.
"Oh Andrea, aku hanya dekat sebagai teman biasa saja om, tidak lebih," ujar Rika tersenyum.
"Kalo kamu sudah mempunyai calon suami, kenalkan dengan om ya, jangan sampai om tahu dari orang lain," kata Gunawan.
"Kalo aku sudah mempunyai calon, pasti akan aku kenalkan sama om, om sudah aku anggap ayah aku sendiri," jawab Rika,
"Tapi untuk sekarang, tidak ada pikiran untuk memulai hubungan dengan siapapun, karena aku akan memastikan dulu, Zahra bahagia atau tidak," lanjut Rika tersenyum.
"Dari dulu, kamu selalu mendahulukan kebahagiaan Zahra," ujar Gunawan.
"Karena aku bingung harus membalas budi dengan cara lain dengan kalian," jawab Rika.
"Jangan membahas masalah itu nak, om sudah melupakan itu," kata Gunawan.
"Tapi aku tidak akan melupakan kebaikan om waktu itu, aku begini karena om," jawab Rika.
"Kasih sayang om sama kamu seperti kepada Zahra, kamu sudah om anggap anak om sendiri," kata Gunawan.
Rika tersenyum mendengar perkataan Gunawan, karena memang selama ini keluarga Zahra sangat baik.
***
Sedangkan disisi lain..
"Biarkan Kenzo dengan saya," ucap Xavier.
"Ngak perlu, aku masih sanggup mengurusnya," jawab Zahra.
"Kemarin kan kita habis ada acara pesta, jadi kamu pasti cape," kata Xavier.
"Papa~papa."
Terdengar suara coletehan Kenzo, merangkak kearah Xavier.
"Kamu istirahat saja sana, saya yang akan menjaga Kenzo," ucap Xavier.
Karena memang Zahra merasa lelah, badanya terasa remuk, akhirnya dia memberikan Kenzo kepada Xavier.
"Aku kekamar dulu, titip Kenzo," ucap Zahra.
Xavier mengangguk pelan. Setelah kepergian Zahra kedalam kamar, tiba-tiba Zane datang.
"Daddy, kenapa tidak bilang dulu mau kesini," kata Xavier.
"Daddy mau menemui cucu daddy," jawab Zane, langsung memangku Kenzo kedalam tubuhnya.
"Kenzo biar daddy saja yang mengurus, kamu istirahat saja," titah Zane.
"Tapi, kenapa daddy bisa sayang sama orang asing?" tanya Xavier aneh, karena selama ini Zane sosok pria yang cuek dengan anak kecil.
"Dia cucuku, bukan orang asing!" tegas Zane kesal.
Mendengar itu Xavier kaget.
"Sana kamu istirahat," titah Zane.
Akhirnya Xavier masuk kedalam ruangan dirinya, karena ada pekerjaan yang tertunda.
"Sampai kapan Zahra akan salah faham," batin Xavier.
Sedangkan Zahra, sebenarnya dia tidak tidur.
"Aku tidak boleh luluh begitu saja dengan Xavier, aku harus jual mahal dengannya," ucap Zahra,
"Tapi aku merasa dosa, karena tidak menjalankan peranku sebagai istri. Tapi, aku harus melihat perjuangan dia dulu sampai mana, setelah itu baru aku pikirkan lagi."
Karena bosan, Zahra keluar dari kamarnya. Tapi, dia mengerutkan keningnya.
"Sejak kapan ada daddy," ucap Zahra.
Zahra melangkah kearah mereka dengan langkah yang pelan.
"Bukan hanya dengan Xavier, tapi dengan daddy juga dia sangat betah," batin Zahra tersenyum.
"Daddy, kapan kesini?" tanya Zahra.
"Kamu nak, daddy kira sedang istirahat dengan Xavier," ucap Zane.
"Xavier.." Zahra bingung.
"Iya tadi daddy suruh istirahat saja, makanya Kenzo dengan daddy," ujar Zane.
"Oh iya mungkin aku ngak lihat, soalnya aku dari toilet," ucap Zahra berbohong.
"Lalu, kenapa kamu malah kesini, bukannya istirahat," ucap Zane.
"Bosan dad, makanya aku keluar kamar," jawab Zahra.
"Yaudah duduk sini sama daddy," ajak Zane.
Zahra duduk disebelah Zane, ayah mertuanya. Masih ada rasa canggung karena Zahra belum terlalu dekat dengan keluarga Xavier.
"Bagaimana dengan Xavier, apa dia bersikap baik denganmu?" tanya Zane.
"Baik dad," jawab Zahra simpel.
"Kamu jangan canggung dengan Daddy, saya ini mertuamu," ucap Zane tersenyum.
"Apa daddy sayang sama anakku?" tanya Zahra.
"Sangat, karena daddy sudah lama menginginkan cucu," jawab Zane.
"Tapi kan, Kenzo bukan anak Xavier," ucap Zahra.
"Karena kamu sudah menikah dengan Xavier, itu berarti Kenzo bagian dari keluarga kami," jawab Zane.
Mendengar itu Zahra cukup terharu karena ayah kandungnya tidak menganggap Kenzo sebagai anaknya, tapi orang asing sangat peduli dengannya.
"Meskipun kamu tidak dianggap ayahmu, tapi lihat sekarang nak, semua orang menyayangi kamu," batin Zahra.
"Nak Zahra, apa boleh daddy katakan sesuatu tentang Xavier denganmu, agar kamu tidak melakukan kesalahan," ucap Zane.
"Boleh dad, malahan aku senang," jawab Zahra.
"Xavier itu sebenarnya orangnya peduli dengan orang lain, tapi semenjak kehilangan ibunya, dia sangat dingin dengan siapapun," ucap Zane.
"Kalo boleh tahu, beliau meninggal karena apa dad?" tanya Zahra.
"Sampai sekarang, kami belum tahu penyebab kematian ibunya Xavier," jawab Zane.
Zahra hanya mengangguk-ngangguk saja, karena tidak mau menanyakan hal yang lebih jauh lagi.
"Daddy tahu, kamu menikah dengan Xavier karena terpaksa," ucap Zane,
"Tapi nanti, kamu akan tahu kenapa Xavier kekeh ingin menikahi kamu," lanjut Zane.
"Aku juga bingung dad, kalo urusannya cinta, kan bisa berpacaran dulu, tapi Xavier tidak. Dia terus memaksa untuk menikah," kata Zahra.
"Xavier mempunyai penyakit mental sejak kehilangan ibunya, dan saat penyakitnya kambuh, dia akan marah-marah, tidak segan-segan akan merusak barang-barang," ucap Zane.
"Separah itu dad?" tanya Zahra tak percaya.
"Aslinya lebih parah, kamu harus hati-hati kalo penyakit Xavier kambuh," ucap Zane.
"Ternyata selama ini dia menyembunyikan itu, kalo di pikir-pikir kasihan juga dia," batin Zahra.
***
pntsn aja dia mksa bgt,trnyta pnya pnykt mntal....
dr awl udh bhong,tar jd kbiasaan...lgian xavier ga cnta sm zahra,tp krna wjhnya mrip aluna....hdpnya ga bkln bhgia kl b slesai sm msa lalunya...
Alur ceritanya bagus dan konfliknya tidak begitu terlalu rumit...
pemilihan kosakata sangat baik dan mudah untuk dipahami...
terimakasih buat kk othor,
semoga sukses ❤️
dan andrea tanpa sadar bilang bahwa zahra mirip dengan seseorang??? nah, bisa menjadi petunjuk masalah xavier.
tkut bgt kl mreka nyktin zahra ....
trs knp jg dia mksa buat nkah sm zahra????🤔🤔🤔
yg 1 aja msih ngejar,nongol lg yg baru....
mga zahra dpt yg trbaik deh,jgn smp ky yg onoh.....
Zahra bkln jd rbutan nih....tp mga dia dptn jdoh trbaik,jgn smp ky yg onoh.....