Setelah mengetahui fakta tentang penghianatan orang yang paling di cintai, Florin Eldes memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, namun di akhir hayatnya, seseorang yang begitu ia benci dan selalu ia siksa dengan sadis malah menangisi kepergiannya dan berharap ia tidak mati. " Kenapa kamu ingin menolongku? padahal aku sudah menyiksamu selama ini. bukankah kematianku adalah hal yang paling kamu inginkan..." Florin menutup matanya untuk terakhir kali setelah mengucapkan kalimat itu. Tapi di saat ia mengira ia sudah mati, ia Malah kembali ke malam dimana ia bertunangan dengan pria yang ia cintai sekaligus pria yang telah menghancurkan hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mengetahui siapa Bella sebenarnya
Catatan:
Gimana masih bingung ya? Baiklah author jelaskan ya. Jadi Florin telah meninggal saat terkena tembakan dari Surender. Namun, Florin masih ingin hidup dan meminta kesempatan sekali lagi kepada Tuhan untuk menyatakan cintanya pada Wilson. Tetapi Karena raganya sudah di kubur, ia tak bisa hidup lagi. Hal yang tak terduga terjadi, Florin telah mendapatkan kesempatan kedua karena memohon dengan tulus kepada Tuhan. Tapi dia tidak hidup dalam raga aslinya, melainkan hidup dalam raga Bella. Kalian kenal Bella kan? Gadis yang mencintai Wilson dengan tulus, tapi Wilson tak pernah menyadari cintanya.
Author harap tidak ada yang bingung ya dengan alurnya. Enjoy all.... 🩷
.
.
Florin merasa heran saat mendengar nama Bella, kemudian ia menatap ke arah sumber suara. Di sana ada seorang perempuan paruh baya yang sudah beruban yang tidak ia kenal sedang menatap khawatir ke arahnya. " Siapa kamu?." tanya Florin penasaran. Pasalnya ia tidak pernah melihatnya.
" Nona, jangan buat saya khawatir. Apa yang akan saya katakan pada tuan besar kalau nona begini terus. Sekarang saatnya sarapan. Sudah dua hari nona tidak makan sama sekali. Nona nanti akan sakit." Tersirat kekhawatiran besar dari balik manik tulus milik wanita paruh baya itu.
" Apa? Tuan besar? Ayahku sudah meninggal. Siapa tuan besar yang kamu bicarakan?."
" Astaghfirullah nona, jangan berkata seperti itu, tuan besar Yusuf masih hidup, dia akan datang sebentar lagi dari Dubai untuk mengecek keadaan nona. Sekarang anda harus makan nona, bibi mohon." Terlihat wanita paruh baya itu menangis dan memohon agar Florin mau makan.
" Tunggu! Bahasa apa yang baru saja kamu katakan? Kalimat apa itu?. Dan tuan besar Yusuf adalah ayahku? Sebentar lagi dia akan datang?. Kemudian Dubai, negara apa itu? Apa yang sedang terjadi di sini? Stefany dimana? Apa dia tidak datang menjengukku?. Dan kamar ini? Kamar ini bukan milikku!." Ucap florin dengan frustasi. Ia benar benar bingung.
" Nona! Jangan berbicara omong kosong lagi. Anda sudah kehilangan kewarasan karena memikirkan tuan Wilson. Sejak bertemu tuan Wilson beberapa hari yang lalu anda jadi mengurung diri di kamar dan tidak mau keluar, bahkan untuk makan saja anda harus di paksa. Apa cinta nona pada tuan Wilson harus begini?. Tidak baik menyiksa diri sendiri nona. Bibi mohon sadarlah demi tuan besar dan nyonya besar." Rere terlihat gelisah dan sedih melihat keadaan Bella yang sudah kehilangan ingatannya karena terus mengurung diri di dalam kamar. Bahkan ia menanyakan hal hal yang tidak masuk akal serta menyebut nama orang asing.
" Wilson?." gumam Florin dalam hati. Tiba tiba kepalanya terasa sangat sakit, ia sekilas melihat masa lalu orang lain dalam ingatannya, wanita yang selalu menangis merindukan cinta pertamanya, berusaha untuk melupakan tapi gagal, dan kembali bertemu Wilson beberapa hari yang lalu. Florin dapat melihat wajah Wilson dalam ingatan nya. Saat sedang meringis menahan sakit, kata kata terakhir yang ia dengar sebelum terbangun masih melekat dalam pikirannya.
" Kali ini kamu tidak akan hidup dalam ragamu, tapi dalam raga seorang wanita yang memiliki cinta tulus. Perbaiki nasibnya, dia adalah wanita yang mencintai pria yang sama denganmu. Sekarang dia sudah tidak punya harapan untuk hidup, kamu akan merasuki raganya dan menumbuhkan cinta di hatinya. Jika kamu berhasil maka kamu akan mendapatkan cinta dalam hidupmu dan kamu akan hidup dengan cinta."
" Ah sakit!." Teriak Florin yang terlihat kesakitan setelah semua bayangan itu hilang dari kepalanya.
" Nona, anda baik baik saja?." terlihat wanita paruh baya yang sedari tadi memperhatikannya mulai gelisah.
Setelah beberapa saat rasa sakit di kepala Florin mulai menghilang. " Apa aku tidak kembali ke raga asliku, melainkan pindah ke raga orang lain?. Bagaimana ini bisa terjadi? Padahal jelas jelas ini semua di luar nalar. Ah sakit sekali, aku harus memastikan nya.".
Florin beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah cermin. Ia melihat wajah orang lain di sana" Siapa ini?." Ia mundur beberapa langkah saat melihat wajah asing itu, wajah yang tidak ia kenal. Saat itu juga Florin langsung tidak sadarkan diri.
.
.
Satu jam sudah berlalu, Florin merasakan sakit yang luar biasa pada kepalanya. Rasanya begitu berat untuk bangun. Samar samar ia melihat seorang pria dewasa dan seorang wanita dewasa yang menggunakan pakaian tertutup sedang duduk di sampingnya. Keduanya tampak begitu bahagia saat melihatnya membuka mata.
" Ma, anak kita bangun." ujar sang pria dewasa kepada wanita di sampingnya yang menurut Florin adalah istrinya.
" Iya pa, putri kita sudah sadar. Alhamdulillah mama lega sekali." ungkap Jasmine dengan tulus. Terlihat embun bening di bawah matanya yang perlahan menetes.
Sedetik kemudian Florin mendapatkan pelukan hangat dari keduanya, ia hanya diam mematung mendapatkan perlakuan seperti itu. Sudah lama sekali sejak ibunya meninggal ia merasakan pelukan hangat penuh kekhawatiran seperti ini dari seorang ibu.
" Biarkan dia istirahat dulu ma, setelah dia membaik baru kita akan membicarakan masalah yang sedang terjadi." ujar pria dewasa itu sambil menyentuh lembut bahu istrinya.
" Baiklah pa." Jawab sang wanita.
Florin hanya menonton sambil terdiam. wajah wajah asing ini begitu menyita perhatiannya. Sebelumnya ia terkejut karena sekarang berada di tubuh orang lain, dan sekarang ia di kelilingi oleh orang orang yang tidak ia kenal. Dunia begitu membuatnya sangat bingung. tapi satu hal yang saat ini ia rindukan, seseorang yang membawanya kembali ke dunia. Yaitu Wilson.
" Sayang, mama dan papa akan menunggumu di bawah. Setelah Bella mulai kuat nanti temui papa dan mama ya nak." ujar sang wanita kemudian mengecup lembut kening Florin. Lagi lagi Florin kembali merasakan kasih sayang seorang ibu.
Begitu juga dengan pria paruh baya yang sedari tadi menatapnya, ia juga mendaratkan ciuman singkat pada kening Florin.
Akhirnya mereka berdua meninggalkan kamar itu, menyisakan Florin sendirian di sana dengan berjuta kebingungan di dalam pikirannya.
" Aku masih ingat, sebelum aku hidup kembali aku sempat bicara dengan Tuhan. Aku masih ingat saat itu Tuhan mengatakan aku tidak akan hidup dalam raga asliku, tapi dalam raga orang lain yang mencintai pria yang sama denganku. Apa gadis ini juga mencintai Wilson? Apa mereka pasangan kekasih, atau mantan kekasih?." gumam Florin ingin tahu.
Florin yang penasaran langsung mencari tahu siapa gadis ini sebenarnya. Ia tampak lebih muda darinya, dan tubuhnya juga lemah. Seperti seseorang yang kehilangan kebahagiaan. Florin kemudian mencari ponsel gadis ini, mungkin itu akan berguna untuk mengetahui siapa dia sebenarnya.
Setelah cukup lama mencari, ia akhirnya menemukan ponsel wanita ini yang tergeletak di atas meja rias. Ponselnya langsung bisa di buka karena menggunakan sandi Face. Florin mulai menelusuri media sosial wanita ini, terlihat dia mengikuti Instagram Wilson, bahkan di galerinya ada banyak sekali foto Wilson yang diam diam ia ambil.
Seketika hati Florin berdenyut sakit saat mengetahui wanita ini ternyata juga dekat dengan Wilson.
" Kamu bilang kamu mencintaiku Wilson, tapi nyatanya kamu juga dekat dengan wanita lain." Ucap Florin dengan kecewa.
Beberapa saat kemudian pintu kamarnya di ketuk dari luar, Florin dengan cepat mematikan ponselnya seolah takut ketahuan karena membuka ponsel orang lain tanpa izin. Padahal itu adalah ponsel gadis yang tubuhnya sedang ia rasuki sekarang, jadi ia juga punya hak untuk membuka atau menggunakan ponsel itu. Tapi entah mengapa Florin merasa ilegal kalau membuka ponsel orang lain tanpa izin. Apalagi sekarang akan ada orang yang masuk.
" Masuk saja." teriak Florin dari dalam rumah.
Terlihat sosok wanita paruh baya yang pertama kali ia lihat saat bangun datang dengan sebuah kardus besar yang ia peluk.
" Nona, saya sudah mengumpulkan semua foto dan juga buku diary nona tentang tuan Wilson, saya akan membakar nya sekarang sesuai perintah nona tadi malam. Jika ada yang masih tertinggal katakan pada saya nona, saya akan membawanya bersama yang lain." Ujar wanita paruh baya itu.
Mendengar ucapannya, Florin yang penasaran berjalan dan mendekat. Netranya beralih pada isi kardus yang sedang di peluk wanita paruh baya itu. " Tolong letakkan di sini bi, saya ingin mengecek nya." ujar Florin. Ia tahu jika wanita itu adalah pelayan di rumah ini karena bisa dilihat dari sikapnya yang sopan dan ramah.
" Jangan nona, terakhir kali anda melihat foto tuan Wilson anda langsung menangis. Saya tidak mau nona menangis lagi."
"Apa yang telah di lakukan Wilson pada gadis ini? kenapa kelihatannya gadis ini sangat tersiksa karena Wilson? Aku harus mencari tahu sendiri!". gumam Florin dalam hati.
" Bi, saya janji tidak akan menangis. Letakkan saja di atas meja. Nanti saya akan panggil bibi lagi untuk mengambilnya." ujar Florin dengan pelan.
Awalnya wanita paruh baya bernama Rere itu ragu untuk menuruti permintaan Bella, tapi ia akhirnya menuruti semuanya dan meletakkan kardus itu di atas meja. Kelihatannya Bella sedang baik baik saja, ia tidak tampak akan menangis.
" Baiklah nona, ingat jangan sampai menangis lagi! Kalau tidak tuan besar akan marah." ucap Rere dengan takut takut. Meskipun enggan untuk keluar kamar, tapi Rere tetap keluar karena Bella ingin sendirian.
Setelah kepergian Rere, Florin mulai mengeluarkan semua isi yang ada dalam kardus itu satu persatu. Matanya membulat sempurna, di dalam sana ada foto Wilson dan wanita bernama Bella itu saat masih kecil. Ada sebuah buku diary berwarna pink di dalam sana. Florin penasaran, mungkin buku ini akan mengungkap hubungan antara Wilson dan juga gadis bernama Bella ini.
Florin mulai membaca halaman buku diary itu satu persatu, di dalam sana tertulis bahwa Bella sudah mencintai Wilson sejak kecil. Bella merasakan patah hati untuk pertama kalinya saat Wilson memutuskan akan pindah sekolah ke New York. Bella terus menunggu hingga akhirnya Wilson kembali setelah ia dewasa. Wilson semakin tampan, Bella sangat bahagia melihat Wilson. Bella pikir setelah Wilson menjadi pemilik perusahaan Derelick yang baru, Wilson akan menetap di Inggris. Tapi ternyata Bella salah, ia kembali patah hati saat Wilson tak mau bicara banyak dengannya, bahkan Wilson sering ke New York lebih lama. Bella ingin mengungkapkan perasaannya pada Wilson, apalagi saat orang tua Wilson yang bernama Omar Derelick mulai merestui nya sebagai menantu Bella sangat bahagia. Namun suatu hari Bella mendengar bahwa Wilson sudah mencintai orang lain dan tidak mau menikah dengannya membuat hati Bella benar benar hancur. Bella memutuskan untuk meninggalkan Wilson dan melupakannya, tapi Bella tak pernah bisa. Hingga Bella pindah ke New York untuk melihat siapa wanita yang di cintai Wilson, setelah mengenal wanita itu Bella menjadi semakin sedih. Bella merasa Wilson sangat mencintai wanita bernama Florin itu, hingga akhirnya Bella benar benar putus asa untuk mendapatkan cinta Wilson.
Di halaman terakhir, tertulis " Kak Wilson, cinta pertamaku yang tak pernah bisa ku gapai. Aku akan pergi menjauh darimu sebagai obat sakit hati ini. Aku akan melupakanmu bahkan dunia ini juga ikut aku lupakan... Bella yang selalu mencintaimu kak Wilson..."
Tanpa sadar air mata Florin menetes di atas buku diary itu, ia merasa kasihan pada gadis yang bernama Bella ini. Dia begitu tulus mencintai Wilson bahkan lebih tulus dari dirinya. Bella tak pernah menunjukkan kerapuhannya, tak pernah menunjukkan rasa sakitnya di hadapan Wilson, ia malah memilih memendamnya sendirian. Florin merasa sangat jahat dengan merebut cinta pertama Bella. Bahkan di buku diary ini, namanya tertulis di sana menandakan ia juga ikut dalam menorehkan penderitaan pada gadis lugu ini.
" Maafkan aku Bella, kamulah yang pertama kali mencintai Wilson, kamulah yang sudah menahan semua rasa sakit karena Wilson mencintai ku. Aku berjanji akan memperbaiki cintamu, hingga kamu di terima oleh Wilson. Aku janji." Ujar Florin yang merasa kasihan. Ia akan mengubah takdir Wilson dan Bella untuk menebus semua kesalahannya. Ia tidak tahu berapa lama ia akan bersemayam dalam tubuh gadis baik ini, tapi satu hal yang Florin tahu, ia akan berusaha menumbuhkan cinta Wilson pada gadis ini sebelum ia akan benar benar pergi ke akhirat.
" Wilson, aku sangat kecewa padamu. Kau menyia nyiakan gadis baik ini demi mengejar cintaku yang jelas jelas sudah menyakitimu berulang kali. Kamu sangat bodoh!." Ujar Florin dengan air mata.