NovelToon NovelToon
Tawanan Hasrat Sang Mafia

Tawanan Hasrat Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Nikah Kontrak
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Muhamad Julianto

Di balik kemewahan dunia gelap, sebuah pelelangan rahasia mempertemukan para elit dengan satu “barang” paling berharga—seorang gadis tak bersalah yang menjadi pusat perhatian.

Semua menginginkannya, namun hanya satu nama yang mampu menghentikan segalanya dalam sekejap.

Rayga Alessandro Virelli, mafia bengis yang dikenal tanpa hati, membelinya tanpa ragu. Baginya, itu hanyalah transaksi biasa—hingga kehadiran gadis yang bernama Aurellia Valensi mulai mengusik sesuatu dalam dirinya yang telah lama mati.

Di dunia Rayga, kelemahan adalah kehancuran.

Namun saat perasaan mulai tumbuh, ia harus memilih—tetap menjadi monster yang ditakuti semua orang, atau mempertaruhkan segalanya demi satu orang yang seharusnya tak berarti apa-apa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhamad Julianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha Memikat

"Mumpung Rayga minta belikan bakso sama es krim, biar Aurellia yang nanti memberikan padanya dan jadi surprise buat dia yang lagi rindu pada istrinya. Mana tahu dengan kehadiran Aurellia membawakan makanan itu, dia bisa sedikit membaik dan tidak muntah lagi," jelas Xander yang diangguki Bi Nery.

"Bibi harap juga begitu. Ya, sudah. Coba kita bicarakan ini pada Aurellia," jawab Bi Nery yang akhirnya menyetujui usulan Xander.

Xander mengangguk dan kesepakatan mereka sudah bulat, tinggal menunggu apakah Aurellia bersedia ikut menemui Rayga atau tidak.

Bi Nery dan Xander kembali berjalan menuju di mana Aurellia masih setia duduk di tepi kolam ikan.

"Non," panggil Bi Nery.

Aurellia menoleh ke belakang, lalu berdiri karena melihat Bi Nery yang telah berada di belakangnya.

"Iya, Bi. Sudah siap ngobrolnya?" Tak lupa senyum tipis mengiringi ucapannya.

"'Sudah, Non. Oh, iya, ada yang mau Den Xander sampaikan pada Non Aurellia, ini tentang Tuan Rayga," kata Bi Nery sengaja menyematkan ke mana nantinya arah pembicaraan mereka.

"B-boleh," jawab Aurellia melirik sekilas pada Xander dan kembali menatap Bi Nery.

Xander menarik nafasnya dalam-dalam, lalu membuangnya pelan.

Berharap apa yang dia sampaikan bisa disetujui Aurellia.

"Begini, Non. Ternyata Bos Rayga mengalami hamil simpatik. Kondisinya seka-"

"Hamil simpatik? Emangnya ia bisa hamil?" potong Aurellia, membuat kalimat yang mau diucapkan Xander terhenti dan menggantung tiba-tiba.

Aurellia merasa aneh dengan kalimat yang disampaikan Xander, karena menurutnya mustahil seorang pria bisa hamil.

Padahal yang dimaksud hamil simpatik itu bukan seorang pria yang hamil, tetapi salah satu jenis syndrome yang membuat seorang pria ikut merasakan ngidam saat istrinya hamil.

Xander menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " Aku bingung mau jelasinnya gimana, karena aku juga tidak begitu paham. Coba kamu searching saja di Google tentang apa itu hamil simpatik. Sekarang suamimu mengalami itu."

Aurellia langsung mengeluarkan ponselnya dan mengikuti saran Xander untuk searching di Google.

Sama seperti yang dilakukan Xander sebelumnya, Aurellia juga membuka beberapa artikel hanya untuk mengetahui hamil simpatik itu seperti apa.

Setelah membaca beberapa artikel, baru dia paham kalau hamil simpatik itu ternyata bukan Rayga yang hamil, tetapi dia hanya ikut merasakan ngidam di saat Aurellia mengandung.

Ponsel Xander berdering, dia langsung melihat siapa yang meneleponnya.

Sebenarnya tanpa melihat siapa yang meneleponnya, Xander sudah bisa menduga malau panggilan telepon itu dari Rayga.

"Halo, Bos," sapa Xander.

"Apa kau membeli baksonya ke luar angkasa?!" Terdengar suara Rayga meninggi dari speaker benda pipih yang didekatkan ke telinganya oleh Xander.

"Tadi aku keliling dulu mencari tempat yang higienis dan baksonya enak. Ini aku sudah jalan menuju apartemen kamu, Bos," bohong Xander.

Panggilan telepon itu terputus begitu saja.

Xander hanya bisa menghela nafasnya di saat Rayga memutus panggilan telepon tanpa memberi aba-aba.

"Gimana? Kamu mau ikut denganku ke apartemen Bos Rayga?" Tanya Xander yang merasa sudah tidak punya waktu banyak lagi di sana.

Aurellia mengangguk. " iya, aku ikut."

"Okay ... kami pamit ya, Bi," ucap Xander.

"Aku ikut Tuan Xander ya, Bi," pamit Aurellia yang diangguki Bi Nery.

***

Bakso pedas pesanan Rayga sudah dibelikan, saatnya Xander menuju apartemen Rayga bersama Aurellia.

Mobil dilajukan Xander dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan.

"Menurut Non Aurellia, dalam hubungan pasangan itu benci dan cinta perbedaannya sebesar apa?" tanya Xander tiba-tiba.

"Nggak tahu, karena aku belum pernah jatuh cinta," jawab Aurellia.

"Heum... pantas saja kalian sama-sama tidak dewasa dalam menyikapi hubungan kalian," sahut Xander membuat Aurellia tercengang.

"Hubungan kami tidak seserius itu. Kami bersatu hanya karena suatu alasan dan nanti juga akan bercerai dalam waktu yang tidak lama lagi," kata Aurellia mengingat dirinya akan pergi meninggalkan Rayga setelah melahirkan anaknya.

"Benci dan cinta itu beda tipis, Non. Hanya ada ego sebagai pembatasnya. Aku harap, tidak ada perpisahan antara kalian," ujar Xander yang tidak lagi disahuti Aurellia.

"Dengan hubungan tersebut, apakah Non Aurellia merasa diuntungkan atau dirugikan?" Tanya Xander kembali bersuara.

"Lebih banyak untungnya. Aku bebas dari ibu angkatku yang selalu menyiksa dan membuat batinku tertekan, aku juga terbebas dari rumah bordil yang mengerikan," jawab Aurellia penuh syukur.

"Apa Non Aurellia merasa berhutang budi pada Bos Rayga?" Xander melayangkan pertanyaannya yang kesekian kali.

"Sangat... aku sangat berhutang budi pada Tuan Rayga, Makanya aku mau menikah kontrak dengannya, aku juga mengorbankan masa depanku untuk balas budi padanya," jawab Aurellia tanpa ragu.

"Balas budimu tidak setimpal, Non. Yang dibutuhkan Bos Rayga sebetulnya bukan balas budi semacam itu, tapi ada hal lain yang bisa membuat hutang budimu lunas padanya," sahut Xander penuh teka-teki, sedangkan Aurellia menatapnya dengan penuh tanda tanya.

"Apa?" tanya Aurellia singkat.

"Buat dia jatuh cinta padamu dan sembuhkan dia dari lukanya di masa lalu," jawab Xander.

Aurellia mengernyit tak mengerti, kedua alisnya mengkerut hampir menyatu dengan garis lipatan halus di jidatnya.

"Maksud Tuan Xander apa?" Aurellia benar-benar tidak mengerti apa yang dikatakan Xander padanya.

"Dia butuh obat untuk masa lalu yang menorehkan luka padanya, aku percaya obat itu adalah Anda Nona Aurellia, Jadilah obat untuk sahabatku."

Aurellia hanya terpaku dan hening dalam lamunannya.

Dia tidak mengerti luka apa yang dialami Rayga dari masa lalunya.

Namun, Aurellia bertekad akan melakukan saran Xander kalau itu memang bisa membayar lunas hutang budinya.

"Mungkin dia ditinggal nikah pacar atau tunangannya, makanya dia benci wanita dan Tuan Xander memintaku untuk menyembuhkannya. Aku rasa itu hal yang sangat mudah," batin Aurellia yang tidak tahu apa yang terjadi di masa lalu Rayga, dia hanya menerka-nerka saja.

Mobil yang dikemudikan Xander masuk dalam kawasan apartemen elit, sebuah bangunan menjulang tinggi.

Xander dan Aurellia menuju unit yang ditempati Rayga dengan menggunakan lift.

Kebetulan Xander sebagai orang kepercayaan Rayga memiliki akses untuk masuk ke dalam unit tersebut.

"The real milyarder," gumam Aurellia saat memasuki apartemen milik Rayga, matanya menyisir tiap sudut ruangan yang benar-benar terkesan mewah.

"Itu kamar Rayga, kamu masuk ke dalam, bawa bakso dan es krim ini. Aku akan mengetuk pintunya terlebih dahulu." Xander memberi instruksi pada Aurellia dan wanita itu mengangguk.

Tok-tok!

Tok..

"Bos," panggil Xander setelah mengetuk pintu tiga kali.

"Masuk," sahut Rayga dari dalam kamar,dari intonasinya bisa ditebak kalau dia murka pada Xander.

"Aku masuk sendirian?" bisik Aurellia.

"Hu'um." Xander mengangguk.

"Nanti kamu pura-pura saja rindu padanya ya. Kapan perlu, peluk dan cium dia. Please, lakukan itu. Anggap saja untuk balas budi," balas Xander juga berbisik.

Aurellia enggan, tapi dia tetap mengangguk menyetujuinya.

Dengan tangan gemetar, Aurellia memutar handle pintu dan masuk ke dalam kamar Rayga.

Sedangkan Xander langsung cabut dari sana meninggalkan apartemen Rayga, dia pergi menuju basecamp.

Xander sengaja memberi waktu untuk Rayga dan Aurellia berduaan di apartemen.

1
Mita Paramita
so sweet 😘😘😘 lanjut Thor double up
Mita Paramita
lanjut Thor double up 🔥🔥🔥
Mita Paramita: ok 😁 ditunggu Thor 🔥🔥🔥
total 2 replies
Windi Widia Astuti
semagaat kaka...aku selalu menunggu up nya
Lian_06: Thanks ya yang udah mau komentar, soalnya ini yang saya inginkan. terimakasih udah mampir jangan lupa tinggalkan komentar lagi disetiap update nya y😁
total 1 replies
Nurulsafarliza Faizal
menarik juga ada komedi..jln ceritanya bgs juga..tapi harap bertambah seru lanjutan ya..semangat ya👌
Lian_06: Thanks ya udah mampir baca dan rating nya😁. pokoknya ikuti terus cerita nya dijamin bakal seru kok🤭
total 1 replies
Dalena Dalena
lanjut thor up nya jangan bertele tele donk, penasaran jadinya
Lian_06: Ini lagi up kak, saya kalo weekend sebisa mungkin up nya lebih sering. yng penting jangan lupa absen dengan like dan komen saja itu udah cukup kok 😁
total 1 replies
Dalena Dalena
lanjut donk🙏
Lian_06: kakak maaf ya ini saya lagi nulis kak😁. makasih banget ya udah mampir di cerita ini😉
total 1 replies
Dalena Dalena
kok ngak update lagi sih,,🙏 lanjut donk thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!