NovelToon NovelToon
GADIS PEMBAWA SIAL, DI CINTAI DUDA KAYA RAYA

GADIS PEMBAWA SIAL, DI CINTAI DUDA KAYA RAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa idayu

Nayra Agata Kennedy, ia merupakan putri bungsu dari Lukas Kennedy, Nayra memliki saudari kembar bernama Nayla (Nayla lahir 45 menit lebih dulu), lahir dengan membawa duka. Ibunya meninggal dunia karena pendarahan hebat setelah berjuang melahirkannya, membuat Nayra dibenci ayah dan ketiga kakak laki-lakinya selama 21 tahun. Hanya Nayla yang selalu peduli padanya.

Takdir berubah saat Nayra bertemu seorang miliarder tampan. Dipersunting olehnya, hidup Nayra berubah drastis, dari yang dulu diabaikan, kini ia dimanjakan layaknya putri raja oleh suaminya yang penuh kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa idayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titik Temu

Suasana meja makan pagi hari terasa hangat dengan aroma roti panggang dan teh hangat yang mengambang di udara. Nagara, kakak sulung yang selalu menjadi tonggak keluarga, sedang menyendokkan bubur ke dalam mulutnya sambil menatap arah pintu dengan ekspresi yang penuh makna. Tiba-tiba ia menghentikan gerakan tangannya, mata sedikit menyipit sambil menghela nafas perlahan.

"Nay, setelah sarapan kamu siap-siap ya, karena Sean akan datang ke sini sebentar lagi," ucapnya dengan nada yang tenang namun penuh kepastian, sambil menatap adik bungsunya yang tengah asik menghancurkan telur mata sapi di piringnya.

Nayra mengangkat kepala, dahinya langsung mengerut membentuk garis kerutan yang jelas di antara alisnya. Rambut hitamnya yang kusut karena baru bangun masih terikat dengan ikal yang tidak rapi. "Siap-siap kemana, Kak? Aku belum selesai sarapan lho, dan aku masih punya tugas mengurus taman belakang yang belum selesai kemarin," ucapnya dengan suara sedikit cemberut, tangan masih memegang garpu yang sedang menyentuh potongan roti.

Nagara menggelengkan kepala perlahan, bibirnya sedikit mengerucut seperti sedang menahan tawa. "Dia bilang akan mengajakmu pergi mengurus mas kawin, Nay. Katanya ingin membelikan sesuatu yang sangat penting untuk keperluan mas kawin kalian juga. Kamu tahu kan, Sean selalu begitu perhatian terhadap semua hal yang berkaitan dengan anak dia," jawabnya dengan lembut, namun kata-katanya langsung membuat Nayra menggelengkan kepala dengan gerakan yang lambat namun tegas.

Wajah Nayra yang biasanya ceria kini tampak sedikit pucat. Ia menurunkan pandangan ke atas piring, jari-jarinya mulai bermain-main dengan ujung garpu. "Kenapa harus aku ya, Kak? Aku tidak suka berada di dekatnya, sungguh tidak nyaman rasanya," ucapnya dengan suara pelan, kemudian menatap ke arah Nick. kakak kedua yang selalu menjadi tempat curhatnya dengan ekspresi memelas yang membuat hati siapapun melemah. Namun Nick yang tampak tidak fokus hanya menatap Nayra sekilas

Nathan yang tengah menyedot jus jeruknya langsung menghentikan aksi nya. Matanya yang tajam memperhatikan setiap gerakan Nayra, dahinya juga mulai mengerut. "Kenapa sih Nay? Apa dia pernah melakukan sesuatu yang menyakitimu? Kalau iya, aku tidak akan tinggal diam lho," ucapnya dengan nada yang sedikit mengancam, siap melindungi adiknya kapan saja.

Sementara itu, Nayla, saudari kembar Nayra yang selalu memiliki rasa persahabatan yang sangat erat. Tiba-tiba menaruh cangkir teh nya dengan sedikit keras di atas meja. Wajahnya tampak sangat khawatir, matanya berkaca-kaca melihat kondisi Nayra. "Benarkah Nay? Apa dia pernah menyakiti kamu dalam bentuk apapun? Kamu tahu kan, kita selalu ada untukmu," ucapnya dengan suara yang penuh perhatian, tangan nya hampir menyentuh bahu Nayra.

Nayra menggelengkan kepala lagi, kemudian sedikit mengangkat bibirnya dengan senyum nyengir kuda yang khas. "Dia tidak pernah menyakitiku secara fisik atau kata-kata, Kak. Tapi... tapi badan dia selalu mengeluarkan bau yang sangat aneh. Rasanya seperti bau minyak orang mati yang sudah lama terkubur di bawah tanah," ucapnya dengan suara yang semakin pelan, namun setiap kata yang keluar dari mulutnya terdengar jelas di telinga semua orang di meja makan.

Tiba-tiba, suara tertawa lebar dari Nagara menerjang suasana yang tadinya penuh ketegangan. Ia menekuk badan, kedua tangannya mengepal erat di bagian perut yang terasa sakit karena tertawa terlalu keras. Suara tawanya bahkan terdengar hingga ke sudut kamar di belakang dapur. "Hahaha! Nayra, kamu benar-benar punya selera humor yang aneh sekali! Siapa yang bisa membayangkan. Sean, pria yang selalu rapi dan mencintai kebersihan, bau seperti itu?" teriaknya sambil masih tertawa, air mata hampir keluar dari sudut matanya.

Nathan mengerutkan dahi lebih dalam, wajahnya penuh kebingungan. Ia menoleh ke arah Nagara, kemudian kembali melihat Nayra. "Perasaan aku sih, selama ini Sean selalu wangi dengan parfum mahal yang khas lho. Bau nya bahkan sangat menyenangkan dan tidak menyengat sedikit pun," gumamnya dengan suara penuh keraguan, masih tidak bisa mempercayai apa yang dikatakan Nayra.

Nayla juga tampak bingung. Ia menatap Nagara yang masih tidak berhenti tertawa, kemudian menoleh ke Nayra yang kini menunduk dengan wajah yang tampak tidak enak dan sedikit takut. "Kak Nagara, kenapa kamu sampai tertawa sebegitu nya sih? Nayra kan sedang berkata dengan serius lho. Dan Nay, kamu kenapa takut? Apakah kamu khawatir Kak Nagara akan memberitahu Sean tentang apa yang kamu katakan?" ucapnya dengan suara penuh kekhawatiran, tangan nya akhirnya berhasil menyentuh bahu Nayra dengan lembut.

"Nay, kamu tidak perlu takut. Aku tidak akan pernah mengadu pada siapapun tentang apa yang kamu katakan di sini," ucap Nagara dengan suara yang sudah mulai tenang, meskipun masih terkadang keluar tawa kecil. Ia kemudian mengangkat pandangan ke arah Nayra, mata nya sedikit mengkilap. "Coba bayangkan saja ekspresi wajah Sean kalau dia tahu kamu mengatai dia bau mayat. Pasti wajahnya akan seperti orang terkena petir dari langit! Hahaha!" tambahnya lagi, membuat Nayra semakin menunduk dan meremas kain baju nya dengan kuat.

Sementara itu, Nick yang sedari tadi selalu diam dan jarang berbicara. tampak duduk diam di sudut meja, matanya menatap jauh-jauh ke arah jendela tanpa memperhatikan percakapan saudara-saudaranya. Ia tidak menyentuh makanan di depannya bahkan sedikit pun, seolah-olah seluruh dunia di sekelilingnya tidak ada sama sekali. Namun, tiba-tiba ia berdiri dengan cepat dari kursinya, membuat suara kursi yang bergesek dengan lantai kayu terdengar sangat keras.

"Nick!" seru Nayla dengan kaget, matanya terpaku pada sosok kakaknya yang sedang berbalik badan.

Nagara juga langsung berhenti tertawa. Ia melihat Nick dengan ekspresi yang kini menjadi serius. "Mau kemana kamu, Nick? Kamu belum selesai sarapan kan?" tanyanya dengan nada yang lembut namun tetap tegas, mencoba untuk mendekati adiknya.

Nick tidak menoleh. Suaranya terdengar datar dan tanpa emosi. "Ke kamar, Kak. Aku sudah selesai dan tidak punya nafsu untuk makan lagi," jawabnya dengan singkat, kemudian mulai melangkah menjauh dari meja makan.

Namun, sebelum ia mencapai pintu, suara Nagara yang lebih keras menyertai langkah nya. "Nick! Berhenti!" seru Nagara dengan nada yang tinggi dan penuh kekerasan, membuat semua orang di ruangan tersebut terkejut. "Mau sampai kapan kamu akan terus menyembunyikan diri seperti ini? Masalah harus dihadapi dengan tegas, bukan dihindari seperti seorang pengecut!" ucapnya dengan sangat tegas, matanya memancarkan api kemarahan yang tidak bisa dianggap remeh.

Nick akhirnya berhenti dan berbalik badan. Matanya yang biasanya tenang kini berkaca-kaca dengan air mata yang hampir menetes. Wajahnya tampak pucat dan penuh dengan rasa sakit yang mendalam. "Aku harus hadapi gimana lagi, Kak?! Sudah kubuktikan dengan segala cara! Aku bahkan rela menjadikan Nathan sebagai musuh seumur hidupku hanya untuk bisa memiliki Arimbi! Tapi apa yang kudapat? Dia justru marah besar padaku dengan alasan aku tidak mempercayainya!" serunya dengan suara yang menggema di ruangan, air mata akhirnya menetes lepas di pipinya.

Tiba-tiba, suara tertawa jumawa dari Nathan menerjang suasana yang semakin memanas. Ia berdiri dengan cepat dari kursinya, kedua tangannya mulai bertepuk tangan dengan irama yang mengganggu. Ekspresi wajahnya yang penuh dengan kesenangan membuat siapapun yang melihatnya merasa kesal dan marah. "Hahaha! Sudah kubilang dari awal bukan?! Arumi. atau aku harus ikut memanggil dengan sebutan Arimbi? Itu benar-benar mencintaiku! Bahkan dia rela datang ke restoran ku sendiri untuk mengemis maaf dan menunjukkan betapa dalam cinta nya padaku!" ucapnya dengan sinis, wajahnya penuh dengan kesombongan yang menjijikkan.

Nick melihatnya dengan mata yang penuh kebencian. Ia mulai berjalan cepat ke arah Nathan, kedua tangannya mengepal erat siap untuk menyerang. "Kau bohong besar! Arimbi tidak akan pernah melakukan hal seperti itu!" serunya dengan suara yang penuh kemarahan.

"Tidak boleh!" seru Nagara dengan cepat, ia menghalangi tubuh Nick dengan kuat sebelum tangan nya bisa menyentuh Nathan. "Kalian berdua benar-benar bodoh sekali! Kekasih kalian itu bukan satu orang, melainkan dua orang yang berbeda secara total! Satu bernama Arimbi dan yang satunya lagi bernama Arumi!" teriak Nagara dengan suara yang sangat keras, membuat semua orang menjadi tidak bergerak dan saling tatap dengan wajah penuh kebingungan.

Suasana menjadi sangat sunyi seketika. Hanya terdengar bunyi napas berat dari setiap orang di ruangan tersebut. Nathan mulai menurunkan tangan nya, wajahnya kini tampak pucat dan tidak percaya. Nagara kemudian menatapnya dengan ekspresi yang serius sekali. "Kekasihmu yang kamu sebut Arumi itu yatim piatu kan? Hidupnya selalu penuh dengan kesusahan dan kamu merasa iba padanya?" tanyanya dengan lembut, namun setiap kata yang keluar dari mulutnya seperti sebuah kilatan petir yang menyambar hati Nathan.

Nathan hanya bisa mengangguk pelan, matanya masih penuh kebingungan. Kemudian Nagara mengalihkan pandangannya ke arah Nick yang masih tertekan di tangannya. "Sedangkan kekasihmu Arimbi... dia adalah putri tunggal dari bos perusahaan batu bara ternama di kota ini, bukan? Ayahnya sangat menjaganya dengan ketat dan dia tumbuh dalam kemewahan?" tanyanya lagi, melihat ekspresi wajah Nick yang mulai berubah dari kemarahan menjadi kebingungan.

Nathan mengangkat kepala dengan cepat, matanya berkaca-kaca. "Kakak yakin? Tidak mungkin! Arumi dan Arimbi itu sama saja!" ucapnya dengan suara yang gemetar, tidak bisa mempercayai semua yang baru saja diketahuinya.

Nagara menghela nafas panjang, wajahnya penuh dengan rasa kecewa. "Dasar dongo! Makanya sebelum mengambil keputusan atau mengklaim sesuatu, harus selidiki dulu semua detail dengan teliti! Jangan sampai kalian salah kaprah dan menyakiti orang yang tidak seharusnya disakiti!" serunya dengan nada yang penuh kemarahan, namun juga menyertai rasa sayang pada adik-adiknya.

Tiba-tiba, wajah Nathan menjadi pucat sekali. kedua tangannya menyangga wajahnya. "Aku sudah membuat Arumi menangis! Aku menyalahkan dia tanpa tahu keadaan yang sebenarnya!" serunya dengan suara yang penuh penyesalan, kemudian tanpa berpikir panjang lagi ia berlari cepat meninggalkan meja makan menuju pintu luar rumah.

Sementara itu, Nick juga merasa seperti terkena pukulan keras di dadanya. Ia menarik napas dalam-dalam, matanya penuh dengan rasa bersalah. "Aku harus segera menemui Arimbi. Pasti dia sangat kecewa padaku karena aku tidak mempercayainya dan menyalahkan dia tanpa alasan yang jelas!" ucapnya dengan cepat, kemudian berlari cepat ke arah kamar untuk mengganti pakaian sebelum pergi mencari kekasihnya.

1
Ardy Ansyah
👍👍👍👍👍👍
Akak Lisa
👍👍👍👍
Monroe George
dunia Nayra msih baik" sja coz pnya saudara kembar yang peduli 👍
Monroe George
marathon aku kak, seru crita nya 💪
Monroe George
CEO ni nnti yang nikahi Nayra 🤭
Ardy Ansyah
teraniaya dulu bahagia kemudian 🤣. suka aku tuh kalau alur yang begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!