Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter thirty-two
Hari ulang tahun Bai pun di meriahkan dengan kejahilan ibu dan kedua anak itu. hari pun semakin gelap semua orang pun membantu untuk membereskan rumah Annchi. Bai mendapatkan kado ulang tahun yang indah pedang dan tombak yang Annchi berikan, semua teman nya pun iri melihat pedang indah dan tombak yang terbuat dari perak yang tajam
"Bai... kau luar biasa, aku jadi iri dengan kado mu. Bibi Annchi begitu menyiapkan kado yang begitu mahal dan laka" ucap Sin Win. teman-teman yang lain pun ikut mengangguk
"Ibuku memang luar biasa... padahal tanpa hadiah ini pun aku sudah bahagia, karena baru kali ini aku merayakan hari lahirku" ucap Bai dengan bangga dia pun mengelus sarung pedang yang berwarna biru itu dan tombak kecil yang begitu indah
"Ibu nanti hali lahil An juga mau cepelti Gege ya.... maca ibu nda cayang pada putli ibu yang cantit ini" ucap An sambil duduk di bangku kecil
"HM... emang An mau juga merayakan hari lahir?" tanya Annchi sambil bercanda. An pun mengangguk kenceng
"Tentu ibu.... An juga putli ibu loh" jawab nya dengan nada manja. Annchi terkekeh geli mendengar jawaban putrinya
"Baiklah... nanti ibu akan membuat pesta yang lebih meriah dan membuat kue ulang tahun yang indah" jawab Annchi. An pun berdiri dan memeluk Annchi
CUP
"Ibu yang telbait....." ucap bahagia An
"Hei.... kenapa kau cium-cium istri ayah?" tanya Bao-yo yang baru kembali dari kebun. An menatap tak percaya pada sang ayah
"Ayah lupa? ibu juga ibu An tau" jawab kesal An. Bao-yo mendekati Annchi
CUP
"Yang boleh mencium ibu itu hanya ayah, kau itu di larang untuk mencium istri ayah.... jadi jangan coba-coba merebut istri ayah paham" ucap Bao-yo setelah mencium pipi yang tadi di cium An. An melongo mendengar ucapan sang ayah
"Ya dewa... catit cetali hati ini, apa calah dan doca An? campai hati ayah An melalang putli nya mencium ibunya cendili" ucap An sambil menatap kearah langit. Annchi tertawa kecil sedangkan Bao-yo memutar mata jengah nya saat melihat kelakuan Putri nya itu
"Sudah-sudah kalian berdua ini, kalau bertemu pasti ribut. apa ngga bosen ribut terus" ucap Annchi
"Aku ngga pernah ribut dengan putri mu itu Lao po.... dia hanya terlalu banyak mengeluh, padahal setiap hari dia selalu mengikuti mu, dia itu seperti ekor yang selalu membuntuti mu, aku sampai binggung lihatnya. itu ekor mu atau putriku?" jawab Bao-yo. An melotot mendengar ucapan ayahnya
"Apa... Atu Etol? is is is, malang cetali nacib mu An... talau Satu etol ayah apa? celigala nya gitu" ucap An sambil menggelengkan kepalanya. Bao-yo menatap tak percaya putri nya mengatai dia serigala
"Hei... mana ada serigala tampan seperti ayah, kau ini ngada-ngada sekali. Laginya aneh, dia istri ayah tapi seperti ketempelan oleh mu, dimana ada ibu disitu pasti kau muncul" jawab Bao-yo dengan nada sengit. Entah kenapa dia sangat suka membuat putri nya kesal. ada kesenangan sendiri saat melihat pipi An yang meluber itu
"Atu tan anat nya ibu, pacti ada ibu ya ada An ayah.... maca ada ibu ada paman Cin" jawab An yang tidak kalah sengit. Annchi yang dari tadi melihat kelakuan suami dan putrinya itu hanya bisa membuang nafas
Bai muncul dan melihat kelakuan Ayah dan adik. dia pun mendekati Annchi dan berbisik
"Ayo ibu lebih baik istirahat... biarkan mereka berdua ribut" bisik Bai sambil menggandeng tangan ibunya dan menyuruh nya duduk di kursi dan memijat kaki Annchi
"Bagaimana ibu? apa kaki ibu sudah merasa nyaman?" tanya Bai. Annchi pun mengelus kepala putranya dengan lembut
"Ya... terima kasih ya, sudah perduli dengan ibu" ucap Annchi
"Tentu saja Bu... ibu harus sering istirahat, pekerjaan kan sudah ada yang atur. jadi jangan terlalu lelah" jawab Bai sambil memijat sebelah kaki Annchi
Sedangkan ayah dan anak masih berdebat, saat An ingin meminta pendapat ibunya dia sadar kalau Annchi tidak ada di belakang ayahnya
"Eh... temana ibu?
BERSAMBUNG......
dunia serasa milik berdua....
yang lain mah tak kasat mata.....😁
Bai kalau mau nendang bokong, bokong An aja yang kamu tendang sekarang, gak perlu nunggu punya adik laki-laki dulu🤣🤣