NovelToon NovelToon
Mencintai OM Mafia

Mencintai OM Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Seharusnya Maximilian membiarkan gadis itu hancur. Logika mafianya berkata: jangan campuri urusan musuhmu. Namun, saat melihat Rebecca Sinclair yang nyaris kehilangan segalanya di sebuah gang gelap, Maximilian melanggar aturan emasnya sendiri.

​Satu perkelahian brutal, beberapa tulang yang retak, dan tiga nyawa yang melayang di tangannya demi seorang gadis yang tidak ia kenal. Kini, Rebecca berhutang nyawa pada pria yang jauh lebih berbahaya daripada para penyerangnya.

​Bagi Rebecca, Maximilian adalah penyelamat yang dingin dan mengerikan. Bagi Maximilian, Rebecca adalah kesalahan logika terbesar yang pernah ia buat. Namun, setelah darahnya tumpah demi gadis itu, Maximilian tidak akan pernah membiarkannya pergi.

​"Aku menyelamatkanmu bukan untuk membebaskanmu, Rebecca. Kau milikku sekarang—sampai hutang nyawa ini lunas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ular di Padang Lavender

Pelabuhan utama Moretti di dermaga utara bukan lagi tempat yang asing bagi Rebecca. Namun, pagi ini, suasananya berbeda. Angin laut membawa aroma garam yang tajam, bercampur dengan bau besi berkarat dan maskulinitas yang pekat dari ratusan pria yang bekerja di sana. Di samping Maximilian yang berjalan tanpa tongkat—menunjukkan pemulihan yang luar biasa—Rebecca melangkah dengan dagu terangkat. Ia mengenakan setelan jas wanita berwarna merah marun yang tajam, rambutnya disanggul rapi, dan di pinggangnya, tersembunyi di balik blazer, terselip Glock 17 yang kini terasa seperti bagian dari tubuhnya sendiri.

Vargo dan Erica berjalan beberapa langkah di belakang mereka, membentuk formasi pengamanan yang tak tertembus. Namun, saat mereka mencapai dek observasi yang menghadap langsung ke arah bongkar muat kargo internasional, sebuah helikopter berwarna hitam legam dengan logo mawar perak yang melingkari belati mendarat di landasan pribadi.

"Keluarga d'Angelo," desis Vargo, tangannya secara naluriah menyentuh senjata di balik jasnya.

Maximilian menghentikan langkahnya. Rahangnya mengeras. "Aku tidak mengundang mereka. Terutama tidak hari ini."

Pintu helikopter terbuka. Seorang wanita turun dengan keanggunan yang mematikan. Ia mengenakan trench coat kulit berwarna krem, kacamata hitam besar, dan sepatu hak tinggi yang berbunyi nyaring di atas aspal dermaga. Di belakangnya, barisan pria bersenjata lengkap mengikuti dengan disiplin militer.

"Bianca d'Angelo," bisik Maximilian kepada Rebecca, suaranya sangat rendah. "Putri tunggal dari sindikat Naples. Dia lebih licin dari belut dan lebih beracun dari kobra. Hati-hati, Tesoro."

Bianca melepas kacamata hitamnya, menampakkan mata berwarna abu-abu badai yang dingin dan penuh selidik. Ia berjalan mendekat, mengabaikan moncong senjata para pengawal Moretti yang mengarah padanya. Ia berhenti tepat tiga langkah di depan Maximilian, lalu tatapannya beralih sepenuhnya kepada Rebecca.

"Jadi, ini 'aset' baru yang membuat seluruh pelabuhan ini gempar?" suara Bianca serak-serak basah, penuh nada meremehkan. "Kupikir Maximilian Moretti punya selera yang lebih ... bertenaga. Dia terlihat seperti boneka porselen yang akan hancur jika terkena angin laut sedikit saja."

Rebecca merasakan panas menjalar di dadanya, namun ia teringat latihan dengan Erica. Jangan biarkan musuh melihat emosimu.

"Porselen bisa sangat tajam saat pecah, Bianca," sahut Rebecca tenang. Ia melangkah maju, berdiri sejajar dengan Maximilian, menantang tatapan abu-abu wanita itu. "Dan angin laut ini justru membuatku merasa jauh lebih hidup daripada aroma parfum murahan yang kau bawa dari Naples."

Alis Bianca terangkat. Sebuah seringai tipis muncul di bibirnya yang merah darah. "Dia punya taring. Menarik."

"Apa tujuanmu datang ke sini tanpa izin, Bianca?" potong Maximilian tegas, suaranya menggelegar di tengah bisingnya derek pelabuhan. "Jika ini tentang jalur distribusi utara, kita sudah sepakat untuk tidak saling mengganggu."

"Kesepakatan itu dibuat saat kau dianggap sebagai Alpha yang tak tersentuh, Maximilian," Bianca berjalan memutari Rebecca, menelitinya seperti barang dagangan. "Tapi berita tentang penyerangan mansionmu ... tentang kau yang sekarat di tangan anak buah Valenti yang bodoh ... itu membuat ayahku berpikir bahwa mungkin Moretti sudah mulai melunak. Dan penyebabnya ..." Bianca berhenti tepat di samping telinga Rebecca, "... adalah kelemahan cantik di sebelahmu ini."

"Aku bukan kelemahannya," ucap Rebecca dingin. Tanpa peringatan, ia menangkap pergelangan tangan Bianca yang mencoba menyentuh kalung safirnya. Gerakannya begitu cepat hingga Erica pun sedikit terkejut. "Aku adalah alasan mengapa dia masih bernapas untuk menghancurkan siapa pun yang berani mengusik jalur ini. Termasuk kau."

Ketegangan di dermaga itu mencapai titik didih. Para pengawal dari kedua belah pihak sudah saling mengincar kepala satu sama lain. Bianca menatap pergelangan tangannya yang dicengkeram kuat oleh Rebecca, lalu tertawa kecil—tawa yang terdengar seperti gesekan logam.

"Kau berani menyentuhku di dermagamu sendiri? Berani sekali," Bianca menarik tangannya dengan sentakan kasar. "Ayahku ingin menawarkan aliansi baru. Tapi melihat 'Nyonya Moretti' yang baru ini, aku ragu Moretti butuh aliansi. Sepertinya kalian lebih butuh ... pemakaman yang megah."

"Sampaikan pada ayahmu," Maximilian melangkah maju, menutupi tubuh Rebecca dengan bahunya yang lebar, "Moretti tidak menerima tawaran dari orang yang mendarat tanpa diundang. Dan jika kau menghina Rebecca sekali lagi, aku tidak akan peduli dengan bendera d'Angelo yang kau bawa. Kau akan pulang dengan peti mati, bukan helikopter."

Bianca terdiam sejenak. Ia melihat api di mata Maximilian—api yang sama yang pernah membakar separuh kota Naples sepuluh tahun lalu. Namun, matanya kembali melirik Rebecca. Ada rasa cemburu dan dendam yang berkilat di sana. Bianca pernah mengharapkan posisi di samping Maximilian bertahun-tahun lalu, sebuah perjodohan politik yang ditolak mentah-mentah oleh Max. Melihat seorang gadis asing memakai safir legendaris Moretti adalah penghinaan pribadi baginya.

"Kita akan bertemu lagi, Rebecca Moretti," ucap Bianca sambil memakai kembali kacamata hitamnya. "Dunia mafia bukan tempat untuk bermain rumah-rumahan. Valenti mungkin hanya ingin mengoyak pakaianmu, tapi aku? Aku akan memastikan kau kehilangan segalanya sebelum aku mengambil kepala Maximilian."

Bianca berbalik dan berjalan kembali menuju helikopternya. Begitu mesin menderu dan helikopter itu lepas landas, Rebecca baru bisa mengembuskan napas panjang. Tangannya sedikit gemetar, bukan karena takut, melainkan karena adrenalin yang meluap.

"Dia tidak menggertak, Om," ucap Rebecca sambil menatap helikopter yang menjauh.

"Aku tahu," Maximilian merangkul bahu Rebecca, menariknya mendekat. "Bianca jauh lebih berbahaya daripada Enzo Valenti. Valenti adalah anjing tua yang rakus, tapi d'Angelo adalah pemangsa yang cerdas. Kedatangannya ke sini adalah untuk mengukur kekuatan kita."

"Dan apa penilaiannya?"

Maximilian menatap Rebecca dengan bangga. "Dia melihat bahwa aku tidak lagi sendirian. Dan itu membuatnya takut, meskipun dia mencoba menyembunyikannya dengan kesombongan."

"Vargo, Erica," panggil Maximilian. "Perketat semua jalur masuk. Bianca tidak datang hanya untuk bicara. Dia pasti sudah menanam sesuatu atau seseorang di sini. Cari sampai ketemu."

"Siap, Tuan," sahut Vargo dan Erica serempak.

Sore itu, di kantor pelabuhan yang menghadap ke laut, Rebecca tidak lagi hanya memperhatikan dokumen kargo. Ia duduk di depan layar monitor pengawas, matanya tajam memperhatikan setiap pergerakan di dermaga. Ia tahu bahwa Bianca d'Angelo adalah awal dari badai yang lebih besar.

"Kenapa dia sangat membenciku, Om? Padahal kami baru pertama kali bertemu," tanya Rebecca saat mereka hanya berdua di dalam ruangan.

Maximilian berdiri di belakangnya, memijat bahu Rebecca yang tegang. "Karena kau memiliki apa yang dia inginkan sepanjang hidupnya. Bukan hanya kekuasaan Moretti, tapi ... hatiku. Dan bagi wanita seperti Bianca, kekalahan dalam hal itu lebih menyakitkan daripada kehilangan wilayah bisnis."

Rebecca menyentuh tangan Maximilian. "Aku tidak akan membiarkannya mengambil apa pun dariku. Tidak wilayahmu, dan terutama tidak dirimu."

"Aku tahu, Tesoro," bisik Maximilian. "Tapi Bianca akan menyerang dari arah yang tidak terduga. Dia suka bermain dengan psikologis. Dia akan mencari celah di masa lalumu."

Rebecca terdiam. Masa lalunya sebagai Rebecca Sinclair yang hancur adalah satu-satunya titik lemah yang tersisa. Namun, ia menatap bayangannya di kaca jendela—seorang wanita yang telah membunuh, yang telah berlatih hingga berdarah, dan yang memakai safir biru sebagai simbol otoritas.

"Biarkan dia mencari," ucap Rebecca dengan nada bicara yang kini sangat mirip dengan Maximilian. "Dia akan menemukan bahwa Rebecca Sinclair sudah mati, dan yang tersisa hanyalah mimpi buruk yang akan menghantuinya jika dia berani melangkah lebih jauh."

Malam itu, perang tidak lagi hanya tentang perebutan dermaga atau kargo ilegal. Ini telah menjadi perang antara dua wanita yang memperebutkan satu takhta. Dan Rebecca Moretti sudah siap untuk menumpahkan darah siapa pun yang mencoba merebut mahkotanya.

1
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐩𝐢𝐧𝐭𝐞𝐫 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐠𝐨𝐨𝐝 𝐣𝐨𝐛 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐲𝐨 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢𝐦𝐡😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐱 𝐬𝐨𝐦𝐛𝐨𝐧𝐠 𝐬𝐢𝐡 𝐤𝐦𝐮, 𝐭𝐝𝐤 𝐏𝐞𝐫𝐜𝐲 𝐟𝐞𝐞𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐦𝐚𝐱𝐱𝐱😭😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐚𝐩𝐚𝐤𝐡 𝐦𝐚𝐱 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐤𝐫𝐮𝐭?
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐢𝐲𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐠𝐰𝐞𝐧𝐝𝐞𝐧𝐠 𝐠𝐰𝐞𝐞𝐧𝐝𝐞𝐧𝐠 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐞𝐫𝐞𝐧 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐧𝐣𝐭 🦾🦾🦾
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐢𝐧𝐠 𝐤𝐦𝐮 𝐧𝐠𝐞𝐥𝐨𝐧𝐢𝐧 𝐦𝐚𝐱 𝐝𝐞𝐜𝐡.....


𝐠𝐞𝐦𝐞𝐬 𝐚𝐪 𝐤𝐨𝐤 𝐦𝐬𝐭𝐢 𝐧𝐲𝐚𝐫𝐢 𝐦𝐮𝐬𝐮𝐡 🥺🥺🥺
EsKobok: ngelonin gak tuh🤭🤣
total 1 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙢𝙪𝙨𝙪𝙝 𝙙𝙞𝙢𝙣 𝙢𝙣 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐧𝐠𝐞𝐫𝐢 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐲𝐚 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐮𝐚𝐬𝐚 𝐢𝐭𝐮 😭😭🥺🥺
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙨𝙥𝙚𝙘𝙝𝙡𝙚𝙨𝙨 🥺🥺🥺
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙝𝙖𝙩𝙞2 𝙍𝙚𝙗𝙚𝙘𝙘𝙖😭😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙚𝙧𝙚𝙣 𝙩𝙝𝙤𝙧
𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙡𝙝 1 𝙖𝙪𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙮𝙜 𝙘𝙚𝙧𝙙𝙖𝙨

𝙞𝙨𝙩𝙞𝙡𝙖𝙝2 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙙𝙞 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙗𝙞𝙨𝙣𝙞𝙨 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙛𝙞𝙖 𝙮𝙜 𝙩𝙖𝙙𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙦 𝙜𝙠 𝙣𝙜𝙧𝙩𝙞 𝙨𝙠𝙧𝙣𝙜 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙩𝙖𝙪

𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙠𝙖𝙧𝙮𝙖 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧 🦾🦾🦾🦾😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙨𝙖𝙢𝙖2 𝙠𝙖𝙠 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧😘😘
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙖𝙮𝙤 𝙗𝙖𝙡𝙖𝙨 𝙖𝙣𝙙𝙧𝙚𝙬 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙩𝙪𝙝2𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙘𝙘𝙖
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙗𝙖𝙗 76 𝙠𝙤𝙠 𝙙𝙞 𝙝𝙖𝙥𝙪𝙨 𝙠𝙣𝙥 𝙩𝙝𝙤𝙧 🤔🤔
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝙝𝙚𝙝𝙝𝙚𝙝𝙚𝙚 𝙗𝙠𝙣 𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙣𝙢 𝙦𝙪 𝙙𝙚𝙬𝙞 𝙠𝙤𝙠
total 6 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
😭😭😭 𝙡𝙖𝙝 𝙡𝙖𝙝 𝙡𝙖𝙝 𝙩𝙝𝙤𝙧
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙍𝙚𝙗𝙚𝙘𝙘𝙖 𝙗𝙚𝙜𝙤 𝙗𝙣𝙜𝙩 𝙨𝙞𝙝 𝙠𝙣𝙥 𝙜𝙠 𝙘𝙥𝙩2 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙖𝙭 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙥𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙪𝙙𝙖𝙧𝙖 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙞𝙗𝙪 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!