seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Transaksi Selesai
“Tu-tuan muda Dore, maksud nya putra tunggu keluarga Javier itu mas?” tanya Leni sedikit takut.
Yuda heran melihat tingkah istri nya, yang terlihat takut saat ia menyebutkan tuan muda Dore. “Hem, iya sayang! Kenapa?”
“E-enggak, gak papa kok,” Leni segera menggeleng cepat lalu berlalu ke arah dapur.
Yuda yang melihat tingkah istri nya merasa heran dan juga tak mengerti, tapi Yuda tidak mau membuat tamu nya menunggu, segera mengeluarkan obat kuat di dalam ruang penyimpanan sistem.
“Satu obat kuat di ambil, tersisa 9 butir lagi.”
“Tunggu, sekalian dua set dress mini ingat bedakan motif, dan warna nya dari milik istri ku,” pinta Yuda lagi.
“Dua dress di keluarkan dari ruang penyimpanan sistem.”
setelah lengkap Yuda melangkah keluar rumah, dan di sana Dore dengan setia menunggu di barengi dengan dua pengawal yang juga berjaga di sekitar kereta kuda, takut ada orang yang berani macam-macam kepada kereta kuda mereka.
“maaf menunggu lama Dore,” ucap Yuda sambil menyodorkan satu kota kecil yang berisi pil yang akan membuat Yuda menjadi penolong bagi Dore.
“Tidak mengapa Yuda, aku yang butuh jadi wajar jika harus sedikit menunggu.”
Yuda tersenyum mengangguk, tampak nya watak pria ini tidak sejelek yang Yuda dengar, buktikan sejak awal bertemu tidak ada jejek keras hati, hanya sedikit sombong, itu sangat sombong bagi keturunan pengusaha.
“Apa kamu yakin obat ini bisa menyembuhkan ku dari penyakit,” tanya nya, seolah ingin lebih pasti dan ingin meminta harapan pada Yuda.
“Dore jangan khawatir, aku berani jamin, bahkan dengan nyawa ku sendiri! obat ini di buat dengan herbal pilihan, yang sangat langka...!” ucapan Yuda di sertai wajah penuh keyakinan dengan obat itu. “Lagian sistem sudah menjamin nya, apa lagi yang ku takutkan,” lanjut nya dalam hati.
Dore terkekeh sebentar lalu memasukan pil itu ke tas nya. “Hehehe, tidak perlu begitu Yuda, aku memang sudah tahu penyakit sulit di sembuhkan jadi, pil itu anggap saja bentuk usaha terkahir ku.”
Yuda mendengar itu mengangguk singkat, pria ini memang tidak keras kepala tidak seperti kebanyakan pria yang di temui Yuda, semenjak berada di zaman kuno ini.
“Ini bayaran nya, kalau memang obat ini memiliki efek pemulihan pada penyakit saya, saya akan membeli nya lagi dengan harga yang lebih mahal..!”
Yuda hanya melirik sekilas kepada uang lima ribu yang di sodorkan Dore, jujur Yuda sejak awal menyembuhkan Dore bukan lah untuk uang, ia sudah banyak memiliki uang! Tapi di zaman ini ancaman datang dari berbagai arah, apalagi Yuda sudah bermasalah dengan Genk dari lembah Yoman dan prajurit kerajaan.
Maka dari itu, Yuda juga harus memiliki dukungan yang bisa di andalkan jika suatu saat ia berada dalam kesusahan, untuk uang Yuda sudah memikirkan, dari zaman kuno Yuda menjual barang ke zaman modern itu jauh lebih menguntungkan, begitu pun sebaliknya.
“Terimakasih banyak! Ohya, mungkin tuan muda Dore membutuhkan satu set baju seksi untuk nanti malam, apa mau beli juga?” tanya Yuda berbisik, sambil memperlihatkan kain tipis yang begitu seksi, tapi berbahan terbaik.
“Beli! Luar biasa, dari bahan apa baju ini! Sangat lembut Yuda?”
Yuda hanya nyengir memamerkan deretan gigi putih nya, ia juga sempat lelaki tahu kebutuhan sesama lelaki. “Ini rahasia, bahkan hanya saya sendiri yang tahu, mohon Tuan Muda Dore maklumi.”
“Oke! Dua set ini, aku beli tiga ribu! Bagaimana?”
“Boleh! Ini silahkan di bawa, dan di lihat nanti malam! Saya jamin stamina anda akan kembali sesuai umur...!” ucap Yuda dan itu semakin membuat tuan muda Dore bersemangat.
Setelah transaksi itu selesai Tuan Muda Dore tidak banyak bicara lagi, karena mungkin pria itu memiliki urusan. “Kalau begitu, Yuda! Saya pamit dulu, karena masih ada urusan setelah ini.”
“Baik, hati-hati di jalan..! Kalau anda ketagihan dengan obat itu, jangan lupa mampir kembali,” Cetus Yuda.
Matahari sore yang menyorot mengiringi kepergian kereta kuda keluarga Javier yang singgah di desa kecil di ujung kota, namun walau begitu siapa sangka kalau desa itu sebentar lagi akan menjadi desa paling maju.
“Di zaman ini, uang segini sangat bernilai banyak, tapi tujuan ku adalah dukungan dari keluarga Javier! di saat zaman yang sedang kacau ini, aku tidak bisa hanya mengandalkan diri sendiri..!” gumam Yuda sambil melangkah masuk ke dalam rumah.
Clek.!,
Dor..!,
Yuda kaget setengah mati, saat membuka pintu dengan posisi melamun, wajah Kirana muncul sambil mengejutkan nya.
“Hahahaha...!!!” tawa gadis itu pecah melihat wajah kaget suami nya, bahkan Leni yang saat itu sedang menyiapkan makan malam untuk mereka, tidak lupa Leni juga memasak lebih banyak, karena rencana ingin mengundang Yeti makan malam bersama.
“Dasar..! Sini kamu biar mas hukum supaya nggak jail lagi,” Yuda segera bergerak ingin menangkap Kirana, dan Kirana melihat suami nya, berlari untuk menghindar.
“Sayang! Kamu masak tidak lupa buat lebih banyak kan,” tanya Yuda sambil mendekat ke arah istri nya, yang sedang menyusun lauk dan nasi untuk makan malam.
Leni mengangguk paham. “Sudah mas, Leni juga udah bungkus beras dan daging, buat bi Yeti nanti di bawa pulang.”
“Eum! Bagus, pinter banget sih,” canda Yuda tidak lupa mengecup mesra istri nya.
“Mas Yuda, tadi kata kak Leni ada Tuan Muda Dore, ada urusan apa sama mas,” Kirana kembali ke ruang makan, beda dengan Leni yang tidak mau tau urusan suami nya, tapi Kirana begitu kepo bahkan sering di ingatkan oleh Leni tidak bisa menghapus kebiasaan nya.
Yuda berbalik lalu duduk di hadapan kedua istri nya. “jadi tadi tuh, Tuan Muda Dore, membutuhkan sesuatu dari ku, dan dia membayar mahal! Ini bayaran nya, kalian simpan buat kebutuhan yah.”
Degh!,
Kirana langsung mundur begitu juga Leni yang memegang lengan suami nya menampilkan rasa takut. “Ma-mas, kamu nggak akan memisahkan kami kan.”
Yuda menatap heran Leni, kenapa dari sejak tadi istri nya seperti berfirasat buruk kepada Tuan Muda Dore. “Gak lah sayang! Kamu tuh kenapa sih, perasaan dari sejak aku bilang ada Tuan Muda Dore kamu kayak panik dan gak senang gitu.”
Leni menoleh ke arah adik nya, yang juga menatap ke arah nya.
Kirana duduk kembali lalu mulai bercerita kepada suami nya. “Mas, Taun Muda Dore itu adalah orang yang licik, bahkan dia yang mau beli kak Leni sebelum menikah sama mas, untung saat itu kak Leni berhasil kabur.”
“Kamu salah sayang, aku melihat sifat nya saja, dia bukan orang seperti itu, hanya saja memang dia terbiasa memiliki selir, tapi dia tak akan pernah memaksa wanita yang tak mau menjadi selir nya,” jelas Yuda, pantas saja istri nya, begitu ketakutan, ternyata di masa lalu istri nya sempat hendak menjadi selir Dore.
“Ouh, gitu! jadi dulu memang ibu yang paksa kak Leni, bukan Tuan Muda Dore yang maksa,” pikir Kirana yang mengerti ibu mereka berbohong mengatasnamakan Tuan Muda Dore agar mereka takut.