Alesha rela mengorbankan impian dan kebahagiannya demi rumah tangga yang ia perjuangkan sepenuh hati dan menerima hinaan dan cacian oleh keluarga suaminya.
Namun semua pengorbanannya berakhir sia-sia ketika ia mengetahui suaminya berselingkuh dan mengaku belum menikah.
Memilih pergi adalah langkah paling menyakitkan yang pernah ia ambil. Tetapi tanpa disadari, keputusan itu justru membawanya pada kehidupan baru yang lebih baik.
Alesha mulai bangkit. Ia ingin membuktikan bahwa keputusannya meninggalkan masa lalu adalah pilihan yang tepat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak seorang pun percaya padaku
"Kok sudah pulang? Ini kan belum saatnya kamu pulang kerja?"
"Aku dipecat, Bu."
"APA!?"
Helena langsung berdiri dari duduknya.
"Kamu dipecat?"
Alesha mengangguk pelan.
"Apa yang kamu lakukan, hah, sampai kamu dipecat?"
"Bu, aku tidak melakukan kesalahan."
"Kalau kamu tidak salah, mana mungkin kamu dipecat!"
Alesha menggenggam tasnya erat.
"Bu, aku difitnah."
"Fitnah apa hah?"
Alesha menelan ludah.
"Pak Darto menuduh aku menggoda dia, padahal justru dia yang—"
"Apa! Kamu menggoda Pak Darto?" potong Helena dengan mata membelalak.
Alesha menggeleng cepat. "Tidak, Bu. Aku difitnah, Bu."
"Cukup!"
Helena langsung memotong ucapan Alesha.
"Jangan cari-cari alasan."
"Tapi Bu, ini memang yang sebenarnya."
"Perempuan baik-baik tidak akan sampai membuat laki-laki mendekatinya."
Mata Alesha mulai panas.
"Bu, aku bersumpah aku tidak melakukan apa-apa."
Helena mendengus kasar.
"Perempuan penggoda memang selalu pandai mencari pembelaan."
Deg.
Tubuh Alesha membeku.
"Bu..."
"Apa? Salah?"
Air mata mulai menggenang di matanya.
"Aku tidak seperti itu, Bu."
"Lalu kenapa kamu yang dipecat? Kenapa bukan karyawan lain?"
Alesha terdiam.
Ia tahu apa pun yang ia katakan tidak akan didengar.
Saat itulah Renata keluar dari kamarnya.
"Ada apa sih, ribut-ribut?"
"Kakak iparmu dipecat."
Renata langsung membelalak.
"Hah? Dipecat?"
"Iya. Katanya ketahuan menggoda suami bosnya."
Alesha langsung menggeleng.
"Itu tidak benar!"
Namun Renata justru tertawa sinis.
"Pantas saja."
"Renata..."
"Dari dulu aku sudah bilang sama Ibu. Wajah polos belum tentu benar-benar polos."
"Renata, jangan asal bicara."
"Memangnya aku salah?"
Renata menyilangkan tangannya di dada.
"Kalau memang nggak melakukan apa-apa, kenapa sampai dipecat?"
Dada Alesha semakin sesak.
Tidak ada seorang pun yang mau mendengarkannya.
Tidak ada seorang pun yang percaya padanya.
Helena menatap Alesha dengan kecewa.
"Sekarang bagaimana? Kamu sudah kehilangan pekerjaan."
"Bu, aku akan cari pekerjaan lain."
"Cari pekerjaan lain?" Helena tertawa sinis. "Memangnya semudah itu?"
Alesha menundukkan kepalanya.
"Sementara itu siapa yang akan membantu kebutuhan rumah?"
Alesha menggigit bibir bawahnya.
Ia baru saja kehilangan pekerjaan.
Namun yang dipikirkan Helena bukan keadaan dirinya, melainkan uang yang tidak lagi bisa diberikan oleh Alesha.
Dan itu jauh lebih menyakitkan.
——
Alesha baru saja keluar dari kamar mandi.
Langkahnya terhenti.
Aldo berdiri di dekat lemari dengan wajah gelap.
Tatapan pria itu membuat jantung Alesha berdebar tidak nyaman.
"Mas..."
Plak!
Baru keluar dari kamar mandi, Alesha langsung ditampar suaminya.
Pipinya terasa panas.
Telinganya sempat berdenging.
"Mas..." ucap Alesha sambil memegang pipinya yang terasa perih. Ia menatap suaminya dengan tatapan tidak percaya.
"Bisanya-bisanya kamu menggoda pria lain," desis Aldo menatap tajam.
"Mas, aku difitnah, Mas," bantah Alesha.
"Masih berani membela diri?" bentak Aldo.
Alesha menggeleng kuat.
"Aku tidak melakukan apa-apa."
"Lalu kenapa sampai dipecat?"
"Karena Pak Darto memfitnah aku!"
Aldo tertawa sinis.
"Fitnah? Kamu pikir aku akan percaya begitu saja?"
Air mata Alesha mulai jatuh.
"Mas, aku istrimu. Kenapa Mas tidak percaya padaku?"
Aldo mengusap wajahnya dengan kasar.
"Jangan drama, Alesha. Gara-gara ulahmu, kita digosipin sama tetangga."
"Mas, aku difitnah. Aku hampir dilecehkan oleh Pak Darto. Dan kamu menyalahkan ini semua ke aku?"
"Jika kamu tidak menggoda Pak Darto, mana mungkin kamu dipecat, Alesha."
Alesha mengapalkan tangannya. Matanya mulai memanas menahan air mata.
"Bisa-bisanya kamu bicara seperti itu, Mas. Kamu pikir aku wanita seperti apa, hah?!"
Ia berharap suaminya akan membelanya.
Setidaknya mendengarkan penjelasannya.
Namun lagi-lagi, Aldo memilih menyalahkannya.
Aldo menatap istrinya dengan rahang mengeras.
"Kamu mau bilang apa pun, faktanya kamu sudah dipecat."
"Karena aku difitnah, Mas!"
"Cukup, Alesha!"
Aldo membentak hingga membuat tubuh Alesha bergetar.
"Aku capek dengar alasanmu."
"Itu bukan alasan. Itu kenyataan!"
"Kalau memang kenyataannya begitu, kenapa tidak ada yang percaya padamu?"
Alesha terdiam.
Dadanya terasa sesak.
Bahkan suaminya sendiri tidak mau mempercayainya.
"Mas..."
"Aku tidak mau membahas ini lagi."
Aldo mengambil kunci motornya yang berada di atas meja.
Alesha menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Mas mau ke mana?"
"Bukan urusanmu."
Jawaban itu membuat hati Alesha semakin sakit.
"Aku cuma ingin Mas mendengarkan penjelasanku."
"Aku sudah mendengarnya."
"Kalau begitu kenapa Mas tidak percaya padaku?"
Aldo menghela napas.
"Alesha, berhenti membuat kepalaku semakin pusing."
Setelah mengatakan itu, Aldo melangkah menuju pintu kamar.
"Mas..."
Untuk sesaat, Alesha berharap suaminya akan berbalik.
Namun harapan itu kembali pupus.
Tanpa menoleh sedikit pun, Aldo membuka pintu kamar lalu keluar begitu saja.
Brak!
Pintu tertutup keras di belakangnya.
Meninggalkan Alesha seorang diri di dalam kamar.
Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh.
Alesha menutup wajahnya dengan kedua tangan.
Hatinya hancur.
Hari ini ia kehilangan pekerjaan.
Difitnah.
Tidak dipercaya oleh ibu mertuanya dan adik iparnya.
Dan yang paling menyakitkan, ia tidak dipercaya oleh suaminya sendiri.
ayoookkkk semangat
semangat
💪💪💪💪💪
😤😤😤😤😤😤😤😤😤kuweseeellleee rekkk...
yg Suai siapa tapi yg dituntut nafkahi siapa. kan gendeng yaaa.. ga DA kewajibannya mantu atau istri menafkahi keluarga nya apa lagi menafkahi kluarga suami.😄😄😄
ibu ini lupa minum obat inii pastii makanya rada kumat 🤭
mending sekalian beneran kerja jadi babu luar negri makan gratis tinggal gratis digaji besar. sama aja kan kayak kau tinggal dirumah kluarga suami mu, macam babu. bedanya babu luar negri digaji🤣🤣🤣🤣
lahhh ini sudah lah dihina dijelekkan dibabuin ga dihargai, dinafkahi ala kadarnya saja. boro boro mau beli berlian segunung🤣🤣🤣🤣
lanjut lahhhhhh
Thor kira kira kalau buat cerita, LG anteng2 baca sudah dibuat darah tinggi thorrrrrrr teganya dikau pada daku. 🤣🤣🤣🤣
coba Thor masukin aku kedalam novel mau aku geprek itu mertua dan ipar laknatnyaaa... sudah ga dinafkahi kok masih mau aja punya suami modelan gitu....
astaghfirullah
astaghfirullah
astaghfirullah
sabarrrr sabarrr... orang sabar rejekinya lebaaarrrrrrrrrrrr😁