NovelToon NovelToon
Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Warisan Sembilan Naga : Sang Penakluk

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**

Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.

Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.

Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.

Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Persiapan Pelatihan

Tekanan di udara perlahan meningkat.

Lin Tian diam-diam mempersiapkan diri. Jika pertarungan terjadi sekarang, peluang menangnya hampir nol.

Tetapi meski mustahil, ia tetap akan melawan.

Namun tiba-tiba... Kharos tertawa keras.

Suara tawanya mengguncang seluruh arena seperti ledakan petir.

"HAHAHAHA!"

Ribuan Asura ikut menoleh ke arah Kharos.

"Kau ingin memburu Pemangsa Dimensi?" katanya sambil tertawa. "Dengan kultivasi Lapisan Ketiga mu sekarang?"

Tatapan emasnya dipenuhi keganasan sekaligus hiburan.

"Itu lucu. Kau seperti semut yang menantang naga."

"Atau anak kecil yang ingin membunuh dewa."

Meskipun kata-katanya terdengar menghina, Lin Tian bisa merasakan sesuatu yang lain di balik suara itu.

Kharos perlahan berdiri dari singgasananya.

Tubuh raksasanya langsung memancarkan tekanan yang jauh lebih mengerikan dibanding sebelumnya. Seluruh arena menjadi sunyi dalam sekejap.

"Namun keberanianmu… layak dihargai." Tatapannya berubah tajam.

"Dengarkan baik-baik, Anak muda"

"Pemangsa Dimensi adalah Entitas Primordial."

Hanya mendengar nama tingkatan itu saja sudah membuat jantung Lin Tian menegang.

"Kekuatannya berada jauh di luar pemahamanmu saat ini."

Kharos menunjuk dirinya dengan satu jari besar.

"Kau sekarang tidak lebih dari serangga dibanding makhluk seperti itu."

Kata-kata itu terasa brutal, tetapi Lin Tian tahu itu adalah kenyataan.

"Kultivator yang ingin melawan Pemangsa Dimensi minimal harus mencapai Alam Kenaikan Primordial."

Lin Tian langsung membeku.

Alam Kenaikan Primordial?

Berarti masih ada alam lain di atas Alam Transformasi Jiwa.

Dan kemungkinan besar… lebih dari satu.

Kharos melanjutkan tanpa memberi waktu untuk mencerna semuanya.

"Meski begitu, jika kau benar-benar ingin mencoba sesuatu yang mustahil, maka kekuatan adalah syarat utama."

Tatapannya menyipit.

"Karena itu, Dimensi Asura bersedia memberimu pelatihan."

Beberapa Asura di arena mulai bersorak kecil mendengar kata itu.

Namun nada Kharos berubah dingin.

"Tetapi ada syaratnya."

Ia mengangkat satu jarinya.

"Pertama. Kau harus bertahan hidup dari pelatihan kami." Sudut mulutnya sedikit terangkat. "Sembilan puluh persen orang luar mati."

Jari kedua terangkat.

"Kedua. Kau harus membuktikan dirimu dengan mengalahkan prajurit Asura yang akan terus menjadi lebih kuat."

Jari ketiga terangkat.

"Ketiga. Selama masa pelatihan, kau harus mematuhi perintah Dimensi Asura."

Aura Kharos memenuhi seluruh arena.

"Jika menerima, maka hidupmu akan dipenuhi latihan brutal dan kemungkinan kematian."

"Tapi kekuatan… mungkin bisa kau dapatkan."

Tatapannya menjadi sangat tajam.

"Jika menolak, kau boleh kembali ke Alam Rendah mu."

"Kau akan hidup. Tetapi kau akan tetap lemah selamanya."

Pilihan itu sebenarnya sederhana.

Dan bagi Lin Tian, jawabannya bahkan tidak membutuhkan waktu satu detik.

"Aku menerima."

Suasana arena langsung berubah lebih serius.

Lin Tian melangkah maju satu langkah.

"Aku akan menjalani pelatihan apa pun. Berapa pun harga yang harus dibayar. Seberapa brutal pun prosesnya."

Tatapannya tidak goyah sedikit pun. "Aku akan bertahan hidup. Aku akan menjadi lebih kuat."

"Pemangsa Dimensi harus dihentikan. Alam semesta harus dilindungi, itu adalah misinya yang sangat mutlak."

Napasnya perlahan keluar.

"Kematian bisa diterima tetapi kelemahan tidak."

Untuk sesaat, seluruh arena benar-benar sunyi.

Lalu Kharos menyeringai lebar. Dan untuk pertama kalinya, ekspresi itu terlihat seperti persetujuan tulus.

"Bagus!"

Aura perang meledak dari tubuhnya. "Aku menyukai api di matamu!"

"Tekad mutlak seperti itu adalah jiwa seorang Asura!"

Ia tertawa kecil sebelum kembali duduk di singgasananya.

"Pelatihan dimulai besok, malam ini gunakan untuk beristirahat dan mempersiapkan dirimu."

Tatapan emasnya berubah dingin. "Karena mulai besok… neraka akan dimulai."

"Apakah kau akan bertahan hidup atau tidak, bahkan aku tidak tahu."

"Tapi satu hal pasti. Kau akan mencoba."

Kharos mengangkat tangannya.

"Pengawal! Antar tamu kita ke tempat tinggal sementara. Besok, takdirnya akan ditentukan."

Tempat tinggal yang diberikan kepada Lin Tian sangat sederhana.

Ruangan batu tanpa kemewahan apa pun. Hanya ada tempat duduk, tempat tidur kasar, dan suasana dingin khas Dimensi Asura.

Namun Lin Tian tidak peduli soal kenyamanan.

Ia duduk bersila di tengah ruangan dan mencoba bermeditasi.

Tetapi pikirannya terus bergerak tanpa henti.

Pemangsa Dimensi.

Alam Kenaikan Primordial.

Dunia di atas dunia kultivasi.

Dan fakta bahwa dirinya ternyata masih sangat lemah.

Semua kenyataan itu terasa berat.

Namun di balik tekanan tersebut, ada sesuatu yang perlahan tumbuh di dalam dirinya.

Semangat.

Karena akhirnya, ia menemukan jalan menuju kekuatan yang selama ini tidak pernah ia ketahui.

Lin Tian duduk diam di dalam ruangan batu itu sambil memejamkan mata.

Namun pikirannya sama sekali tidak tenang.

Hari ini terlalu banyak hal yang mengguncang seluruh pemahamannya tentang dunia.

Alam Tingkat Rendah yang selama ini ia anggap luas ternyata hanyalah alam kecil dengan batas kekuatan yang sangat rendah. Di tempat asalnya, Puncak Jiwa Baru Lahir dianggap puncak kultivasi.

Semua orang percaya itu adalah batas mutlak.

Termasuk dirinya.

Tetapi sekarang ia menyadari kenyataan yang jauh lebih besar.

Di atas Alam Rendah itu masih ada Alam yang lebih tinggi, dan itu dunia yang sama sekali berbeda.

Di tempat ini, Ranah Transformasi Jiwa bukanlah puncak kekuatan. Itu bahkan baru permulaan.

Dan di atasnya masih ada alam lain.

Semakin dipikirkan, semakin kecil dirinya terasa.

Saat ini ia baru berada di Transformasi Jiwa Lapisan Ketiga. Sementara prajurit biasa Dimensi Asura sudah mencapai Lapisan Lima atau Enam.

Dan Kharos…

Keberadaan pria itu bahkan tidak bisa diukur oleh indranya.

Perbedaan kekuatan di antara mereka terlalu besar.

Menghancurkan harga dirinya.

Namun anehnya, hal itu juga membangkitkan semangat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Karena akhirnya ia melihat bahwa jalannya masih sangat panjang.

Lin Tian perlahan membuka matanya. Tanpa sadar, ia teringat pada Yeye.

Jika pria tua itu melihat semua ini, apa yang akan ia katakan?

Dan seolah menjawab pertanyaan itu, ingatan lama muncul di benaknya.

Suara Lin Feng terdengar lembut dan tenang.

"Tian… kekuatan memang penting. Tapi tetap menjaga kemanusiaanmu jauh lebih penting."

"Keseimbangan adalah hal yang paling sulit."

Lin Tian menundukkan kepala nya pelan.

Kemanusiaan.

Keseimbangan.

Hal-hal itu terasa semakin sulit dipertahankan.

Ia sekarang sendirian di dunia brutal yang hanya menghargai kekuatan dan pertarungan. Mulai besok, pelatihan mengerikan menunggunya. Kematian bisa datang kapan saja.

Namun meski begitu, ia masih mengingat janjinya.

Ia sudah berjanji kepada Yeye untuk tetap mencoba menjadi manusia.

Meskipun sulit.

Meskipun mungkin gagal. Ia akan tetap mencobanya, dan akan selalu mencobanya.

Malam berlalu lambat.

Lin Tian mencoba tidur, tetapi pikirannya terus dipenuhi bayangan tentang hari esok.

Pelatihan brutal.

Pertarungan hidup dan mati.

Dan dunia baru yang jauh lebih kejam dibanding dunia kuktivasi.

Apakah ia siap?

Tidak.

Namun seperti biasa, ia tetap akan melangkah maju.

Apa pun harganya.

1
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Mat
seru, semangat thor💪
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!