NovelToon NovelToon
"Aku Kangen, Tapi Tuhan Tau "

"Aku Kangen, Tapi Tuhan Tau "

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Andri Yuliantina

Indry gadis religius yang lembut dan terlalu baik pada semua orang.

Zaki lelaki yang selalu hadir dan memberi namun perbedaan keyakinan selalu menjadi tembok pemisah yang tak terlihat diantara mereka.

pertemuan di stasiun tegal setelah 15 Tahun berpisah, menjadi awal dari kisah yang entah apa ujung nya.

tawa kecil, telfonan larut malam dan rasa nyaman pelan pelan berubah jadi kangen dan terbiasa.

tapi bagaimana jika cinta saja tak cukup?
bagaimana kalau Tuhan punya rencana lain....
dan satu keputusan yang harus dipilih,
melanjutkan.... atau melepaskan....


karna kadang, kangen terbesar adalah kangen yang hanya Tuhan yang tau....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andri Yuliantina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 25 : Rumah Berkat 3

*Ep 25: RUMAH BERKAT 3 – IBU DATANG*

_Sabtu pagi. Jam 8:07 pagi. Rumah Berkat Karawaci._

Pintu diketuk pelan. Indry buka. Di depan ada Zaki. Dan di samping Zaki ada Mama Zaki. Tangan

Mama bawa 2 koper kecil dan 1 keranjang anyaman penuh oleh-oleh Tegal.

Mama Zaki gak sabaran banget jadilah berangkat jam 3:45 dari Tegal. Biar Sabtu pagi sampai Rumah Berkat.

Sabtu-Minggu Indry kan Libur kerja.

Indry diem 3 detik. Salim Mama Zaki. Salim ZakiTerus pelukan.

Indry: “Tante…🙏” ☺

Mama: “Nak…”🙂🙂

Zaki

Nggak ada kata lain. Dua wanita itu nangis. Lama.

Zaki berdiri di belakang, garuk kepala.

Zaki: “Ibu… indry… kalau nangis terus, nanti keranjang tumpah.masuk dulu atuh...”

Mereka ketawa pelan di sela tangis. Peluk lagi. Nangis lagi. Pandang-pandangan. Ketawa lagi.

Zaki cuma bisa senyum liat dua wanita paling dicintainya itu. “Ini kalau disatuin, aku kalah telak,” batinnya.

 

Mereka masuk. Rumah kecil tipe 54 jadi penuh suara.

Mama Zaki langsung buka keranjang:

Mama: “Ini bakpau kacang, ini sate kambing, ini mendoan, ini teh poci. Buat semua.Krupuk Mlarat..ini...ini..ini...ini...” banyak eh 😌

Indry: “Tante, nggak usah banyak-banyak…”

Mama: “Nak, ini rezeki Ibu. Ibu pengen kalian semua ngerasain.”

Ogah yang baru bangun ngintip dari kamar.

"Bu, salam.... saya Ogah adik kak Indry yang paling Ganteng. " Sok akrab dia lansung salim dan peluk Mama nya Zaki. kayak Peluk Mama nya dia aja.

Indri, "Ga, yang sopan dong..... kan baru ketemu... Maaf ya bu, Ogah suka sok akrab" cubit lengan Ogah sambil gak enakan sama mama Zaki.

Mama Zaki, " Ga pa pa, Ndry... Ibu senang Sama Ogah berati kan udah anggap Ibu mamah nya sendiri, Ya Ogah.... "

Ogah cengar cengir, " Iya bu... Ogah Rindu punya Mama... Tapi kak Indry udah cukup jadi kakak dan Mama juga buat kita"

degggg..... Diam. nangis lagi. haru lagi.

Ogah: “KAK!!! BAKPAU, ADA MARTABAK COKLAT NGGAK KAK!!!”

Langsung lari ambil.Suasana jadi cair lagi.

Carel, Paul, Mauba udah balik kerja. Meta cuma VC dari Rumah Mr Bule.

Meta: “DRY!!! SALAMIN IBU!!! GUE KANGEN!!!”

Mama Zaki lambaian ke layar: “Nak Meta, jaga diri ya. Bule-nya jangan nakal!”

Meta: “SIAP, IBU!!!”

 

Hari itu Indry mulai panggil “Ibu”.

Indry: “Ibu, ini tehnya. Hangat.”

Mama Zaki pegang tangan Indry. Matanya berkaca lagi.

Mama: “Iya, Nak. Ibu.”

Obrolan mengalir. Dari dapur ke teras.

Mama Zaki: “Nak, Ibu senang lihat kalian jaga batas. Zaki cerita semua. Ibu bangga.”

Indry: “Ibu… makasih sudah terima aku.”

Mama: “Terima? Nak, Ibu udah anggap kamu anak sendiri sejak kamu datang ke Tegal.”

Lalu Mama mulai heboh.

Mama: “Nak, Ibu udah nggak sabar pengen punya cucu. Nggendong, nyuapin, ajarin ngaji… eh, ajarin doa Rosario juga boleh ya?”

Zaki di pojok langsung batuk. Muka merah.

Zaki: “Ibu… kita belum lamaran juga.”

Mama: “Ya tapi kan udah kebayang!”

Mama Zaki ketawa. Indry ketawa. Rumah kecil itu rame lagi.

 

Sore hari. Mama Zaki buka keranjang lagi. Kali ini rahasia.

Mama: “Zaki, sini.”

Zaki datang. Mama bisik: “Cincinnya udah jadi,

Nak. Ibu pesen di Slawi. Model polos. Biar awet.”

Zaki: “Ibu… jangan bocor dulu dong.”

Mama: “Bocor gimana? Ini Indry harus tahu biar dia siap.”

Indry denger dari dapur. Dia pura-pura nggak denger. Tapi kuping merah.

 

Malam. Jam 9 malam. Semua duduk di teras. Ada teh, ada mendoan.

Mama Zaki: “Nak, kalau nanti kalian nikah, ada adat Tegal yang bagus. Namanya *Bobot Timbang* dan *Dulangan*.”

Mama jelasin pelan:

“Bobot Timbang itu pengantin duduk di pangkuan ayah mempelai wanita. Terus ibu tanya: siapa yang lebih berat? Ayah jawab: nggak ada yang lebih berat. Artinya, menantu dan anak kandung sama-sama dijaga adil.”

“Dulangan itu suap-suapan. Pengantin saling suapi tumpeng. Itu ciri khas adat Jawa, termasuk Tegal.”

Mama Zaki jadi nurunurunin wajah. sedih. Kan Ayah Zaki udah gak ada.

Indry angguk.pengen tau lebih banyak.

Indry: “Kalau dari Kalimantan Barat, kita adat Dayak Bisomu.

namanya "Nupat Ara" dan Adat "Pungantet"atau " Buponu"

Indry jelasin juga:

“Nupat Ara" itu orang tua mempelai pria datang meminang.lewat "Ara" atau "Petali" orang yang menyambungkan hubungan kedua nya.

dari Pria memberikan Seserahan berupa alat atau Keperluan Pribadi wanita. kalo sekarang lebih modern :Bisa handuk, skincare, alat mandi dan Cincin Tunang.

Kalau jaman dulu karna wanita biasanya menyirih atau makan sirih, maka alat alat untuk menyirih, kain sarung.

Kalau diterima, dari Pihak Wanita memberikan Keranjang kecil sebagai simbol menerima lamaran. keranjang itu untuk menampung atau simpan seserahan. artinya Pria itu diterima jadi calon Suami. diikat dengan cincin.

lanjut : pihak keluarga nyelidiki apakah ada hubungan keluarga atau nggak. Tujuannya biar jelas dan layak.”

“Terus setelah itu keluarga berunding. untuk menentukan kapan kira akan menikah.

Jika sudah sepakat, maka adat dibacakan. kalau ada yang melanggar atau yang memutuskan Tali Tunang maka akan dikenakan sangsi adat, dan harus mengumpulkan Tokoh adat untuk bongkar atau putus Tunang.

Mama Zaki dengerin serius.

Mama: “Wah, adat Dayak juga teliti ya. Biar nggak salah pilih.”

Indry: “Iya, Ibu. Biar jelas dari awal.”

Zaki diem. Dia ngerti. Nikah beda agama bukan cuma soal cinta. Ada adat, ada keluarga, ada tanggung jawab.

 

Malam makin larut. Ogah udah pamit.

Ogah: “Kak, aku izin nginep ya. Besok retret OMK jam 6 pagi. Kak Carel udah izinin.”

Indry: “Boleh, Ogah. Hati-hati ya.”

Ogah: “Kak Zaki, titip doa ya. Biar nggak ngantuk.”

Zaki: “Siap. Doa Rosario malam ini buat kamu.”

Meta masih VC.

Meta: “DRY!!! JADI KALIAN NIKAH ADAT TEGAL ATAU DAYAK?!”

Indry: “Meta, kita belum lamaran!”

Meta: “YA TAPI KAN HARUS SIAP!!! AKU MAU JADI YANG LEMPAR BUNGA!!!”

Semua ketawa.

 

Jam 11 malam. Rumah sepi lagi. Mama Zaki tidur di kamar tamu. Zaki tidur di sofa. Indry di kamar atas.

Indry keluar sebentar. Bawa teh.

Indry: “Ibu tidur nyenyak?”

Zaki: “Tidur. Capek tapi senang.”

Indry: “Zaki… makasih ya udah bawa Ibu ke sini.”

Zaki: “Makasih kamu udah terima Ibu.”

Mereka diem. Denger hujan Karawaci.

Zaki: “Sayang… Ibu bilang cincin udah jadi.”

Indry: “Aku denger.”

Zaki: “Aku belum siap ngomong. Tapi… aku pengen kamu jadi istriku, Indry.”

Indry: “Aku juga pengen kamu jadi suamiku, Zaki. Kalau Tuhan izinkan.”

mereka saling mendekat. Zaki cium kening Indri.

Zaki, "Boleh peluk nggak, Ndry... aku kangen aroma kamu.. "

Indry buka tangan 🫂

Zaki tarik nafas huuuufffffff...." pengen halal malam ini juga rasanya... gak kuat aku, Ndry. "

"Sabar.... kamu lamar aku resmi kapan... biar cepet kasian kamu perjaka Tua lama. "

Zaki bisik nakal, " Ndry, nyicil yuk dia atas.... "sambil niup telinga Indry.... Indry merinding disko..

Indry, " bukannya gak mau, Zak.... tapi sabar ya.. gak lama lagi kan... " "Nakal kamu 😈😈udah mulai berani ya" Nyubit perut Zaki yang kotak kotak.

"Auuuu... jangan, Ndry... deket itu,... kamu mancing ya... "

Zaki cium kening. Cup pipi Kiri. Cup pipi kanan. Cup mata kiri. Cup mata kanan. Cuuuuupppp bibir.

Telunjuk Indry Otomatis nempel disana.

"Udah.... jangan lagi.... kamu ke Toilet aja sana... maaf ya Zaki, aku nyiksa kamu.... ntar aku bayar lunas kalo udah Halal. "

Zaki nepuk nepuk Dada, sabar. sabar. sabar.

"Iya Ndry ga pa pa.... " " nanti kita abis nikah lansung Tinggal berdua ya 😍🥰😘

"Iyaaaa sayang... Zaki I love u 😜"

"apaaa sayang... aku gak denger... "

Indry lansung kabur ke kamar atas.

Mama Zaki usap dada di balik pintu kamar, dasar anak muda bathinnya. jadi Rindu Alm. Ayah Zaki.

Di kamar tamu, Mama Zaki nggak bisa tidur. Dia dengar suara mereka.

Dia senyum.

“Ya Allah… jaga anak-anakku.”

***

Mereka nggak janji tanggal. Nggak janji bulan.

Cuma janji: “Tahan. Demi yang halal.”

Di luar, hujan turun pelan.

Di dalam, Rumah Berkat jadi makin berkat.

masa depan. Tuhan tau

1
Aiko Yuki
air mataku ikut netes kak 😭
AnYu: terima kasih sudah membaca... ini karya pertama ku... masih tahap nulis blm d revisi mungkin masih banyak typo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!