Berlatar di Seoul, Seo Yerin adalah wanita karier sempurna yang hidupnya hancur setelah diracuni oleh suaminya sendiri dan dikhianati sahabat dekatnya. Namun setelah kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu tepat di hari saat dirinya dilamar.
Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Pertama, dia menghajar orang yang melamarnya tepat di hadapan semua orang dan merencanakan balas dendam kepada sahabat dan semua orang yang membuatnya menderita.
Namun di tengah usahanya mengubah takdir, ia tanpa sadar terlibat dengan seorang pria berbahaya dari dunia bawah tanah—seorang mafia dingin yang juga sedang menyiapkan balas dendamnya sendiri.
Apakah pembalasan dendamnya dapat membawanya menuju kebahagiaan? Atau malah membuatnya semakin terseret ke dalam jurang neraka? Saksikan perjalanan Yerin hanya di novel ini ☺️☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4 Emosi yang meluap
Suara tamparan keras menggema di seluruh taman. Kotak cincin itu terlepas dari tangan Minhyuk dan jatuh ke lantai.
Hening melanda suasana, semua orang membeku dan tepuk tangan berhenti.
Senyuman di wajah para tamu perlahan menghilang, digantikan tatapan syok seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat.
Minhyuk sendiri tampak linglung. Ia memegang pipinya yang lebam sambil menatap Yerin dengan mata melebar.
“Ye… Yerin?”
Nada suaranya penuh kebingungan seolah ia benar-benar tidak mengerti kenapa wanita yang seharusnya menangis bahagia itu kini menatapnya seperti ingin membunuhnya.
Namun sebelum siapa pun sempat bereaksi—
BRUK!
Yerin tiba-tiba mencengkeram kerah jas pria itu dengan kedua tangan lalu mendorong tubuhnya hingga jatuh telentang ke tanah.
“UGH!”
Semua tamu seketika menjerit panik.
“Ya Tuhan!”
“Apa yang terjadi?!”
Minhyuk bahkan tidak sempat bangkit karena Yerin langsung naik ke atas tubuhnya.
Rambut panjangnya berantakan tertiup angin. Napasnya kacau. Matanya merah dipenuhi kebencian yang terlalu dalam untuk disebut manusiawi.
Ia menatap Cha Minhyuk seperti sedang melihat musuh yang paling ingin ia hancurkan. Dan memang begitu adanya.
“Kau…” suaranya bergetar hebat, “kau berani muncul di depanku sambil membawa cincin?”
Minhyuk mulai panik. “Tunggu— Yerin, ada kesalahpahaman—”
BUGH!
Tinju Yerin menghantam wajahnya dengan keras.
Kepala Minhyuk langsung terpental ke samping. Darah segar keluar dari hidungnya.
Jeritan para tamu semakin ramai.
“YERIN!”
“Apa yang kau lakukan?!”
"Dia, dia sudah gila!"
Namun Yerin tidak peduli karena yang ia lihat hanyalah pria ini. Pria yang menjadi kunci dalam kehancurannya.
Pria yang membiarkan dirinya menderita di rumah sakit sementara dia menikmati segala kemewahan berkat kerja kerasnya.
BUGH!
Pukulan kedua menghantam pipi Minhyuk dengan keras.
“Aku…”
BUKH!
“…akan…”
BUGH!
“…membunuhmu!”
Setiap kata keluar bersama tinju yang turun tanpa ampun.
Minhyuk mencoba menahan lengannya, namun Yerin seperti orang yang kehilangan akal sehat. Semua emosi yang terkumpul selama hidupnya meledak sekaligus dalam momen itu.
“AARGH—! Berhenti!!”
Minhyuk akhirnya berteriak kesakitan saat pukulan lain menghantam wajahnya.
Darah mulai menetes di kemeja putihnya. Beberapa tamu wanita menutup mulut ketakutan. Yang lain mundur beberapa langkah seolah takut Yerin akan menyerang mereka juga.
Mereka tidak lagi melihat Yerin sebagai wanita yang lembut, tulus, elegan, dan menawan. Yang ada hanyalah serigala kelaparan yang bisa membunuh siapapun.
Tidak ada satupun dari tamu undangan itu yang menyangka bahwa kejutan yang seharusnya romantis itu pada akhirnya berubah menjadi tragedi berdarah.
...
Beberapa saat kemudian, suasana di kantor polisi dipenuhi ketegangan yang aneh tapi juga absurd.
Yerin duduk di kursi interogasi dengan kaki menyilang dan wajah dingin seperti bos mafia yang baru selesai menghabisi saingan bisnisnya.
Rambutnya sedikit berantakan akibat keributan tadi. Dan dari sorot matanya, semua orang di ruangan itu bisa melihat satu fakta mengerikan.
Wanita itu masih belum puas.
Di sisi lain ruangan, Cha Minhyuk duduk sambil meringis ketika mendapat perawatan karena kondisinya benar-benar mengenaskan.
Bibirnya pecah. Pipi kirinya membengkak. Salah satu matanya mulai menghitam. Bahkan hidungnya masih ditempeli kapas kecil karena mimisan.
"Lukamu sangat parah... bagaimana ini bisa terjadi?” tanya polisi wanita yang merawatnya.
Minhyuk membuka mulut pelan. “Itu—”
Namun mulutnya langsung kaku ketika Yerin menoleh ke arahnya dengan tatapan tajam seolah sedang menghitung apakah lebih cepat membunuh seseorang dengan tangan kosong atau memakai kursi yang di dudukinya.
Glup...
Minhyuk langsung menelan ludah dan memalingkan wajah.
Tok. Tok.
“Nona Seo," panggil seorang polisi yang bertugas menginterogasinya.
Yerin menatapnya dengan malas.
“Biar saya luruskan situasinya.” Polisi itu membuka catatan sambil membaca. “Tuan Cha membuat acara kejutan romantis, mengundang teman-teman dan kerabatnya untuk melamar Anda… Lalu di tengah acara, Anda langsung menampar dan memukuli beliau dengan brutal sampai babak belur. Apa itu semua benar?”
“Aku bahkan belum selesai dengannya.”
BRAK!
Polisi itu langsung menggebrak meja. “Saya bertanya, apa itu benar, Nona Seo?!”
Yerin menatap polisi itu beberapa detik sebelum akhirnya menghela napas panjang.
"Itu Benar.”
Polisi itu memijat pelipisnya. “Bukankah itu terlalu berlebihan? Kalaupun Anda menolak lamarannya, Anda tidak perlu membuatnya hampir masuk rumah sakit”
“Aku tidak ingin membuatnya masuk rumah sakit," Yerin mencondongkan tubuhnya lebih dekat dan berbisik: "Aku ingin membunuhnya.”
Ruangan langsung hening. Polisi itu perlahan menutup catatannya. “…Aku butuh kopi.”
Salah satu polisi di belakang bahkan berbisik pelan, “Pak… ini kasus percintaan atau percobaan pembunuhan?”
“Aku juga bingung.”
Minhyuk menguatkan tekad sebelum akhirnya mencoba bicara. “Yerin… aku rasa kita bisa membicarakan ini baik-baik—”
“TUTUP MULUTMU!”
Suara Yerin menggema di seluruh ruangan hingga membuat para polisi sangat tercengang.
BRAK!
Yerin berdiri begitu cepat hingga kursinya terpental ke belakang dan membuat wajah Minhyuk langsung pucat.
“Aku akan membalas semuanya padamu," ucap Yerin sambil berjalan mendekat dengan aura membunuh yang nyata. “Aku akan memastikan kau menderita selama sisa hidupmu!”
Minhyuk refleks meringkuk di kursinya seperti anak kecil ketakutan. “POLISI! POLISI!!” teriaknya.
Tiga petugas langsung menahan Yerin sebelum wanita itu benar-benar menghajarnya lagi.
“Nona Seo tenang dulu!”
“Tarik napas!”
“Tolong jangan bunuh orang di kantor polisi!”
Yerin terus memberontak, berusaha maju sambil menatap Minhyuk penuh niat membunuh.
“Dia gila…”
“Dia sudah gila…”
“TIDAK, AKU WARAS! DIA YANG HARUS MATI!”
“Ya Tuhan…”
Saat suasana benar-benar kacau, pintu kantor polisi terbuka bersamaan dengan kedatangan seorang wanita paruh baya.
“YERIN!” teriaknya dengan khawatir.
Tubuh Yerin langsung membeku. Matanya bergetar melihat kemunculan wanita itu.
“Ibu…”
biasa'a akan mengulangkan kejadian" sblm'a
keren crita'a
bagus alur'a... jgn smp gk lanjut ya thor
oowh... ternyata anak pungut yg menguasai dunia bawah calon'a yerin, gpp yg penting kuat smua
😂🤭
betul g yaa🤔
lanjuuut thor💪
aah inilah org yg akan menolong yerin, seorang dr dunia bawah