NovelToon NovelToon
Ibu Susu Yang Tak Pernah Dipilih

Ibu Susu Yang Tak Pernah Dipilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Puji170

Empat tahun Inara menjadi ibu susu bagi Zidan. Selama itu pula, ia mendapatkan cinta dari Reno, ayah Zidan, bahkan mereka berencana untuk menikah.

Namun semuanya berubah saat Zoya, mantan istri Reno sekaligus ibu kandung Zidan, kembali dengan niat menebus kesalahan. Sejak saat itu, kehidupan Reno dan Zidan perlahan berpusat pada Zoya. Sementara Inara justru merasa tersisih dan selalu menjadi pihak yang disalahkan.

Inara tidak pernah tahu di mana letak kesalahannya, hingga membuat Reno yang dulu mencintainya kini berubah dingin.

Apa yang sebenarnya terjadi? Akankah Inara memilih bertahan atau justru akan pergi karena merasa sudah tidak dipilih lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Bukannya merasa takut ditegur, Baba malah terkekeh kecil sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah Altaf yang sejak tadi duduk tidak jauh darinya.

Pria itu tampak sibuk menatap layar laptop di pangkuannya. Kaos putih berlengan pendek yang dikenakannya membuat tubuh tegapnya terlihat jelas, sementara rambut cepak belah samping dan alis hitam tegas semakin menonjolkan wajah tampannya. Meski hanya duduk diam sambil bekerja, aura dingin Altaf tetap terasa kuat.

“Ayah,” celetuk Baba polos sambil menyeringai jahil ke arah kamera, “bilang aja mau ikutan teleponan.”

Altaf langsung mengalihkan pandangannya dari laptop lalu menatap putranya tajam.

“Sudah malam,” ucapnya tenang, tetapi terdengar tegas. “Matikan teleponnya. Gak baik ganggu orang lain.”

Bukannya menurut, Baba malah mendekatkan ponsel itu ke wajah Altaf.

“Tuh kan, Ayah malu-malu,” bisiknya konspiratif pada Inara dan Nila.

“Baba,” tegur Altaf mulai kehilangan kesabaran.

Nila yang melihat itu langsung menahan tawa sambil menutup mulutnya. “Parah, Pak Al. Ketahuan banget.”

Sementara Inara justru salah tingkah sendiri saat tanpa sengaja pandangannya bertemu dengan mata Altaf di layar.

Pria itu terdiam sesaat sebelum akhirnya mengembuskan napas pendek. “Maaf,” ucap Altaf datar pada Inara dan Nila. “Baba memang terlalu banyak bicara.”

“Gak apa-apa kok,” jawab Inara cepat sambil tersenyum tipis.

Namun Baba langsung protes. “Ayah bohong,” sahutnya cepat. “Ayah dari tadi juga lihat-lihat Tante Inara terus.”

“Baba.”

Nada suara Altaf kali ini terdengar lebih rendah penuh peringatan. Anak kecil itu langsung menutup mulutnya sendiri pura-pura takut, meski matanya masih berbinar jahil.

Nila yang sedari tadi menikmati tontonan gratis itu akhirnya terkekeh puas.

“Ra,” bisiknya pelan pada Inara, tetapi sengaja cukup keras agar terdengar di panggilan itu, “kayaknya ada yang mulai saingan sama Reno deh.”

“Nil!” Inara langsung melotot malu.

Sementara di seberang layar, Altaf hanya memijat pelipisnya pelan seolah mulai pusing menghadapi tingkah Baba dan Nila sekaligus. Namun setelah mengobrol beberapa menit lagi, panggilan itu akhirnya berakhir. Baba yang tadi masih semangat bercerita perlahan mulai mengantuk hingga tertidur sambil memeluk boneka kecil di sampingnya.

Kini rumah itu kembali sunyi, menyisakan Altaf yang masih duduk di ruang kerja dengan laptop menyala di depannya. Jemarinya bergerak pelan di atas keyboard, tetapi pikirannya jelas tidak sepenuhnya fokus pada pekerjaan.

Beberapa saat kemudian, suara ketukan pintu terdengar.

“Masuk,” ucap Altaf singkat.

Pintu ruangan terbuka dan seorang pria bernama Raka masuk sambil membawa map cokelat cukup tebal di tangannya.

“Apa sudah kamu temukan?” tanya Altaf tanpa basa-basi. Nada suaranya kembali dingin dan profesional, jauh berbeda dibanding saat menghadapi Baba tadi.

Raka langsung menyerahkan map tersebut. “Ini semua data yang berhasil saya kumpulkan, Pak.”

Altaf menerimanya dengan tenang lalu membuka lembar demi lembar isi map itu. Tatapannya bergerak cepat membaca beberapa informasi di sana.

Iya, sejak melihat kedekatan Baba dengan Inara yang terasa terlalu cepat dan tidak biasa, Altaf mulai merasa ada sesuatu yang janggal. Karena selama ini Baba hampir tidak pernah semudah itu dekat dengan orang asing, apalagi perempuan. Namun anehnya, sejak pertama bertemu Inara, anak itu langsung bersikap seolah sudah mengenalnya sejak lama.

“Apa cuma ini?” tanya Altaf tanpa mengalihkan pandangan dari berkas di tangannya.

Raka mengangguk pelan. “Untuk sementara baru itu yang saya dapat. Tapi memang ada beberapa hal yang cukup aneh.”

Altaf akhirnya berhenti membaca lalu mengangkat pandangannya. “Jelaskan.”

Raka menarik napas sebentar sebelum melanjutkan, “Empat tahun lalu, sebelum Bu Inara tinggal bersama tunangannya sekarang… beliau pernah mengalami kesalahan medis.”

Alis Altaf langsung mengernyit tipis.

“Kesalahan medis?”

“Iya, Pak.” Raka mengangguk pelan. “Akibat prosedur hormonal yang salah saat perawatan, tubuh Bu Inara yang waktu itu belum menikah dan belum pernah melahirkan jadi memproduksi ASI.”

Ruangan mendadak terasa lebih hening. Altaf menatap Raka beberapa detik, memastikan dirinya tidak salah dengar.

“Maksudmu…?”

“Bu Inara mengalami hiperlaktasi,” jelas Raka hati-hati. “Produksi ASI-nya sangat banyak sampai akhirnya pihak rumah sakit menyarankan beliau menjadi donor ASI.”

Rahang Altaf perlahan mengeras.

“Selama ini kita tahu Bu Inara jadi ibu susu untuk anak Pak Reno,” lanjut Raka. “Tapi ternyata bukan cuma Zidan yang menerima ASI beliau.”

Tatapan Altaf berubah semakin tajam.

Raka membuka salah satu lembar data di dalam map itu lalu menyerahkannya.

“Nama Baba juga tercatat sebagai salah satu penerima donor ASI Bu Inara,” ucapnya pelan. “Dan itu berlangsung hampir dua tahun.”

Seketika jemari Altaf berhenti bergerak. Untuk pertama kalinya sejak tadi, ekspresi pria itu benar-benar berubah. Ingatannya langsung kembali pada tingkah Baba sejak pertama bertemu Inara. Kedekatan yang terlalu cepat. Rasa nyaman yang muncul tanpa alasan jelas. Bahkan cara anak itu terus menempel pada Inara seolah sedang mencari sosok yang familiar. Semua mendadak terasa masuk akal.

“Jadi…” gumam Altaf pelan. “Selama ini Baba mengenalnya karena naluri?”

Raka mengangguk kecil. “Kemungkinan besar begitu, Pak. Anak kecil biasanya punya ikatan kuat dengan orang yang merawat atau memberinya ASI sejak bayi, meskipun mereka gak benar-benar mengingatnya.”

Altaf terdiam cukup lama. Tatapannya perlahan turun pada lembar data di tangannya, sementara entah kenapa dadanya terasa sesak oleh sesuatu yang sulit dijelaskan. Bukan hanya karena fakta itu mengejutkan.

Tetapi karena tanpa sadar, selama ini Inara sudah menjadi bagian kecil dari kehidupan Baba jauh sebelum mereka benar-benar bertemu.

Altaf perlahan meletakkan map itu di atas meja setelah membaca ulang beberapa halaman terakhir. Tatapannya masih terlihat tenang, tetapi pikirannya jelas sedang penuh. Beberapa detik kemudian pria itu kembali bersandar di kursinya sebelum bertanya singkat, “Kalau Reno?”

Raka yang sejak tadi berdiri di depan meja langsung memahami arah pertanyaan tersebut. Sudut bibirnya bahkan sempat bergerak samar, seolah baru pertama kali melihat atasannya benar-benar tertarik mencari tahu soal seorang perempuan.

“Sepertinya Pak Reno bukan ancaman yang terlalu berarti, Pak,” jawabnya hati-hati.

Altaf langsung berdeham pelan, membuat Raka buru-buru meluruskan ucapannya.

“Maksud saya…” Raka terkekeh canggung sesaat. “Hubungan Pak Reno dan Bu Inara memang sudah lama, tapi kelihatannya selama ini dia belum benar-benar selesai dengan masa lalunya.”

Tatapan Altaf kembali terangkat. “Jelaskan.”

“Pak Reno dan mantan istrinya, Bu Zoya, statusnya memang sudah berpisah cukup lama,” terang Raka sambil membuka beberapa catatan di tangannya. “Tapi hubungan mereka sebenarnya belum benar-benar bersih.”

Altaf menyipitkan mata tipis.

“Dulu Pak Reno memang pernah mengajukan gugatan cerai, tapi prosesnya sempat bermasalah karena Bu Zoya menghilang cukup lama setelah melahirkan.” Raka berhenti sebentar sebelum melanjutkan, “Dan sekarang saat Bu Zoya kembali, kelihatannya dia masih ingin mengambil posisi di hidup Pak Reno.”

Ruangan kembali hening beberapa detik.

“Jadi kalau pun Pak Reno serius ingin menikahi Bu Inara…” lanjut Raka pelan, “saya rasa Bu Zoya gak akan tinggal diam.”

Altaf tidak langsung menjawab. Jemarinya hanya mengetuk pelan permukaan meja, sementara wajahnya tetap sulit ditebak.

Namun Raka yang sudah cukup lama bekerja dengannya tahu persis kalau pria itu sedang berpikir.

“Jadi…” Raka akhirnya memberanikan diri berkata dengan nada lebih santai, “Pak Altaf masih punya kesempatan.”

Kalimat itu membuat Altaf langsung menatap tajam ke arah bawahannya.

Raka spontan batuk kecil. “Eh… maksud saya, peluang keadaan berubah masih besar, Pak.”

Altaf mengembuskan napas pelan sebelum akhirnya berkata datar, “Saya gak pernah bilang tertarik.”

Raka hampir refleks mengangguk, tetapi beberapa detik kemudian malah melirik map tentang Inara yang masih terbuka di atas meja.

“…Siap, Pak.”

1
Anonim
Ambil aja reno sama kamu zoya,inara mah sama altaf aja.buat inara sama altaf thor biar bisa bareng baba
Anonim
Semangat inara tinggalkan reno,ayo gas altaf pepet terus inara
Anonim
Lanjut up thor banyakan dong seru ,semangat thor
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: siap kak, masih satu bab 1 lagi tapi review
total 1 replies
Dew666
🩵🩵🩵🩵
Anonim
Dih jangan mau inara emang maaf doang bakal kelar gitu aja laki g jelas
Anonim
Lah emang si zoya belum cerai sama di reno?aneh banget si reno mau ngawinin si inara tapi belum cerai laki laki g jelas
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: nah iya, 4 th pergi jadi udh cerai belum ya 🤭
total 1 replies
Anonim
Jangan bikin inara balik sama reno y thor biarin aja si szidan sama emak bapak nya
A'ra
Cepet up lagi yah kak dan semangat nulisny 🥰🫶🏻💪🏻💪🏻
Anonim
Jangan sampe inara balik sama reno ya thor g iklas aku,biar inara jadi ibu sambung baba aja
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: 🤭🤭🤭 coba tanya inara apa dia mau atau gak kak
total 1 replies
Dew666
💝💝💝
Anonim
Inara ko bloon sih menye menye banget jadi cewe,laki masih demen ama mantan ko masih aja di pikirin
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: sabar kak, dia gak bodoh, hanya terbawa perasaan🤭
total 1 replies
Dew666
👄👄👄👄
Dew666
Pigi aja drpd jd bulan bulanan mereka huffff
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: hooh, mending pergi ya kak
total 1 replies
Dew666
☀️☀️☀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!