NovelToon NovelToon
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga
Popularitas:219.1k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

“Kamu mau lamar aku cuma dengan modal motor butut itu?”
Nada suara Dewi tajam, nyaris seperti pisau yang sengaja diasah. Tangannya terlipat di dada, dagunya terangkat, matanya meneliti Yuda dari ujung kepala sampai ujung kaki—seolah sedang menilai barang diskonan di etalase.

"Sorry, ya. Kamu mending sama adikku saja, Ning. Dia lebih cocok sama kamu. Kalian selevel, beda sama aku. Aku kerja kantoran, enggak level sama kamu yang cuma tukang ojek," sambungnya semakin merendahkan.

"Kamu bakal nyesel nolak aku, Wi. oke. Aku melamar Ning."

Yuda tersenyum lebih lembut pada gadis yang tak sempurna itu. Gadis berwajah kalem yang kakinya cacat karena sebuah kecelakaan.

"Ning, ayo nikah sama Mas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18

Yuda memeluk Ning lebih erat, masih mengomel kecil.

“Dibilang sini ya sini. Kamu tuh bandel banget. Harus banget bikin Mas gini, ya?”

Tubuh Ning kaku beberapa detik. Wajahnya yang semula memerah perlahan berubah muram. Ia menunduk, jemarinya mencengkeram baju Yuda.

“Mas…” suaranya lirih, bergetar. "Aduuhh!"

"Kamu kenapa?" Yuda berhenti mengomel.

“Kaki Ning… sakit.”

Alisnya langsung berkerut. “Sakit?”

Ning mengangguk, ekspresinya berubah pucat. Ia meringis, bahunya sedikit gemetar. “Tadi… Kayaknya kesandung pas oleng. Sekarang kok nyeri banget.”

Yuda panik seketika. Tangannya yang tadi iseng kini gemetar.

“Ya Allah, Ning… Mas enggak ada maksud nyakitin kamu. Tadi Mas cuma gemas aja kamu enggak nurut.” Ia memindai Ning dari atas ke bawah. Meraba kaki Ning yang sakit.

“Sakit di mana? Yang ini?” Yuda hendak menyentuh kaki Ning. "Mana lagi yang sakit?"

Ning reflek menarik kakinya, meringis lebih dalam. “Mas… jangan ditekan.”

“Ya ampun,” Yuda mengusap rambutnya sendiri, wajahnya tegang. “Kita ke rumah sakit sekarang. Mas enggak bisa biarin kamu kesakitan kayak gini.”

“Mas, enggak—”

“Enggak ada tapi-tapian,” potong Yuda cepat. Rasa bersalah itu makin besar. “Mas enggak mau kakimu makin parah. Ini salah Mas. Maaf.”

Yuda langsung mengangkat tubuh Ning, memangkunya dan berjalan cepat.

"Mas... Ning..."

Ning justru makin panik. Matanya melebar.

"Oh, ya Allah, jilbabmu." Yuda mendudukkan Ning dengan hati-hati, lalu mengambil lagi jilbab Ning yang tadi sempat dia lepas.

Kini Ning yang merasa bersalah melihat wajah Yuda yang panik dan khawatir itu.

"Mas, Ning..."

"Kamu enggak harus maafin Mas sekarang. Aaarrrhhhh! Kenapa sih, aku terus buat kamu menderita!?" Yuda makin frustasi saja. Dan itu menambah rasa bersalah Ning.

Ya, dia tidak benar-benar kesakitan. Ning hanya usil saja karena Yuda yang usil duluan. Tak menyangka reaksi Yuda akan seperti ini.

“Mas, ... Ning, ... enggak apa-apa.”

“Enggak apa-apa gimana? Orang kamu sakit gini masih bilang enggak apa-apa!?” Yuda marah, marah karena menganggap Ning selalu menahan diri.

Ning menggigit bibir. Ia menunduk, ragu, lalu akhirnya bersuara pelan.

"Ning enggak sakit, Mas..."

Yuda menatap, ada rasa sesal yang makin menggerusnya. tanpa kata, dia menggendong Ning. Wanita itu memekik kecil.

"Mas! Ning sebenarnya..."

Ning meneguk ludahnya susah.

“Sebenernya… Ning cuma kesal. Kaki Ning enggak sakit!”

Yuda membeku. “Apa?”

Ning mengangkat wajahnya perlahan. “Habis... Mas seenaknya. Nendang kruk Ning, terus marah-marah. Ning kesel. Jadi… Ning bohong saja.”

Sunyi.

"Ning enggak nyangka reaksi Mas Yuda begini..."

Ning menunduk lebih dalam.

Yuda menatapnya lama, tak berkedip.

“Jadi… Kamu bohongin Mas?”

Ning makin kecil. “Iya…”

Detik berikutnya, Yuda menghela napas panjang, campuran kesal dan lega. Ia menurunkan Ning dari gendongannya. Namun, masih menahan tubuh istrinya karna kruk tertinggal di dapur. Sekarang mereka sudah di ruang tamu.

“Ya Allah, Ning…” Ia mengusap wajahnya. “Mas hampir jantungan tahu.”

“Maaf…” Ning menunduk penuh rasa bersalah.

Yuda tiba-tiba mengangkat Ning dengan mudah.

“Mas!” Ning kaget, refleks melingkarkan tangan ke leher Yuda.

“Kamu harus dihukum,” kata Yuda tegas tapi matanya justru berkilat nakal. “Bohong bikin Mas panik.”

“Mas mau apa—”

Belum sempat selesai, Yuda sudah membawa Ning masuk ke kamar. Ia meletakkannya di ranjang dengan hati-hati, lalu menindih tubuhnya.

“Kamu tahu,” ucap Yuda pelan, “Mas tuh takut kehilangan kamu. Mas takut kamu kenapa-kenapa gara-gara Mas.”

Ning menurunkan pandangan. "Makanya jangan usil..." bisiknya lirih.

“Jangan main-main sama rasa takut Mas.”

Ning menelan ludah. “Ning minta maaf…”

"Mas juga minta maaf." Yuda tersenyum tipis. “Sekarang… hukuman.”

“Hukuman apa?” Ning berbisik.

Yuda menunduk, hidungnya menyentuh pipi Ning. “Ninu-ninu.”

Wajah Ning langsung merah. “Mas!”

Namun protes itu larut dalam tawa kecil dan bisikan-bisikan hangat. Pagi pun merambat naik tanpa terasa.

****

Yuda terbangun karena getaran ponsel.

Nama Bastian berkedip galak di layar.

“Assalamualaikum,” jawab Yuda setengah sadar.

“Assalamualaikum apanya!?” suara Bastian meledak. “Lu di mana?!”

"Di rumah..."

"Apa? Di rumah!?" suara Bastian makin galak. "Lu liat jam berapa sekarang! Dan lu masih di rumah!? Waras Lu?"

Yuda melirik jam. Matanya membelalak. “Astaghfirullah…”

“Jangan istighfar ke gua. Itu nggak ngilangin dosa lu ke gua!”

"Heh, lu galak banget sih!?"

Yuda menoleh ke samping. Ning tidur pulas, rambutnya terurai, wajahnya damai. Dadanya naik turun pelan. Yuda tersenyum, lalu mengecup bibir ranum Ning.

cup.

“Lu!” bentak Bastian. “Lu! lu nyium istri lu!? Gilak sinting lu ya!?”

Yuda menjauhkan ponsel dari telinga nya. Suara Bastian berdenging di kepala.

“Kerjaan lu tinggal buat wik wik!” teriak Bastian. “Ke kantor sekarang!”

Klik.

Yuda melihat telepon yang menggelap dengan heran. "Heh, siapa bosnya? Main perintah aja."

Ia berganti baju cepat, melirik Ning sekali lagi.

“Mas berangkat dulu,” bisiknya.

****

Di kantor, Bastian menyambut dengan wajah masam.

“Lu tahu gua nutupin berapa rapat hari ini?” omelnya. “Tiga. TIGA!”

Yuda menunduk. “Sorry.”

“Sorry lu bilang. Gua handel kerjaan lu. Lu malah sibuk wik wik,” dengus Bastian. “Naikin gaji gua!”

Yuda memandang Bastian dengan wajah aneh.

"Apa? Lu enggak terima?"

“Heh! Gua bos lu.” Yuda menunjuk wajah Bastian.

"Lu anak bos! Jangan banyak tingkah! Apa? Lu mau pecat gua!?" Bastian mendecak, lalu berjalan lebih dulu.

"Sialan!" umpat Yuda, tapi bibirnya tersenyum. Yah, memang selucu ini hubungannya dengan Bastian. Gimana Yuda mau menyingkirkan orang yang selalu berada di pihaknya?

****

"Haaahh..."

Deni memandang keluar jendela besar ruangannya. Tak lama, Yuda masuk ke ruangannya. Pria muda itu menunduk hormat padanya. Ya, di sini, dia masih bawahan papanya.

“Duduk,” ucap Deni singkat.

Yuda menurut. Dalam hati dia deg-degan juga. Mungkin saja Presdir nya ini bakal ngamuk karena dia datang telat. “Bapak memanggil saya?”

Deni menoleh, mendekat dan ikut duduk di sofa tamu. Di hadapan Yuda.

“Kapan kamu bawa wanita itu ke rumah utama?”

Yuda tersentak. “Papa… tahu?”

Pak Deni tersenyum kecil. “Apa yang Papa tidak tau? bahkan alasan kamu nikahin dia, atau...”

Deni menatap tajam, Yuda menelan ludah.

"alasan kamu ngontrak..."

“Papa…”

"Bawa dia ke rumah segera..."

Yuda menunduk... "Pasti kubawa, tapi tidak dalam waktu dekat, Pa."

Yuda berdiri, lalu menunduk dan pergi.

1
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
ceritanya kok smakin gak asik gini, knp hrs ning yg terapis kan banyak d9kter dkk nya, kok kesanya ning yg hrs dikorbankan, cerita apa ini, kok rmh tangga yuda dan ning yg hrs dirahasiakan in knp, aneh in cerita, mulek udh mulai gak asik, mau hapus ae
muthia
ibunya egois😭
nunik rahyuni
knp smasih saja di jadikan umpan...kasiankau ning...
klo tentang yuda apkh bukan ank kandung ya kok katanya pewaris sesungguhnya sdh sadar🤔🤔🤔🤔
dan apa yg di lakukan ortunya seolah2 g terlalu memikirkan perasaan kening dan yuda...🤔🤔🤔jd seolah olah yuda balas budi betul g ya
Arin
Nah kan semangat Ranu buat sembuh makin besar itu bagus.....
Tapi semangat dia itu karena jatuh cinta ke Ning yang mendorong untuk segera bangkit lagi. Mending kasih tau sekarang, daripada semakin dalam dia jatuh cinta ke Ning....
Sri Rahayu
wah gawat kl Ranu jatuh cinta sama Ning...nanti bisa berantem sama Yuda 🤩🤩🤩...tp cinta nya Ning kan buat Yuda😍😍😍...lanjut Thorr😘😘😘
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kasian yuda
nunik rahyuni
rasa rasanya kok sebel aq sm yuda sekelg..
ning ayo pulang kermh q saja jgn mqu sam yuda lg kli yuda g bisa tegas dan jujur
Agunk Setyawan
anggun ini orang tua egois
mama
sumpah,..aq berharap setengah kebohongan terungkapkan ning pergi jauh biar anggun dan Yuda kelimpungan nyari.. klu perlu yg jauuuh sekalian ning..biar Yuda kepook,greget sm author ny juga dari kmrin gantung ajj ni cerita gk ndang sat set,.kmrin aj soal pk tio sat set sekarang makin kesini mkin greget
Sri Rahayu
kamu hrs ngomong ma mama mu Yuda...Ning istri mu tdk bisa terus menerus mengurus Ranu....mama nya jg gitu....uda saatnya kshtau Ranu kl Ning istrinya Yuda 🙃🙃🙃...lanjut Thorr😘😘😘
Ma Em
Mama Anggun juga Yuda lbh baik bilang terus terang sama Ranu bahwa Ning adalah salah strinya Yuda ,daripada ditutupi malah nanti Nanti malah jadi ribet .
sutiasih kasih
mm anggun... gmn sih... kn ning sdh mnikah... dan suami ning jg ankmu...
jujurlah mulai skrg mm anghun n yuda... jgn lah kalian jdikn ning umpan...
ranu jga jdi manusia kok g tau diri... klo mau smbuh kn g harus sll ning yg mndampingi terapi...🙄🙄
Nana Geulise
mama anggun salah kalau tetap menyembunyikan semuanya terhadap ning..jgn muntang2 ranu br bangun dr koma yuda dan ning yg menderita.yuda juga harus jujur kalau g mau kehilangan ning..
Arin
Mama Anggun-Yuda cobalah jujur. Apa perlu Ning yang kasih tau Ranu tentang status Ning dan Yuda. Ranu dulu cuma kasih pesan cari orang yang telah di tabrak karena merasa bersalah. Kalau sekarang Yuda menikahi Ning apa salahnya???
bibuk Hannan & Afnan: iya ih gregettttt gemesh banget sama mama Anggun dan Yudha knp gak jujur aja sedari awal Ranu sadar dr koma wkt ngenalin Ning dgn status yg sebenarnya klo Ning istrinya Yudha,
ini kak othornya pinter banget dah ahhhh bikin para reader penasaran gregettttt,
total 1 replies
Asiu Asiu
bikin ning nya pergi ninggalin yuda .
setelah ning tahu ning hamil anak yuda.
ning kecewa sama yuda karna tidak bisa tegas sama ranu juga mama nya...
sunaryati jarum
Jadi males baca
sunaryati jarum
Sekali lagi jika rumah tangga Ning dan Yuda hancur emak kecewa , padahal Ning sudah memberi signal tidak suka pada Ranu
nunik rahyuni
kok g lekas hamidun aja sih si ning..muak aq sm si ranu+ortu ny...si yuda jg..klo memang sayang dan cemburu knp jg mendorong istrinya dekat2 ranu...mudahan ning pinter dan peka klo cuma di manfaatkan j sm mertua buat kesembuhan ranu..minggat j ning...seolah olah kmu g punya harga diri...g usah lg diurusi si ranu..harusnya ranu seklg minta maaf karena membuat ning pincang..lha ini yg jd korban malah suruh merawat pelaku ...error kan 🤔🤔🤔dan pergi jauh j mereka g menghargai perasaanmu...
nunik rahyuni
ning dan ranu statusnya ipar..buka. muhrim harusnya tau batasan ..knp g mencari terapis yg lain..dr awal sdh bisa di tebak klo ning yv jd terapis bgaimana kelanjutanya..ning itu istri yuda...seolah olah mereka justru mendorong ning agar berhub sm ranu..knp...?dan yuda knp setuju..kan jd nya kebodohan masal..seklg bodoh..mau mempermainkan ning cm buat ranu sembuh..banyk cara lain kok...satu kebohongan yg melahirkan banyak kebohongn lainya...kebenaran terkadang menyakitkan tp itu yg terbaik untuk memutus rantai kebohongan.😡😡
Arin
Udahlah Yuda.... lupakan soal Ranu. Jelaskan lah nanti padanya. Yang penting jagalah keutuhan rumah tangga mu..... Apa Ranu juga masih mau bersama Ning, jika tau Ning sudah menikah? Apa Ranu mau menyakiti hati adiknya sendiri, hanya demi bisa bersanding dengan Ning?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!