Di dunia persilatan yang luas, pedang dan tombak dianggap sebagai raja senjata.
Namun, bagi Mo Fei, benda terkecillah yang paling mematikan.
Tidak menggunakan golok raksasa, tidak mengandalkan kekuatan otot. Senjatanya hanyalah jarum-jarum emas seukuran biji padi.
Siapa pun yang ditandanya... pasti mati sebelum sempat berkedip.
Dikenal sebagai Pengamat Malam, ia datang tanpa suara, pergi tanpa jejak, hanya meninggalkan kilatan cahaya emas dan mayat yang tertancap jarum di titik vital.
"Pedang hanya bisa memotong daging. Tapi jarumku... bisa menusuk jiwa."
Ketika ia ditugaskan melindungi putri cantik yang keras kepala dan terjerat dalam intrik istana, Mo Fei harus menghadapi sekte jahat dan pendekar-pendekar legendaris.
Bisakah seribu jarum emas ini mengubah takdir dunia?
Siap-siap terpukau dengan aksi bela diri tercepat dan paling elegan yang pernah ada! .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34: PERTARUNGAN PENENTUAN NASIB
Matahari pagi itu terbit dengan sangat cerah, menyinari seluruh penjuru Lembah Bela Diri dengan sinarnya yang hangat dan menyilaukan. Namun, meskipun cuaca terlihat indah dan cerah, suasana yang melingkupi seluruh tempat itu justru terasa sangat berat, mencekam, dan penuh dengan ketegangan yang bisa dipotong dengan pisau.
Hari ini adalah hari yang dinanti-nantikan oleh semua orang. Hari di mana pertarungan pamungkas akan berlangsung. Hari di mana pemuda misterius bernama Mo Fei akan bertarung melawan salah satu petinggi terkuat dari Istana Surga Gelap, Wen Chang!
Berita tentang serangan malam sebelumnya juga sudah menyebar ke mana-mana, meskipun panitia berusaha menutupinya. Kabar bahwa Wen Chang nekat mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh Mo Fei di tengah malam membuat banyak orang merasa jijik dan kecewa, namun di sisi lain juga membuat mereka semakin yakin bahwa Wen Chang sebenarnya takut dan merasa terancam oleh kekuatan pemuda itu.
Di alun-alun utama, ribuan bahkan puluhan ribu orang sudah memadati tempat itu sejak pagi buta. Mereka datang dari berbagai penjuru, tidak hanya untuk menonton, tapi juga untuk menjadi saksi sejarah yang mungkin hanya terjadi sekali dalam seratus tahun ini. Suasana sangat ramai namun terdengar berbeda dari biasanya. Tidak ada banyak tawa atau obrolan santai. Hampir semua orang tampak tegang, cemas, dan tidak sabar menunggu detik-detik menentukan itu tiba.
Di area tribun utama, tempat duduk para petinggi dan tetua aliran juga sudah penuh. Di kursi paling tinggi dan paling megah, duduklah Wen Chang. Wajahnya tampak tenang dan angkuh seperti biasa, seolah tidak terjadi apa-apa semalam. Namun, mata yang tajam dan dingin itu terus menatap lurus ke arah pintu masuk peserta, menanti kedatangan orang yang sudah ia anggap sebagai mayat berjalan.
"Dasar anak muda yang beruntung bisa hidup sampai pagi," gumam Wen Chang di dalam hati dengan senyum miring. "Malam ini kau berhasil lolos dari cengkeraman kematian, tapi siang ini... tidak ada yang bisa menyelamatkanmu lagi. Aku akan menghancurkanmu secara perlahan, aku akan membuatmu menderita sebelum mati!"
Sementara itu, di ruang persiapan para peserta.
Mo Fei dan Bai Yue sedang duduk bersiap. Wajah mereka tenang, tidak terlihat sedikit pun rasa takut atau gugup. Justru di mata mereka terpancar semangat juang yang membara dan keyakinan yang penuh.
"Sudah siap, Mo Fei?" tanya Bai Yue pelan sambil menatap wajah kekasihnya.
Mo Fei menoleh, tersenyum hangat dan mengangguk mantap.
"Selalu siap, Bai Yue. Hari ini adalah hari pembayaran semua hutang. Hari di mana keadilan akan ditegakkan. Wen Chang dan orang-orangnya sudah terlalu lama menindas dan mempermainkan dunia ini. Hari ini, kita yang akan menjadi tangan yang menurunkan hukuman bagi mereka."
"Bagus," Bai Yue tersenyum tipis. "Aku akan berada di sini, menemanimu, dan siap membantu kapan saja jika kau butuh. Tapi aku yakin... dengan kekuatan yang kau miliki sekarang, kau pasti bisa menang!"
"Kemenangan bukan hanya milikku, Bai Yue. Itu milik kita berdua," jawab Mo Fei lembut. "Ingat, kita adalah satu kesatuan. Apa pun yang terjadi, jangan pernah tinggalkan sisiku."
"Janji," jawab Bai Yue singkat namun tegas.
Tiba-tiba, suara gong besar berbunyi berkali-kali! DUNG... DUNG... DUNG... Suaranya bergema sangat keras hingga mengguncang seluruh lembah.
Itu adalah tanda bahwa acara akan segera dimulai!
"Giliran kita," ucap Mo Fei sambil perlahan berdiri tegak. Bai Yue pun ikut berdiri di sampingnya.
Dengan langkah yang tegap, gagah, dan penuh wibawa, mereka berdua berjalan keluar dari ruang persiapan menuju ke arah panggung pertarungan utama yang luas dan megah itu.
Saat sosok mereka muncul dari balik tirai, seketika seluruh tempat itu menjadi hening total. Seluruh mata tertuju padanya. Ribuan pasang mata menatap takjub, kagum, dan juga takut.
"Lihat! Itu dia! Itu Mo Fei!"
"Ya Tuhan... dia benar-benar datang! Dia benar-benar berani maju menghadapi Wen Chang!"
"Keren sekali penampilannya! Seperti pahlawan yang turun dari langit!"
Bisik-bisik dan decak kagum terdengar di mana-mana. Mo Fei berjalan dengan kepala tegak, tidak peduli dengan tatapan ribuan orang itu. Pandangannya hanya terfokus pada satu titik di atas panggung, yaitu sosok Wen Chang yang sudah menunggu di sana dengan wajah dingin dan sombong.
Mo Fei melompat ringan, melayang di udara beberapa meter sebelum mendarat dengan sempurna tepat di tengah panggung kayu yang sangat luas itu. Bai Yue berdiri di sisi pinggir panggung sebagai pendukung dan pengamat, siap bertindak jika ada hal yang tidak beres.
Di seberangnya, Wen Chang pun perlahan berdiri. Perbedaan fisik dan usia mereka sangat terlihat jelas. Wen Chang terlihat dewasa, berpengalaman, dan memancarkan aura tua yang pekat. Sementara Mo Fei terlihat muda, segar, namun memancarkan cahaya yang begitu terang dan murni.
"Jadi ini adalah anak muda yang membuat keributan di lembah kita ya..." ucap Wen Chang dengan suara yang perlahan namun terdengar sangat jelas oleh semua orang. "Kau memang memiliki nyali yang cukup besar, berani datang ke sini meskipun tahu bahwa aku sudah ingin menghancurkanmu."
Mo Fei menatap mata Wen Chang tanpa berkedip sedikitpun.
"Kau salah, Wen Chang. Aku datang bukan karena nekat atau bodoh. Aku datang karena aku memang ingin melihat sendiri, seberapa busuk dan seberapa lemah sebenarnya kekuatan yang selama ini kalian sombongkan. Dan juga... aku datang untuk menagih janji. Kau bilang ingin membunuhku kan? Silakan, aku ada di depan matamu sekarang."
Kata-kata Mo Fei penuh dengan tantangan dan keberanian yang membuat seluruh penonton berdebar kencang!
"Bagus mulutmu!" wajah Wen Chang berubah menjadi gelap. "Karena kau begitu memohon untuk mati, maka aku akan mengabulkan keinginanmu dengan senang hati! Hari ini, aku akan menunjukkan padamu dan semua orang di sini... apa artinya kekuatan sejati! Bersiaplah untuk masuk ke dalam neraka!"
BUUUUUUMMMM!!!
Tiba-tiba, aura yang sangat dahsyat meledak keluar dari tubuh Wen Chang! Aura itu berwarna hitam pekat bercampur dengan warna merah darah, membentuk sebuah bayangan raksasa di belakangnya yang menyeramkan! Suhu udara di sekitar panggung naik drastis menjadi sangat panas dan kering!
Para penonton yang duduk dekat dengan panggung pun merasa terhimpit dan sulit bernapas! Itu adalah tekanan kekuatan level tertinggi!
Namun, menghadapi aura yang begitu mengerikan itu, Mo Fei tetap berdiri tegak tak tergoyahkan! Wajahnya tenang, lalu tiba-tiba...
DENG!!!
Aura emas yang sangat murni dan terang benderang meledak keluar dari tubuh Mo Fei! Cahayanya begitu terang hingga menyamai matahari! Aura emas itu berputar kencang, membentuk perisai tak terlihat yang menahan tekanan gelap milik Wen Chang!
Dua kekuatan besar bertabrakan di udara! Angin kencang berhembus menerpa seluruh tempat, membuat bendera-bendera berkibar kencang dan debu beterbangan!
"Ini... ini sungguh di luar nalar!" seru salah satu tetua tua dengan mata terbelalak. "Anak muda itu... dia bisa menahan aura Wen Chang dengan mudah?! Bahkan kekuatan energinya terasa jauh lebih murni dan kuat!"
"Siapa dia sebenarnya? Dewa kah dia?!"
Pertarungan pun resmi dimulai!
WUSH!!!
Wen Chang tidak membuang waktu. Dengan kecepatan yang tidak terlihat oleh mata telanjang, dia langsung menghilang dari tempatnya dan muncul tepat di depan wajah Mo Fei! Telapak tangannya membesar dan bersinar merah menyala, menghantam ke arah dada Mo Fei dengan kekuatan yang bisa menghancurkan sebuah tembok batu tebal!
"MATI!!"
DORRRR!!!
Hantaman itu mengenai target! Namun... bukan Mo Fei yang terpental!
Saat itu juga, ribuan jarum emas muncul berputar mengelilingi tubuh Mo Fei, membentuk perisai yang padat! Telapak tangan Wen Chang menghantam perisai jarum itu dan menghasilkan ledakan dahsyat yang memekakkan telinga!
Asap dan debu mengepul tinggi!
Wen Chang terkejut! Ia merasa seolah baru saja memukul sebuah gunung baja yang keras! Guncangan baliknya sangat kuat hingga membuat tangannya terasa kesemutan dan nyeri!
"Impossible! Bagaimana mungkin pertahananmu sekuat ini?!" seru Wen Chang tidak percaya.
Mo Fei tersenyum dingin.
"Itu baru permulaan, Wen Chang. Sekarang... giliranku yang menyerang!"
SREEETTT!!! SREEETTT!!!
Dalam sekejap mata, ribuan bahkan puluhan ribu jarum emas kecil melesat keluar dari tubuh Mo Fei! Jarum-jarum itu berputar di udara membentuk badai emas yang mematikan!
"Serangan Jarum Emas: Ribuan Dewa Menembak!"
Dengan satu gerakan tangan Mo Fei, seluruh jarum itu meluncur serentak menuju ke arah Wen Chang dengan kecepatan kilat! Sudut serangannya tertutup semua, tidak ada jalan untuk lari atau menghindar!
"Hmph! Mainan anak-anak!" Wen Chang mendengus dingin. Ia mengibaskan tangannya ke depan dengan kuat.
"Ilmu Hitam: Perisai Neraka!"
TRANGGGGG!!!
Sebuah lapisan energi hitam pekat muncul melindungi tubuhnya. Ribuan jarum emas menghantam perisai itu bertubi-tubi! Suara benturan logam terdengar sangat keras dan terus menerus seperti hujan batu!
Namun, meskipun berhasil menahan, Wen Chang terus terdorong mundur selangkah demi selangkah! Kakinya menancap kuat ke lantai kayu hingga papan-papan itu retak dan pecah! Wajahnya mulai memerah karena menahan beban serangan yang luar biasa dahsyat itu!
"Gila! Gila sekali kekuatannya!" teriak penonton heboh. "Wen Chang yang terkenal tak terkalahkan justru yang terdesak oleh pemuda itu?!"
"Mo Fei menang! Mo Fei menang!" sorak-sorai mulai terdengar dari mulut orang-orang yang memang sudah muak dengan kekejaman Istana Surga Gelap.
Mendengar sorakan itu, wajah Wen Chang berubah menjadi sangat garang dan marah besar!
"DIAM KALIAN SEMUA!!" teriaknya penuh amarah. "AKU ADALAH RAJA DI TEMPAT INI! ANAK MURAHAN INI TIDAK AKAN PERNAH BISA MENGALAHKANKU!"
"ILMU HITAM PALING TINGGI: NAGA MERAH PEMAKAN DUNIA!!"
Tiba-tiba, tenaga dalam Wen Chang meledak berkali-kali lipat lebih kuat dari sebelumnya! Dari tubuhnya muncul sebuah energi raksasa yang berbentuk naga merah raksasa dengan mata yang menyala-nyala dan mulut yang menganga lebar siap melahap segalanya!
Naga merah itu menderu kencang, suaranya menggelegar seperti guntur!
"TERIMALAH INI MO FEI!! HANCURLAH BERSAMA DENGAN KESOMBONGANMU!!"
Naga merah raksasa itu meluncur maju dengan kecepatan yang mengerikan, menghancurkan segala sesuatu yang dilaluinya! Angin panasnya terasa sampai ke tempat penonton!
Semua orang menahan napas! Ini adalah serangan mematikan!
Mo Fei menatap naga merah itu datang menghampirinya, namun wajahnya tetap tenang. Ia perlahan mengangkat kedua tangannya ke atas, dan cahaya emas di tubuhnya bersinar semakin terang dan semakin pekat!
"Kau pikir hanya kau yang bisa memanggil roh hewan? Lihat ini!"
"ILMU SAKTI: PHOENIX EMAS ABADI!!"
WUUUUUUUUUSSSSSSHHHH!!!
Dari balik cahaya emas yang menyilaukan, tiba-tiba muncul sebuah sosok burung Phoenix raksasa yang sangat indah namun juga sangat menakutkan! Bulunya terbuat dari emas cair, matanya berwarna merah menyala, dan sayapnya yang terbentang luas mampu menutupi seluruh langit di atas panggung!
Phoenix itu berkicau dengan suara yang nyaring namun gagah perkasa!
"LAWANLAH!!" teriak Mo Fei.
Phoenix Emas itu menukik turun dan bertabrakan langsung dengan Naga Merah milik Wen Chang!
*DEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDEDED
... BOOOOOOMMMMMM!!!
Ledakan dahsyat terjadi! Cahaya emas dan merah menyilaukan memancar ke segala arah! Gelombang kejut yang luar biasa kuat menyapu seluruh area, membuat orang-orang yang duduk di barisan depan terpaksa menutup wajah mereka dan terdorong mundur!
Bumi seolah bergetar hebat! Suara pertarungan dua kekuatan raksasa itu begitu mengerikan hingga terdengar sampai ke luar lembah!
Setelah asap dan debu perlahan mereda, terlihatlah pemandangan yang membuat semua orang ternganga tak percaya!
Naga Merah milik Wen Chang hancur berkeping-keping! Energi gelap itu lenyap begitu saja diterkam dan dibakar oleh api suci milik Phoenix Emas!
Dan di tengah panggung...
Mo Fei berdiri tegak tak tergoyahkan! Cahaya emas masih berkilauan di sekeliling tubuhnya! Sementara di seberangnya, Wen Chang terlihat terhuyung-huyung mundur beberapa langkah! Wajahnya pucat pasi, napasnya memburu, dan ada jejak darah segar yang menetes dari sudut bibirnya!
Dia terluka!
Salah satu petinggi terkuat Istana Surga Gelap, Wen Chang, terluka hanya dalam pertarungan awal ini!
"Tidak... tidak mungkin..." bisik Wen Chang dengan suara gemetar, matanya menatap Mo Fei penuh dengan ketidakpercayaan dan rasa takut yang mulai merayap masuk ke dalam hatinya. "Bagaimana bisa... kekuatanmu sebesar ini?! Kau ini siapa sebenarnya?!"
Mo Fei menatapnya dengan tatapan dingin dan tajam.
"Aku sudah bilang berkali-kali, Wen Chang. Aku adalah orang yang datang untuk menghancurkan keangkuhanmu dan mengakhiri kekuasaanmu yang jahat ini. Kau sudah terlalu lama duduk di atas singgasana, sehingga kau lupa bahwa di luar sana masih ada langit yang lebih tinggi dan kekuatan yang jauh lebih besar dari apa yang kau bayangkan."
"Kau pikir dengan ilmu hitammu kau bisa menguasai segalanya? Salah besar! Kekuatan yang didapat dengan menindas dan membunuh orang lain tidak akan pernah bisa mengalahkan kekuatan yang murni dan benar!"
"ARRRGGHHH!! TUTUP MULUTMU!!" Wen Chang berteriak histeris, amarahnya meledak luar biasa melihat dirinya terdesak dan terluka di depan umum. "AKU TIDAK AKAN KALAH! AKU ADALAH RAJA! AKU YANG PALING KUAT!"
Wen Chang mengeluarkan seluruh tenaganya yang tersisa! Tubuhnya membesar sedikit, urat-urat di leher dan tangannya menonjol keluar, dan matanya berubah menjadi merah darah!
"Ini adalah jurus pamungkasku! Ilmu Terlarang: Pembantaian Sepuluh Ribu Jiwa! Terimalah kematianmu, Mo Fei!!"
Wen Chang menyerang lagi! Kali ini gerakannya jauh lebih cepat, lebih ganas, dan lebih membabi buta! Setiap pukulan dan tendangannya membawa angin panas yang membakar! Dia tidak lagi bertarung dengan strategi atau kehalusan, dia bertarung seperti binatang buas yang terluka dan nekat!
DOR! DOR! DOR! TRANG! TRANG!
Benturan demi benturan terjadi dengan kecepatan yang luar biasa! Hanya bisa dilihat bayangan merah dan emas yang berkelebat di atas panggung! Suara benturan keras terdengar tanpa henti!
Namun, meskipun Wen Chang menyerang dengan gila-gilaan, Mo Fei tetap tenang dan santai! Dia menangkis, dia menghindar, dan dia membalas dengan gerakan yang sangat indah namun mematikan! Setiap gerakan Mo Fei terlihat begitu mudah, begitu santai, seolah dia sedang menari bukan bertarung mati-matian!
"Kenapa?! Kenapa kau tidak bisa tersentuh sedikitpun?!" teriak Wen Chang frustrasi. Dia menyerang berkali-kali tapi tidak pernah bisa menyentuh tubuh Mo Fei bahkan sedikit saja!
"Karena level kita sudah berbeda jauh, Wen Chang," jawab Mo Fei datar. "Matahari tidak akan pernah kalah oleh lilin yang kecil dan redup."
SREEETT!!
Tiba-tiba Mo Fei menghilang dari pandangan!
"Ma... Mana dia?!" Wen Chang panik mencari.
"Dibelakangmu," suara Mo Fei terdengar lembut namun menusuk tepat di telinga Wen Chang.
Wen Chang kaget dan segera ingin berbalik untuk memukul, tapi terlambat!
DENG!!
Telapak tangan Mo Fei mendarat dengan lembut namun penuh kekuatan di punggung Wen Chang!
BUUUUUUMMMMM!!!
Sebuah ledakan energi emas terdengar! Tubuh Wen Chang meluncur maju dengan cepat, menabrak tiang penyangga panggung hingga tiang kayu yang tebal itu patah menjadi dua!
KRAAAAAAKK!!
Debu beterbangan lagi!
Wen Chang jatuh berlutut di tanah, tubuhnya gemetar hebat. Darah membanjir keluar dari mulutnya, membasahi baju dan lantai panggung. Kekuatannya hancur! Aura gelap yang dulu begitu menakutkan kini sudah memudar dan hampir hilang sama sekali!
Dia sudah kalah! Dia benar-benar sudah kalah!
Seluruh Lembah Bela Diri hening sejenak, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan. Kemudian...
MELEDAK!!! 📢💥
"MO FEI!! MO FEI!! MO FEI!!"
"RAJA BARU! MO FEI ADALAH RAJA BARU!"
"KITA BEBAS! KITA AKHIRNYA BEBAS!"
Sorak-sorai dan teriakan kegembiraan meledak serentak! Ribuan bahkan puluhan ribu orang berdiri dari tempat duduk mereka, berteriak, menangis bahagia, dan bersorak menyebut nama Mo Fei! Hari ini mereka menyaksikan kejatuhan sang tiran dan lahirnya pahlawan baru!
Di atas panggung, Mo Fei perlahan berjalan mendekati Wen Chang yang sudah tak berdaya itu.
Wen Chang mengangkat kepalanya dengan susah payah, menatap Mo Fei dengan mata yang penuh kebencian namun juga keputusasaan.
"Kau... kau membunuhku saja lah..." ucapnya pelan dengan suara serak. "Aku tidak mau hidup dalam kekalahan seperti ini."
Mo Fei menatapnya dalam-dalam.
"Kematian terlalu mudah dan terlalu cepat untuk orang sepertimu, Wen Chang. Kau telah melakukan begitu banyak kejahatan, kau telah menumpah begitu banyak darah tak berdosa. Biarkan hukum dunia yang menghakimimu. Biarkan kau hidup dan melihat dengan mata kepalamu sendiri... bagaimana dunia yang kau bangun dengan tangan darahmu itu runtuh dan hancur lebur di depan matamu."
Mo Fei tidak membunuhnya. Dia membiarkan Wen Chang hidup dalam penyesalan dan kehinaan abadi. Itu adalah hukuman yang jauh lebih menyakitkan daripada kematian.
Kemenangan mutlak telah diraih! Mo Fei berhasil mengalahkan Wen Chang!
Berita kemenangan ini secepat kilat menyebar ke seluruh penjuru dunia persilatan! Nama Mo Fei kini tidak hanya dikenal, tapi dihormati dan ditakuti oleh semua orang! Mereka yang selama ini tertindas merasa lega dan bersorak, sementara mereka yang jahat mulai gemetar ketakutan menyadari bahwa zaman telah berubah!
Di bawah panggung, Bai Yue berlari menghampiri Mo Fei dengan mata berbinar dan senyum lebar. Dia memeluk erat tubuh kekasihnya itu.
"Kau hebat sekali, Mo Fei! Aku tahu kau pasti bisa!" ucapnya dengan suara bergetar karena haru dan bangga.
Mo Fei tersenyum hangat, membalas pelukan Bai Yue.
"Semua ini juga karena doa dan dukunganmu, Bai Yue. Kita berhasil melewati badai ini bersama-sama."
Mereka berdua berdiri berdampingan di tengah sorak-sorai ribuan orang, di bawah langit yang cerah dan matahari yang bersinar terang. Perjalanan mereka memang masih panjang, masih banyak musuh besar lain yang menunggu di Istana Surga Gelap, tapi hari ini... hari ini adalah kemenangan besar yang akan dicatat dalam sejarah sebagai awal dari era baru!