NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bad Boy / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Regazz

"Apa-apaan sih loe, pincang! Jangan sok kecantikan deh. Lebih baik pakai baju loe sana! Loe pikir gue bakalan tertarik apa sama loe!" ujar Zayn berkata kasar pada istrinya saat malam pertama mereka.

Varisha Salsabilla Jannah.

Gadis pincang yang baru saja kehilangan suami sekaligus calon anaknya.
Ia bahkan terpaksa harus menikah dengan adik iparnya sendiri, yaitu Zayn Alkautsar.
Adik ipar yang membenci dirinya.

Apakah pernikahan terpaksa ini akan berakhir mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regazz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Resmi menikah

Bab 4 — Resmi menikah

•••

Varisha kini menatap pantulan dirinya di sebuah cermin. Dirinya kini telah mengenakan gaun putih panjang nan indah dan hijab putih yang menjuntai anggun di atas kepalanya.

Varisha menautkan kedua jari jemarinya. Wajah cantiknya itu nampak gelisah. Gelisah dengan pernikahannya yang kedua ini. 

Ditambah pria itu adalah Zayn.

Adik iparnya sendiri.

Bagaimana dengan nasib pernikahannya kelak, jika menikah dengan pria yang sama sekali tidak menyukai dirinya?

Ia lalu menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.

'Asalkan Ayah dan Ibu senang, aku akan senang juga,' batin Varisha mencoba menguatkan dirinya.

"Semangat Varisha!"

Acara pernikahan hari ini nampak sederhana sekali. Hanya ditemani oleh beberapa keluarga besar dan tetangga terdekat saja. Acaranya bertemakan outdoor yang berada tepat di belakang rumah kediaman keluarga mereka.

Zayn duduk di depan meja akad bersama penghulu. Wajah pria itu nampak datar dan dingin. Mereka sedang menunggu pengantin wanitanya datang.

Tak lama, Varisha pun datang. Ia dirangkul oleh tuan Faruq di sampingnya. Wajah cantiknya terlihat begitu anggun dengan balutan hijab putih dan riasan sederhana.

Zayn yang melihat hal itu berdiri terpaku.

Terpaku karena terpana atau entahlah...

Kini Varisha pun sudah duduk di samping pembatas akad. Wanita itu hanya menunduk saja. Tak lama kemudian, ijab kabul pun dimulai.

"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Varisha Salsabilla Jannah binti Ahmad Abdul engkau Zayn Al-Kautsar dengan maskawin seperangkat alat salat dan emas murni 100 gram dibayar tunai."

"Saya terima nikah dan kawinnya Varisha Salsabila Jannah binti Ahmad Abdul dengan maskawin tersebut dibayar tunai."

"Sah!"

Suara para tamu menggema memenuhi halaman rumah.

Deg! Deg! Deg!

Jantung Varisha berdetak kencang. Rasanya begitu aneh. Adik iparnya kini sudah beralih menjadi suaminya.

Setelah doa selesai, Zayn menghampiri Varisha untuk prosesi sungkeman dan pemasangan cincin.

Pria itu nampak tak bergeming menatap Varisha. Hal itu membuat Varisha langsung menundukkan kepalanya.

Tak lama, Zayn langsung meraih dagu Varisha pelan untuk menatap wajahnya. Mata Varisha terbuka lebar saat Zayn mengecup singkat keningnya sebagai tanda sah menjadi suami istri.

"Zayn!" teriak seorang wanita yang secara langsung menghentikan suasana hangat tersebut.

Seorang wanita asing dengan rambut panjang, wajah cantik dan kulit putih masuk dengan wajah marah dan merah menahan tangis.

Zayn kaget melihat wanita tersebut.

Itu adalah Adinda, pacarnya.

Ia langsung menghampiri Adinda di sana.

"Tega kamu ya, Zayn . Kenapa kamu nikah sama cewek lain, hah?! Hiks…hiks…" tanya wanita tersebut dengan air mata yang sudah turun.

Varisha yang melihat itu juga bertanya-tanya mengenai wanita tersebut.

"Dasar perebut cowok orang!" tuduh Adinda pada Varisha.

Zayn nampak panik.

"Ayo ikut aku! Akan aku jelasin semuanya sama kamu." Zayn langsung menarik tangan Adinda.

Banyak tamu yang mulai berbisik aneh-aneh.

"Itu siapa?"

"Apa Zayn punya selingkuhan?"

"Kasihan banget Varisha..."

Varisha yang melihat itu menjadi sedih. Ia ditinggalkan di acara pernikahannya sendiri.

“Anak itu bikin malu keluarga!” murka tuan Faruq.

Nyonya lestari sedang menenangkan Varisha dengan memeluk sang menantu dari samping.

Sedangkan Varisha hanya bisa melihat Zayn yang membawa wanita asing itu dengan raut wajah cemas.

Cemas jika keluarga mereka akan jadi cemoohan orang lain.

•••

"Hiks... hiks... hiks... kamu jahat!" adinda mendorong kuat dada Zayn. Namun, tubuh besar dan tinggi pria ersebut tak bergeming sama sekali.

Bahkan, Adi da  memukul dada Zayn dengan kedua tangannya.

"Jahat! Jahat! Jahat!" teriaknya dengan air mata yang terus saja mengalir.

"Aku bisa jelasin semuanya, sayang."

"Aku gak butuh penjelasan kamu. Aku udah lihat semuanya kalau kamu udah nikah sama cewek lain."

Zayn memijit pelipisnya. Seketika kepalanya jadi pusing mendadak. Namun, Adinda masih saja berteriak tak jelas.

"DIAM!" hardik Zayn langsung membuat Lily seketika jadi diam.

Wanita itu kaget dengan tatapan takut. Zayn memegang kedua pundak Adinda dengan tatapan penuh kasih sayang dan penyesalan.

"Aku minta maaf, sayang. Kamu duduk yang baik ya, biar aku jelaskan semuanya sama kamu," tatapan Zayn kembali teduh.

Kini Adinda  duduk di sebuah jok mobil bekas yang berada di dalam bengkel milik Zayn.

Bengkel besar miliknya sendiri dan dari hasil jerih payahnya selama ini. Meski Zayn terlahir dari keluarga kaya raya, namun ia tidak mau memiliki ketergantungan. 

Ia ingin mandiri.

Setelah Adinda tenang, Zayn pun mulai menceritakan segalanya. Bagaimana akhirnya ia dipaksa menikah dengan kakak iparnya sendiri.

"Tapi, kamu gak cinta sama dia kan?"

"Tentu saja. Untuk apa aku mencintai cewek pincang kayak dia? Dia tidak seperti kamu, sayang," ujar Zayn sembari membelai pucuk rambut Adinda dengan lembut.

"...setelah ini dia akan hidup dalam neraka karena sudah berani menikah denganku. Kamu tenang aja, dalam satu tahun ke 

depan dia akan aku ceraikan, sayang," sambung Zayn.

Adinda langsung melirik ke arah Zayn dengan penuh harap.

"Janji?" tanyanya yang langsung menjulurkan jari kelingkingnya di hadapan Zayn.

"Janji." Senyum Zayn.

Adinda langsung tersenyum senang.

"Tapi apa gak kelamaan nunggu satu tahun lagi? Nanti kamu jatuh cinta beneran sama dia?" Adinda dengan muka cemberutnya. namun, tetap cantik.

Zayn merapikan anak rambut milik wanitanya dengan penuh kehati-hatian.

"Aku janji sama kamu."

"Baiklah, aku akan percaya." Adinda langsung memeluk tubuh Zayn dengan eratnya. Ia bahkan berusaha meraih bibir milik Zayn. 

Namun, Zayn menghindar.

Seperti biasa

"Aku ganti baju dulu."

Adinda hanya mendengus kesal dengan bibir maju kedepan.

•••

Di dalam sebuah kamar yang telah didekorasi sedemikian rupa layaknya pengantin baru. Begitu indah sekali dengan bunga-bunga mawar bermacam warna di atas ranjang dan lampu tidur temaram yang membuat suasana menjadi lebih romantis.

Terlihat di atas ranjang seorang wanita yang sedang mengenakan gaun tidur putih berlengan panjang dengan renda-renda kecil. Rambutnya sengaja dikepang dan diletakkan di samping.

Ia adalah Varisha.

Ia nampak cantik malam ini. Kulit putihnya terpancar jelas di bawah lampu yang terang. Ia juga mengenakan sedikit make up. Malam ini adalah malam pertamanya dengan Zayn. Sebagai seorang istri, ia harus melaksanakan kewajibannya.

'Aku ikhlas, Varisha. Mungkin kita hanya bisa berjodoh di dunia saja, tidak sampai ke akhirat. Jadilah istri yang baik untuk adikku.'

Varisha teringat mimpinya tadi malam. Ia bermimpi bertemu dengan mendiang suaminya, Adam.

Ia kini merasa gugup sekali. Ia melirik jam yang sudah pukul sepuluh malam. Namun, Zayn tak kunjung pulang. Bahkan, pria itu meninggalkannya saat acara pernikahan mereka tadi siang.

"Aku harus sabar," teguh Varisha pada dirinya.

Cklek!

Pintu terbuka.

Sontak Varisha langsung berdiri dan berbalik. Ia melihat Zayn yang masuk ke dalam kamar. Tak lupa ia memasang senyuman manisnya.

Zayn nampak kaget dan tak bergeming di tempatnya.

"Mas Zayn..." sapa Varisha dengan senyuman manis yang masih berada di wajah cantiknya.

"Apa-apaan sih loe, pincang! Jangan sok kecantikan deh. Lebih baik pakai baju loe sana! Loe pikir gue bakalan tertarik apa sama loe!" ujar Zayn langsung masuk menuju kamar mandi.

Mendengar hal itu, seketika wajah Varisha langsung murung dan sedih. Bersamaan juga dengan senyuman itu langsung luntur dari wajahnya. Ia hanya menunduk sedih dan berjalan menuju cermin, menatap dirinya yang menyedihkan.

Rambut panjang yang dikepang disampirkan ke samping, gaun putih dengan bunga-bunga kecil, wajah yang dipoles sedikit make up dan lipstik.

Semua percuma jika nyatanya Zayn membenci dirinya.

Tak lama, Zayn pun keluar. Ia hanya mengenakan singlet warna hitam. Terlihat jelas tetesan air dari rambutnya yang jatuh. Ia baru saja selesai mandi.

Varisha sedikit terpaku melihat Zayn yang seperti ini.

Terlihat seksi.

Buru-buru Varisha menundukkan kepalanya dalam.

Zayn melihat Varisha yang kini sudah kembali mengenakan pakaian biasa, yakni piyama tidur. Bahkan, polesan make up itu juga sudah menghilang.

"Kamu dari mana aja, Mas? Dan siapa wanita tadi siang?” tanya Varisha berusaha tetap bersikap tenang.

Zayn menghampiri Varisha dengan tatapan tajam dan benci.

"Gak usah sok peduli deh loe! Dan jangan ikut campur dalam urusan hidup gue." ujarnya sembari menjentik dahi Varisha dengan kuat hingga membuat wanita itu sedikit terdorong ke belakang.

Varisha pun menyentuh keningnya yang terasa sakit. Meski pelan, namun begitu sakit rasanya.

"Denger ya, loe gak usah sok baik sama gue. Gue juga gak ada niatan jadi suami yang baik buat loe!" ujar Zayn sembari menunjuk Varisha.

Zayn berbalik lalu langsung naik ke atas ranjang. Namun, tatapannya menjadi risih saat melihat hiasan kamar ini.

"Apa-apaan sih ini?! Bikin risih aja!" kesalnya sembari menarik kelambu dengan asal. Bahkan, ia juga membuang semua hiasan bunga yang berada di atas ranjang ke lantai dengan asal.

Varisha yang melihat hal itu hanya menunduk saja, tak berani berkata apa pun.

Zayn langsung membaringkan tubuhnya dengan membelakangi Varisha yang berdiri menatap punggungnya dengan raut wajah sedih.

"Meski kamu gak mau jadi suami yang baik, aku akan menjadi istri yang baik untuk kamu, mas," ucap Varisha masih menatap punggung Zayn.

"Bisa diem gak sih loe? Gue mau tidur. Dan gue gak mau tidur satu ranjang dengan cewek pincang kayak loe. Najis!"

"Baik," varisha berucap lirih dan sedih.

Ia hanya bisa mengalah, tak ingin berdebat panjang.

To be continue…

1
Emi Sudiarni
lanjut
.. smangat untuk kak author .. sdah ngh sbar nungu bab berikutnya
Regazz: terimakasih🙏☺️
total 1 replies
partini
jajat bngt BUCIN nanti kamu
Emi Sudiarni
senang de lihat zayn cemburu
Tamirah
Jadi wanita jangan bodoh bodoh amat, walau kamu cacat sedikit saja punya harga diri lu disiksa diperkosa ngapain gk pergi dr rumah itu....!
Emi Sudiarni
lanjut kak seru bngat
Emi Sudiarni
kok cuma satu bab kak,,
Emi Sudiarni
yg sabar varisha. entar zayn bucin ama kamu..
6690
awas aja kalau Zayn udah bucin
Emi Sudiarni
mantap kak, lanjut..
Emi Sudiarni
Brian cemburu🤣🤣
Emi Sudiarni
buat mantan ny ngejar varisha. biar zayn ngah pnya ksempatan dgn adinda🤣adinda
Emi Sudiarni
buat zayn cemburu di sana... semisal varisha ketemu mantan🤭🤭
Emi Sudiarni
keterlaluan bangat zayn
Emi Sudiarni
lanjut kak 💪💪
Emi Sudiarni
ngemesin bngat zayn..
Emi Sudiarni
hadirkan kak pria yg pnya perasaan ama varisha, biar zayn terbakar cemburu 🤣🤣🤣
Emi Sudiarni
tega nya adam
Emi Sudiarni
bgus novelnya kak. smga tambah suksez
Regazz: makasih☺️
total 1 replies
Emi Sudiarni
kasihan bngat varisha, klw zayn Sring hina. kmu. ya cuekin aj. ngah perlu kasih 2 perhatian.. nanti dia akn sdar jga.. 😄😄Lanjut kak
Emi Sudiarni
lanjut kak author..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!