NovelToon NovelToon
Bayang Yang Runtuh

Bayang Yang Runtuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Shanti_San

Kiara, putri tunggal keluarga terkaya, memilih menikah dengan pria biasa karena cinta yang ia pikir sangat kuat dan abadi. Selama sepuluh tahun pernikahan, Kiara hidup dengan rasa bersalah yang besar—ia tidak pernah bisa mengandung dan melahirkan anak, selalu menyalahkan dirinya sendiri, dan terus meminum obat yang dikatakan suaminya sebagai vitamin penyehat tubuh.

Semua kepercayaan dan kebahagiaannya runtuh dalam sekejap mata. Kiara mengetahui kenyataan pahit, suaminya telah berselingkuh dengan sahabat terdekatnya sendiri.
Lebih menyakitkan lagi, obat yang ia minum setiap hari ternyata adalah pil penunda kehamilan. Sepuluh tahun ia pikir dia kurang subur, padahal dialah yang menjadi korban, dan suaminya sendirilah penyebab ia tidak pernah bisa memiliki keturunan. Puncak kehancuran tiba saat Kiara tahu sahabatnya kini sedang mengandung anak hasil perselingkuhan mereka.

Kiara pun memilih pura-pura tidak tahu, untuk membalaskan rasa sakitnya karena telah di tipu oleh mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 - Melakukan Kesalahan

Percakapan mereka mulai dari hal-hal ringan, namun perlahan nada bicara Emily berubah sepenuhnya. Kini tidak ada lagi topeng persahabatan. Ada nada kemenangan, kecemburuan, dan rasa meremehkan yang terselip di setiap kalimatnya. Emily terus memuji-muji kehebatan Ferdi, terus menceritakan betapa hebatnya suami Kiara itu dalam bekerja, betapa perhatiannya, seolah ingin menusuk hati Kiara dengan kenyataan bahwa Emily lebih tahu sisi Ferdi yang sebenarnya, bahwa Emily lah yang menguasai hati pria itu.

"Ferdi itu orangnya luar biasa ya, Kiara. Sabar, pintar, dan sangat menyayangi orang yang dia pilih," ucap Emily sambil menatap pantulan air di kolam, nadanya terdengar penuh penekanan.

"Beruntung sekali kamu memilikinya untuk saat ini. Ada banyak wanita di luar sana yang rela memberikan apa saja hanya untuk mendapatkan tempat yang sah di sisinya. Dan percayalah, kesabaran itu akan membuahkan hasil."

Kiara tersenyum miring dalam hati, namun tetap tenang.

"Memang. Aku sangat bersyukur memilikinya, Emily."

Belum sempat Kiara melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba dari arah belakang muncul sosok laki-laki yang tidak dikenal. Pria itu berjalan tergesa-gesa, seolah sedang membawa nampan berisi minuman, matanya melihat ke atas seolah mencari petunjuk jalan, sama sekali tidak melihat ke depan. Ia berjalan semakin mendekat ke arah mereka berdua yang berdiri di pinggir kolam.

Saat jarak tinggal beberapa langkah, pria itu sengaja 'tersandung' kakinya sendiri, tubuhnya terhuyung ke depan, dan dengan gerakan yang cepat namun dikalkulasi, bahu pria itu menyenggol keras bahu Emily, sementara tangan lainnya ikut mendorong punggung Kiara dengan gerakan yang menyatu seolah tak sengaja. Itu adalah rencana Emily. Ia membayar orang itu untuk menyingkirkan Kiara, atau setidaknya membuat wanita itu malu dan celaka, sementara ia akan berperan sebagai korban yang lemah.

"Aduh! Maaf! Saya tidak sengaja!" seru pria itu dengan nada panik pura-pura, lalu berlari pergi menjauh secepat kilat menghilang di balik semak-semak sebelum ada yang bisa bereaksi.

Semuanya terjadi begitu cepat. Dorongan itu cukup kuat. Tubuh Emily yang tidak seimbang karena mengandung janin dua bulan, terhuyung ke belakang, sementara tubuh Kiara pun terdorong jatuh bersamaan. Dengan ciiapan kaget, kedua wanita itu jatuh berhamburan masuk ke dalam kolam renang yang airnya cukup dalam dan dingin.

Cipratan air yang besar terdengar nyaring memecah keheningan malam. Gaun malam indah mereka basah kuyup, rambut mereka berantakan, dan rasa dingin air menusuk hingga ke tulang.

Di saat yang sama, Ferdi yang sedang berbicara dengan beberapa rekan bisnis tidak jauh dari sana, mendengar suara gaduh itu. Ia menoleh, dan matanya terbelalak kaget melihat pemandangan di pinggir kolam. Melihat dua wanita yang paling berarti dalam hidupnya jatuh ke air, refleksnya bekerja lebih cepat daripada akal sehatnya.

Tanpa berpikir dua kali, tanpa menimbang siapa istri sahnya, tanpa mempedulikan tatapan orang lain, Ferdi melompat turun ke pinggir kolam dan langsung menyambar tangan Emily.

"Tahan! Aku datang!" teriak Ferdi panik.

Ferdi menarik tubuh Emily keluar dari air dengan sangat hati-hati dan cepat. Ia memeluk wanita itu erat, memeriksa keadaan tubuh Emily dengan wajah pucat pasi, penuh kekhawatiran yang nyata. "Emily! Kamu tidak apa-apa? Bagaimana perutmu? Apakah ada yang sakit? Ya Tuhan, maafkan aku... aku seharusnya tidak membiarkanmu sendirian..."

Ferdi sama sekali tidak menoleh ke arah Kiara. Ia sama sekali lupa bahwa Kiara, istrinya, wanita yang telah memberinya segalanya, juga sedang berjuang di dalam air yang dingin dan dalam itu. Baginya saat itu, yang paling penting adalah Emily dan kandungan anak mereka. Kiara seolah tidak ada, seolah bukan siapa-siapa.

Kiara yang sedang berjuang menjaga keseimbangan di dalam air yang dingin itu, melihat pemandangan itu dengan mata kepalanya sendiri. Ia melihat Ferdi memeluk Emily, mengkhawatirkan Emily, dan melupakan keberadaannya sepenuhnya.

Hati Kiara yang selama ini mencoba bertahan, yang mencoba berpura-pura kuat, seolah hancur berkeping-keping saat itu juga. Sakit yang dirasakannya saat itu melebihi segala rasa sakit sebelumnya. Ini bukan lagi sekadar perselingkuhan, ini adalah penolakan nyata di depan mata umum. Di saat bahaya datang, Ferdi memilih wanita lain. Ferdi memilih anak haram mereka. Kiara bukan apa-apa. Tidak berharga. Tidak berarti.

Jadi begini akhirnya... batin Kiara samar-samar. Di matanya, aku memang tidak pernah ada. Sebutan 'istri' yang dia berikan padaku hanyalah label kosong belaka.

Namun, tepat saat kesadaran Kiara mulai hilang dan tubuhnya mulai terkulai lemas di dalam air bukan karena ia tidak bisa berenang, tapi kenyataan pahit yang membuat ia tidak lagi dapat pura-pura kuat, sesosok tubuh kuat melompat turun dengan cepat, membelah air kolam, dan merengkuh tubuh Kiara dengan erat dan aman.

Lengan yang kokoh dan hangat itu mengangkat tubuh Kiara ke permukaan dengan sangat mudah dan hati-hati, membawanya naik ke pinggir kolam, menjauh dari air dingin yang mengerikan itu.

Kiara membuka matanya dengan susah payah, berusaha melihat siapa yang menolongnya. Di balik kabur air dan air mata yang bercampur, ia melihat wajah itu. Wajah yang dikenalnya, wajah yang selalu membawa rasa aman.

"Baskara..." bisik Kiara pelan, suaranya hampir tak terdengar.

Pria itu berdiri di sana, tubuhnya juga basah kuyup karena berani melompat masuk demi menyelamatkannya. Wajah Baskara dipenuhi kekhawatiran luar biasa, matanya menatap Kiara dengan tatapan marah, khawatir, dan penuh kasih sayang yang bercampur menjadi satu. Ia langsung membungkus tubuh Kiara yang menggigil dengan jaket tebal yang entah dari mana didapatkannya, memeluknya erat untuk memberikan kehangatan.

"Kiara... Kiara! Lihat aku! Kamu tidak apa-apa? Maafkan aku... aku terlambat sedikit..." suara Baskara terdengar bergetar menahan amarah yang meluap, matanya menatap tajam ke arah Ferdi dan Emily yang masih berdiri berdekatan tak jauh dari sana, seolah hendak membakar mereka berdua hanya dengan pandangan.

Fendi yang baru menyadari ia melakukan kesalahan lansung mendekati Kiara. Meminta maaf karena tidak menyadari ada Kiara.

Beban yang dipikul Kiara akhirnya terlalu berat untuk ditahan lagi. Pandangannya sepenuhnya menjadi gelap, suara-suara di sekelilingnya samar-samar terdengar semakin menjauh, dan tubuhnya yang lemah akhirnya menyerah sepenuhnya. Di pelukan Baskara yang hangat itu, Kiara akhirnya memejamkan mata dan kehilangan kesadaran.

Fendi pun menjadi bahan omongan orang-orang Yang ada disana, dimana Menantu keluarga Wijaya malah menyelamatkan wanita lain dari pada istrinya. Fendi menyesal, ia tahu telah membuat kesalahan yang akan membuat ia mungkin akan di cap menjadi menantu yang tidak berguna. Khawatir, takut, berkecamuk dalam diri Fendi saat ini.

1
Ma Em
Ferdi saja yg tdk tau diri sdh diangkat derajat nya karena menikah dgn Kiara pewaris tunggal perusahaan tuan Edwar malah Ferdi sia siakan dan selingkuh dgn teman Kiara , semoga perceraian Kiara dgn Ferdi cepat selesai biar Ferdi dan selingkuhan nya jadi gembel , Ferdi manusia tdk punya otak ingin menguasai perusahaan orang setelah itu dia akan menceraikan Kiara dan akan hdp bersama selingkuhan nya si Emely .
Asyura
lanjut tor
Yeni Astriani
yuuukk lanjut Author
Yeni Astriani
good job Kiara kamu kuat, kamu punya banyak bukti perceraian pasti bakalan terjadi.
ferdi mengancam karna tahu dia bakalan hidup miskin lagi
Yeni Astriani
lanjut Author
Asyura
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!