NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia
Popularitas:66k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Malam itu suasana meja makan terasa jauh lebih hening dari biasanya.

Tidak ada Theo yang mengeluh soal menu makan malam. Tidak ada Alya yang merajuk.

Bahkan, Elang pun hanya fokus pada makanannya.

Ara yang duduk di ujung meja memperhatikan ketiga anak tirinya satu per satu. Perasaannya mengatakan ada sesuatu yang sedang mereka sembunyikan. Namun, tidak satu pun dari mereka membuka suara.

Keheningan itu terasa aneh. Beberapa menit kemudian, Theo tiba-tiba meletakkan sendoknya.

"Aku kenyang,"

Ara mengangkat kepala. Theo berdiri dari kursinya.

"Aku keluar sebentar."

Kening Ara langsung berkerut.

"Malam-malam begini?"

Theo mendengus. "Iya."

"Mau ke mana?"

"Bukan urusanmu." Jawab Theo ketus.

Ara langsung melipat kedua tangannya di dada. "Bagaimana bisa bukan urusanku?"

Theo menatapnya jengah.

"Aku ibu—"

"Stop!" Theo memotong ucapan Ara dengan suara keras. Alya dan Elang langsung menoleh, Ara juga ikut terdiam.

"Berhenti bilang kamu ibu kami!" Suasana meja makan langsung membeku. Theo menatap Ara dengan tatapan penuh kekesalan.

"Kamu bukan ibu kami."

Ara tidak menjawab.Theo melanjutkan.

"Kamu tidak melahirkan kami." Suara pemuda itu mulai meninggi.

"Kamu tidak membesarkan kami. Kamu juga tidak merawat kami dari kecil." Setiap kalimat yang keluar terasa seperti pukulan.

Ara tetap diam.

Sementara Theo masih meluapkan semua kekesalannya. "Kamu baru datang beberapa hari lalu. Kamu datang dan langsung mengatur semuanya. Kamu membuat rumah ini seperti barak militer." Theo menunjuk ke sekeliling rumah.

"Ketenangan kami semua terganggu sejak kamu datang!"

Ara menunduk pelan. Entah kenapa dadanya terasa sesak. Namun, Theo belum selesai.

"Kamu tidak akan pernah jadi ibu kami!" Setelah mengatakan itu, Theo langsung berbalik. Lalu berjalan meninggalkan ruang makan tanpa menoleh lagi.

Pintu tertutup keras. Untuk beberapa saat tidak ada yang berbicara. Ara hanya menatap kursi kosong yang tadi ditempati Theo. Biasanya ia akan membalas, biasanya ia akan mengomel. Biasanya ia akan mengejar Theo sampai ke lantai dua. Namun, malam ini tidak. Ucapan Theo benar-benar berhasil melukai hatinya.

Ara tersenyum kecil, senyum yang terasa pahit. Mungkin karena tanpa sadar, dia sudah mulai nyaman dengan anak-anak itu. Dan karena itulah ucapan Theo terasa menyakitkan. Ara menarik napas pelan lalu menoleh ke arah Alya dan Elang.

"Kalian lanjut makan." Ucapnya pelan.

Alya tampak tidak nyaman, gadis itu berdiri dari kursinya. "Aku juga kenyang."

Ara mengangguk.

"Besok masih ujian." Lanjut Alya. "Aku mau belajar."

Biasanya Ara akan mengomel dan menyuruhnya menghabiskan makanan tetapi kali ini tidak.

"Ya sudah." Jawab Ara.

Alya terlihat sedikit terkejut. Lalu perlahan meninggalkan ruang makan. Kini hanya tersisa Ara dan Elang. Keheningan kembali memenuhi ruangan.

Ara melirik pemuda itu. "Kamu juga mau pergi?"

Elang berdeham pelan. Ia memang sudah selesai makan. Perlahan ia meletakkan sendoknya. Lalu berdiri, Ara mengira Elang akan langsung pergi seperti biasanya. Namun, pemuda itu justru berhenti beberapa langkah dari meja makan.

Elang tampak ragu. Seolah sedang berdebat dengan dirinya sendiri. Beberapa detik kemudian, Elang akhirnya membuka mulut.

"Terima kasih."

Ara mengangkat kepala. "Hm?"

"Untuk revisi skripsiku."

Ara membeku, Elang memalingkan wajahnya.

Jelas terlihat tidak terbiasa mengucapkan terima kasih.

"Aku diterima." Lanjutnya singkat "Dosen menyetujui revisinya."

Ara tidak berkedip.

"Aku bisa ikut wisuda bulan depan."

Untuk pertama kalinya malam itu, senyum tulus muncul di wajah Ara.

"Oh." Jawabnya pelan. "Bagus."

Elang mengangguk kecil, lalu berbalik pergi.

Namun, sebelum menghilang dari ruang makan, ia berkata tanpa menoleh,

"Terima kasih sekalian lagi..." Kali ini lebih tulus.

Ara hanya tersenyum. "Ya."

Setelah Elang pergi, ruang makan kembali sepi. Ara duduk sendirian di meja makan yang besar itu. Perlahan ia meletakkan tangannya di dada. Entah kenapa terasa sesak. Ucapan Theo terus terngiang di kepalanya.

Ara menundukkan kepala, lalu tertawa kecil.

Tawa yang terdengar pahit.

"Anak itu..." Gumamnya pelan.

Meski menyakitkan, Theo tidak salah. Karena bagaimanapun juga Ara memang bukan ibu mereka.

1
seribu nama
Ayolah biar Tahu Rena si pacar Alya itu dapat pelajaran dari mamah Ara dan si Alya ga deket lagi sama si Reno😠
Retno Palupi
oh Kenzo yg punya arena balap?
Ariany Sudjana
semoga Theo lekas mendapatkan penanganan yang terbaik, dan pasti Arabelle yang akan mengurusnya
Jaya Fandi
menegangkan,,mksh ka,,banyak " up nya,, semangat 💪🏽💪🏽
Jaya Fandi
terserah otornya lah yg menang siapa,,misal nnti theo kalah psti ada hikmahnya,,💪💪
T&K
Heeeeey Reno! kamu kira akan lolos dr Kenzo? tunggulah penyelidikannya
Lisa Halik
semoga saja nathan tidak akan menyalahkan arabelle.....lepas ini kamu sadarlah theo
Les Tary
jgn sampai nanti nathan menyalahkan ara
Ita rahmawati
bengek sih kamu elang malah mikir nti setelah sadar Theo bakal diamuk emak tiri 🤦🤣🤣🤣
yumna
reno licik ara pasti dapet bukti bwat jeblosin reno k pnjraa....bukti d lintasin cctv.....abis lah kau reno...dan kau theo d amuk m ara
Aditya hp/ bunda Lia: puas juga ntar sama si Alya dia nanti jadi tau kalo si Reno emang berengsek
total 2 replies
Fia Ayu
🤣🤔🤣🤣
Fia Ayu
Awalnya aku ragu mau baca nie novel, kaga taunya asik banget
Dr bab pertama ngakak mulu bacanya 🤣🤣🤣
seribu nama
Kalau Thei tahu pacarnya Alya itu Reno musuhnya gimana ya pasti marah banget. Plis Theo hati" jangan sampai dengan kamu celaka rahasia ibu tirimu terbongkar
Ariany Sudjana
Theo kecelakaan, Arabelle yang akan turun tangan untuk merawatnya
Ita rahmawati
tuh kan Theo kuwalat udh ngelawan SM ibu tiri sih 😂😂
Ariany Sudjana
wah kakaknya Arabelle jadi pengelola lintasan balap 😄
Ita rahmawati
owalah Kenzo toh
Ita rahmawati
ikut sedih ih aku 😔
Les Tary
harus dikasih pelajaran itu si reno dari segalanya kelakuan buruk
Angga Gati
semoga theo bisa mengatasi jebakan yg dbuat reno & menangin pertandingan lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!