NovelToon NovelToon
Driven By You

Driven By You

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Tamat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Kensington Valerio (22th) adalah seorang "Raja Pesta" yang sinis terhadap cinta, namun terobsesi mengoleksi ribuan novel romansa.

Baginya, cinta hanyalah delusi dengan alur membosankan yang selalu bisa ia tebak ending-nya.

Di tengah kejenuhannya akan kepalsuan dunia, hadir Audrey Hepburn (19th)—mahasiswi hukum tingkat satu yang kaku, ambisius, dan membawa prinsip kesucian yang keras kepala.

Audrey bukan sekadar junior di fakultasnya, ia adalah variabel acak yang mengacaukan prediksi Kensington.

Saat rahasia pengkhianatan mulai mengikis pertahanan Audrey, Kensington justru merasa tertantang untuk menuliskan naskah hidupnya sendiri.

Apakah Audrey akan berakhir menjadi sekadar koleksi di rak bukunya, ataukah ia adalah satu-satunya wanita yang mampu memberikan Kensington sebuah akhir yang tak terduga?

Di arena balap liar dan koridor kampus yang dingin, Kensington mulai mempertanyakan: apakah cintanya juga akan menjadi klise, atau sebuah tragedi yang tak terlukiskan ?

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#4

Gedung Fakultas Hukum Universitas Los Angeles berdiri megah dengan pilar-pilar beton yang seolah-olah menantang langit.

Di dalam salah satu ruang kuliah yang beraroma buku tua dan kopi instan, Audrey duduk dengan punggung tegak. Ia sudah menyiapkan tiga pulpen berbeda warna dan buku catatan tebal.

Fokus adalah senjatanya untuk melawan ekspektasi ibunya yang setinggi langit.

Namun, fokus itu terusik oleh suara bisikan yang tak kunjung berhenti dari kursi di sebelahnya.

"Psst... kau anak baru dari luar kota, ya?"

Audrey menoleh. Seorang gadis dengan rambut keriting yang diikat tinggi menatapnya dengan penuh semangat. Gadis itu belum berhenti bicara sejak sepuluh menit lalu.

"Aku Odetta," ucapnya tanpa menunggu balasan. "Jangan terlalu serius dengan Profesor Miller. Dia memang terlihat seperti akan memakanmu hidup-hidup, tapi sebenarnya dia hanya butuh asupan kafein yang lebih banyak. Omong-omong, kau lihat para senior di barisan belakang itu?"

Odetta menunjuk dengan dagunya ke arah sekumpulan mahasiswa tahun kedua yang tampak malas-malasan.

"Mereka itu sekumpulan sampah yang merasa punya kuasa. Terutama si botak itu, dia pernah gagal di mata kuliah hukum pidana tiga kali, tapi gayanya seperti sudah punya firma hukum sendiri. Mengumpat mereka adalah hobi utamaku di kampus ini."

Audrey terkekeh kecil. Odetta cukup netral dalam penampilannya, tapi mulutnya benar-benar tidak bisa diam. Ia cerewet, namun kejujurannya terasa menyegarkan.

"Kau tahu siapa yang benar-benar harus kau waspadai?" tanya Odetta, matanya berkilat di balik kacamatanya. "Bukan para senior medioker itu. Tapi dia yang namanya selalu disebut dengan nada memuja atau benci: Kensington Valerio."

Mendengar nama itu, pulpen Audrey sempat terhenti di atas kertas. Bayangan pria bertelanjang dada dengan handuk putih semalam mendadak melintas.

"Keluarga Valerio itu terhormat, kau tahu," lanjut Odetta tanpa diminta. "Mereka adalah bangsawan modern Los Angeles. Kensington itu sebenarnya lebih baik daripada saudara kembarnya, Lexington Valerio. Lexington itu... yah, dia seperti versi Gelap yang punya rem. Tapi Kensington? Dia adalah emas yang sengaja menenggelamkan diri di lumpur."

Audrey hanya mengangguk-angguk kecil, memberikan respon "iya-iya" saja agar Odetta terus bercerita. Ia tidak mengerti sepenuhnya ke arah mana pembicaraan ini, tapi ia menyimpulkan bahwa Odetta adalah salah satu pemuja Kensington yang tampak kecewa. Kecewa karena pria sesempurna Kensington memilih menjalani kehidupan liar daripada menjaga martabat keluarganya.

"Tapi bukankah dia memiliki kekasih?" tanya Audrey pelan, mencoba memancing informasi. "Aku melihatnya duduk dengan seorang gadis semalam di sebuah pesta. Tampaknya mereka sangat dekat... bahkan berciuman."

Odetta mendadak tertawa meledak, membuat beberapa mahasiswa di depan mereka menoleh dengan sinis. Odetta menutup mulutnya, lalu berbisik lebih kencang.

"Kekasih? Ahahaha! Audrey, kau benar-benar polos! Kensington Valerio tidak percaya pada cinta. Itu adalah fakta paling terkenal di kampus ini!"

Audrey mengerutkan dahi. "Tidak percaya cinta?"

"Sama sekali tidak," tegas Odetta. "Aku sudah mengikuti setiap berita tentang Kerajaan Bisnis Valerio sejak aku masih di sekolah menengah. Mereka menghasilkan pria-pria sempurna dan wanita-wanita cantik sepanjang sejarah Los Angeles, tapi mereka juga dikenal dingin. Kensington? Dia tidak pernah memacari satu orang pun secara resmi. Gadis-gadis yang kau lihat bersamanya? Itu hanya... hiburan. Aksesori pesta. Besok dia sudah ganti lagi. Kau kaget, bukan?"

Audrey terdiam. Pulpennya kini benar-benar diletakkan di atas meja. Jika Kensington tidak percaya pada cinta, lalu untuk apa ratusan novel cinta yang tertata rapi di rak bukunya? Untuk apa dia mengoleksi kisah-kisah romansa yang penuh air mata dan janji setia jika dia sendiri menganggapnya sebagai omong kosong?

Dia pria yang Rumit, gumam Audrey dalam hati. Sosok Kensington menjadi semakin misterius. Seorang pria yang dikelilingi oleh simulasi cinta dalam bentuk buku, tapi menolak realitas cinta dalam bentuk komitmen.

Setelah kelas berakhir, Odetta menarik lengan Audrey menuju Kantin Pusat. "Kau harus makan di sana. Itu tempat terbaik untuk melihat kasta-kasta di universitas ini bekerja secara nyata," ujar Odetta dengan nada dramatisnya.

Kantin Pusat sangat luas dan bising. Bau makanan Meksiko dan burger memenuhi udara.

Saat mereka sedang mengantre makanan, sebuah suara yang sangat familiar berteriak dari kejauhan.

"Drey! Di sini!"

Vivian berdiri di dekat meja panjang di sudut kantin yang paling strategis. Tempat itu tampak seperti markas besar.

Di sana duduk sekumpulan orang dari pesta semalam. Audrey ragu sejenak, tapi Odetta sudah menariknya mendekat dengan mata yang berbinar—sepertinya Odetta sangat senang bisa berada di dekat lingkaran elit itu.

Di meja itu, ada sekitar tujuh orang. Dan di tengah-tengahnya, Kensington Valerio duduk dengan santai. Ia mengenakan kaos hitam polos yang membungkus tubuh atletisnya, sedang tersenyum tipis mendengarkan cerita seorang pria yang duduk di sebelahnya.

Pria itu tampak sangat bersemangat, sebelah lengannya melingkar erat di bahu Vivian. Audrey memperhatikan cara pria itu menatap Vivian—penuh kepemilikan dan gairah yang sisa-sisanya masih terasa dari semalam.

Jadi dialah pria itu, simpul Audrey. Pria yang membuat kegaduhan di kamar asramaku semalam.

"Ken, ini Audrey, Yang semalam kukenalkan," Vivian memperkenalkan lagi, seolah pertemuan di pesta semalam belum cukup.

Kensington mendongak. Matanya yang tajam bertemu dengan mata Audrey. Untuk sesaat, suasana bising di kantin seolah memudar. Ada kilatan pengenalan di sana, mungkin Kensington teringat saat Audrey masuk ke kamar pribadinya secara tidak sengaja.

"Hai, Audrey," sapa Kensington. Suaranya rendah, namun memiliki daya jangkau yang membuat orang di sekitarnya terdiam sejenak. "Bagaimana hari pertamamu? Tidak ada yang membuatmu merasa gagal, kan?"

Pertanyaan itu terasa seperti sindiran halus terhadap pesan ibunya semalam, atau mungkin hanya sebuah basa-basi. Namun, Audrey merasakan tantangan di sana.

"Lancar," jawab Audrey singkat dengan nada yang ia usahakan tetap datar. "Aku cukup pandai membedakan mana yang penting dan mana yang hanya gangguan."

Vivian tertawa, sementara pria di sebelahnya mencium pipi Vivian dengan kasar. Kensington hanya menaikkan satu alisnya, senyum tipisnya tidak hilang.

"Baguslah," ucap Kensington. "Karena di tempat ini, gangguan sering kali terlihat lebih menarik daripada pelajaran itu sendiri."

Odetta di samping Audrey tampak menahan napas, seolah tidak percaya bahwa teman barunya baru saja berbicara santai dengan sang legenda hidup.

Sementara itu, Audrey kembali memperhatikan raut wajah Kensington. Pria ini tampak begitu tenang di tengah kekacauan teman-temannya yang saling bermesraan dan berteriak.

Ia teringat kata-kata Odetta: Dia tidak percaya cinta.

Audrey menatap rak buku di ingatannya, lalu menatap pria di depannya. Ia merasa ada sebuah cerita besar yang disembunyikan Kensington di balik tumpukan novel-novel itu.

Dan entah mengapa, keinginan untuk tahu lebih dalam mulai tumbuh, sedikit demi sedikit, melampaui rasa takutnya akan kegagalan.

1
nayla tsaqif
Haduhhh,, knp tamat semua sihhh,,, jangan lama2 cerita barunya yaaaa!!??
Thee-na Tooth
lagi dong kak
Zahra Alifia Hidayat
Yo bapakmu itu yg jadi nyamuk raksasanya max
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
untung tersesatnya di toilet toko perhiasan coba klo tersesatnya di kedai kopi late alamat GK tau jalan pulang wkwkwk🤣🤣🤣
Ros 🍂: Hahhaa bahaya kalo nyasar kesana ya kak🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Astagaaa,, kmna ken yg dingin dan angkuh itu dreyyy,,, knp skrng dia sengklek,,, 🤣
Ros 🍂: mabuk cinta kak🤣🤣🤣🤣😘
total 1 replies
Almeera
tinggalin jejak duluuuuuuuu yaaaa nyicil aku maraton kerja duluuu
Ros 🍂: Hehe siap Kak🫶🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
ingat Ken segera lenyapkan si kopi late lagian jadi cowok tuh harus bisa mengendalikan senjatanya ini malah tercelup ke kopi late🤭
Ros 🍂: Late Vera kak, Bukan Latte Coffee 🤣🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
akhirnya ,,,terharu aku thor😍😍😍
Ros 🍂: Huhuhu semoga Suka ya kak🫶🥰
happy reading 😍
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
pantesan Ken gendeng wong bapaknya klo ngasih saran diluar Nurul moga kegendengan mereka menurun ke max kelak🤭🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: hahhaa Daddy Felix asline kalem kak🤭🤣
total 1 replies
Murnia Nia
lagi seru ni ceritanya
Ros 🍂: ma'aciww komentar nya ya kak🫶
total 1 replies
Murnia Nia
lanjut thor
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Thee-na Tooth
puas bacanya kak,,,
terimakasih berkali² double up.
besuk lagi up nya kak,,,
kesehatannya di jaga
semangat 💪
Ros 🍂: Ma'aciww kak 🫶🫶😘
semoga kakak juga sehat selalu 🥰
total 1 replies
winpar
lgi kk 💪💪💪💪
Ros 🍂: sama-sama kak🫶
total 3 replies
Thee-na Tooth
ayoo up lagi🤭
nunggu kejutan dari kakak cantik 💪
Ros 🍂: Besok ya kak🫶 ditunggu 😍
total 1 replies
Thee-na Tooth
Alurnya bagus banget,,,
dari pemilihan kata kata bagus, mudah di pahami. Alur kata tidak melibet.
Padahal novel e bagus banget tapii kenapa peminat bacanya sedikit ya
Aku doain ya kak,, semoga novel e bisa banyak yang baca, bisa masuk rank
Ros 🍂: Ma'aciww banyak kak🫶🥰
sehat selalu ya kak😘
total 1 replies
Thee-na Tooth
semangat up kakak,,,
insha Allah setiap baca, aku kasih kopii. biar nulisnya tambah semangat, dan nggak ngantuk 🤭
Ros 🍂: uuuwwwwwhh 🫶🫶🫶
ma'aciww ya kak, sehat Selalu 🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
wes tambah gendeng ini Bang Ken,tak tunggu kegendenganmu selanjutnya Bang🤣🤣🤣
Ros 🍂: Nular Ya kak bucinnya 🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Gen valerio,, awal2 dingin, angkuh,, begitu bucin setrezzzz,,, bikin esmosi!! Mom kim&dad felix ceritanya judulnya apa thor??
Ros 🍂: hihihi Rekomendasi baca "The End Of Before" kak, Ndak kalah seru🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Gk knl cinta,, gk percaya cinta sekalinya cinta gueenndennng kowe ken,,, bisa2nya pengen jd simpanan,, emg mau di simpan dimna,, badanmu kn segedhe gaban,,, 😄
Ros 🍂: hahaha Dia senang jadi simpanan kak🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Q suka kalo para wanita2 itu sudah mengumpat,,, seperti briella kalo ngumpat fasih banget,,, "bringsiikkk" 🤣🤣
Ros 🍂: wkwkw iya kak🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!