NovelToon NovelToon
GAIRAH CEO KEJAM

GAIRAH CEO KEJAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:39.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: ssyptr

WARNING BUKAN UNTUK BOCIL ❤️❤️

YANG DIBAWAH UMUR
MOHON UNTUK JANGAN BACA NOVEL INI!!

KARENA INI NOVEL KHUSUS UNTUK KAUM IYA-IYA 😝

TERIMA KASIH!! SELAMAT MEMBACA!!


ANNABELLA TASYA KUSUMA pegawai di salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yang terletak di Jakarta ini sudah mengabdi di perusahaannya selama hampir 4 tahun.

Pekerjaannya lancar dan mengasyikan. Dia sangat mencintai pekerjaannya. Dia orang yang mudah bergaul, itu yang membuat dia sangat akrab dengan rekan-rekan di devisinya, yaitu devisi keuangan.

Tapi semua itu berubah, ketenangan di usik. Dia merasa diawasi, dikekang, dan diperlakukan tidak adil oleh CEO baru di perusahaannya.

Mampukah Tasya bertahan, atau Tasya memilih untuk keluar dari perusahaan nya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ssyptr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 12 - KESEHARIAN

"Tuh kamu denger sendiri kan dek, Abang ini kuat. Jadi kamu gak usah nangis-nangis lagi." ucap Dylan.

"iya bang, lagian adik mana yang gak sedih kalo abangnya masuk rumah sakit terus diperban dimana-mana begini." jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya.

"Iya sih, tapi gak tiap hari juga dong. Kayak Abang kena penyakit apa aja."

"Ish Abang, ngomongnya ngelantur."

"Hei, udah-udah kenapa jadi berant gini?" kata Tante Bella sembari membawa nampan makanan Dylan dan nasi bungkus untuk Salma dan dirinya.

Lalu menaruh nampan itu dimeja khusus makan diatas ranjang Dylan dan meletakan nasi bungkusnya pada Salma. " Ayo dimakan Dylan, kmu juga Salma. Jangan sampe kita kena maag."

"Iya Tante..." ujar mereka serempak.

---------------------------------------------

"Mari nona, biar saya antar kan ke sekolah. Sesuai dengan pesan non Tasya." ungkap Pak Heru yang sedang duduk di meja makan menemani Lula memakan sarapannya.

Lula menenggak habis susunya tak lupa mengelap bibirnya dengan tisu lalu mendongak kepalanya menghadap pak Heru. "Ayuk pak, keburu telat nanti aku."

Mereka berdua berjalan beriringan memasuki mobil milik Sean. Jangan salah Sean memiliki puluhan banyak mobil di garasi khusus mobilnya.

"Silahkan masuk non." kata pak Heru yang membuka pintu mobil belakang. Lula langsung masuk dengan bingung.

"Kenapa aku diperlakukan seperti ini. Padahal aku kan bukan anak keluarga kaya." batin Lula

Tapi Lula tak peduli dengan bagaimana perlakuannya terhadap Lula. Yang terpenting saat ini adalah menunggu kakaknya pulang untuk meminta penjelasan.

---------------------------------------------

"Ah..ha..ha.." napas Sean terengah-engah, untuk kedua kalinya ia mencapai pelepasannya.

"Fu*k, aku belum pernah merasakan sensasi seperti ini. Sangat luar biasa." gumam Sean.

Berbeda dengan Sean yang sangat puas, Tasya sungguh tak menikmatinya, badannya serasa remuk, ia sangat kelelahan. " Cukup tuan, aku harus bekerja."

"Mandilah, pakaianmu sudah ada dalam kamar mandi. Supir akan mengantarmu." ucap Sean dingin, seolah-olah tak terjadi sesuatu pada mereka.

Tasya mengangguk-anggukkan dan berjalan menuju walk in closet Sean, tapi tiba-tiba lengannya ditarik dengan kencang kebelakang. "Ingat satu hal, jangan ada satu orang pun yang tau tentang hubungan kita." Sean berbisik lalu pergi meninggalkan Tasya yang termenung di dalam kamar.

"Tuhan sebenarnya apa salahku, kenapa hal ini menimpaku? aku benar-benar tak tahu apa salahku." gumamnya dengan air mata yang menetes dikedua mata indahnya.

---------------------------------------------

"Selamat datang Tuan Sean." ujar dua resepsionis itu dengan centil-nya, berharap Sean akan luluh terhadapnya.

Sean menengok ke arah mereka, dua orang wanita berlipstik merah menyala, dua kancing kemeja mereka sengaja dibuka, dan jangan lupakan alis mereka yang disulam bagai celurit. "Pagi." jawab Sean dingin.

"Tuh kan, Lo liat sendiri. Kayaknya pak Sean udah mulai suka deh sama gue." ujarnya

"Heh enak aja Lo, jelas-jelas itu gue ya yang disapa pak Sean." jawab wanita sebelahnya tak kalah menantang.

Mereka terus berdebat hingga tak menyadari banyak pasang mata yang melihat mereka dengan tatapan jijik.

Terdengar suara higheels menggema di lantai satu koridor, perempuan cantik dengan dress hitam selututnya yang menunjukkan bahu putih mulusnya, berjalan anggun memasuki lift.

Ting....

Pintu lift terbuka masuklah Tasya kedalam lift dan menekan lantai ruang kerjanya. Banyak pasang mata yang menatap 'lapar' Tasya, bahkan ada yang terang-terangan mengungkapkan perasaannya pada Tasya.

Pintu lift terbuka, buru-buru Tasya keluar lift dan menuju ruang Staff Keuangan. Ketika sampai di meja kerjanya, Tasya langsung disambut oleh teman seperjuangannya.

"Pagi Sya.."

"Morning teh geulis..."

"Pagi Ca"

"Tumben telat Lo Sya."

"Iya pagi, biasa soalnya nunggu Lula bangun lama banget." ujar Tasya berbohong. Mana berani ia mengatakan jika ia ber'malam' bersama bos nya.

Teman-temannya menganggukkan kepala. "Trus kenapa Lo jalan nyeret kaki gitu? habis jatoh?" tanya Dinda

"Ha..em..anu iya Din habis jatoh." jawab Tasya gugup.

"Udah-udah yuk buruan selesain tugas laporannya. Jangan sampai ngaret kata pak Dimas, sebelum makan siang kita semua harus ada di ruangan si pak Bos." kata Vino dengan mata yang lepas dari laptopnya.

"Huft... sebenarnya aku salah apa sih. Males banget berhubungan sama dia, orang yang udah berani-beraninya ngambil kesucianku. Argh!!!!!" gumam Tasya cemberut.

---------------------------------------------

"Hai anakku sayang."

"Hmm.. ada apa mom menelfonku? Aku sedang sibuk. Aku tak ingin diganggu mom."

"Astaga, mommy merindukanmu apa ini balasannya. Aku tau aku hanya adik dari mama kandungmu. Apa kau tak menganggap ku ibumu juga?" tanyanya dengan suara lirih.

"Tentu aku menganggap mu ibuku, kau adalah orang yang merawat ku ketika orang tuaku telah meninggal. Aku menyayangimu mom."

"Jika kau menyayangi mommy mu ini datanglah kerumah nanti malam. Tak perlu alasan. Bye! mom menyayangimu."

Tut...

Ponsel dimatikan sepihak. Lelaki itu hanya menghela napas lelah dengan kelakukan mommynya. Adik dari ibu kandungnya yang merawatnya dan memberikan kasih sayang pada dirinya.

---------------------------------------------

BERSAMBUNG

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN ❤️

KALO SUKA BOLEH YA SEKALIAN DI VOTE

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA

SEMOGA SUKA YA SAMA CERITA INI.

DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA VOTE+KOMEN+LIKE.

1
Yeti Hayati
Tasya yg baik .alah dianggap oelacur
Yeti Hayati
sebetulnya Sean cibta Tasya
Yeti Hayati
lanjut
Yeti Hayati
terima ya Tasya
Yeti Hayati
karma
Yeti Hayati
Alhamdulillah ada pertolkngan
Yeti Hayati
ruwet
Yeti Hayati
kasiahn
Elisabeth Lalang
maaf y aku stop g lanjud baca🙏 banyk part yg aku g paham, seta tulisan yg brulang2 jujurbitu ganggu bgt
Elisabeth Lalang
😟😟😟 tiba2 gak paham sma crtanya
Elisabeth Lalang
loh kok d tinggal sih, kalo ada yg hilang d rumh itu gmn
Elisabeth Lalang
OMG siska😆😆😆😆
Elisabeth Lalang
suka banget dikasih foto atau gambar jadi imajinasinya bisa nyampe wkwkwkwk
Elisabeth Lalang
Hai ,ini baru awal cerita jadi belum bisa kasih komen sama crtanya tp tokoh2 kayak agak lebay ya,tapi aku tetap Lanjut nih bacanya Siapa tahu ceritanya bagus dan aku baca Sampai Akhir😁😁😁😁
Yeti Hayati
sabar ya
Yeti Hayati
penasaran
Trisna
taik katanya kaya cerdas tapi tidak bisa melihat kejadian di depan mata
ahyuun.e
umur 23 udah kerja di perusahaan 4 tahun, baru msuk dunia perkuliahan umur 18 tahun, kira" pas ngelamar kerja untuk level perusahaan besar apalgi divisi keungan bisa pke ijazah SMA? ini nanya aja 🙏🙏🙏 kuliah S1 ga mungkin cuma 2 tahun kan ya? klo umur 18 aja bru masuk dunia perkuliahan masih ada setidaknya tercepat 3 tahun ke depan bru nyandang sarjana 🙏
Bunda mia
apa Tasya ceritanya udah ga perawan soalnya kaya seneng aja dya tidur sama sean
Amiera Syaqilla
hello author🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!