Seorang mahasiswi yang marah dengan akhir cerita novel yang baru dibelinya. Dalam novel diceritakan tokoh antagonis di novel, disalahpahami tunangan dan keluarganya sendiri gara-gara hasutan dan trik licik tokoh utama wanita, Audrey Hepburn.
Tapi sungguh sial saat sedang menancapkan charger laptop ke stop kontak, dirinya malah tersetrum dan bertransmigrasi menjadi Eleanor Sinclair. Dengan tekad bulat, ia memilih menjadi antagonis yang sesungguhnya, ia memilih target meningkatkan rasa kebencian semua tokoh hingga 100%. Hadiah dari pencapaian target misi dari sistem ini adalah uang senilai 100 juta dollar dan izin kembali ke dunia nyata. Namun, semuanya malah jadi kacau, tingkat kebencian tokoh utama pria dan keluarganya justru berkurang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ia bisa menyelesaikan misi, mendapatkan hadiah, dan kembali ke dunia nyata?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 Tidak Berani Cek CCTV
Eleanor menatap Jason dengan tatapan datar. Ia langsung tahu siapa pria ini, penggemar fanatik Audrey yang selalu mendorong Audrey pada Liam, padahal Liam adalah tunangan Eleanor, fakta itu sudah diketahui semua orang.
"Jason Kelidon. Pria yang terlalu bucin pada Audrey dan bisa melakukan apa saja untuknya. Pria yang tak punya otak, mungkin dia terlambat datang waktu pembagian otak. Ending untuknya juga kebangkrutan keluarganya karena dia memberikan semua milik keluarganya pada Audrey", pikirnya.
"Eleanor! Hiks... hiks..." Audrey mulai terisak, air matanya bercampur dengan air kolam di wajahnya. "Meskipun kamu tidak suka dengan kedekatanku dan Liam, kamu tidak seharusnya melakukan ini padaku. Apa kau mau mempermalukan aku?! Hiks..."
Eleanor justru menguap lebar, tidak terkesan sedikit pun. "Ck, drama queen! Jelas-jelas dia yang hampir mendorongku, berani-beraninya playing victim! Sebentar lagi kakakku pasti akan memarahiku. Ngomong-ngomong aktingnya jelek sekali, kenapa semua orang dengan mudah percaya padanya? Apakah ini buff pemeran utama wanita?," batinnya lagi.
Namun, di luar dugaan, Alistair justru berbalik menatap Audrey dan Jason dengan tatapan tajam. Ia kemudian kembali menoleh pada Eleanor dengan nada bicara yang jauh lebih lembut dari sebelumnya.
"Katakan yang sebenarnya, Eleanor. Aku tentu tidak akan menyalahkanmu jika memang kamu tidak berbuat salah. Kalau perlu, aku akan buat mereka yang memfitnahmu untuk minta maaf padamu," ujar Alistair sambil menunjuk Audrey yang masih menggigil.
Seluruh taman seketika sunyi. Jason dan Audrey ternganga tak percaya. Alistair Sinclair, yang biasanya selalu dingin pada Eleanor, kini justru membelanya?
Eleanor sendiri ikut melongo sejenak sebelum akhirnya kembali ke mode "antagonis"-nya. "Kak, aku benar-benar tidak salah, dia berbohong, aku tidak mendorongnya. Jangan-jangan dia sengaja jatuh ke kolam untuk memfitnahku karena tahu hanya aku yang ada di dekat sini," ujarnya sambil menunjuk ke arah Audrey. "Dan kau, Audrey... apa maksud ucapanmu tadi, hah?! Apa kau sengaja membuat semua orang salah paham padaku? Kalau memang aku berniat mencelakaimu, lalu untuk apa aku memanggil bantuan?"
Eleanor kemudian menunjuk Jason," Kau juga!! Bodoh sekali! Mana mungkin Audrey bisa mati tenggelam di kolam dangkal seperti itu? Lihat pelayanmu yang masih di dalam kolam itu! Tinggi airnya cuma sampai di atas pinggangnya sedikit. Kecuali tinggi badan Audrey kurang dari satu meter, tidak mungkin orang dewasa sebesar dia bisa tenggelam di situ! Jangan bilang kau tidak tahu kedalaman kolam ikan di rumahmu sendiri?!"
Kata-kata Eleanor yang logis namun pedas itu membuat Audrey terdiam seribu bahasa, wajahnya memerah karena menahan kesal sementara Jason hanya bisa melotot, marah tapi tidak bisa berkata-kata.
Suasana di taman belakang kediaman Sinclair semakin tegang. Audrey, yang masih duduk bersimpuh di pinggir kolam dengan pakaian basah kuyup, menatap Eleanor dengan mata berkaca-kaca.
"Tapi tadi jelas... ada seseorang yang mendorongku... Dan hanya ada kamu di sini... Hiks hiks," isak Audrey sambil menyeka air mata dengan punggung tangannya yang gemetar.
Eleanor tidak menunjukkan simpati sedikit pun. Ia justru melipat tangan di dada dan mengangkat sebelah alisnya. "Oh ya? Kalau begitu ayo cek CCTV. Kita lihat siapa sebenarnya yang mendorongmu ke kolam," tantang Eleanor dengan nada suara yang sangat tenang.
"Aku tidak takut sama sekali, kalaupun terbukti dia mendorong lalu kenapa? Aku kan memang tokoh antagonis. Jika aku ketahuan berbohong pasti kakak sulung akan kecewa dan marah lalu rasa benci padaku sudah pasti akan naik, kan? Hmp!!", batin Eleanor.
"Jadi dia benar-benar yang mendorong Audrey? Bukankah tadi dia bilang Audrey yang mendorongnya duluan? Oh apa mungkin Eleanor hanya membela diri? Benar! Pasti begitu! Anggota keluarga Sinclair bukan kumpuan orang yang mudah dibully, memang Audrey pikir dia siapa?! Berani membully adikku! Dan si Jason yang kurang ajar itu, aku pasti akan balas dendam pada keluarga Kelidon nanti", pikir Alistair.
Wajah Audrey seketika berubah pucat. Isak tangisnya terhenti sejenak. "Ma... mana ada CCTV di tempat seperti ini," ucapnya dengan suara yang mengecil, mencoba mencari celah untuk menghindar.
"Kata siapa?" Eleanor membalas dengan cepat. Ia mengangkat tangan kanannya, menunjuk ke arah balkon lantai dua mansion Sinclair yang megah. "Ada kok CCTV yang mengarah ke sini. Lihat itu! Kamera itu mengarah ke taman belakang ini."
Audrey mengikuti arah telunjuk Eleanor. Matanya membelalak saat melihat lensa kamera kecil berwarna hitam yang terpasang di sudut balkon lantai 2. Ia langsung menundukkan kepala, menghindari tatapan orang-orang di sekitarnya.
"I-itu... sudahlah tidak perlu... Sepertinya aku salah paham karena Eleanor berdiri sangat dekat denganku tadi," gumam Audrey terbata-bata. Ia tahu jika rekaman itu dibuka, semua orang akan melihat bahwa dialah yang pertama kali memulai provokasi. Ia yang menampar Eleanor duluan.
Jason, yang masih berdiri di samping Audrey, tampak belum puas. Ia tidak percaya Audrey yang "lemah lembut" bisa berbohong dan menyebabkan kesalahpahaman. Ia berpikir Audrey takut pada keluarga Sinclair. Tapi kenapa harus takut, jelas-jelas keluarga Sinclair tidak peduli pada Eleanor. Baginya, Audrey-nya pasti terlalu baik sehingga ingin menutupi kejahatan Eleanor. Jason hendak membuka mulut untuk memprotes, namun Audrey secepat kilat membekap mulut Jason dengan tangannya dan menarik lengan pria itu agar segera pergi.
"Hei mau kemana?!" teriak Eleanor, membuat langkah mereka terhenti. "Bukankah seharusnya kalian minta maaf padaku karena sudah menuduhku sembarangan? Kalau masih tidak yakin, ayo cek CCTV saja!"
Jason menoleh dengan wajah merah padam. "Kau, jangan keterlaluan! CCTV sedang rusak, jadi tidak bisa diperiksa! Sudahlah! Audrey sudah kedinginan, dia harus ganti baju sekarang! Jangan memperpanjang masalah ini, lagipula Audrey kan sudah melepaskanmu" bentaknya.
Eleanor hanya menguap malas. "Hei aku memang tidak bersalah! Apa maksudnya dia melepaskan aku?! Dan juga, memangnya kenapa kalau dia kedinginan? Itu bukan urusanku. Bukan aku yang menyuruhnya jatuh ke kolam, kan?"
"KAU!" Jason sudah bersiap maju, namun langkahnya terhenti saat Alistair Sinclair melangkah maju dan berdiri di depan adik perempuannya.
Alistair menatap Jason dan Audrey dengan tatapan dingin yang menusuk. "Apa yang Eleanor katakan memang benar. Kalian menuduh tanpa bukti. Wajar, kan, kalau kalian harus minta maaf sebelum pergi dari sini?" ujar Alistair dengan suara berat yang penuh penekanan.
Audrey menggigit bibir bawahnya. Ia tidak punya pilihan lain di depan pewaris keluarga Sinclair tersebut. "A... aku... Maafkan aku, Eleanor," ucapnya dengan suara lirih sambil menunduk dalam.
"Maaf...", ucap Jason pelan dengan wajah tidak rela dan tetap memandang tajam ke Eleanor.
Eleanor tersenyum puas. Ia mengibaskan tangannya di udara seolah-olah sedang mengusir lalat. "Baiklah, karena aku baik hati, aku tidak mau menyulitkan kalian. Meski kalian tampak tidak tulus mengucapkannya, aku memaafkanmu."
Mendengar ucapan itu, Alistair hampir tersedak ludahnya sendiri. Ia menoleh ke arah Eleanor dengan tatapan tidak percaya.
"Pft! Sejak kapan Eleanor sifatnya jadi konyol begini? Biasanya emosinya langsung meledak-ledak seperti petasan, dia akan mencaci maki tanpa kendali," batin Alistair heran. Ia terus memandangi adiknya yang kini malah asyik memperhatikan kuku-kukunya sendiri, seolah kejadian barusan hanyalah hiburan ringan di sore hari.
Sebenarnya pesta teh di kediaman keluarga Kelidon kali ini adalah untuk mencarikan tunangan untuk Jason karena ibunya khawatir dengan Jason yang terus saja berkeliling di sekitar Audrey padahal semua orang tahu kalau Audrey hanya menyukai Liam dan menjadikan Jason sebagai cadangan. Tapi Jason tidak peduli dengan peringatan ibunya dan tetap menggandeng Audrey ke pesta teh ini tanpa kau berkenalan dengan para gadis yang datang ke pesta itu.
Keluarga Hepburn adalah keluarga yang sudah jatuh miskin, mereka bisa bertahan di lingkaran kalangan atas berkat jasa ayahnya Audrey yang meninggal karena menyelamatkan Alistair kecil. Jadi keluarga Parker punya hutang budi pada keluarga Hepburn, setelah kebangkrutan keluarga Hepburn, Audrey dan ibunya, Linda dibiarkan tinggal di kediaman keluarga Parker dan diperlakukan sangat baik. Semua orang mengira Liam dan Audrey semacam pasangan kekasih sejak kecil, padahal itu semua hanya cerita karangan Audrey yang dibesar-besarkan oleh teman-temannya. Liam sama sekali tidak memperlakukan Audrey dengan spesial.
Alistair sendiri hanya datang karena dipaksa menjemput Eleanor oleh ayahnya. Ayahnya khawatir Eleanor akan membuat keributan lagi karena Audrey juga hadir di pesta itu. Tanpa disangka, Alistair justru menyaksikan kejadian menarik, dimana Eleanor bisa sampai membuat Audrey kesal sampai tidak bisa mempertahankan ekspresi gadis polosnya.
Alistair juga mendapati kejadian menarik lainnya dimana ia bisa mendengar suara hati Eleanor. Tentunya ia masih harus menyelidiki kebenaran isi hati Eleanor itu. Darimana Eleanor bisa berpikir kalau keluarga Sinclair akan bangkrut, mungkinkah ada pengkhianat di perusahaannya. Dan juga soal kematiannya juga yang hanya kurang dari setahun.
Alistair langsung menggandeng tangan Eleanor dan menariknya pergi untuk mengajaknya pulang.