NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Pedang Hitam Pemakan Jiwa

Genggaman Xiao Yuan pada hulu pedang hitam itu terasa seperti menggenggam bara api yang membeku. Dingin, namun membakar hingga ke sumsum tulang. Seketika, aliran informasi yang sangat besar menyerbu masuk ke dalam otaknya, membuat kepalanya terasa seolah-olah akan pecah. Nama pedang itu bergema di dalam jiwanya dengan nada kematian: "Pedang Pemutus Langit: Keruntuhan Abadi."

"Pedang ini..." Xiao Yuan bergumam, giginya bergemeletuk. "Ia tidak menginginkan energi kultivasi... ia menginginkan amarah!"

Suara tawa serak muncul dari dalam pedang, sebuah kesadaran kuno yang telah lama haus akan darah. Benar, Nak... Berikan aku kebencianmu, berikan aku ingatan tentang pengkhianatan wanita itu, dan aku akan memberikanmu kekuatan untuk membelah gunung!

Xiao Yuan memejamkan mata. Bayangan wajah Ling’er saat tersenyum manis sebelum menusukkan belati ke punggungnya kembali muncul. Rasa sakit itu, penghinaan itu, dan darah yang tumpah di aula pernikahan menjadi bahan bakar yang sempurna. Ia menarik pedang itu dengan sentakan kuat.

SREEEEK!

Pedang hitam itu tercabut dari altar batu. Gelombang kejut berwarna hitam-ungu menyapu seluruh ruangan, meruntuhkan pilar-pilar batu yang sudah rapuh. Ribuan pedang patah di sekitar altar bergetar hebat, lalu hancur menjadi debu, seolah-olah mereka memberikan penghormatan terakhir kepada raja mereka yang baru saja bangun.

Di pelukannya, tubuh Yun’er sedikit bergetar. Hawa dingin Phoenix Es di dalam tubuhnya bereaksi terhadap aura jahat pedang tersebut. Xiao Yuan segera menekan aura pedangnya. Ia tahu, jika ia tidak mengendalikan pedang ini dengan sempurna, Yun’er akan menjadi korban pertama dari kegelapan ini.

"Pedang ini memiliki haus darah yang tak terpuaskan," bisik Xiao Yuan sambil menatap bilah pedang yang permukaannya tampak seperti lubang hitam. "Tapi aku akan menjadi tuanmu, bukan budakmu. Jika kau mencoba memakan jiwaku, aku akan menghancurkanmu dengan api naga di dalam tubuhku!"

Pedang itu bergetar sejenak, seolah-olah merasa tertantang, namun akhirnya tenang. Xiao Yuan menyarungkan pedang itu di punggungnya menggunakan sisa kain kafan yang ia temukan di sekitar altar.

Ia kemudian kembali fokus pada Yun’er. Gadis itu masih belum sadar, wajahnya pucat pasi karena telah memberikan darah jantungnya. Xiao Yuan melihat ke sekeliling ruangan dan menemukan sebuah kolam kecil di belakang altar yang berisi cairan berwarna perak cair.

"Mata Air Roh Kehidupan?" mata Xiao Yuan berbinar. Ini adalah harta karun yang sangat langka di dunia luar, yang bahkan sekte kelas satu pun belum tentu memilikinya. Tanpa ragu, ia membawa Yun’er dan mendudukkannya di pinggir kolam, lalu dengan hati-hati membasuh wajah dan luka di dada gadis itu dengan air tersebut.

Saat air perak itu menyentuh kulit Yun’er, cahaya biru lembut mulai menyelimuti tubuhnya. Napasnya yang tadi tersengal-sengal mulai teratur. Perlahan, warna kemerahan kembali ke pipinya.

"Kau menyelamatkanku lagi, Yun’er. Kali ini, biarkan aku yang membawamu keluar dari neraka ini," janji Xiao Yuan dengan suara rendah namun penuh tekad.

Sambil menunggu Yun’er pulih, Xiao Yuan duduk bersila di samping kolam. Ia tidak ingin membuang waktu satu detik pun. Ia mulai menjalankan teknik Sembilan Transformasi Naga Suci. Energi dari Mata Air Roh Kehidupan di sekitarnya tersedot masuk ke dalam pori-pori kulitnya seperti pusaran air.

Di dalam tubuhnya, tulang naga hitam yang baru terbentuk mulai memurnikan energi tersebut. Tingkat kultivasinya yang tadinya hancur kini mulai merangkak naik dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

Ranah Pengumpulan Energi Tahap 2...

Tahap 3...

Tahap 5...

Hanya dalam beberapa jam, ia telah mencapai puncak Tahap Pengumpulan Energi. Jika kultivator biasa membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai tahap ini, Xiao Yuan melakukannya hanya dalam hitungan jam berkat fondasi naga dan sumber daya yang tak tertandingi di makam ini.

Namun, Xiao Yuan tidak puas. Ia tahu bahwa musuhnya, Lu Chen, saat ini mungkin sudah mencapai Ranah Inti Emas dengan bantuan sumsum naga miliknya. Perbedaan kekuatan itu masih seperti bumi dan langit.

"Aku butuh lebih banyak... aku butuh teknik yang bisa membantai mereka meskipun tingkatanku lebih rendah!"

Jika itu yang kau mau, pergilah ke balik air terjun di ujung gua ini, suara Kaisar Naga kembali terdengar. Di sana tersimpan teknik gerak kaki 'Langkah Bayangan Naga' dan teknik pedang 'Sembilan Tebasan Neraka'. Kuasai itu, dan kau bisa melompati tingkatan kultivasi untuk membunuh musuhmu.

Xiao Yuan berdiri, ia menatap Yun’er yang mulai membuka matanya perlahan.

"Yuan...?" suara Yun’er masih lemah, namun matanya sudah kembali jernih.

Xiao Yuan tersenyum senyum tulus pertama yang ia tunjukkan sejak pengkhianatannya. "Istirahatlah di sini, Yun’er. Tempat ini aman. Aku harus berlatih. Kita akan segera keluar dari jurang ini, dan aku berjanji, dunia tidak akan pernah berani menyentuhmu lagi."

Yun’er menatap pedang hitam di punggung Xiao Yuan dengan rasa takut yang tersembunyi, namun ia mengangguk. Ia merasakan perubahan besar pada pria di depannya. Xiao Yuan yang ia selamatkan kemarin adalah mangsa yang sekarat, namun pria yang berdiri di depannya sekarang adalah seorang pemangsa yang sedang mengasah taringnya.

Selama tujuh hari berikutnya, dasar Jurang Keputusasaan menjadi saksi bisu dari latihan gila Xiao Yuan. Ia berlatih di bawah air terjun beracun, membiarkan air yang beratnya ribuan ton menghantam tubuhnya sambil mengayunkan pedang hitamnya. Setiap ayunan menciptakan robekan di udara. Setiap langkah kakinya meninggalkan jejak api hitam di tanah.

Pada hari ketujuh, Xiao Yuan menebaskan pedangnya ke arah sebuah batu raksasa setinggi sepuluh meter tanpa menggunakan energi sedikit pun.

SLASH!

Batu itu terbelah menjadi dua dengan potongan yang sangat halus, lalu beberapa detik kemudian, seluruh batu itu hancur menjadi abu karena energi pembusukan dari pedang tersebut.

Xiao Yuan menyarungkan pedangnya dengan gerakan cepat. Matanya kini berkilat dengan kepercayaan diri yang dingin. "Waktunya telah tiba."

Ia menghampiri Yun’er yang sudah pulih sepenuhnya. Gadis itu kini mengenakan jubah bersih yang ditemukan di dalam ruang penyimpanan makam. Kecantikannya yang selama ini tersembunyi di balik debu jurang kini terpancar nyata.

"Kau siap, Yun’er?" tanya Xiao Yuan.

"Ke mana pun kau pergi, aku akan ikut," jawab Yun’er mantap.

Xiao Yuan melihat ke atas, ke arah kabut tebal yang menutupi pintu keluar jurang. Di sana, di atas sana, Sekte Awan Langit sedang merayakan hari pengangkatan Lu Chen sebagai Murid Utama. Mereka pikir mereka telah mengubur masa lalu mereka.

"Lu Chen, Ling’er... aku harap kalian masih merayakannya dengan meriah. Karena sebentar lagi, pesta kalian akan berubah menjadi pemakaman," desis Xiao Yuan.

Dengan satu lompatan kuat, Xiao Yuan menggendong Yun’er di punggungnya. Menggunakan teknik Langkah Bayangan Naga, ia mulai mendaki dinding jurang yang tegak lurus dengan kecepatan kilat, meninggalkan kegelapan menuju cahaya yang akan segera ia warnai dengan merah darah.

Saat Xiao Yuan hampir mencapai puncak jurang, ia dihadang oleh 'Penjaga Gerbang Jurang' seekor binatang iblis kuno bersayap yang telah membunuh ribuan kultivator yang mencoba melarikan diri. Namun, yang tidak disadari Xiao Yuan adalah bahwa di puncak jurang, sekelompok murid Sekte Awan Langit sedang melakukan patroli rutin.

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!