NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Berbohong

Ketika Cinta Berbohong

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Wanita perkasa / Konflik etika / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:275
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Keluarga Arini dan Rizky tampak sempurna di mata orang lain – rumah yang nyaman, anak yang cerdas, dan karir yang sukses. Namun di balik itu semua, tekanan kerja dan harapan keluarga membuat Rizky terjerumus dalam hubungan selingkuh dengan Lina, seorang arsitek muda di perusahaannya. Ketika kebenaran terungkap, dunia Arini runtuh berkeping-keping. Novel ini mengikuti perjalanan panjang mereka melalui rasa sakit, penyesalan, dan usaha bersama untuk memulihkan kepercayaan yang hancur, serta menemukan makna cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MALAM YANG MENGUBAH SEGALA SESUATU

Satu minggu setelah Arini menemukan tas dan surat Lina, cuaca di kota mulai memburuk.

Hujan deras mengguyur setiap malam, membuat jalanan licin dan udara menjadi sangat dingin.

Arini sedang duduk di ruang tamu rumah ibu nya, melihat keluar jendela sambil menyusun daftar pesanan kue untuk minggu depan.

Tara sudah tertidur di kamar atas setelah mereka membaca buku cerita bersama.

Suara mobil terdengar di halaman depan – lebih cepat dari biasanya, seolah pengemudi sedang tergesa-gesa.

Arini langsung mengenali bunyi mesin mobil Rizky. Dia berdiri dan pergi ke depan untuk membuka pintu, dan benar saja, Rizky masuk dengan baju basah kuyup karena hujan dan wajah yang penuh dengan kekhawatiran.

"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Arini dengan khawatir.

Rizky mengambil napas dalam-dalam sebelum berbicara.

"Klien proyek perumahan yang baru saja kita luncurkan mengalami masalah besar. Ada kerusakan pada struktur beberapa rumah yang sudah selesai dibangun, dan mereka menyalahkan perusahaan kita. Mereka mengancam untuk menggugat dan akan membuka kasus ini ke media massa kalau kita tidak segera menemukan solusi."

Arini segera menarik Rizky masuk dan memberinya handuk untuk mengeringkan tubuhnya.

"Kamu duduk dulu ya, saya bikin kamu teh hangat. Ceritakan saja detailnya perlahan."

Setelah duduk dan memegang gelas teh hangat, Rizky mulai menjelaskan semua yang terjadi.

Proyek perumahan "Kemang Asri" yang dikelola oleh perusahaan kakaknya Rina ternyata memiliki masalah pada struktur pondasi dan balok utama – hasil dari kesalahan perhitungan yang dilakukan oleh tim teknik sebelum dia mengambil alih bagian proyek itu.

Namun karena dia sekarang menjadi salah satu direktur yang menangani proyek tersebut, dia juga harus bertanggung jawab penuh.

"Klien sudah menghubungi beberapa media besar dan sudah ada beberapa wartawan yang mulai menyelidiki kasus ini. Jika berita ini keluar, nama baik perusahaan keluarga akan hancur berkeping-keping. Selain itu, ratusan pembeli rumah yang sudah membayar uang muka juga akan mengalami kerugian besar," ujar Rizky dengan suara yang bergetar karena stres.

"Saya tidak tahu harus bagaimana lagi, sayang. Semua usaha saya untuk memperbaiki diri dan fokus pada keluarga malah akan sia-sia karena masalah ini."

Arini duduk bersamanya dan mengambil tangannya dengan lembut.

"Jangan panik dulu ya. Kita pasti bisa menemukan jalan keluar bersama. Keluarga kita sudah melalui banyak hal, dan kita pasti bisa melewati masalah ini juga."

"Butuh dana yang sangat besar untuk memperbaiki semua kerusakan dan memberikan ganti rugi kepada pembeli yang terkena dampak. Perusahaan tidak memiliki cukup dana untuk itu sekarang, karena sebagian besar sudah dialokasikan untuk proyek lain." Rizky menutup matanya dengan rasa putus asa.

"Kak Rina sudah mencari berbagai cara, tapi belum ada solusi yang memuaskan."

Arini terdiam sebentar, berpikir dengan serius. Kemudian dia berkata dengan suara yang tegas dan yakin: "Kita bisa menggunakan dana cadangan bisnis kue 'Rasa Arini'. Saya sudah menyimpan cukup banyak untuk pengembangan bisnis ke depannya, tapi masalah ini lebih penting. Nama baik keluarga kita dan kepercayaan ratusan keluarga pada perusahaan harus kita jaga."

Rizky langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak bisa, sayang. Itu adalah hasil jerih payah kamu selama bertahun-tahun. Saya tidak bisa membiarkan kamu mengorbankan bisnis yang kamu cintai hanya untuk menyelesaikan masalah saya."

"Itu bukan masalah kamu saja, Rizky. Itu adalah masalah keluarga kita semua. Saya tidak bisa tinggal diam melihat kamu dan keluarga lain kesusahan seperti ini." Arini memegang wajah suaminya dengan lembut.

"Selain itu, saya punya rencana lain. Kita bisa mengajak semua pembeli untuk bekerja sama – memberikan mereka pilihan untuk menerima ganti rugi atau memperbaiki rumah mereka dengan biaya yang dibagi antara perusahaan dan pembeli. Kita juga bisa mengundang ahli independen untuk memeriksa kembali semua struktur agar bisa membuktikan bahwa kita sungguh-sungguh ingin memperbaiki kesalahan ini."

Rizky melihatnya dengan mata yang penuh dengan rasa terima kasih. "Terima kasih banyak, sayang. Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan tanpa kamu."

"Mari kita mulai dengan menghubungi Kak Rina dan keluarga besar untuk mengadakan rapat darurat besok pagi. Kita akan membahas semua opsi yang ada dan membuat rencana tindakan yang jelas." Arini kemudian memberikan dia senyum yang meyakinkan.

"Dan satu lagi – kamu tidak akan menghadapi masalah ini sendirian lagi. Kita akan melewatinya bersama, sebagai keluarga yang utuh."

Malam itu, Rizky tidak pulang ke rumah kosongnya seperti biasanya. Arini mengizinkannya untuk tinggal di rumah ibu nya, tidur di ruang tamu agar tidak mengganggu Tara yang sedang tidur nyenyak.

Namun sebelum tidur, mereka duduk bersama di ruang tamu, merencanakan langkah-langkah yang akan diambil besok pagi.

Arini membantu membuat daftar kontak yang perlu dihubungi – mulai dari ahli struktur bangunan, pengacara perusahaan, hingga beberapa teman bisnis yang mungkin bisa membantu menyediakan dana darurat.

Keesokan paginya, mereka bangun sangat pagi untuk menyusun presentasi yang akan diberikan pada rapat keluarga besar.

Tara bangun sedikit lebih larut dan melihat kedua orang tuanya sedang bekerja sama di meja makan. Dia langsung mendekat dan memeluk kaki mereka berdua.

"Papa dan Mama sedang bekerja ya? Saya akan membantu membuatkan teh hangat untuk kalian," ujar anak kecil itu dengan suara yang masih mengantuk.

Arini dan Rizky saling melihat dengan senyum hangat. Meskipun mereka sedang menghadapi masalah besar, kehadiran Tara yang ceria dan penuh kasih membuat mereka merasa lebih kuat.

Rapat keluarga besar dimulai pukul 09.00 pagi di kantor perusahaan. Semua anggota keluarga yang terlibat dalam perusahaan hadir – Pak Hadi, Rina beserta suaminya, dan beberapa sepupu yang juga bekerja di dalamnya.

Rizky memulai rapat dengan menjelaskan semua detail kasus proyek "Kemang Asri" dengan sangat terbuka dan jujur, tidak menyembunyikan satu pun kesalahan yang terjadi.

Setelah itu, Arini berdiri dan mempresentasikan rencana yang sudah mereka buat bersama Rizky.

Dia menjelaskan tentang penggunaan dana dari bisnis kue nya, rencana kerja sama dengan pembeli, dan langkah-langkah untuk memulihkan nama baik perusahaan.

Dia juga menunjukkan beberapa data dan analisis yang sudah dia kumpulkan dari berbagai sumber, menunjukkan bahwa masalah ini bisa diselesaikan dengan cara yang adil dan transparan.

"Saya tahu bahwa ini adalah masalah yang sangat besar, tapi saya percaya bahwa keluarga kita bisa melewatinya jika kita bekerja sama dan bertanggung jawab penuh atas kesalahan yang terjadi," ujar Arini dengan suara yang jelas dan tegas.

"Kita tidak hanya harus memperbaiki kerusakan fisik pada rumah-rumah itu, tapi juga harus memperbaiki kepercayaan masyarakat pada perusahaan kita."

Pak Hadi berdiri dengan mata yang penuh dengan rasa terima kasih.

"Terima kasih banyak, Arini. Kita sangat beruntung memiliki orang seperti kamu di dalam keluarga kita. Semua yang kamu usulkan sangat masuk akal, dan kita akan mengikutinya dengan sepenuh hati."

Rina juga berdiri dan merangkul Arini dengan erat. "Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, Arini. Kamu adalah orang yang paling luar biasa yang pernah saya kenal. Dengan dukunganmu, saya yakin kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik."

Setelah rapat selesai, mereka segera mulai mengambil tindakan.

Rizky dan tim hukum perusahaan menghubungi semua media yang sudah menyelidiki kasus ini untuk memberikan klarifikasi yang transparan dan mengundang mereka untuk mengikuti proses pemeriksaan dan perbaikan secara langsung.

Arini bersama dengan beberapa anggota keluarga menghubungi setiap pembeli rumah satu per satu untuk menjelaskan situasi dan menawarkan solusi yang tersedia.

Dalam beberapa hari berikutnya, situasi mulai menunjukkan perkembangan yang positif.

Banyak pembeli yang setuju untuk bekerja sama dengan perusahaan dan menerima solusi yang ditawarkan.

Beberapa media juga mulai meliput kasus ini dengan sudut pandang yang lebih objektif, menyoroti upaya perusahaan untuk memperbaiki kesalahan dan memberikan perlindungan pada pembeli.

Malam itu, setelah semua pekerjaan hari itu selesai, Rizky dan Arini duduk bersama di teras rumah ibu Arini.

Hujan sudah berhenti dan langit mulai menunjukkan bintang-bintang yang bersinar cerah.

Tara sedang tidur di pangkuan Arini, tangan kecilnya masih erat memegang jari ayahnya.

"Terima kasih banyak untuk segalanya, sayang," ujar Rizky dengan suara yang lembut. "Tanpa kamu, saya tidak akan bisa melewati semua ini."

"Kita adalah keluarga, Rizky. Kita harus saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam suka maupun duka." Arini melihatnya dengan mata yang penuh dengan cinta dan harapan.

"Semua yang terjadi ini telah mengajarkan kita banyak hal – tentang pentingnya kejujuran, kepercayaan, dan bagaimana cinta yang sejati bisa mengatasi segala rintangan."

Rizky mengambil tangannya dan menciumnya dengan lembut. "Saya berjanji akan selalu menghargai kamu dan keluarga kita lebih dari segalanya. Saya tidak akan pernah lagi mengambil apa pun sebagai sesuatu yang sudah pasti."

Di langit malam yang tenang, mereka merasakan bahwa malam itu adalah titik balik yang mengubah segala sesuatu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!