NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Tubuh Permaisuri Terbuang

Reinkarnasi Ke Tubuh Permaisuri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Winny adalah seorang gadis preman yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan nyawa. Malam itu dia berada di sirkuit balap mobil, ketika dia hendak sampai di garis finis tiba-tiba mobilnya mengeluarkan api di bagian mesin. suara ledakan terdengar begitu keras, cahaya putih tiba-tiba muncul dan membawa Winny pergi ke suatu tempat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4 Di mana ini?

"Hais.., Apa mungkin sekarang ini aku berada di rumah sakit ya?" ucap Winny yang mengira kalau dirinya sekarang ini berada di rumah sakit. dia meninggalkan paviliun kosong tempatnya itu, berjalan tanpa arah untuk mencari dokter atau perawat. "Ini rumah sakit kenapa aneh banget, bangunannya sangat tua." ucap Winny. tiba-tiba saja langkah kakinya terhenti, dia mengingat kalau mobil balapnya mengeluarkan percikan api dan setelahnya dia tidak ingat lagi.

Mulut Yura mulai terbuka, kedua bolanya bola matanya membulat sempurna. "Jangan-jangan aku sudah meninggal dan ini rumah duka?" ucapnya yang kemudian menutup mulut. Winny mulai berpikir kalau dirinya sudah meninggal dunia, hal itu membuat tiga wanita yang melihatnya tadi langsung pingsan. "Masa aku semudah ini secantik ini, se montok ini, sebohai ini, seseksi ini tiba-tiba meninggal sih? jangan-jangan... tadi para wanita itu malaikat pencabut nyawa? dan ini di alam baka?" Winny mulai berpikir dengan semua khayalan tingkat tingginya.

Winny melangkah dengan tenang menyusuri paviliun yang sunyi, langkahnya ringan seolah tanpa beban dunia. Matanya menatap sekeliling, memperhatikan beberapa prajurit dan pelayan yang seketika roboh satu per satu, pingsan tanpa sadar. Wajah mereka penuh ketakutan, terkejut oleh kehadiran wanita yang selama ini mereka anggap telah tiada. Tubuh Winny yang terlihat hidup, bagaikan bayangan yang tak seharusnya ada di dunia ini, membuat udara di sekitar menjadi mencekam.

Di sela kekacauan itu, terdengar suara seorang pelayan dengan nada kebingungan dan geli, “Kenapa juga sih mereka pakaiannya aneh banget.” Matanya menyorot para pria dan wanita yang mengenakan busana kuno, penuh detail dan warna yang tak biasa, seperti lukisan hidup dari masa lalu yang terlempar ke zaman sekarang. Winny hanya tersenyum tipis, menutupi rahasia besar yang tersembunyi di balik tatapan dinginnya. Ia tahu, kehadirannya kini bukan sekadar kebetulan, tetapi sebuah awal dari sesuatu yang tak bisa mereka hindari.

Di dalam paviliun yang sunyi dan remang, ibu suri, dayang Jung dan pelayan Yura terbangun dari pingsan, pandangan mereka langsung tertuju pada peti mati yang kini terlihat kosong, tanpa jasad permaisuri di dalamnya. Kedua wanita itu saling berpandangan dengan mata yang penuh kebingungan dan ketakutan.

"Jasad permaisuri tidak ada, Yang Mulia?" suara Yura bergetar, seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Dayang Jung mengerutkan alis, suaranya pelan namun penuh keraguan, "Apa kita tadi tidak salah lihat, Yang Mulia?"

Namun, Ibu Suri yang berdiri di dekat mereka tak menjawab, wajahnya menegang penuh kecemasan. Dengan langkah cepat dan penuh tekad, ia bergegas menelusuri setiap sudut paviliun, mencari keberadaan permaisuri yang entah menghilang ke mana—seolah nyawa dan kehormatan istana bergantung pada detik-detik itu. Hati Ibu Suri berdebar tak menentu, campuran antara ketakutan dan harapan yang membara, bertekad menemukan sang permaisuri apapun yang terjadi.

suara teriakan dan ketakutan terdengar begitu keras ketika orang-orang yang ada di istana melihat wanita yang seharusnya sudah meninggal itu malah sekarang berjalan-jalan. suara kehebohan langsung sampai di telinga sang Kaisar.

"Hormat hamba yang mulia!" seru Kasim yang menghadap kaisar.

"Ada apa sepagi ini kamu sudah kemari Kasim?" tanya Kaisar Han.

"Lapor yang mulia...," perkataan Kasim terhenti. Wajahnya nampak pucat dengan nafas yang ngos-ngosan.

"Ada apa denganmu Kasim?" kaisar kembali bertanya.

Kasim kemudian mengatakan apa yang sudah dia lihat, kasim juga mengatakan kalau permaisuri Ling hidup kembali.

"Apa yang kamu katakan, Kasim?!" seru Kaisar Han. Dia kemudian tertawa dengan apa yang dikatakan oleh kasimnya, dia tersenyum seolah mengatakan kebodohan yang diucapkan oleh Kasim.

"Hamba tidak bercanda yang mulia." Kasim nampak gemetar. sedangkan Kaisar Han dia masih tidak percaya, permaisuri Ling sudah meninggal kemarin malam. Tidak mungkin paginya dia sudah hidup lagi bahkan berjalan-jalan di istana.

Di istana terjadi kehebohan luar biasa karena mereka melihat permaisuri yang sudah meninggal itu berkeliling sembari menyapa para pelayan yang dia temui. Winny hanya bisa menatap aneh ketika melihat para wanita berpakaian aneh pingsan ketika dia menyapanya raut wajahnya menunjukkan keterkejutan juga bingung dengan apa yang terjadi di depannya.

"Kenapa mereka pada pingsan apa wajahku terlihat aneh?" Winny kebingungan. "oh ya, ini di mana? apa aku sekarang ini lagi syuting?" Winny terus bertanya sembari memperhatikan tempat keberadaannya. bangunan kuno seperti di beberapa drama kolosal kerajaan.

Di tempat lain ibu suri dan yang lain berlari mencari keberadaan permaisuri yang hidup kembali, ketika mereka sampai di suatu tempat ibu suri benar-benar tidak percaya, dia terus memperhatikan permaisuri yang berjalan seperti orang kebingungan. Kakinya menapak di tanah yang membuat ibu suri nampak bernafas lega.

Kehebohan di istana tiba-tiba membuyarkan kedamaian pagi Kaisar Han. Ia segera bangkit dari singgasana, suaranya bergetar, "Apa benar ini? Kalian bilang ada sesuatu yang aneh di paviliun?"

Para pelayan saling pandang gugup. Salah seorang kasim cepat menjawab, "Yang Mulia, memang ada sosok yang… seharusnya sudah tiada, tapi terlihat berdiri dan berbicara dengan Ibu Suri."

Di sisi lain, Selir Jia menatap dengan mata membelalak. "Tidak mungkin," gumamnya, suaranya bergetar. "Permaisuri Ling berdiri di sana... bersama Ibu Suri?"

Kaisar Han mengerutkan dahi, langkahnya berat saat mendekati paviliun yang ditunjukkan. Semua mata tertuju pada sosok yang menyentak hatinya — sosok yang ia yakin telah pergi selamanya.

"Tuhan, ini... ini hantu, bukan?" desis Kaisar Han, tubuhnya hampir oleng, seolah-olah melihat bayangan yang menghantui mimpi buruknya.

Selir Jia menggigit bibir, matanya tak lepas dari sosok Permaisuri Ling yang berdiri tenang bersama Ibu Suri. "Ini tidak mungkin," ulangnya sekali lagi, hatinya berdebar.

Tak lama kemudian, Ibu Suri dengan anggun menggandeng Permaisuri Ling, membawanya pergi. Keheningan menguasai ruangan, meninggalkan keheranan dan ketakutan yang tak terucapkan di antara mereka.

Ibu Suri menggandeng lengan Permaisuri Ling dengan hati-hati, membawanya masuk ke pavilion yang remang-remang, aroma dupa bercampur hangatnya cahaya lilin menambah suasana hening yang penuh beban. Wajah Permaisuri Ling yang dulu bersinar kini terlihat kusam, kulitnya memucat seperti porselen yang retak, luka-luka berdarah menghiasi lengannya dan sebagian wajahnya, bekas siksaan kaisar yang kejam. Ibu Suri duduk di samping ranjang, dengan tangan gemetar ia mengambil kain bersih dan air hangat, perlahan membersihkan darah kering yang melekat.

"Permaisuri," suara Ibu Suri pecah, air matanya mengalir pelan menuruni pipi yang keriput, "Aku benar-benar tidak mengira kamu masih hidup..." Tatapannya tak lepas dari wajah yang dulu penuh kebanggaan, kini terkulai lemah. Dalam diam, hatinya bergemuruh antara syukur dan luka yang dalam, membayangkan penderitaan yang harus Permaisuri alami sendirian.

Permaisuri Ling menutup matanya lemah, napasnya tersengal, seolah setiap detik hidup adalah perjuangan berat melawan bayang-bayang maut yang kemarin nyaris merenggutnya. Ibu Suri menggenggam tangan itu erat, berbisik lirih, "Kamu akan ku topang, Permaisuri. Tidak akan kubiarkan kegelapan ini menelan mu lagi."

pagi itu tabib sudah memeriksa permaisuri Ling, wanita dari dunia modern itu nampak begitu lelah. dalam diam dan tidurnya Winny memimpikan sosok wanita yang sekarang tubuhnya dia tempati sosok wanita yang menjadi permaisuri, seorang wanita muda berusia 19 tahun, menelan kepahitan dan sesaknya kehidupan.

*Bersambung*

1
Nurmalasari
Luar biasa
Suzana Diro
ibunda bar²
Yuliana Tunru
mantap ling basmi.orang2 yg sok dan menindas ank2 mu bisa1 mrķ di tindas padahal ank kaisar ..apa kaisar selama ini tak.oersuli pd ank2 x kaisar bodoh
Yulya Muzwar
keren ceritanya thor ⭐5 untukmu
semangat berkaryaa
Yuliana Tunru
bagus hajqr guru tua tqk tau adab putra kqisar di olok2 tunggu kau akan di gantikan dgn guru laiin silqhkan ajari ank2 pejabat.lain yg bermukq dua
Ma Em
Biarkan permaisuri Ling dgn kaisar Qin saja daripada tinggal di istana Han cuma dihina dan di rendahkan dan juga permaisuri Ling sdh dibuang sama kaisar Han .
Rizky Fathur
Thor itu kaisar seperti orang yang tidak mengenal cinta Thor
Yuliana Tunru
ayo permaisuri hajqr kaisar sok.itu aplg sidampingi selir jalqbg apa hebat x cm di ranjang dan dibibir beracun penuh dusta tak usah oersuli kan cari bahagia mu.klo oerlu hajqr kqisar seperti dia dulu menyiksamu biar kapok
Rizky Fathur
cepat buat cerai dari kaisar itu Thor
kaylla salsabella
aku mampir thor semangat berkarya😍😍
shafrilla
terima kasih kak
Wahyuningsih
q mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!