NovelToon NovelToon
Love Comes From Allah

Love Comes From Allah

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:960
Nilai: 5
Nama Author: Yushang-manis

Laki-laki muda yang menikah karena perjodohan dengan wanita yang tak ia kenali dan wanita yang sedang sakit akibat kecelakaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yushang-manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

Setelah pertemuan keluarga satu Minggu yang lalu Fatih semakin banyak merenung. Kini Fatih sedang di jakarta menuntaskan tugasnya sebagai CEO.

Yah, selain seorang anak kyai Fatih juga menjabat sebagai CEO perusahaan milik kakeknya yakni ayah dari ibunya.

Amar ikut serta mendampingi Fatih karena ia diangkat menjadi asisten pribadinya saat di jakarta.

"Pak, besok ada pertemuan dengan investor dari jepang jam 2 siang."

Fatih mengangguk pelan.

"Yasudah pak, kalau begitu saya izin kembali ke ruangan."

"Silahkan amar, terimakasih."

"Sama-sama pak, mari."

Fatih memilih untuk mematikan layar laptop nya. Lantas ia bersandar dan memejamkan matanya akibat lelah bekerja.

Tak sengaja ia mengingat masa lalunya.

"يا جدي، ما شفت عضوًا حساسًا لامرأة، ولا حتى أمي. ماذا لو شفته يوم يا جدي؟"

Zainuddin tersenyum mendengar penuturan dan pertanyaan sang cucu. Ia pun mengelus punggung Fatih sebagai bentuk bangga nya.

"ما شاء الله، إذا رأيتها يومًا فوعدها بالزواج"

Fatih terdiam sejenak.

"ثم يا جدو، ماذا لو لم أحبه؟"

Zainuddin kembali tersenyum.

"لقد رأيتَ شيئًا ليس لك، حتى لو كان غير مقصود. الحبّ قد يأتي من العادة. سيدعو لك جدّك دائمًا كي لا تتكرر هذه الحادثة."

Fatih kembali membuka matanya menatap kosong kedepan. Hatinya gelisah memikirkan hal yang telah terjadi. Kemudian ia beranjak dari tempatnya berjalan keluar ruangan. Fatih memilih untuk pergi ke mushola dikantornya.

Selesai sholat sunah ia berdiam diri lebih dulu lalu mengangkat tangannya.

^^^"اللهم اغفر لي ذنبًا لم أرتكبه عمدًا الله هو الهادي، دلني على ما يقلقني. الله يسهل أموري، ويسهل عليّ إتمام أموري اليوم، آمين."^^^

Fatih menitihkan air matanya lalu menyelesaikan doa nya. Seusai berdoa ia berdzikir lebih dulu.

Dirumah Alie sedang tercipta kehangatan setelah lama rumah itu terasa sepi. Fatemah menyuapi khaulah dengan telaten. Sedangkan Alie sedang sibuk menjemur pakaian yang telah dicucinya.

"Umi, aku boleh tanya?"

"Tentu, apa sayang?"

"Kenapa kemarin bisa ada laki-laki lain yang masuk ke sini umi?"

"Maaf yah nak. Karena waktu itu kamu tuh ngedrop kami panik jadi umi dan Abi tidak memperhatikan itu."

"Tidak apa umi, memangnya laki-laki itu siapa?"

"Namanya Al barra', Abi menjodohkan mu dengannya."

"jodohin? kenapa umi?"

"Saat kamu koma, Abi khawatir akan kamu." fatemah menjeda ucapannya. "Bulan ini Abi harus berangkat ke Mesir. Waktu itu Abi takut jika bulan ini kamu belum sadar siapa yang akan menjaga kamu dan umi disini jika Abi pergi. Maka dari itu Abi berinisiatif untuk menjodohkan kamu, dan memang kesepakatan ini sudah dilakukan jauh sebelum kamu pergi ke Jakarta nak." jelasnya.

"Hmm, aku paham maksud Abi baik. Tapi, apa laki-laki itu mau menikahi aku yang waktu itu aku sedang sakit."

"Al, anak yang baik. Kemarin dia yang meminta orang tuanya untuk kembali mengunjungi rumah ini. Namun, belum banyak yang dibicarakan bunyi monitor jantung mengalihkan perhatian kami."

"Maaf umi.."

"لا يا صغير، إنه ليس خطؤك."

Fatemah mengelus kepala anaknya yang terbalut hijab. Khaulah menggenggam tangan ibunya.

Amar menemui Fatih diruang kerjanya tapi sampainya ia disana pemilik ruangan itu tidak ada disana. Amar hendak melangkah pergi tapi kedatangan Fatih membuat nya terkejut.

"Astaghfirullahal'adzim, pak ngagetin aja."

"Maaf, ada apa?"

"Abah mengabari saya menanyakan antum."

"Kita bicara didalam saja, ayo masuk mar."

"Silahkan pak."

"Bagaimana?"

"Abah menanyakan jadwal antum."

"Besok kita pulang setelah bertemu dengan investor. Tidak ada jadwal meeting yang lain kan mar?"

"Iyah pak, besok free hanya ada pertemuan investor. Jadi, besok kita pulang ke Jogja? Antum beneran kan?"

Fatih mengangguk. "Yah, pulang kerja kamu kemasi barang-barang mu supaya besok kita langsung ke bandara saja."

"Siap, makasih Al, ya Allah akhirnya saya bisa ketemu sama santri-santri lagi."

"Rindu yah mar?"

"Yaiyalah Al, mereka itu penyemangat saya. Dimana saya itu hidup sendiri lalu kenal dengan mereka yang sudah saya anggap adik sendiri."

"Kalau begitu nanti kamu tidak perlu ikut ke sini lagi yah mar."

Amar melotot terkejut. "Jangan dong Al, saya juga masih butuh pekerjaan ini."

Fatih terkekeh. "Bercanda, yasudah ayo pulang sudah sore."

"Lain kali bercanda nya jangan gitu Al, gak lucu."

"Iya iya, maaf amar."

"Yasudah ayo pulang."

Amar mendahului Fatih keluar ruangan sedangkan Fatih mengikuti nya dari belakang.

1
Zenny_ Jason
wow, thor! Gak sabar nunggu karya selanjutnya!
Yu shang-manis: thank you 😍 @
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!