NovelToon NovelToon
Dendam Paras Kembar

Dendam Paras Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Tumbal / Balas dendam pengganti / Balas Dendam
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: PERANGKAP DI BALIK MEJA KERJA

BAB 7: PERANGKAP DI BALIK MEJA KERJA

Gedung pusat Raisinghania Group menjulang tinggi seperti menara gading yang mengawasi seluruh kota Shimla. Lantai paling atas, tempat kantor Deep berada, hanya bisa diakses oleh segelintir orang dengan kartu akses khusus. Pagi itu, Aarohi melangkah keluar dari lift dengan kepercayaan diri yang mampu mengintimidasi siapa pun. Ia mengenakan setelan jas wanita berwarna putih gading yang kontras dengan rambut bob hitamnya yang tajam. Tas tangan kulit asli dan langkah sepatu hak tingginya menciptakan irama yang menuntut perhatian.

"Nona Anjali Khanna sudah tiba untuk pertemuan jam sepuluh, Tuan," suara sekretaris melalui interkom memecah keheningan ruang kerja Deep.

"Silakan masuk," jawab Deep singkat.

Pintu besar itu terbuka otomatis. Aarohi masuk dan langsung disambut oleh aroma kopi mahal dan parfum kayu cendana milik Deep. Pria itu berdiri di dekat jendela besar, membelakangi pintu, menatap pemandangan kota. Saat ia berbalik, mata mereka bertemu. Ada keheningan selama beberapa detik—sebuah medan magnet yang penuh dengan kecurigaan dan daya tarik yang tak terucapkan.

"Anda sangat tepat waktu, Nona Anjali. Sifat yang jarang ditemukan pada investor modern," kata Deep sambil mengisyaratkan Aarohi untuk duduk di kursi kulit di depan mejanya.

Aarohi duduk dengan menyilangkan kaki, memberikan kesan santai namun tetap dominan. "Waktu adalah komoditas yang paling berharga, Tuan Raisinghania. Saya tidak suka membuangnya, apalagi untuk proyek yang tidak menguntungkan."

Deep duduk di kursinya, menyandarkan tubuhnya sambil menatap Aarohi dengan intens. "Saya sudah membaca profil perusahaan Anda di London. Sangat impresif. Pertumbuhan asetnya melonjak dalam dua tahun terakhir. Namun, saya penasaran... mengapa Shimla? Mengapa sekarang?"

Aarohi tersenyum tipis, sebuah senyuman yang ia rancang untuk terlihat sedikit misterius. "Shimla memiliki potensi yang belum terjamah, sama seperti berlian mentah. Dan saya... saya memiliki bakat untuk menemukan berlian di tengah tumpukan debu. Saya dengar Anda sedang merencanakan proyek Smart City di pinggiran kota. Saya di sini untuk menawarkan kemitraan yang tidak bisa Anda tolak."

Aarohi membuka tabletnya dan mulai mempresentasikan rencana investasi. Ia berbicara dengan kecerdasan yang tajam, menggunakan istilah bisnis yang rumit, dan menunjukkan analisis pasar yang sangat dalam. Deep terpesona. Aarohi yang ia kenal dulu tidak tahu apa-apa tentang angka; dia hanyalah gadis yatim piatu yang suka melukis dan menanam bunga. Namun wanita di depannya ini adalah seorang ahli strategi.

Tidak mungkin dia Aarohi, pikir Deep dalam hati. Aarohi tidak memiliki otak seperti ini. Tapi wajah ini...

"Anda tampak tidak fokus, Tuan Deep. Apakah proposal saya membosankan?" tanya Aarohi, sengaja memiringkan kepalanya sedikit, meniru gaya bicara Tara yang menggoda namun dengan kelas yang lebih tinggi.

Deep tersentak dari lamunannya. "Tidak sama sekali. Saya hanya sedang berpikir... Anda mengingatkan saya pada seseorang yang sangat dekat dengan saya."

"Oh ya? Siapa? Istri Anda?" Aarohi bertanya dengan nada santai, seolah-olah ia tidak tahu siapa Tara.

"Bisa dibilang begitu. Tapi dia... dia memiliki temperamen yang berbeda dengan Anda," jawab Deep. Ia bangkit dari duduknya, berjalan perlahan mengitari meja dan berdiri tepat di belakang Aarohi. Ia membungkuk sedikit, suaranya kini tepat di samping telinga Aarohi. "Anda sangat cerdas, Anjali. Tapi di kota ini, kecerdasan saja tidak cukup. Anda juga butuh perlindungan. Dan tidak ada yang bisa melindungi Anda lebih baik daripada saya."

Aarohi merasakan bulu kuduknya berdiri, bukan karena takut, tapi karena amarah yang ia tekan dalam-dalam. Aroma Deep membangkitkan kenangan saat pria itu menjebaknya. Namun, ia justru berbalik, wajah mereka kini hanya berjarak beberapa sentimeter.

"Saya tidak butuh perlindungan, Tuan Deep. Saya butuh mitra. Dan jika Anda tidak bisa memisahkan urusan bisnis dengan obsesi pribadi Anda pada wajah saya... mungkin saya harus mencari mitra lain. Saya dengar keluarga Malik juga sangat tertarik dengan proyek ini," tantang Aarohi.

Mendengar nama saingan bisnisnya, mata Deep menyipit. Ia tidak suka ditantang. Namun, keberanian Anjali justru membuatnya semakin tertarik. Ia meraih tangan Aarohi, menatap jemarinya yang kini mengenakan cincin zamrud besar—bukan cincin pernikahan murah yang dulu ia berikan pada Aarohi.

"Keluarga Malik tidak memiliki apa yang saya miliki," bisik Deep. "Baiklah, Anjali. Saya terima tawaran Anda. Kita akan bekerja sama. Dan sebagai tanda kemitraan kita, saya mengundang Anda makan malam pribadi di rumah saya besok malam. Hanya Anda, saya, dan istri saya."

Aarohi merasakan kemenangan kecil di hatinya. Masuk ke Mansion Raisinghania adalah tujuan utamanya. "Makan malam bersama sang legendaris Tara Raisinghania? Bagaimana mungkin saya menolaknya?"

"Bagus. Saya akan menjemput Anda jam tujuh," kata Deep.

Saat Aarohi berdiri dan berjalan menuju pintu, Deep memanggilnya sekali lagi. "Anjali?"

Aarohi menoleh. "Ya?"

"Apakah Anda punya saudara kembar?" tanya Deep, matanya menatap tajam mencari kejujuran.

Aarohi tertawa kecil, suara tawa yang jernih namun dingin. "Saya anak tunggal, Tuan Deep. Hanya ada satu Anjali Khanna di dunia ini. Dan percayalah, Anda belum pernah bertemu wanita seperti saya sebelumnya."

Aarohi melangkah keluar, meninggalkan Deep yang terpaku. Begitu pintu lift tertutup, Aarohi bersandar pada dinding lift, napasnya memburu. Tangannya gemetar karena menahan keinginan untuk menusuk leher Deep dengan pulpen emas yang ada di meja tadi.

"Besok malam, Deep," gumamnya sambil menatap pantulan dirinya di kaca lift. "Besok malam aku akan masuk kembali ke rumah itu. Dan kali ini, aku tidak akan menjadi tamu yang diusir, tapi tamu yang akan membakar seluruh isi rumahmu dari dalam."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!