NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Sang Presdir

Gairah Cinta Sang Presdir

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Urban-Percintaan Modern / Tamat
Popularitas:40.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Desy Puspita

Dikhianati sang kekasih dan melihat dengan mata kepalanya sendiri wanita yang dia cintai tengah bercinta dengan pria yang tak lain sahabatnya sendiri membuat Mikhail Abercio merasa gagal menjadi laki-laki. Sakit, dendam dan kekacauan dalam batinnya membuat pribadi Mikhail Abercio berubah 180 derajat bahkan sang Mama sudah angkat tangan.

Hingga, semua berubah ketika takdir mempertemukannya dengan gadis belia yang merupakan mahasiswi magang di kantornya. Valenzia Arthaneda, gadis cantik yang baru merasakan sakitnya menjadi dewasa tak punya pilihan lain ketika Mikhail menuntutnya ganti rugi hanya karena hal sepele.

"1 Miliar atau tidur denganku? Kau punya waktu dua hari untuk berpikir." -Mikhail Abercio

----

Plagiat dan pencotek jauh-jauh!! Ingat Azab, terutama konten penulis gamau mikir dan kreator YouTube yang gamodal (Maling naskah, dikasih suara lalu up seolah ini karyanya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 04 - Sampai Kapan?

"Kau turun di sini saja, Khail," ucap Edgard menepuk pelan pundak Mikhail yang sejak tadi bersandar dengan mata terpejam di sebelahnya.

"Hm? Kenapa begitu? Kita dimana memang?" tanya Mikhail menatap sekeliling dengan kepala yang terasa sedikit pening.

"Rumahmu, sana turun ... aku ada keperluan mendesak." Edgard kian panik lantaran Mikhail tak juga bergerak sementara jantung pria itu seakan hendak lari dari tempatnya.

"Ck, dasar tak punya hati, kau tega membiarkan aku jalan kaki ke sana?" tanya Mikhail menunjuk rumahnya, melewati gerbang utama dengan berjalan kaki terasa begitu berat bagi Mikhail.

"Aku ada urusan lain, Khail." Edgard bahkan mendorong pundak Mikhail demi bisa lepas dari jerat amarah Kanaya, Nyonya besar keluarga Megantara.

"Iya-iya!! Menyesal aku ikut mobil bututmu ini," umpatnya kemudian berlalu keluar tanpa mengucapkan apa-apa.

BRAK

Memang dasar tidak tahu terima kasih, Edgard menggeleng pelan kala pintu mobilnya kembali dibanting sekuat tenaga oleh Mikhail. Mobil semahal itu seakan tak ada harga dirinya di mata putra Ibrahim Megantara yang terkenal dengan keramahannya.

"Dasar sinting!! Semoga harimu senin semua, Mikhail!!"

Edgard mengeluarkan sumpah serapahnya pada pria yang kini tengah berjalan dengan langkah tak seimbang sembari sesekali memijat kepalanya. Bukan dia jahat malam ini, akan tetapi amarah Kanaya dua malam yang lalu masih menjadi hal yang Edgard takuti.

Deru mobil terdengar kian menjauh, langkah Mikhail semakin dekat menuju pintu utama. Setelah menepis bantuan penjaga rumah yang ingin membantunya berjalan dengan baik, kini dia benar-benar terhuyung dan menabrak tanaman hias Kanaya hingga tak beraturan.

"Assshh!!! Siapa yang meletakkan benda sialan ini di sini?!!" teriakannya cukup untuk membangunkan tetangga sebelah, kepalanya membentur lantai sementara kakinya masuk ke salah satu pot bunga yang ada di sana.

Sekian detik kemudian, masih dengan matanya yang terpejam Mikhail mendengar derab langkah menghampirinya. Sudah dipastikan itu adalah Kanaya, langkahnya terdengar cepat disertai suara melengking sang mama membuat telinganya sedikit sakit.

"Bagus!! Kamu mabuk lagi? Hm?!!"

Gemas sekali rasanya, Kanaya menarik telinga Mikhail hingga wajahnya memerah. Aroma alkohol menyeruak dan amat mengganggu penciuman Kanaya, mendapati putranya hampir begini setiap hari sebenarnya dia lelah.

"Aaarrrrggghhhh!! Sakit, Mam ... lepaskan aku ... aaaawwwww, Papa!!!" jerit Mikhail berusaha melepaskan tangan Kanaya, meski sudah terbiasa tapi jeweran sang mama memang luar biasa menyiksa.

"Kamu lupa kemaren Mama bilang apa, Mikhail? Hah?!!" bentak Kanaya menarik rambut putranya tanpa ampun, memiliki putra 28 tahun tapi masih harus diperlakukan seperti anak 8 tahun adalah nikmat Tuhan yang paling luar biasa bagi Kanaya.

"Sayang udah, jangan begitu ... biarkan Mikhail bangun dulu, kasihan."

Beruntung saja Ibra datang lebih cepat, jika tidak mungkin rambut Mikhail bisa rontok saat itu juga.

"Daddy ... I need you, help me, Please." Memang hanya Ibra yang bisa menyelamatkannya dari kemarahan Kanaya, sang mama.

Ibra membantu putranya berdiri dan mengantarnya ke kamar tidur agar pria itu bisa beristirahat dengan baik, walau dari lubuk hatinya ada sedikit kemarahan pada Mikhail yang lebih suka minuman keras daripada meminta saran darinya.

"Maas, kamu tu ya! Lihat, dia jadi begini karena kamu manjain!"

Tentang Mikhail mereka memang sedikit berbeda pendapat, Ibra memahami Mikhail sebagai sesama pria. Dia ingin Mikhail bebas menemukan kebahagiaannya sebagaimana dia dahulu, akan tetapi bagi Kanaya bebas bukan berarti seluruhnya bisa diterima.

"Jangan marah-marah, nggak baik buat kesehatan kamu ... Mikhail sudah dewasa, Sayang, kamu tau kan hal-hal semacam ini wajar dan Mas percaya putra kita bisa membatasi dirinya." Mencoba memberikan pengertian, karena menurut Ibra jadi Mikhail tidak semudah kelihatannya.

"Selalu, kamu memang akan terus membelanya!! Sampai kapan kamu biarkan dia begini? Sampai nanti nyawa putra kita terancam karena efeknya? Gitu maksud kamu, Mas!" Malam yang awalnya hanya tentang penantian, mendadak berubah panas lantaran Kanaya terbawa emosi.

"Sayang, nggak gitu maksudnya."

"Mikhail juga kenapa nggak paham perasaan Mama!! Kamu begini terus kalau mati muda gimana?! Lahirin kamu tu susah, Khail ... atau kamu mau coba punya anak biar tau gimana hancurnya perasaan Mama liat kamu begini?"

Tatapan tajam Kanaya berpindah pada Mikhail yang kini sudah berbaring di tempat tidur tanpa rasa bersalah. Dia masih menatap sang mama dengan mata lelahnya, pertikaian kedua orangtua yang memperdebatkan hal itu sebenarnya sudah sangat biasa Mikhail dengar.

"Maaf, Ma ... Mikhail cuma minum sedikit nggak sampai mabuk," tuturnya membela diri, sementara Kanaya lagi-lagi hanya bisa menghela napas kasar.

"Nggak mabuk kamu bilang? Kalau nggak mabuk, nggak mungkin kamu main trabas semua tanaman Mama yang ada di depan," sentak Kanaya berapi-api, jika dia terus begini Kanaya takut putra keduanya ikut-ikutan.

"Tapi itu salah Ratri yang mindahin tanaman Mama."

"Dari dulu tempatnya disana!! Mata kamu aja yang pindah," ujar Kanaya memejamkan matanya.

Mikhail tak lagi menjawab, dia sudah terpejam dan mendengkur halus. Kanaya menatap sendu putranya, dia kehilangan Mikhail yang dulunya manja dan selalu berusaha mengukir senyum di wajahnya.

"Maaf, Ma ... sementara biarkan aku menikmati dunia dengan caraku." Dia paham kekecewaan sang mama, hanya saja untuk kembali menjadi seseorang yang sempurna dia tidak bisa.

Tbc

1
apajalah
/Doge//Doge//Ok//Doge//Doge/
apajalah
😊🍂🍃🍁🍁😊🍃🍃🍂🍃🍂
Marina Tarigan
jodoh sdh fitentukan s yakiel kita tuku yg kanan tapi jatuhnya kiri gimana jidan mereka saling mencintai dan saling menjaga toh pisah juga fatang predir brutal jadi deh itulah jodoh doakan rmh tgga kakakmu harmonis selamanya
Marina Tarigan
biarkan saja nanti keluarga zia sendiri yg malu
Marina Tarigan
presdir Mikhail ini kok aneh ya tak sabaran sih ayah ibumu juga behitu ya turunan datah senang juga rupanya pak bos sangat mencintai zia kita pikir dulu hanya pelampiasan mknya awal2 kits marah lihat kelakuan kamu mikhail
Marina Tarigan
sifat ayah ibu turu ke anaknya Mikhail jgn bikin takut Zia ayah lihat anakmu hancur ber keping2 karena ditinggalkan Zia Zia tdk salah anakmu memaksa dgn kekuasaanya pd zia gadis cantik dan pintat itu
Marina Tarigan
syukur kalian. sdh bertemu dgn perjuangan yg sangat berat
Marina Tarigan
datang lagi ma tan sdgkan pikoran masih sm zia mikhail makin kesal
Marina Tarigan
gi.ana zia gak pergi jauh sdh 1 minghu mikail gak ada dia telpon xia wa juga tak ada terus xja sdg rapuh baru dia putuskan dgn zidan foa perhi katena tahu diri otu terjadi karena ke egoismu mikayl
Marina Tarigan
nukan Briam yg melihat yg perbaoki ponsel itu buka utk cek hidup atau tdk
Marina Tarigan
zia sdh putus sm zidan bertanggung lah bos kamu sdh merusak anah gafis orang dgn paksa
Marina Tarigan
walaupun berat itu jln terbaik zia memang akibatnya sm jidan bisa dia benci sm wanita sm kayak mikyl yg awalnya dihianati pacarnya akhirnya jahat sm wanita
Marina Tarigan
mikahi Zia bos jgn kau lobangi tdrus kek pelacur
Marina Tarigan
zia lepaskan zidan kamu sdh menghianati zedan walaupun terpaksa kamu tak ubahnya kaca pecah rongsokan yg tdk bisa diperbaiki lagi kamu sekarang penghianat walaupun terpaksa
Marina Tarigan
syakil karena kamu sdh dewasa kamu nonton gilm drwada kakakmi marah kan smp berantem tapi kskakmu lenih dari biadap merusak anak gadis yg miskin dgn kekuasaannya xia tdk memikirkan bagaimana nasip Zia kedepannya jadi rongsokan yg menjijikkan anak orang miskin dia tekan dgn kekuasaanya itu namanya SEzTAzN
Marina Tarigan
kan ada pa armi zidan otu minta pendapatnya bagaimana menanghilangi masallah itu tapi juga cerita ya suka2 uh buat
Ellya Muchdiana
Mikhail kan abis kecelakaan selama 5 bulan baru sembuh, lanfsung nyari Zia sampai ke Amrik, terus kalo Jenny hamil, siapa yg menghamili dia
Cipika Cipiki
ga sopan banget , ga bisa jaga privasi orang , walau seakrab apapun tetep salah kalo sampe nyamperin kamar pria beristri
Cipika Cipiki
astaga jadi lieur ku typo nama 😄😄
Cipika Cipiki
perasaan di part atas Aleena ini putrinya Adrian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!