NovelToon NovelToon
Idola Kampus Itu Pacarku

Idola Kampus Itu Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Woy, lihat! Itu Kak Baskara!"

​Bisikan-bisikan itu menyebar cepat seperti api yang menyambar rumput kering. Lara yang awalnya sibuk merapikan buku catatannya, refleks mendongak ketika suasana mendadak hening selama satu detik, lalu pecah oleh riuh tepuk tangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dekapan di tengah badai

Arsel menguap lebar sambil melirik jam di ponselnya yang menunjukkan pukul sepuluh malam. Ia menepuk jidatnya pelan saat teringat sesuatu yang sangat penting.

​"Duh! Kak Lara, Bang Bas, aku baru ingat besok ada ulangan matematika dadakan pagi-pagi! Mana aku belum sempat baca bab terakhir lagi," seru Arsel dengan wajah panik. "Aku naik duluan ya ke kamar tamu, mau belajar sebentar pakai lampu ponsel sebelum tidur."

​Baskara menoleh ke arah adiknya. "Belajar yang benar, Sel. Jangan malah main game. Kalau nilaimu jelek, saya nggak akan izinkan kamu ikut menginap lagi."

​"Iya, iya, Abang Galak! Kak Lara, aku naik ya? Kalau Kakak mau ngobrol lanjut sama Bang Baskara, silakan saja. Anggap saja dunia milik berdua, aku cuma numpang belajar," goda Arsel sambil terkikik nakal, lalu berlari menaiki tangga sebelum Baskara sempat melemparnya dengan bantal sofa.

​Kini, keheningan menyergap ruang tamu. Hanya ada suara rintik hujan yang mulai mereda dan deru napas pelan di antara Baskara dan Lara. Cahaya lilin yang tinggal separuh membuat bayangan mereka berdua memanjang di dinding.

​Baskara bergeser sedikit, memberikan ruang bagi Lara agar bisa duduk lebih nyaman. "Maaf ya, adik saya memang agak berisik. Tapi dia benar, kamu juga harus istirahat. Besok adalah hari terakhir PKKMB, tenagamu harus penuh."

​Lara menggeleng pelan, ia masih merasa sedikit enggan untuk naik ke kamarnya yang gelap di lantai dua. "Aku masih mau di sini sebentar, Kak. Di atas terasa sangat sepi."

​Baskara menatap Lara dalam-dalam. Ia bisa melihat sisa-sisa kegelisahan di mata gadis itu. Tanpa berkata apa-apa, ia mengambil selimut tipis yang tadi dibawa Arsel dan menyampirkannya ke bahu Lara agar ia tetap hangat.

Lara menatap tangga menuju lantai dua yang tampak seperti lorong gelap tanpa ujung. Suara petir yang kembali menggelegar membuat bahunya berjengit. Ia menoleh ke arah Baskara dengan tatapan memohon, tangannya meremas ujung selimut yang melingkari tubuhnya.

​"Kak..." panggil Lara lirih. "Boleh nggak... Kakak ikut naik ke lantai dua? Maksudku, Kakak tunggu di depan kamarku saja. Aku benar-benar takut tidur dalam kegelapan sendirian, apalagi badainya belum berhenti."

​Baskara tertegun sejenak. Ia melihat gurat trauma yang sangat nyata di wajah Lara. Sebagai seorang pria yang sangat menjunjung kehormatan, ia tahu bahwa masuk ke area pribadi seorang gadis di malam hari adalah hal yang sensitif. Namun, melihat Lara yang hampir menangis karena ketakutan, nuraninya tidak bisa menolak.

​"Baiklah," jawab Baskara lembut. "Saya akan bawa lampu darurat dan sofa kecil dari ruang tengah ke depan kamarmu. Saya akan berjaga tepat di depan pintu sampai kamu benar-benar tertidur atau sampai lampunya menyala kembali."

​Lara mengangguk lega, matanya berkaca-kaca. "Terima kasih, Kak. Maaf aku benar-benar merepotkan malam ini."

​Baskara berdiri, mengambil lampu darurat dan membantu Lara menaiki anak tangga satu per satu. Cahaya remang-remang dari lampu itu menciptakan bayangan mereka yang saling bersisian di dinding tangga. Begitu sampai di lantai dua, Baskara memastikan Arsel sudah tidur pulas di kamarnya sebelum ia mengatur posisi di depan kamar Lara.

​Baskara menyeret sebuah kursi malas empuk ke depan pintu kamar Lara yang terbuka sedikit. "Masuklah, Lara. Jangan ditutup rapat pintunya kalau itu membuatmu lebih tenang. Saya ada di sini, hanya berjarak satu meter dari kasurmu. Tidak akan ada badai atau kegelapan yang bisa menyentuhmu."

1
ASTRI LIANTI
kok di paragraf atas ga berjilbab kok di sini berjilbab sih
Zet3: mksh kak koreksi nya,aku perbaiki yaa🙏🏻
total 1 replies
Ryuu
semangat terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!