Pernah gak sih kamu lagi enak enaknya tidur, eh bangun bangun malah pindah dunia. Ini adalah kisah seorang pemuda yang baru saja lulus dari masa SMAnya, dia berusia 18 tahun, namanya Ethan Lucifer.
Dia anak yang hidup sederhana bersama orang tuanya, Ayahnya bekerja di bengkel, Ibunya bekerja di warung kecil depan rumah mereka. Alias warung mereka sendiri, warungnya berupa warung makanan.
Ethan kadang akan membantu orang tuanya berjualan, dia juga memiliki adik perempuan yang saat ini baru duduk di kelas satu SMP, dan adik laki laki yang baru masuk SD tahun ini. Keluarga mereka beranggotakan 5 orang, dan selalu harmonis.
Pesan Author: Mungkin sebagian akan berbeda dari awal alur, tapi semoga tetap bisa menikmatinya, karena di karya ini terdapat bantuan dari Ai, mohon dimaklumi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ILikeAll9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
C028: Rise Up Cover By Alexander Wright
...Selamat Baca...
Tanggal: 08 Mei
Pukul: 10.00 WAZ
Lokasi: Ruang Kerja Utama - Lucifer Entertainment
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu. Setelah kesuksesan channel Trainees Daily Journey, kini giliran channel utama yang akan menampilkan sesuatu yang spesial.
Ethan duduk di kursi kerjanya, jari-jarinya menari cepat di atas keyboard. Dia membuka kanal resmi perusahaan:
🎬 Lucifer Entertainment: Shining Star Official
Di sana, sebuah video dengan thumbnail yang sangat memukau sudah siap untuk diunggah.
THUMBNAIL:
•Terlihat Alexander Wright berdiri di ruangan gelap dengan sorotan lampu tunggal di belakangnya.
•Matanya terpejam dengan ekspresi penuh perasaan.
•Teks besar berkilau:
✨ COVER SONG: RISE UP - STELLA MARIS ✨
🎤 VOCAL BY: ALEXANDER WRIGHT
"Baiklah... waktunya dunia mendengar suaramu, Alex," gumam Ethan tersenyum.
UPLOAD!
Tombol publish ditekan. Dalam hitungan detik, video itu mulai menyebar ke seluruh penjuru negara Aurelia dan sekitarnya.
Hanya dalam waktu 3 JAM sejak diunggah:
👁️ TAYANGAN: 🔴 15,8 JUTA ❤️ SUKA: 4,2 JUTA 💬 KOMENTAR: 560 RB+ ➕ SUBSCRIBER BARU: 2,5 JUTA
Video itu langsung menempati posisi Trending Topic Nomor 1 di seluruh media sosial!
💬 KOMENTAR WARGANET
💬 @musicaddict:
"GILA DENGERIN NYA SAMPE MERINDING SELURUH BADAN!!!
Suaranya itu lho... bersih, jernih, tekniknya sempurna banget! Bukan cuma nyanyi, tapi bener-bener ada perasaan yang keluar!"
💬 @stellamarisfan:
"Sebagai fans berat Stella Maris, aku awalnya takut ada yang berani cover lagu ini karena susah banget nadanya... TAPI INI?!
ALEXANDER WRIGHT KAU BENER-BENER PENYELAMAT TELINGA!!! 🎼✨
Kamu bawa lagu ini dengan gayamu sendiri tapi tetap menghormati aslinya! Respect 1000%!"
💬 @visualvocal:
"Gak nyangka umur dia baru 14 tahun?! Suaranya udah selesai banget kayak penyanyi senior!
Visualnya juga ganteng parah, kulit putih, rambut perak, tatapannya lembut... All Rounder banget ini anak!"
💬 @netizen:
"Lucifer Entertainment emang pabriknya monster ya?!
Baru aja heboh sama Alfian Vale yang tinggi gede, sekarang ada Alexander Wright yang suaranya setingkat dewa!
Ethan Lucifer mata elang banget sih, gak pernah salah pilih orang!"
💬 @soloking:
"INI YANG AKU CARI!!! Lagu Rise Up tapi versi yang lebih lembut tapi powerful!
Cocok banget didengerin pas lagi capek atau butuh semangat.
Tolong debutin segera sebagai Soloist ya Tuan Ethan!!!"
Ethan membaca semua komentar itu dengan wajah puas. Rencananya berjalan mulus.
Alex memang ditakdirkan untuk bersinar sebagai penyanyi solo yang handal, berbeda dengan yang lain yang lebih ke arah grup atau akting.
Pukul: 13.00 WAZ
Lokasi: Ruang Rapat Besar
Di meja panjang, Ethan dan Arthur duduk bersanding. Di hadapan mereka ada 15 kandidat pelamar kerja yang ingin menjadi Manajer Trainee di Lucifer Entertainment.
Suasana tegang namun profesional.
Ethan menatap mereka satu per satu dengan tatapan dingin dan tajam.
"Baiklah, saya tidak suka basa-basi. Anda tahu posisi apa yang Anda lamar. Di sini standarnya sangat tinggi. Saya akan mewawancarai Anda satu per satu."
PERTANYAAN-PERTANYAAN ETHAN:
"Menurut Anda, apa perbedaan terbesar antara 'Manajer Biasa' dan 'Manajer yang Saya butuhkan'?"
"Jika saya meminta Anda mengurus jadwal yang padat, latihan sampai pagi, urusan kesehatan, hingga masalah pribadi anak buah, sanggupkah Anda melakukannya tanpa mengeluh?"
"Apa yang akan Anda lakukan jika Trainee Anda sedang stres, ingin menyerah, atau mengalami masalah emosional yang parah?"
"Di perusahaan ini, rahasia adalah hukum mati. Jika ada media yang menawarkan uang besar untuk membocorkan info latihan atau masalah internal, apa sikap Anda?"
"Sejauh mana Anda siap berkorban waktu dan tenaga demi melihat anak didik Anda sukses dan bersinar di atas panggung?"
Pertanyaan-pertanyaan itu sangat tajam dan mendalam. Beberapa kandidat terlihat gugup dan menjawab terbata-bata, namun ada beberapa yang menjawab dengan sangat bijak, tenang, dan penuh wawasan.
Ethan mencatat nama-nama yang dianggap potensial. Dia butuh orang yang tidak hanya pintar, tapi juga punya hati dan loyalitas tinggi.
Pukul: 15.00 WAZ
Setelah sesi wawancara selesai, Ethan memanggil tiga orang yang dia temui kemarin di Universitas.
Mereka masuk dengan wajah gugup namun sangat antusias.
Nama: Lydia Grace
Usia: 16 Tahun
Bakat: Akting, Vokal, Dance.
Nama: Elian Moore & Jonas Blake
Usia: 17 Tahun
Keahlian: Editing Video, Desain Grafis, Visual Effect.
"Silakan duduk," kata Ethan ramah.
Dia meletakkan tiga berkas kontrak tebal namun terlihat sangat mewah dengan kertas berkualitas tinggi di depan mereka.
"Lydia, aku melihat semangat juang yang kuat di matamu. Di Lucifer Entertainment, aku akan mendukungmu untuk berkembang menjadi aktris top sekaligus penyanyi yang berbakat."
"Ini bukan cuma soal tampil bagus, tapi soal membangun karir jangka panjang."
Lydia menunduk bahagia, matanya berbinar. "Terima kasih banyak, Tuan Ethan! Saya akan bekerja sangat keras!"
Lalu Ethan menoleh ke dua pemuda di sebelahnya.
"Elian, Jonas... kemampuan kalian di bidang editing dan visual itu luar biasa. Noah memang butuh bantuan orang sejenius kalian."
"Mulai hari ini, kalian adalah jantung dari Tim Kreatif kami. Buatlah video-video yang bisa memukau dunia, paham?"
"Paham, BOS!!!" jawab mereka serentak penuh semangat.
Satu per satu mereka mengambil pulpen emas yang disediakan.
Tinta Emas mengalir di atas kertas...
▪︎Lydia Grace ✍️ -> Menjadi Trainee & Calon Aktris Utama.
▪︎Elian Moore ✍️ -> Staf Senior Tim Kreatif.
▪︎Jonas Blake ✍️ -> Staf Senior Tim Kreatif.
"Selamat bergabung di keluarga besar Lucifer Entertainment," ucap Ethan tersenyum lebar sambil menjabat tangan mereka satu per satu.
"Kita akan membuat sejarah bersama-sama!"
***
📱 TRENDING TOPIC & THREAD NETIZEN
🔝 #1 ALEXANDER WRIGHT
🔝 #2 RISE UP COVER
🔝 #3 LUCIFER ENTERTAINMENT
🔝 #4 VOCAL GOD ALEX
📢 POSTINGAN DI MEDIA SOSIAL:
@MusicDaily_Aurelia 📢
🚨 BREAKING! VIDEO COVER BARU YANG BIKIN SELURUH NEGARA HEBOH! 🚨
Hari ini pukul 10.00 tepat, channel resmi @LuciferEnt_Official baru saja merilis video cover lagu legendaris "Rise Up" milik @StellaMaris_Official yang dibawakan oleh trainee mereka, Alexander Wright!
Hasilnya? GILA TOTAL! 😱🔥
📊 STATISTIK DALAM 3 JAM:
👁️ 15,8 JUTA TAYANGAN
❤️ 4,2 JUTA SUKA
🔁 2,1 JUTA RETWEET/REPOST
💬 560 RB+ KOMENTAR
Suaranya yang jernih, teknik vokal sempurna, dan perasaan yang mendalam bikin lagu ini terasa baru lagi! Pantas dapat pujian dari semua arah!
#AlexanderWright #RiseUp #CoverLegend #LuciferEntertainment #NewStar
💬 KOMENTAR WARGANET:
@fanboy_musik:
"AKU DENGERIN INI SAMPE MERINDING BULU KUDUK!!! 😭🙏
Suaranya itu... bersih sekali, tinggi rendah nadanya pas semua, tak ada yang fals dikit pun!
Stella Maris pasti bangga dengar ada yang bisa bawain lagu sesusah ini seindah ini! 🎼✨"
@visual_holic:
"Selain suaranya dewa, visualnya juga tidak main-main!
Rambut perak, kulit putih, tatapan matanya lembut banget seperti pangeran dingin.
Umur 14 tahun tapi talentanya udah matang banget! All Rounder sejati!"
@netizen_kece:
"Lucifer Entertainment memang tidak ada obatnya!
Baru aja heboh sama Alfian Vale yang tingginya 178cm, sekarang ada Alexander Wright yang suaranya setingkat dewa!
Ethan Lucifer itu punya mata apa sih? Kok bisa nemuin talent-talent langka begini?!"
@hater_turn_fan:
"Awalnya aku skeptis, berani-beraninya cover lagu Stella Maris kan susah banget...
TAPI INI?! AKU KALAH! AKU MENGALAH!
Alexander Wright bawa lagu ini dengan gayanya sendiri, powerful tapi lembut.
Tolong Tuan Ethan, cepatlah debutkan dia sebagai Soloist! Aku siap dukung seumur hidup!"
SISI LAIN: DI BALIK LAYAR KOTA
Lokasi: Tepi Jalan Kota Aurelia
Pukul: 19.30 WAZ
Di sudut lain kota, di bawah lampu jalan yang remang-remang, seorang pemuda berdiri mematung menatap layar ponselnya yang menampilkan wajah Alexander Wright dan postingan tentang Lucifer Entertainment.
Namanya adalah KYLIAN ROWEN.
Usianya baru menginjak 17 tahun.
Dia memiliki rambut panjang berwarna pirang keemasan yang agak keriting menjuntai di bahunya, menutupi sebagian dahi yang dilindungi oleh bingkai kacamata tipis yang membuat tatapannya terlihat lebih dalam dan cerdas.
Pakaiannya sederhana, tapi postur tubuhnya sangat luwes dan tegap—hasil dari latihan keras selama bertahun-tahun.
"Lucifer Entertainment..." gumamnya pelan, suaranya terdengar sedikit serak dan ragu.
Jari-jarinya yang lentik men-scroll layar ke bawah, membaca satu per satu cerita tentang bagaimana perusahaan itu menerima Alfian yang dulu anak jalanan, bagaimana mereka melatih Alex dengan sangat baik.
Hati Kylian bergetar. Ada harapan kecil yang mulai tumbuh di dadanya yang sudah lama mati rasa.
FLASHBACK SINGKAT:
Selama dua tahun terakhir, Kylian sudah mencoba mendaftar ke lebih dari 10 agensi besar dan kecil.
Dari yang ternama sampai yang baru berdiri.
Tapi jawabannya SELALU SAMA:
"Maaf, penampilanmu tidak sesuai standar pasar. Rambutmu terlalu panjang dan keriting, terlihat tidak rapi."
"Kamu pakai kacamata, kurang fotogenik di kamera. Kami butuh yang visualnya 'bersih' dan tajam."
"Balet? Kami butuh tarian yang energik dan maskulin, bukan tarian lembut macam itu. Tidak cocok."
"Keluargamu tidak mendukung? Maaf, kami butuh talenta yang punya modal kuat."
Mereka semua hanya melihat penampilan luarnya. Tidak ada yang mau mendengarkan suaranya, tidak ada yang mau melihat betapa hebatnya teknik tarian yang ia pelajari langsung di Negara Levia selama 3 tahun.
Kylian menyeka air mata yang mulai menggenang di balik lensa kacamatanya.
"Selama ini aku belajar keras... menari sampai kakiku berdarah, bernyanyi sampai tenggorokan kering... tapi kenapa semuanya menolakku hanya karena aku terlihat 'berbeda'?" batinnya sedih.
KEMBALI SAAT INI
Kylian menatap kembali foto Alexander Wright yang tampil anggun dan percaya diri di layar HP-nya.
"Apakah... agensi ini benar-benar berbeda?" bisiknya pada diri sendiri.
"Apakah mereka... akan mau menerima seseorang sepertiku? Yang rambutnya panjang, pakai kacamata, dan ahli dalam tarian yang dianggap 'lembut' ini?"
Dia mengingat kata-kata di postingan tadi:
"Kami mencari yang terbaik dari yang terbaik, bukan yang hanya manis di luar."
Jantung Kylian berdegup kencang. Sebuah tekad besar mulai terbentuk di matanya yang semula redup, kini kembali bersinar terang.
"Aku harus mencoba... untuk yang terakhir kalinya. Jika Lucifer Entertainment juga menolakku... mungkin memang ini bukan jalanku."
Dengan tangan gemetar, dia mulai mengetik di pencarian:
"Alamat Pendaftaran Lucifer Entertainment"
KEMBALI KE MANSION ETHAN
Sementara itu, di ruang kerjanya yang megah, Ethan baru saja selesai menandatangani kontrak dengan Lydia, Elian, dan Jonas.
"Bagus, sekarang tim kita makin lengkap," ucap Ethan puas sambil memandang langit malam dari jendela kaca besarnya.
"Tapi rasanya... masih ada satu 'batu permata' tersembunyi yang belum kutemukan ya?" gumamnya tersenyum misterius.
Seolah-olah dia bisa merasakan, ada seseorang di luar sana yang sedang berjuang mencari jalan untuk datang kepadanya.