NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Inara Khadeeja Prameswari menikah dengan Mahesa Dirgantara. Mereka menikah sudah satu tahun, pernikahan perjodohan yang di lakukan dua keluarga. Saat itu Mahesa berstatus duda. Sedangkan Inara baru saja lulus kuliah.

Selama pernikahan, tak pernah ada percekcokan apapun. Dua tahun pernikahan mereka terasa dingin. Tak ada panggilan sayang atau apapun yang romantis dari Mahesa. Inara tahu jika dalam hati suaminya masih ada mantan istri yang pergi entah kemana. Clarissa

Inara berusaha menjadi istri yang baik walau tak pernah di anggap oleh suaminya. Dia berharap dengan kesabaran dan ketulusannya, akan membuat Mahesa jatuh cinta padanya. Melihatnya sebagai seorang wanita, sebagai istrinya. Bukan sebagai teman satu rumah. Bahkan Mahesa tak segan bersikap kasar padanya. Seolah Inara tak ada artinya untuk Mahesa.

Namun, akhirnya Inara menyerah setelah Clarissa kembali dengan cerita sedih dan penyakitnya. Pakah setelah ini Mahesa akan menyesal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inara 30

Langkah Mahesa begitu lebar, menuruni tangga menuju parkiran VIP dengan perasaan yang kacau balau. Ia mengabaikan setiap sapaan staf yang berpapasan dengannya. Pikirannya hanya dipenuhi satu nama, Inara.

Setelah insiden di ruangannya, dia mencoba mencari Inara di seluruh sudut kantor, namun nihil. Sekretarisnya mengatakan Inara sudah pergi tak lama setelah pintu ruangan terbuka. Mahesa bahkan nekat memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen mereka, namun rumah itu kosong. Tidak ada barang yang berkurang, namun keheningan di sana terasa sangat menekan, seolah Inara sudah tidak lagi berada di sana secara jiwa.

Dengan rahang yang mengeras dan ponsel yang bergetar di tangannya karena mencoba menghubungi Inara berkali-kali tanpa hasil, Mahesa akhirnya memutar kemudi menuju rumahnya.

Dia tidak peduli lagi pada Clarissa yang ditinggalkannya di kantor. Dia tidak peduli pada teriakan wanita itu yang memanggil namanya. Saat itu, satu-satunya hal yang bisa menjernihkan napasnya yang sesak adalah melihat Inara.

"Inaraaaa..." panggil Mahesa namun sepi. Rupanya Inara tak ada di rumah mereka.

"Inara! Kamu dimana? Tidak mungkin kamu kabur dariku! Karena kamu tahu pasti apa yang akan aku lakukan pada ibumu!" ucap Mahesa emosi.

Bayangan wajah dingin Inara saat melihat dia berciuman dengan Clarissa masih terbayang di benaknya. Entah kenapa dia merasa hatinya sakit. Mahesa segera keluar dan menyalakan mobilnya.

Mobil sport Mahesa melesat membelah jalanan kota dengan kecepatan di atas rata-rata. Pikirannya benar-benar kacau. Kali ini dia menuju rumah kedua orang tuanya. Dia yakin Inara pergi ke sana.

Inara tidak mungkin pergi begitu saja, kan? batin Mahesa.

Mahesa tiba di kediaman Dirgantara dengan napas memburu. Dia tidak mengetuk pintu, dia langsung mendorong pintu utama hingga terbuka lebar. Seketika dia mengubah ekspresinya ketika masuk ke rumah itu. Dia tak ingin kedua orang tuanya tahu kalau mereka sedang bertengkar.

Mahesa terpaku di ambang pintu. Matanya langsung tertuju pada sosok Inara yang duduk di sofa panjang, tepat di samping ibunya. Inara terlihat begitu tenang, menyesap teh melati dengan gerakan anggun, seolah-olah tidak terjadi badai besar di kantor tadi.

Mama Karina meletakkan cangkirnya dengan bunyi denting yang nyaring. Dia tidak menatap Mahesa, melainkan terus menatap ke arah taman belakang. Pak Dirgantara, di sisi lain, masih terpaku pada jam dinding, seolah menunggu waktu yang tepat untuk meledak.

"Sayang, ayo pulang," ajak Mahesa dengan suara lembut.

Bahkan dia mendekat dan mencium kepala Inara seperti biasanya. Terlihat mesra dan penuh cinta kepada Inara. Istri yang dia nikahi karena perjodohan dari kedua orang tuanya.

Inara meletakkan cangkirnya perlahan. Dia menoleh, menatap Mahesa dengan tatapan yang sangat datar.

"Loh Mas, kamu ke sini juga?" jawab Inara pura-pura kaget.

"Iya sayang, aku pulang ke rumah tapi kamu tidak ada. Kenapa kamu ke rumah Mama papa nggak bilang dulu sama aku!" Mahesa duduk di sebelah Inara dan melingkarkan tangannya di pinggang Inara dengan posesif.

"Oh tadi kata sekretaris Ana, kamu sedang ada tamu di ruangan kamu. Padahal aku mau izin ke kamu anter Mama. Ponsel aku habis daya," bohong Inara dengan ekspresi yang di buat senatural mungkin.

Degh

Mahesa tahu dan dapat menangkap ucapan Inara barusan. Dia ke ruangannya dan melihat dia berciuman dengan Clarissa. Itu Clarissa yang memulainya bukan dia.

"Kalian jangan pulang ya ... Menginap di sini! Kan besok kita ada acara besar. Sepertinya Inara juga kurang istrirahat. Kenapa kamu tak memperhatikan kesehatan istrimu sendiri, Mahesa!" Mama Karina memotong pembicaraan mereka.

"Tapi Ma..." Mahesa ingin menolak.

Tangannya yang merangkul pinggang Inara menegang tanpa sadar. Inara hanya tersenyum tipis, senyum yang bagi Mahesa terasa seperti silet yang mengiris kesabarannya. Wanita itu melepaskan tangan Mahesa dengan gerakan yang sangat sopan, lalu kembali menatap Mama Karina.

"Iya Mas. Mungkin menginap di sini adalah pilihan yang tepat. Apalagi besok kita ada acara. Kita pasti akan sangat sibuk," jawab Inara tenang.

Matanya kemudian beralih menatap Mahesa, kali ini dengan tatapan yang menyiratkan tantangan terselubung.

Mahesa terdiam. Kata-kata itu terdengar masuk akal bagi orang tuanya, namun di telinga Mahesa, itu adalah sebuah pernyataan perang. Inara sedang memojokkannya. Dia tidak bisa menolak tanpa memancing kecurigaan kedua orang tuanya, apalagi setelah Papa Raharjo akhirnya mengalihkan pandangannya dari jam dinding dan menatap Mahesa dengan tatapan tajam yang penuh peringatan.

"Dengar istrimu, Mahesa," suara Pak Dirgantara berat dan penuh otoritas.

"Lagipula, ada hal penting yang ingin Papa bicarakan padamu nanti malam mengenai proyek baru di perusahaan,"

Mahesa mengatupkan rahangnya. Dia merasa terkepung. Di satu sisi, ada Inara yang tampak begitu tenang, terlalu tenang. Apalagi setelah melihat sendiri yang dia lakukan di kantor tadi. Di sisi lain, ada orang tuanya yang tak pernah bisa dia bantah. Apalagi dia masih membutuhkan kepercayaan mereka untuk mendapatkan kedudukan tertinggi di perusahaan.

"Baiklah, kalau itu yang Mama inginkan," ujar Mahesa akhirnya, suaranya sedikit parau.

Dia menoleh ke arah Inara, mencoba mencari celah dalam tatapan istrinya, namun Inara sudah kembali menyesap tehnya, seolah-olah Mahesa tidak lagi ada di sana.

"Bagus," potong Mama Karina.

"Inara, ayo ikut Mama ke kamar tamu. Mama sudah menyiapkan segala sesuatunya. Kamu harus istirahat total, wajahmu terlihat pucat. Kamu harus istirahat semalaman ini. Mahesa, kamu jangan ganggu dulu Inara di kamar tamu! Kamu tidur dulu sendiri!"

"Tapi Ma..."

"Tak ada Tapi-tapian!" mama Karina bangkit dan mengajak Inara ikut dengannya.

Inara bangkit dari duduknya dengan anggun. Sebelum melangkah pergi bersama mertuanya, dia sempat melirik Mahesa sekilas. Hanya satu detik, namun cukup untuk membuat jantung Mahesa berdegup kencang karena ketakutan yang aneh.

1
sunaryati jarum
Itu hasil ulahmu sendiri bukan kesalahan Inara,kau mencuri uang perusahaan untuk menuruti gaya hidup mantan istri yang jadi selingkuhan kamu.Satu kata emak R A S A I N !!!
nely_48
malah menyalahkan inara,,dasar mahesa n Clarissa bagong 🐖🐖
nely_48
msh blm sadar jg ternyata kau mahesa, msh angkuh n merasa benar az apa yg kau lakukan pd inara,, astaga dragon mahesa mahesa
Hary Nengsih
baru sehari dh gak makan 😄😄😄
Yam_zhie: pusing kak gak biasa pegang cash 🙈🤣
total 1 replies
Mundri Astuti
woy pake nyalahin papamu...panteslah kamu dibuang...ngaku anak, tapi grogotin harta papamu, y kalo didiemin bakalan bangkrut lah usaha yg dirintis papamu. kadang ga ngotak y kamu, liat tuh kelakuan asli mantan yg jadi selingkuhanmu
Yam_zhie: kasih tahu Mahesa jangan ya 🙈😭
total 1 replies
Muft Smoker
makan tu wanita mu yg katany lebih baik dr inara ,, yg pling km cinta dn mencintai km ,,
trnyata hanya manusia yg Haus harta ,, 😒😒😒😒
giliran udh begini semua org dy salahin ,,
Muft Smoker: 🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣💃💃💃💃💃💃
aseeeeeekkk
total 6 replies
YuWie
setimpal sdh kau dptkan mahes..miskin2 kau..inara kaya raya kau mau gagahi kekayaannya. dasar. mokondo kan skrg dirimu
Mundri Astuti
mantapppsss....belum sebanding sih, sama oerlakuanmu kpd Inara.
dah gembel masih ga sadar juga
Ambu Rinddiany Thea
sugan teh rek toubat nya eta s mahesaaa , ehh kalah beki oleng otakna teh
Oma Gavin
mampusss kamu mahesa tanpa ayahmu dan dirgantara kamu bukan siapa" hanya gembel jalanan cocok dgn clarisa perempuan murahan
sunaryati jarum
Kamu itu bodoh tapi sombong dan sok berkuasa padahal semua masih milik orang tua kamu.Tuh orang yang kau puja hanya bisa mengeluh dan menyalakan kamu.Dasar tidak tahu malu masih beristri sudah kumpul kebo sama mantu istri durjana
sunaryati jarum
Sebentar lagi kejutan lagi untukmu datang,yaitu surat cerai.Karena saksi dan bukti lengkap
nely_48
jd gelandangan ga tuh s mahesa
Dew666
👑👑👑
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kalo gak bicara mana tau inara setaun ini ditipu kamu
Muft Smoker: dsaat seperti ini msh juga Blum sadar dy ,,
total 1 replies
Mundri Astuti
lah papamu liat sendiri, hadehhhh si Mahesa, dah ga bisa apa", jahat beud, ngibulin org, ga ada baik"nya kamu
Rieya Yanie
jangan salahkan orang lain mahesa ...
karena sepandai pandain km menyimpan bangkai pasti akan tercium jg
Arin
Tidak perlu bilang dengan Papa Raharjo. Jika beliau sudah tau sendiri kelakuan mu bersama Clarissa..... Inara tinggal melengkapi nya saja perlakuan mu yang telah kamu perbuat selama berumah tangga. Klop kan sudah jelas ..... selamat tinggal menikmati jerih payahmu bersama Clarissa🤣🤣🤣🤣
gina altira
Makan tuh arogansi kamu Mahesa
Oma Gavin
Alhamdulillah kere mahesa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!