NovelToon NovelToon
Cinta Di Ujung Gitar

Cinta Di Ujung Gitar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Pernikahan Kilat / Menjadi Pengusaha / CEO / Cintamanis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Awan Tulis

Dua keluarga dan satu janji masa lalu. Ach. Valen Adiwangsa dan Milana Stefani Hardianto adalah potret anak muda sempurna; mengelola perusahaan, membangun usaha mandiri, sambil berjuang di semester akhir kuliah mereka. Namun, harmoni yang mereka bangun lewat denting unik Gitar Piano terancam pecah saat sebuah perjodohan direncanakan secara sepihak oleh orang tua mereka.

Segalanya menjadi rumit ketika Oma Soimah, pemegang kekuasaan tertinggi keluarga Hardianto, pulang dengan sejuta prinsip dan penolakan. Baginya, cinta tidak bisa didikte oleh janji dua sahabat lama. Di tengah tekanan skripsi dan ambisi keluarga, Valen harus membuktikan bahwa dirinya lebih dari sekadar "pilihan orang tua".

Mampukah nada-nada yang ia petik meluluhkan hati sang Oma yang tak mengenal kata kompromi?
Ataukah perjodohan ini justru menjadi akhir dari melodi yang baru saja dimulai?

Yuk kisah cinta Mila dan Valen🥰❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awan Tulis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30 - Siap Lahir Batin

"Kabar baik, Bi," ucap Naldy sambil menoleh ke arah Robi. "Kondisi April membaik lebih cepat dari perkiraan gue. Jadi, nggak perlu nunggu besok pagi. Malam ini kalau obat penguatnya sudah masuk semua dan mualnya benar-benar reda, dia sudah boleh pulang. Tapi ingat, syaratnya sudah mutlak: April nggak boleh capek sama sekali. Urusan persiapan tunangan lusa, dia cuma boleh jadi penonton."

Robi menghela napas lega, ia menggenggam tangan April dengan erat. "Denger kan, Sayang? Jangan bandel!"

April hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Sementara itu, pandangan Naldy beralih ke sofa. Matanya tanpa sengaja tertuju pada Mutia yang sedari tadi diam sambil membantu merapikan beberapa bingkisan buah. Ada sesuatu pada cara Mutia bergerak yang membuat Naldy tertegun sejenak.

Naldy berdeham, lalu melangkah mendekati sofa, membuat Tasya sedikit bergeser. "Hai, saya Naldy. Kayaknya kita belum kenalan secara resmi ya? Kamu... temannya Mila?" tanya Naldy dengan nada yang tiba-tiba berubah menjadi sangat ramah—bahkan sedikit terlalu ramah untuk ukuran seorang dokter pemilik rumah sakit.

Mutia mendongak, sedikit terkejut. "Ah, iya dok. Saya Mutia, sahabat Mila."

"Mutia... nama yang bagus," gumam Naldy sambil tersenyum penuh arti, membuat Tasya di sebelah Mutia menyenggol lengan sahabatnya itu sambil menahan tawa goda.

Di sisi lain, Mila mulai merasakan matanya berat. Rasa lelah setelah sidang dan emosi yang naik-turun hari ini mulai menyerangnya. Leshia, yang berada di pelukan Mila, merengek kecil dan merentangkan tangannya minta didekap lebih erat.

Valen yang peka langsung mendekat. Ia melihat wajah Mila yang tampak letih. "Sini, Mil. Kamu istirahat dulu, biar Leshia sama aku," bisik Valen lembut.

Levian yang sudah terlelap lebih dulu di dekapan Valen, kini ditidurkan dengan perlahan di sofa yang kosong, menyelimutinya dengan jaket miliknya. Setelah itu, ia mengambil Leshia dari gendongan Mila.

Ajaibnya, Leshia yang biasanya rewel jika berpindah tangan, justru langsung menyandarkan kepalanya di bahu Valen. Tangan kecilnya menggenggam kerah kemeja Valen, dan dalam hitungan menit, napasnya mulai teratur menandakan ia sudah menyusul abangnya ke alam mimpi.

Melihat adegan tersebut, April tersenyum dan memberitahu suaminya keromantisan Mila dan Valen itu.

"Vibes-nya udah dapet banget, Len," goda Robi pelan agar tidak membangunkan anak-anak. "Liat tuh adek gue, mukanya udah merah lagi."

Mila hanya bisa menyembunyikan wajahnya di balik telapak tangan. Ia menatap Valen yang sedang menepuk-nepuk punggung Leshia dengan penuh kesabaran. Ada rasa haru yang menyeruak di hati Mila; laki-laki ini tidak hanya pintar berargumen di depan Oma, tapi juga punya sisi selembut ini.

"Capek ya?" tanya Valen pelan, matanya menatap Mila dengan penuh perhatian meski tangannya masih sibuk menimang Leshia.

"Dikit, Kak. Tapi liat kalian kayak gini, capeknya jadi ilang," jawab Mila jujur.

Naldy, yang masih asyik mengobrol kecil dengan Mutia, sesekali melirik ke arah Valen. "Tuh kan gue bilang apa, Bi. Valen ini sebenernya sudah siap lahir batin. Tinggal tunggu lusa, ketok palu, terus gas pelaminan."

"Do'ain aja, Naldy," sahut Valen mantap, matanya tak lepas dari Mila. "Karena gue nggak mau nunggu lebih lama lagi buat jagain Mila secara resmi."

Malam itu, di dalam kamar rumah sakit yang tenang, mereka semua seolah lupa sejenak dengan hiruk-pikuk persiapan tunangan yang melelahkan. Yang ada hanya tawa kecil, harapan baru tentang calon bayi April, dan janji-janji yang mulai terpahat di hati masing-masing.

_______

Ditunggu part selanjutnya ya Guys

Love you All ❤️

1
Alyarahmat Alya
ditunggu part selanjutnya 🤭😍
Fara Samsung
seperti biasa rajin up ya ka 👍💪
Awan Tulis: halo kak, terima kasih yaa 😍❤️
total 1 replies
Fara Samsung
kapan up kak udah jam 21.00
Awan Tulis: halo kak, sudah up kok kak part 42❤️
total 1 replies
Fara Samsung
pokoknya lanjuttttt 👍
Awan Tulis: halo kak, terimakasih ya😍
total 1 replies
Fara Samsung
lanjuttt kak sukak rajin up ya 👍😍
Fara Samsung
sukakkk bgt rajin rajin up ya kak
Awan Tulis: aaa terima kasih kakk sayang❤️
total 1 replies
Fara Samsung
lanjutt terus kak sampek mila punya anak 🤭🤣
Awan Tulis: hihii siapp
total 1 replies
Fara Samsung
lanjut kak sukakk👍
Fara Samsung
lanjut kak semangat
Awan Tulis: halo terima kasih kak😍 Cinta di Ujung Gitar update setiap hari pukul 13.00 dan pukul 21.00 ya kak, ditunggu yaaa😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!