NovelToon NovelToon
Terikat Perjanjian Tuan Playboy

Terikat Perjanjian Tuan Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Pelakor / Pelakor jahat / Poligami / Selingkuh / Playboy
Popularitas:227
Nilai: 5
Nama Author: omen_getih72

Chaterine berdiri diam, mengamati suaminya mencium kekasih SMA-nya, Moana, di pesta ulang tahun pernikahan mereka yang ke-2. Meskipun sudah diyakinkan, Chaterine tak bisa menghilangkan perasaan bahwa kehadiran Moana mengancam pernikahannya. Terjebak dan tercekik, Catherine mendambakan kebebasan, bahkan sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun Tuhan ternyata punya rencana lain untuk Chaterine. Takdir ikut turun tangan ketika ia bertemu dengan Christian, mafia terkuat di Negara Rusia. Christian menawarkan balas dendam kepada Moana dan suaminya dengan imbalan menjadi simpanannya selama setahun. Saat Chaterine bergulat dengan tawaran berbahaya ini, ia tertarik pada Christian yang misterius. Akankah ia menyetujui kontrak tersebut, dan apa yang akan terjadi seiring ketertarikannya pada Christian semakin kuat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon omen_getih72, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Dominic mengarahkan tangannya ke arah Catherine dan mencengkeram lengan atasnya dengan menyakitkan.

"Ikut aku!" geram Dominic dan menyeret Catherine keluar dari ruang dansa. Getaran keterkejutan merasuki tubuh Catherine.

"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Catherine, malu setengah mati.

Saat menoleh ke belakang, ia melihat Moana menyeringai dengan tatapan jahat di matanya.

"Aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan sejak dulu!" Dominic mendesis dan menyeret Catherine ke kamar pelayan tempat Moana tinggal.

"Apa yang kamu lakukan?" teriak Catherine saat Dominic menyeretnya dengan kasar.

Dominic mencengkeram tangan Catherine dengan sangat kuat hingga kukunya menusuk kulit wanita itu.

"Kamu telah bersikap kurang ajar, tidak bermoral, dan memberontak padaku," gerutu Dominic. "Kamu pikir tindakanmu tidak akan aku lihat?"

"Dominic!" teriak Catherine. "Hentikan!" katanya sambil berusaha melepaskan diri dari genggaman Dominic.

Tangan pria mencengkeram pergelangan tangannya seperti catok. Jantungnya berdebar kencang.

Dominic tidak pernah bersikap seperti sekarang. Ia sama sekali tidak tahu apa yang diberikan Moana kepadanya, tapi ia takut akan akibatnya.

Saat mereka berada di ruangan itu, Dominic mendorong Catherine ke lantai dan menutup pintu.

"Dominic, kamu gila?" teriak Catherine sambil menjauh dari Dominic, "Apa yang kamu lakukan? Melihat caramu menyeretku keluar dari ruang dansa, semua orang menatap kita. Kamu tidak hanya menghancurkan reputasiku, tapi juga reputasimu sendiri!"

Dalam sekejap, Dominic sudah berada di dekat Catherine. Pria itu mencengkeram leher Catherine dan mengguncangnya dengan keras.

Catherine menangkap pergelangan tangan Dominic saat rasa takut jatuh ke perutnya.

Tangan Dominic mencengkeram lehernya dengan erat, dan ia mulai terbatuk saat air mata mengalir dari mata.

"Aku sudah bersikap lunak padamu!" gerutu Dominic. "Tapi yang kamu lakukan hanyalah memanfaatkan situasi! Kamu menyakiti Moana dengan sengaja. Benar kan?"

"Dominic!" Catherine tercekat dengan suara serak.

Dominic menjambak rambut Catherine dan menarik kepalanya ke belakang. "Kesabaranku padamu sudah habis. Aku tahu kamu di sini untuk tidur dengan Tuan Christian. Dasar penipu!" Ia menjambak rambut Catherine dengan erat dan membanting kepalanya ke kaki tempat tidur.

Catherine menjerit saat kulitnya terbelah dan darah menyembur.

"Moana memberitahuku bagaimana kamu menghabiskan malam bersamanya. Kamu menidurinya? Tidak? Seharusnya aku tahu bahwa aku seharusnya tidak memberimu kebebasan." Dominic bangkit dan menyeret Catherine ke sisi lain ruangan, menarik rambutnya dan membanting kepalanya ke meja.

"Dominic!" teriak Catherine saat bintang-bintang bermunculan di pandangan. "Berhenti!"

"Hentikan?" geram Dominic. "Aku baru saja mulai, dasar jalang! Lihat apa yang akan aku lakukan saat aku membawamu ke rumah. Aku tidak akan memasukkanmu ke ruang bawah tanah. Tapi aku akan merantaimu di tempat tidurku dengan rantai perak dan meniduri Moana di depan matamu setiap hari!"

Catherine terisak. "Apa kamu tidak merasakan apa pun padaku? Aku pasanganmu."

Mata Dominic berkilat keemasan, dan pria itu menampar pipi Catherine.

Sambil menjerit, Catherine tergelincir sekitar sepuluh kaki jauhnya dan menabrak lampu tidur. Kaca lampu itu pecah dan jatuh menimpanya.

Beberapa pecahannya menusuk lengan dan kakinya saat ia menutupi wajahnya.

"Dasar jalang!" geram Dominic saat menghampirinya. "Aku seharusnya tidak pernah menikahimu. Kamu telah menghancurkan reputasiku. Aku benci hari di saat aku mengakuimu sebagai pasanganku. Aku seharusnya menolakmu!" Ia mengangkat tangannya untuk menampar Catherine lagi saat pintu terbuka.

Ruangan itu dipenuhi geraman keras dan berbahaya. Terkejut, ia berbalik untuk melihat siapa orang itu dan mendapati Christian berdiri di kusen pintu.

"Beraninya kamu memukulnya?" Christian menyerbu ke dalam ruangan dan mencengkeram kerah baju Dominic.

Otot-ototnya menonjol dan matanya memancarkan aura permusuhan. Aura kekerasan yang nyata menyelimuti dirinya.

Dominic memegangi pergelangan tangannya dan membalas dengan geraman. "Dia istriku. Aku akan melakukan apa pun yang aku suka padanya. Siapa kamu yang bisa ikut campur? Apa kamu germonya?"

Christian kehilangan kendali. Yang Catherine lihat hanyalah tinju seperti landasan yang melayang ke arah Dominic.

Saat tinju itu mengenai wajahnya, Dominic seolah terbang melintasi ruangan dan jatuh di tempat tidur.

Catherine menjerit dan bergegas ke sudut. Mereka berdua adalah Tuan, dan mereka berdua sangat marah.

Dari sudut matanya, Catherine melihat Yasher berdiri di luar pintu bersama Ace, Arnold, dan Francis.

Dominic bangkit, dan dengan pukulan ganas, menyerang Christian. Ia menyerang Christian dan keduanya menabrak dinding di sisi yang berlawanan.

Saat menabrak dinding itu, suara kayu retak memenuhi ruangan. Christian menendang perut Dominic, membuatnya meringis kesakitan.

Dominic terhuyung menjauh. Christian mengambil kesempatan itu dan meninju wajahnya.

Catherine mendengar tulang-tulang retak dan Dominic mengerang kesakitan. Ia memegang tangan di hidungnya yang berdarah.

Pada saat ini, Yasher dan Ace bergegas masuk. Mereka berdua menghentikan Tuan mereka dari pertarungan lebih lanjut dengan menarik mereka ke belakang.

Dominic mendesis sambil melotot ke arah Christian. "Ini perang, Tuan Christian. Aku akan membawa istriku dari sini dan kembali dengan anak buahku!"

Christian menyeka darah dari wajahnya dan berkata, "Dia tidak akan pergi ke mana pun." Ia merogoh bagian dalam jasnya dan mengeluarkan gulungan kertas. Ia melemparkannya ke wajah Dominic dan berkata, "Ini adalah kertas dari Dewan Ketua. Catherine telah mengajukan surat permohonan untuk berpisah denganmu!"

Wajah Dominic memucat saat ia memegang kertas-kertas itu di tangannya. Ia membuka untuk membacanya. "Tidak, ini tidak mungkin! Ini tidak pernah terjadi dalam sejarah kita sebelumnya."

"Baru beberapa menit yang lalu, dokumen-dokumen ini difaks padaku. Dewan Ketua telah menyetujui dokumen-dokumen itu, dan kamu dipanggil ke Dewan dalam waktu lima hari!"

Christian berjalan ke arah Catherine dan mengulurkan tangannya. Catherine menerimanya dan Christian langsung menariknya, memeluknya. Kelegaan membanjiri dirinya.

Para ketua akhirnya memproses dokumen-dokumen itu, sesuatu yang sudah tidak Catherine harapkan lagi.

Dengan mata terbelalak, Dominic mengamati kertas-kertas itu. Catherine bisa melihat butiran-butiran keringat terbentuk di alisnya. Ia menatap Catherine, tercengang. "Kamu tidak bisa melakukan ini, Catherine," katanya dengan suara serak. "Kita ini pasangan!"

Catherine bisa melihat ketakutan di mata Dominic. Tapi kenapa ia tidak merasakan apa-apa?

Catherine menggelengkan kepala. "Benarkah? pasangan? Benarkah?" Ia tidak dapat berbicara lebih jauh karena bibirnya sakit. Mungkin bibirnya juga robek. Jadi ia membenamkan wajahnya di sisi Christian dan tangisnya pecah.

Dominic datang ke hadapan Catherine dan berlutut. "Catherine!" ia memegang tangan Catherine. "Tarik kembali ucapanmu. Kumohon. Aku berjanji tidak akan melakukan apa pun padamu. Istriku.." ia menelan ludah.

"Perusahaan masih membutuhkanmu. Masih banyak proyek yang belum kamu kerjakan. Kamu tidak bisa menolakku. Aku membutuhkanmu."

Catherine tidak bisa tidak melihat kemunafikan pria itu. Dominic adalah manusia paling egois yang pernah ia temui.

Dia hanya peduli pada perusahaannya dan kebutuhannya. Dia ingin membelenggu Catherine dengan rantai perak di kamar tidurnya dan meniduri Moana di hadapan wanita itu setiap hari karena dengan begitu ia akan merasa tenang karena istrinya juga ada di sana.

Catherine mendengar geraman pelan ketidaksenangan di benaknya, lalu geraman itu menghilang.

Catherine terkesiap. Itu ayahnya. Emosinya merupakan campuran antara kejengkelan dan kemarahan terhadap Dominic.

Sebelum Catherine menyadarinya, ia mengangkat tangannya dan menampar wajah Dominic.

Kepala pria itu menoleh ke samping. Terkejut, ia menoleh untuk menatap Catherine dengan tangan di pipinya.

"Aku sudah selesai denganmu," ucap Catherine sambil menangis. "Sampai jumpa di pengadilan."

**

**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!