NovelToon NovelToon
Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Horror Thriller-Horror
Popularitas:50.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Setelah mengalami kecelakaan, mata batin Nino terbuka. Pemuda berusia 20 tahun itu jadi bisa melihat makhluk astral di sekitarnya.

Sejak tersadar dari komanya, pemuda itu selalu diikuti oleh arwah seorang wanita muda yang dilihatnya ketika kecelakaan terjadi.

Karena tak kuat terus menerus harus melihat makhluk astral, Nino meminta bantuan Pamannya untuk menutup mata batinnya. Sang Paman pun memberikan doa agar bisa menutupi mata batin.

Alih-alih menutup mata batin, kemampuan Nino yang awalnya hanya bisa melihat, justru berkembang jadi bisa berkomunikasi dengan para arwah.

Tak mau menderita sendirian, Nino pun meminta sahabatnya yang penakut, Asep untuk ikut membaca doa dengan dalih supaya menjadi berani. Dan ketika Asep mengamalkannya, sama seperti Nino, pemuda itu juga bisa melihat makhluk halus.

Kejadian demi kejadian aneh terus menimpa kedua sahabat tersebut. Lewat petunjuk dari makhluk astral, mereka bisa mengungkap kejahatan kasus kriminal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Jahat

Usai menjalani pemeriksaan yang membuat dirinya ketar-ketir, Anton mulai menyusun rencana. Lambat laun, kejahatannya pasti akan terendus polisi. Sebelum surat perintah penahanan keluar, pria itu bermaksud untuk melarikan diri. Dia tidak cukup yakin kalau Richard bisa membuatnya lolos dari hukuman.

Pagi-pagi sekali Anton sudah berada di kampus. Pria itu hendak mengajukan cuti. Kebetulan sekali, pria itu belum pernah mengambil cuti selama dua tahun terakhir. Staf kepegawaian tentu saja terkejut ketika Anton tiba-tiba mengajukan cuti.

“Kenapa mendadak sekali Pak Anton?”

“Maaf, aku sebenarnya tidak ada rencana. Tapi salah satu teman ku menawarkan tiket gratis umrah. Tentu saja aku tidak mau melewatkannya.”

“Baiklah. Tapi Bapak masih harus menghadiri perkuliahan terakhir besok.”

“Tenang saja. Saya sudah menyusun materi sampai perkuliahan terakhir sebelum UAS. Perkuliahan juga menyisakan waktu dua minggu lagi.”

“Baik, Pak.”

Berhubung waktu perkuliahan di semester lima akan segera berakhir, jadi bagian kepegawaian bisa memberikan ijin cuti pada Anton. Menjelang akhir tahun memang banyak dosen yang mengajukan cuti.

Setelah mengurus ijin cutinya, Anton hendak kembali ke ruangannya. Tanpa sengaja dia melihat Nino dan Asep yang tengah duduk di anak tangga sambil berbincang. Pria itu mengenali kedua pemuda tersebut. Mereka yang menemukan jasad Maya di taman.

Dengan langkah tanpa suara, Anton mendekati tempat di mana duo kancing cetet itu berada. Dari jaraknya sekarang, dia bisa menguping pembicaraan Nino dan Asep.

“Menurut lo, Pak Miko bisa nangkep Pak Anton ngga?”

“Pan geus dibejaan, Pak Miko teh butuh bukti, teu bisa asal newak jelema. Ngke mun dituntut balik kumaha? (Kan udah dikasih tahu, Pak Miko butuh bukti, ngga bisa asal nangkep orang. Nanti kalau dituntut gimana?).”

“Iya sih. Tapi gue gemes aja. Masih sih Pak Anton lolos begitu aja setelah bunuh Maya?”

Anton yang tengah menguping, tentu saja dibuat terkejut. Otaknya langsung berpikir keras, bagaimana kedua pemuda itu tahu kalau dirinya yang sudah membunuh Maya. Pantas saja penyelidikan polisi langsung mengarah padanya, pasti karena dua mahasiswa tersebut, pikir Anton.

Brengsek, jadi gara-gara mereka polisi menyelidiki ku, batin Anton.

Diam-diam Anton mengambil gambar Nino dan Asep. Tentu saja pria itu hendak membalas dua pemuda tersebut. Gara-gara mereka, mayat Maya ditemukan dan ternyata keduanya juga mengetahui kalau dirinya yang membunuh Maya.

Selesai mengambil gambar Nino dan Asep, Anton segera meninggalkan tempat tersebut. Pria itu bermaksud langsung kembali ke rumah. Dia perlu menyiapkan beberapa barang sebelum meninggalkan kota Bandung. Sebelum pergi, dia menemui dulu salah satu mahasiwanya untuk menyerahkan materi perkuliahan terakhir yang tidak akan dihadiri olehnya.

Selesai memberikan materi, Anton segera menuju mobilnya. Setelah duduk di belakang kemudi, pria itu mengambil ponsel dari saku celananya. Untuk beberapa saat dia menunggu seseorang di seberang sana menjawab panggilannya.

“Halo.”

“Halo Mar, kamu lagi sibuk ngga?”

“Ngga, kenapa? Ada kerjaan?”

“Aku mau minta tolong. Ada dua orang yang mau aku singkirkan. Kamu boleh menjualnya ke Kamboja atau menjual organnya, yang penting singkirkan saja mereka.”

“Ada bayarannya kan?”

“Sudah pasti. Aku akan kirim uang mukanya sekarang. Kalau pekerjaan sudah beres, aku akan lunasi sisanya.”

“Kirim fotonya.”

Tanpa menunggu lama, Anton langsung mengirimkan foto Nino dan Asep yang baru diambilnya tadi. Tidak lupa dia mengatakan di mana temannya yang merupakan preman itu bisa menemukan dua pemuda tersebut. Setelah mengirimkan foto, Anton mentransfer sejumlah uang pada temannya yang bernama Mardi.

***

Setelah Anton berhasil bebas berkat bantuan pengacaranya, Miko dan Iqbal tidak menyerah begitu saja. Keduanya kembali meneliti apa saja yang berkaitan dengan Anton. Sebenarnya Miko bisa saja mendatangi apartemen yang disebutkan Nino sebelumnya. Tapi dia perlu menggiring Iqbal, agar temannya itu tidak curiga.

Keduanya sedang berdiskusi di ruangan mereka sambil menelusuri kronologis kematian Maya. Miko memaparkan analisanya dari kasus yang mereka tangani.

“Anton dan Maya terlihat berdebat dan tertangkap cctv. Di bulan yang sama, tiba-tiba Maya mengajukan cuti lalu menghilang. Maya ditemukan lima bulan kemudian di taman fakultas. Orang yang menguburkan mayat Maya di sana, pasti tahu kalau di taman itu tidak terpasang cctv. Lalu kita tahu kalau Anton memilk hubunan spesial dengan Maya. Dia tidak hanya mengirimkan uang bulanan untuk Maya, tapi juga membayarkan biaya cutinya. Satu-satunya orang yang mencurigakan membunuh Maya adalah Anton.”

“Ya kamu benar. Apalagi Maya meninggal dalam keadaan hamil. Bisa jadi Anton tidak mau bertanggung jawab, mereka bertengkar dan akhirnya Anton membunuh Maya.”

“Pertanyaannya, di mana TKP pembunuhan Maya?”

“Kampus?”

“Aku tidak yakin kalau lokasinya di kampus. Pasti di tempat lain yang tidak diketahui orang lain.”

“Ya kamu benar. Terlalu beresiko kalau melakukannya di kampus. Sebentar, bukankah Anton pernah menyewa unit di apartemen Grand Harmony?”

Miko tersenyum tipis, akhirnya Iqbal menyambar umpan yang diberikan olehnya. Tentu saja Iqbal tahu soal unit apartemen yang disewa Anton setelah menyelidiki lebih dalam tentang pria itu. Dari transaksi keuangan, terlihat kalau Anton pernah membayarkan uang untuk sewa unit apartemen di Grand Harmony.

“Kita ke sana sekarang,” ajak Miko. Kedua petugas polisi tersebut segera menuju apartemen Grand Harmony.

***

Tuh Upin Ipin udah nongol😂

1
Cindy
lanjut kak
Ila Lee
wah Anton lebih dulu dari polisi
Ila Lee
mampus kau Anton sudah di selidiki polisi mahu lari kemna sepandai pandai tupai melompat akhirnya jatuh ke tanah juga
Ila Lee
sekarang percaya pak Miko asep dan Nino boleh lihat dan bercakap dengan makhluk halus
Ila Lee
tak mengapa Nino itu sudah cukup untuk pak Kiko cari bukti tentang Anton semoga segera di tangkap pak Anton nya😡😡😡😡😡
Ila Lee
wah kalau kisah penyiasatan atau polisi ingat pada Aditya dan tirshan tak lupa pada tente Suzy dan angga Thor di indera je6 novel Thor😍😍😍😍😍
Ila Lee
maya datangi rumah Anton takut dia buat dia mengaku kesalahan yang dilakukan pada MU didepan Isterinya 😡😡😡😡
Ila Lee
mungkin itu jasad maya Anton menanam nya di taman kampus patut tidak berbau di masok kn koper kejam😭😭😭😭
Paula Abdul
weehhhh......baru juga muncul tuh si duo kancing cetet udah pen diculik aja, kak Ros mana nih si detektif upin ipin dalam bahaya nih 😁😁
Damayanti
ceritanya bagus
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
Upin Ipin nongol malah dijadikan sasaran target oleh si Anton untuk disingkirkan 🤭
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
kamu mo nyuruh orang buat menyingkirkan Nino dan Asep ya,tapi asal kamu tahu mereka ada yg jaga nya loh
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
alasan 🙄 umroh dijadikan alasan agar kamu bisa nyusun rencana
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●ꨄIႶძiჁმᦗ●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
semangat Miko dan Iqbal semoga kalian bisa bekuk Anton sebelum kabur jauh dari jangkauan kalian /Determined/
choowie
duh....bahaya ini mh
choowie
najong
dewi rofiqoh
Hati-hati asep nino!
Nawang Kasturi
wah bahaya upin ipin nih...
Safitri Agus
cuman sebentar🤭,itupun mau dijahatin sama Anton, semoga Eris selalu standby mengawal mereka 😊🤭🤭🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
hubungan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!