Novel Ketigabelas💛
Kirana adalah seorang ibu tunggal dengan satu orang anak perempuan yang masih SMP. Suatu hari, Sienna, putri dari Kirana, bersama dengan teman-temannya dan didampingi oleh sang ibu, datang ke sebuah konser boy group asal Korea Selatan, Stray Kids.
Tanpa sengaja Kirana bertemu dengan Hyunjin, center dari grup idola tersebut dan secara ajaib mereka saling jatuh cinta. Segala kerumitan terjadi setelahnya. Namun bukannya membuat hubungan mereka berakhir, hubungan Kirana dan Hyunjin malah terjalin lebih kuat.
Bagaimana kisahnya? Apakah akhir bahagia akan Kirana dan Hyunjin dapatkan?
Unofficial Soundtrack: Always Love (D4vd ft. Hyunjin)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Cemburu
Oscar pun beranjak dari duduknya. "Iya, kamu benar. Aku harus pergi sekarang. Aku gak mau Giselle salah paham. Walaupun dia sangat pengertian, tapi dia punya perasaan yang lembut."
Kirana mengerlingkan matanya. Ia paling tidak suka jika Oscar sudah menunjukkan perasaannya pada istrinya itu tepat di hadapannya.
Kirana pun menutup pintu saat mantan suaminya itu sudah keluar dari kamar hotel itu.
Kirana menghela nafas sambil berdecak kesal. "Apa sih maksud Oscar? Nyebelin banget."
Lalu, baru saja Kirana akan berjalan menuju kamar tidur, pintu terdengar diketuk. Kirana membukanya dan melihat Oscar masih di sana. "Ada apa lagi?" tanya Kirana tak sabar.
"Aku cuma mau bertanya, besok Sienna akan main sama kamu atau sama aku dan Giselle?"
"Sama aku. Kamu silahkan nikmati waktu kamu berdua sama istri kamu." Kirana mengatakannya dengan nada yang biasa, tidak dingin, apalagi terdengar kesal.
"Kenapa nada bicara kamu kayak gitu? Apa kamu cemburu?"
Kirana mengernyit tak setuju. "Cemburu?"
"Iya, nada bicara kamu agak sarkas."
Kirana kesal mendengarnya. "Sama sekali enggak. Aku udah gak ada masalah lagi sama hubungan kamu dan Giselle. Car, aku mau nanya deh, selama ini kamu gak pernah semenyebalkan ini. Jujur aku heran aja. Kamu gak pernah peduli aku gak nyaman, aku canggung, atau aku sedih tentang yang terjadi di antara kita dulu. Ya 'kan? Terus sekarang kenapa kamu tiba-tiba peduli? Sekarang kamu bilang aku cemburu, jujur aja, aku gak cemburu sekarang. Dulu mungkin iya, tapi sekarang? Gak sama sekali."
Oscar tertawa canggung.
"Apa sekarang justru kamu yang cemburu karena ini pertama kalinya aku dekat dengan seorang laki-laki setelah perceraian kita?" tebak Kirana dengan sangat tepat.
"Aku? Cemburu sama kamu? Ya enggaklah, Ran," elak Oscar.
Memang itulah yang Oscar rasakan. Cemburu. Selama ini ia tak pernah sama sekali merasa seperti ini karena memang Kirana tak pernah terlihat dekat dengan laki-laki lain selain dirinya, bahkan sejak mereka berpacaran dulu. Oscar sangat tahu bahwa dirinya adalah satu-satunya laki-laki yang 'dekat' dengan Kirana sepanjang hidupnya. Namun sekarang mendengar Kirana dekat dengan seorang pria, entahlah, hati Oscar malah terasa panas.
Ditambah setelah Kirana berubah menjadi cantik, bahkan kecantikan Kirana sekarang adalah 'glow up' Kirana yang paling besar, membuat Oscar sendiri tak percaya mantan istrinya yang buruk rupa itu bisa berubah sepangling ini. Kirana tak pernah secantik ini sebelumnya.
Tanpa Oscar sendiri yang menyadarinya, ia terpesona pada Kirana yang sudah menjadi versi terbaik dari dirinya sekarang.
"Ya udah. Kalau gitu kita selesain semuanya sampai di sini. Dah," pamit Kirana kemudian menutup pintu tanpa memberi Oscar kesempatan lagi untuk berdebat.
"Oscar apa-apaan sih. Kayak anak kecil banget," gerutunya.
Baru saja Kirana akan membaringkan tubuhnya di sebelah Sienna, pintu kembali terdengar. "Siapa lagi ya?"
Kirana membukakan pintu dan...
"Hyunjin?!" Kirana terhenyak.
"Halo, biarkan aku masuk," mohon Hyunjin yang masih menggunakan hoodienya.
"Oh, iya, silahkan." Kirana segera menarik Hyunjin masuk. Gawat jika ada seseorang yang mengetahui Hyunjin mendatangi kamar lain selain kamar yang ia sewa.
Hyunjin sudah berada di dalam. Ia membuka maskernya.
"Hyunjin, ada Sienna di sini. Bagaimana jika ia melihatmu?!" Kirana panik.
"Besok kita berpisah, aku tidak bisa melewatkan waktu kita yang berharga." Hyunjin memeluk Kirana dengan manjanya.
"Tapi Sienna bagaimana? Dia sedang tidur, bagaimana jika ia terbangun dan melihatmu di sini?" Kirana terpaksa mendorong tubuh Hyunjin menjauh.
"Kalau begitu, ikut aku ke kamarku." Hyunjin meraih tangan Kirana sambil memakai kembali maskernya.
"Kau bisa menelponku dan memintaku datang. Kenapa sampai repot-repot menyusulku?"
"Aku sudah menghubungimu, tapi ponselmu tidak aktif."
Kirana merogoh sakunya, "oh iya. Ya ampun baterenya habis. "
"Maka dari itu aku datang. Namun saat aku akan kemari, mantan suamimu datang. Untuk apa dia kemari? Kalian cukup lama berada di sini. Kau tidak melakukan apa yang aku pikirkan 'kan?" telisik Hyunjin dengan kesal.